
Sebelum masuk ke cerita, author mau promosi sebuah novel nih.
Judulnya adalah : What Will You Do When Being God?
Penulis : Hope
Ini adalah kisah tentang seorang penulis yang mendadak berpindah dunia menuju novel yang ia tulis sendiri. Penasaran bagaimana reaksi dan tingkah laku dari sosok biasa ini yang tiba-tiba menjadi seorang Penguasa Tertinggi dari banyaknya orang-orang hebat?
Mungkin kalian akan tertarik dengan kisah ini, jika memang tertarik langsung saja mampir ke lapak nya ya!
...----------------...
Hari pertama kelas Tohrei berakhir dengan cukup singkat. Ia kembali ke penginapan dan mengabiskan waktunya dengan menciptakan berbagai hal dengan menggunakan skill creation.
Sehari berlalu, Tohrei kembali masuk ke akademi. Karena saat itu belum jam pelajaran, maka Tohrei pergi ke perpustakaan, ia mencoba mencari sesuatu yang menarik di sana.
“Teori 4 sihir elemental dasar ... Daftar spell dasar sihir api ... Cara efektif meningkatkan mana ... Cara mengalirkan mana dengan tak boros ke senjata untuk magic swordman ...” Tohrei membaca judul-judul yang tertera di rak perpustakaan.
“Ternyata cukup menarik, tetapi akan memakan berapa lama untuk membaca semua ini?” Tohrei berniat membacanya namun ia tak yakin bisa membaca semuanya dalam waktu yang singkat.
Ketika Tohrei sedang memilih buku terbaik untuk dibaca, seseorang bertemu dengannya dan menyapanya.
“Ah Rei? Apa yang kau lakukan diperpustakaan?” Eriana secara kebetulan melihat Tohrei.
“Hei kemarin kan sudah kubilang untuk memanggil ku Yami di akademi. Mereka semua tak tahu nama asli ku.” Setelah jam pelajaran kemarin berakhir, Tohrei mengingatkan Eriana.
“Ups aku lupa hehe, lagipula untuk apa kau menyembunyikan identitasmu?” Eriana seperti sengaja mengungkapkan namanya walau tak di depan umum.
“Aku ini penguasa dari hutan Ashfriet, tentu aku harus—” Tohrei baru saja mengungkapkan sesuatu.
“Tunggu jadi yang mengirim pesan itu ke ibu ku itu kamu?!” Eriana sontak terkejut.
“Uh ya begitulah ...”
“Ya ampun, berapa banyak lagi rahasia yang kau sembunyikan?” Eriana merasa heran dengan Tohrei.
__ADS_1
“Suatu hari aku pasti akan mengatakan semuanya ok?”
“Apa aku harus menikahimu dulu agar bisa tahu semuanya?”
‘Dia sangat percaya diri, apa karena kejadian kemarin?’ Pikir Tohrei.
“Hei tenang-tenang, kau tak perlu sampai sejauh itu, aku pasti akan mengatakannya suatu hari nanti ok?”
“Janji?” Eriana mengacungkan jari kelingkingnya.
“Ya, aku janji.” Tohrei membalas janji kelingking itu.
***
Jam pelajaran telah dimulai, Venoire datang ke kelas untuk mengumumkan kegiatan mereka kali ini.
“Jadi apa semuanya sudah ada disini?” Para murid menjawab bahwa semuanya sudah disini, maka Venoire tak berbasa-basi lagi.
“Aku yakin kalian semua sudah membaca semua isi buku yang kemarin aku beri bukan? Maka kita akan langsung menuju ke kegiatan utama dari materi ini.” Para murid menjawab dengan lantang.
“Ya ...” Namun tampaknya ada beberapa yang menjawab dengan lemas. Mereka adalah Harciest dan Magreis, mereka nampaknya begadang untuk memahami isi buku itu.
Harciest dan Magreis tak terlalu pintar dalam segi ini, namun dalam praktek mereka cukup luar biasa. Mereka mengandalkan insting bertahan hidup mereka untuk meningkatkan kekuatannya.
“Kita akan pergi menuju ke magic spirit altar hari ini. Kita tak bisa terlalu menunda-nunda karena perjalanan kesana itu memakan waktu yang cukup lama sedangkan gerbang teleportasi untuk pergi ke sana belum dibuat.” Ucap Venoire sembari menghela napas.
Gerbang teleportasi adalah teknologi terkemuka yang diciptakan oleh Kekaisaran Aelion. Mereka menciptakan pintu gerbang mekanis yang terisi oleh sihir teleportasi sehingga bisa menyambungkan satu tempat ke tempat yang lain.
Biasanya gerbang teleportasi adalah sesuatu yang tercipta dengan alami pada tempat tertentu, namun Kekaisaran Aelion menciptakan gerbang teleportasi buatan agar bisa pergi sesuka mereka.
Apalagi, agar gerbang teleportasi bisa digunakan secara terus-menerus, mereka hanya perlu menyuplai mana pada gerbang. Ini lebih praktis dari pada menggunakan penyihir teleportasi secara langsung.
“Jadi, kuharap kalian semua bisa bersiap-siap dalam beberapa jam untuk melakukan perjalanan sesegera mungkin.”
“Kembali ke tempat tinggal masing-masing dan persiapkan segala hal yang kalian butuhkan, entah itu persediaan makanan atau persediaan senjata. Kita saling bertemu di gerbang ibukota yang ada di utara.” Ucap Venoire, ia kemudian pergi, dia berkata bahwa dia akan menyiapkan tumpangan untuk mereka.
__ADS_1
“Uh apa kau tahu gerbang utara ada dimana Zen?” Tanya Harciest. Dia bodoh dalam menentukan arah mata angin.
“Itu ada disana bodoh.” Zen menunjuk ke arah utara, karena dia berasal dari tempat yang sangat-amat jauh jadi mengingat arah mata angin sangat penting baginya.
“Oooh ternyata disana! Terima kasih Zen! Kalau begitu aku pergi duluan, aku akan menyiapkan seluruh barang bawaanku.” Harciest pamit dan pergi dari kelas.
“Hah ... Kenapa dia tampak santai begitu?” Zen menghela napas, dia keluar dari kelas setelah Harciest.
“Ngomong-ngomong tentang tempat tinggal, dimana saat ini kau tinggal Re— Maksudku Yami?” Eriana bertanya pada Tohrei, kebetulan sekali mereka duduk bersamping-sampingan.
“Hanya sekedar di penginapan, kenapa kau penasaran pada hal itu?”
“Apa kau mau kusiapkan tempat yang lebih baik? Aku bisa membujuk ibuku dengan mengatakan kalau kau adalah penguasa Ashfriet, bagaimana?” Eriana membujuk Tohrei dengan senyum lebar.
“Aku tak perlu hal semacam itu dan ini belum saatnya aku bilang ke ibu mu kau tahu?” Mungkin ada beberapa yang tak ingat, Eriana adalah putri dari kekaisaran ini. Ibunya adalah penguasa tunggal kekaisaran ini, Empress Mary Annaviel Aelion.
Seperti yang diketahui, Tohrei berencana akan berdiskusi dengan empress mengenai aliansi. Namun itu tidak akan ia lakukan sekarang.
‘Ini kelihatan aneh, bagaimana Yami dan Tuan Putri bisa sangat akrab?! Bang Yami memang hebat!’ Walau tak mendengar percakapan mereka, Magreis bisa menyadari bahwa mereka berdua kelihatan akrab satu sama lain.
Sementara itu, Isabella dan Sei juga sudah mulai beranjak dari kursi mereka dan pergi mempersiapkan kebutuhan untuk ke magic spirit altar.
“Lebih penting kita segera bersiap untuk ke magic spirit altar.” Ucap Tohrei yang menyelesaikan percakapan dan pergi dari kelas diiringi oleh Eriana lalu Magreis pergi sebagai yang terakhir.
Setelah sejam berlalu, semua murid kelas khusus sudah berkumpul di gerbang utara. Mereka sudah menyiapkan persediaan mereka.
...----------------...
Oh ya, sebelum itu, Author punya sedikit bocoran tentang peta dunia dari The Endless System.
Ada beberapa benua yang belum diungkapkan dalam The Endless System. Silahkan mengira-ngira entah berapa jumlah benua itu atau bagaimana isi benua itu.
Ya terserah sih wkwkwkwk author juga cuman iseng aja ngasih beginian.
__ADS_1
The Endless System sepertinya masih jauh dari kaya tamat namun bagaimana ending dari series ini sudah ditentukan. Terserah pada kalian ingin terus membaca cerita ini sampai tamat atau tidak.
see you!