
“Oh ya ampun ... semuanya berakhir seperti ini?” Cobra, mencoba untuk berdiri kembali setelah pertarungan yang ia hadapi sebelumnya.
“Sungguh pertarungan yang sengit! Tiga dari empat orang tereleminasi dengan begitu cepat pemirsa!” Clowner begitu bersemangat menyampaikan apa yang terjadi disana.
Saat ini, yang tersisa dari pertarungan tadi hanyalah dirinya, Cobra yang merupakan perwakilan Beastafaria.
Pertarungan antara Cobra dan Leon dengan Dart juga disertai Senestrine membuat dirinya sangat kewalahan, dia tak menyangka bahwa lawannya akan sehebat itu.
Leon melawan Senestrine dan hasilnya mereka berdua sama-sama tumbang lalu dipindahkan kembali ke lokasi peserta eleminasi.
Disisi lain Cobra memanfaatkan stat agility nya untuk menghindar dan mencari momentum yang tepat untuk menghabisi Dart.
“Sekarang aku sendiri ... apa aku harus mencari Mirano dan Rinkumi?” Cobra masih cukup kelelahan saat ini, serangan tiba-tiba akan membuatnya tereleminasi.
“Ah ... tidak, kurasa lebih baik aku bersembunyi.” Setelah dipikir-pikir, Cobra merasa poinnya sudah cukup banyak sehingga bersembunyi untuk memulihkan dirinya lebih baik daripada berjalan untuk mencari rekannya.
Maka dari itu, Cobra dengan segera melompat dan melewati pohon-pohon untuk bersembunyi.
Di lain tempat, ketika Cobra sedang membicarakannya rekannya, Mirano dan Rinkumi sedang sibuk bertarung melawan banyak monster di wilayah Hutan Salju.
__ADS_1
Saat ini mereka sedang melawan Biglesser, namun biglesser di perlombaan ini tak lebih berbahaya dari biglesser di kampung halaman Zen. Itu karena Biglesser di sini hanyalah hasil eksperimen yang kurang berhasil dari para sage.
“Mirano! Segera gunakan Monster summon magic mu! Aku akan menahannya!” Rinkumi melesat maju menuju biglesser itu.
“Akan segera kulakukan!” Sahut Mirano yang tanpa basa basi menyiapkan sihirnya.
Walau biglesser yang mereka hadapi hanyalah sebuah tiruan, bagi mereka monster itu cukup sulit dihadapi. Jika dibandingkan dengan kekuatan Zen, Rinkumi dan Mirano tak cukup sebanding untuk melawan. Namun meski begitu mereka berdua sudah bisa dianggap cukup kuat di umur mereka. Jika dianggap seperti itu, maka bisa dibilang Zen merupakan jenius, sayangnya dia dikalahkan oleh Tohrei dengan mudah.
Rinkumi menahan biglesser dengan metode memancing lawan. Rinkumi menyerang lalu menghindar ke arah yang akan membuat Mirano lebih aman untuk menciptakan spellnya.
“!” Mirano memanggil seekor badak dengan cula besi dengan ukuran dua kali badak normal.
“Rhin! Seruduk dia dengan culamu!” Mendengar titah masternya, Rhin dengan penuh kekuatan menyeruduk biglesser itu tanpa ampun.
Biglesser itu jatuh dan mengalami luka fatal. Rinkumi memanfaatkan kesempatan ini untuk memberi serangan terakhir yang mematikan, membuat biglesser itu tumbang sepenuhnya.
Usai mengalahkan biglesser, Rinkumi dan Miruno memeriksa sebuah kristal berbentuk lempeng. Kristal itu berisi poin yang mereka dapatkan dan juga berisikan peringkat peserta dengan poin tertinggi.
“Bagus! Kau mendapat peringkat ketiga Rinkumi!” Miruno begitu senang begitu melihat peringkat Rinkumi.
__ADS_1
Poin akan didapatkan dari membantu melawan monster dan menumbangkan monster. Menumbangkan monster akan mendapatkan poin yang lebih tinggi dibanding membantu. Oleh karena itulah Rinkumi bisa masuk peringkat 3 dibandingkan Miruno.
“Kita masih belum bisa senang, waktu belum habis dan peringkat ini bisa jadi digantikan. Maka dari itu kita harus berburu lebih banyak lagi, Miruno.” Rinkumi tak begitu puas hanya dengan peringkat 3.
“Baiklah~.” Mereka beranjak pergi dari sana untuk memburu monster lain.
***
“Oh sial aku memang berniat untuk berburu dengan cepat tetapi tidak sekaligus begini!” Harciest dengan begitu panik menghindari monster-monster yang menyerangnya.
Saat ini dia ada di area hutan salju menghadapi puluhan monster yang mengejarnya. Harciest berlari menghindari mereka karena armor miliknya belum bisa dipanggil karena pertarungan yang ia lakukan sebelumnya.
“Dasar monster menyebalka—”
BOOOM!!!
Harciest, begitu juga para monster yang mengejarnya begitu terkejut ketika sesuatu dari langit jatuh dan membuat hantaman keras di tanah.
Kepulan salju membuat sesuatu yang terjatuh itu tidak bisa dilihat dengan jelas. Namun dari siluet yang sedikit terlihat di balik kepulan salju itu adalah seorang manusia.
__ADS_1
“Hmm ... ? Oh! Bukankah itu Harciest? Tak kusangka aku asal lompat dan menjumpaimu, haha!”
Tak lama kepulan salju menyebar hingga membuat jelas siapa sosok yang jatuh itu. Dia adalah Tohrei yang dengan santainya membersihkan salju yang menempel di pakaiannya.