
Tohrei memperhatikan Ryui. Nampaknya Ryui baik-baik saja walau basah dengan sup. Padahal seharusnya sup itu masih panas karena sup yang ia buat itu memang memiliki panas yang tahan lama.
Namun walau terlihat baik-baik saja, pakaian Ryui menjadi basah akibat kuah dari sup itu.
“Maaf-maaf, bagaimana jika kubersihkan?”
“Bersihkan apa?”
Tohrei membersihkan wajah Ryui dengan sebuah sapu tangan. “A..apa yang kau lakukan?!”
“Membersihkan wajahmu tentunya.” Tohrei masih terus membersihkan wajah Ryui.
“Aku tidak memerlukan itu! Urus saja urusanmu.” Ryui mencoba menghentikan Tohrei namun tidak bisa.
“Ngomong-ngomong ciuman tadi sungguh mengejutkan ku.” Tohrei secara tiba-tiba membicarakan itu. Wajah Ryui seketika memerah dan segera saja dia kabur ke sudut ruangan dan menutup telinganya.
“Jangan bicarakan itu!” Wajah Ryui semakin memerah dan rasa malunya memuncak.
“Yah, sebenarnya itu ciuman pertamaku. Sepertinya kau cukup beruntung karena kau adalah orang pertama yang kucium.” Mau di kehidupan pertama ataupun kehidupan kedua dia tidak pernah mendapatkan ciuman di bibir. Yang ia ingat dia juga pernah dicium dibagian pipi oleh seorang gadis.
__ADS_1
“I..itu juga ciuman pertamaku...,” Ryui merespon dengan nada yang kecil.
“Oh? Jadi itu ciuman pertama mu juga? Seingatku seharusnya usiamu itu sudah rib—” Tohrei ingin mengatakan bahwa Ryui berusia ribuan tahun tetapi dihentikan oleh Ryui. Dia pernah mendengar dari sistem mengenai Ryui yang berusia panjang dan sudah hidup lama di hutan ini.
“Ka..kau mau membuatku malu sampai bagaimana?!”
“Baiklah maaf, setelah ini apa yang akan kau lakukan? Kau sudah boleh bebas kok jika kau tidak mencoba mengganggu lagi wilayahku.”
“Setelah ciuman itu kita resmi menjadi pasangan. Te...tetapi itu hanya untuk evolusi! Evolusi yang kulakukan mengharuskanku melakukan itu! Aku tidak akan memaksamu menjadi pasangan sungguhan ok?” Ryui mencoba menjelaskan agar tidak salah paham.
“Evolusi? Aku merasa tidak yakin akan hal itu.” Tohrei mengerutkan dahi.
“Aku mengatakan kebenaran tahu!”
Seketika jantung Ryui berdegup dengan kencang mendengar ucapan Tohrei. “Bi..bicara apa kau?! Lebih baik aku segera pergi dari sini!” Ryui segera berjalan menuju pintu.
Namun itu dihentikan Tohrei. “Tunggu dulu!”
“Apa? Bukankah ini yang kau inginkan manusia?”
__ADS_1
“Setidaknya bawa lah ini.” Tohrei memberikan sesuatu kepada Ryui. Yaitu sebuah coklat kecil.
“Apa ini?”
“Ini adalah coklat, ini sedikit hadiah untukmu. Kalau begitu aku akan mengantarmu pergi. Kau boleh berkunjung kembali kesini.”
“Hmpph! Siapa juga yang butuh benda in—” Secara tiba-tiba Ryui terteleportasi. Dia terteleportasi tepat di atas langit.
‘Aku di langit?!’ Ryui segera mengubah wujudnya menjadi naga dan terbang menstabilkan dirinya. Wujudnya menjadi sangat berbeda dibanding sebelum berevolusi.
‘Grr! Itu pasti ulah manusia itu! Tohrei!’
“Yah, yang penting aku sudah bisa bebas dan benda ini..., entah mengapa masih ditanganku.” Coklat yang Tohrei berikan masih disimpannya.
‘Lagipula siapa juga yang mau berkunjung?’
***
“Ryui itu, ku harap dia akan berkunjung kembali kesini.” Tohrei menggunakan Switch untuk meneleportasikan Ryui. Walau dia seakan mengusirnya, tetapi Tohrei berharap kedatangan Ryui lagi.
__ADS_1
“Sekarang, apa yang akan kulakukan ya?” Tohrei tidak tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
“Setelah ini mungkin aku akan mencoba melatih sihirku, karena aku tidak punya kegiatan sepertinya tidak ada salahnya. Toh aku juga sedang bosan.”