
Tohrei, Ikumi, dan Urashia pergi masuk ke dalam Recalist Kingdom. Ikumi dan Urashia belum diberitahu oleh Tohrei tentang tujuan ke sini. Oleh karena itu, Ikumi berinisiatif untuk bertanya.
“Master! Aku lupa untuk menanyakan ini tadi ... Apa tujuan kita ke sini?” tanya Ikumi yang sedang menarik kereta mereka.
Tohrei saat ini berada di kursi kusir bersama Urashia. Sedangkan Ikumi sedang dalam mode serigala, menarik kereta karena mereka tidak memiliki kuda.
“Tujuan ya? Untuk sekarang kita harus pergi ke pelelangan. Berhubung kita sekarang berpura-pura menjadi pedagang, kurasa ini waktu yang tepat untuk mendagangkan barang dari Dezalene Kingdom,” jawab Tohrei sambil mengelus dagunya.
Tohrei sudah diberitahu oleh sistem di manakah pelelangan yang harus ia tuju. Jadi, arah tujuannya sudah jelas, dia hanya perlu ke lokasi pelelangan itu.
Mereka menghentikan kereta mereka di dekat bangunan besar yang terlihat agak ramai. Di atas bangunan itu terpampang tanda yang bertuliskan "Rumah Dagang LostSteel”.
Rumah dagang ini merupakan tempat di mana sistem mengarahkannya untuk pergi. Banyaknya orang yang berlalu-lalang di sini sepertinya karena pelelangan akan terjadi.
Karena ini merupakan kerajaan para dwarf, tentu saja mayoritas orang-orang di sini bertubuh pendek. Hal itu membuat Tohrei yang merupakan manusia, menjadi pusat perhatian ketika mereka turun dari kereta.
Urashia dan Tohrei berjalan masuk ke dalam Rumah Dagang LostSteel. Sementara itu, Ikumi akan menjaga kereta mereka dalam wujud serigalanya. Wujud Ikumi yang besar sebagai serigala seharusnya sudah cukup untuk membuat orang-orang tidak memiliki keberanian untuk mencuri barang dari kereta mereka.
“Seorang manusia dan Demi-Human?” Para dwarf yang ada di sekitar berbisik-bisik, perhatian mereka tertarik ke pada seorang demi-human dan manusia bertopeng.
Walau perdagangan dari luar kerajaan telah diketahui banyak orang di sini, namun mereka jarang melihat pedagang-pedagang luar yang datang ke sini.
Tohrei dan Urashia memasuki rumah dagang dan segera berjalan menuju resepsionis atau bagian pelayanan. Berbeda dengan meja pelayanan pada umumnya, meja pelayan di rumah dagang ini merupakan dwarf pria paruh baya yang tentu memiliki jenggot yang lebat.
“Hm? Seorang tamu dari luar? Sungguh jarang, apa yang kalian inginkan di sini?” tanyanya dengan menaikkan sebelah alis, memperhatikan Urashia dan Tohrei.
__ADS_1
“Apa di sini sedang dilaksanakan sebuah pelelangan?” tanya Tohrei tanpa basa-basi.
“Pelelangan? Itu merupakan hal yang dilakukan rumah dagang ini seminggu sekali. Kebetulan, besok adalah hari pelelangan itu.” Dwarf itu menjelaskannya kepada Tohrei.
Dwarf itu menduga bahwa kedua orang di depannya merupakan pedagang yang ingin melelang barang mereka.
“Oh baguslah jika begitu, aku ingin melelang barangku sekaligus ikut dalam pelelangannya sebagai pelanggan,” ujar Tohrei kepada dwarf itu.
Tohrei segera mengeluarkan sejumlah barang usai menyampaikan tujuannya. Benda-benda yang ia keluarkan itu merupakan kotak permainan kartu dan dua set catur.
Permainan semacam ini belum pernah ada di dunia ini sehingga akan sangat menguntungkan bila Tohrei menjadi yang pertama membuatnya di sini.
“Hm? Benda apa ini? Apakah ini sesuatu yang ingin kau lelang?” Dwarf itu kembali mengangkat alis, sungguh merasa asing dengan benda yang Tohrei hadirkan.
“Ya! Kau akan tahu seberapa menariknya benda ini ketika aku menjelaskannya! Para bangsawan pasti akan tertarik pada benda semacam ini!” balas Tohrei sebelum menjelaskan bagaimana cara kerja dua permainan yang dia tawarkan.
Tohrei juga menjelaskan tentang bahan pembuatan permainan itu. Sebagain besar bagian dari permainan itu dibuat dengan material batuan yang langka. Siapa bangsawan yang tidak tertarik dengan batuan langka? Terlebih lagi para bangsawan itu adalah dwarf yang tentu tertarik dengan batuan.
“Hoho, itu memang sangat menarik! Bagaimana jika kita melelangnya dengan harga awal 1500 Koin Gold per-barang?” tawar sang dwarf.
Mendengar tawaran itu, Tohrei menurunkan sudut bibirnya, merasa tidak puas. Itu merupakan wajah yang dibuat-buat untuk meyakinkan si dwarf.
“Uh ... apa itu terlalu sedikit?” Dengan sedikit keringat dingin, dwarf itu bertanya. Dia tahu bahwa ini akan menjadi kesepakatan dagang yang bagus. Namun, jika dia gagal meyakinkan manusia bertopeng di depannya, maka ini tentu akan sangat disayangkan.
“Menurutmu?” Ucapan Tohrei itu mendorong dwarf itu untuk menilai kembali barang-barang itu.
__ADS_1
Dwarf itu mulai memikirkan harga dari barang-barang ini di masa depan. Mungkin saja barang seperti ini akan melonjak harganya di pasar, lebih baik menjualnya dengan harga mahal sekarang daripada menyesal nanti.
Ketika si dwarf masih sibuk berpikir, Tohrei secara tiba-tiba menawarkan harga yang tinggi. Hal itu sontak membuat dwarf itu terkejut.
“2500 koin gold, tidak kurang dari itu!” ujar Tohrei.
“Hm—?! Hah?!” Dwarf itu terkejut karena Tohrei menaikkan harga sebanyak 100 koin, merasa penawaran Tohrei sangat berlebihan.
“Apa 2500 koin gold itu sangat berharga? Dia terlihat sangat terkejut lho.” Urashia yang berada di samping diam-diam berbisik pada Tohrei.
Urashia belum terlalu tahu sistem uang di dunia ini sehingga 2500 koin gold tidak terlihat sebegitu berharganya.
“Bayangkan saja, 100 gentong madu harganya adalah 10 koin gold, maka jika ditotal 2500 koin gold, kau bisa mendapatkan 25000 gentong penuh madu,” jelas Tohrei dengan berbisik.
“Apa?! Du ... dua puluh puluh lima berapa?!” Urashia membuka mulutnya, bertanya kembali ke Tohrei.
“25000 gentong madu.” Tohrei mengulang kembali.
“Itu gila!” Urashia yang merupakan seorang pecinta madu sontak terkejut akan hal itu.
“Iya iya aku tahu itu gila.” Sebenarnya Tohrei merasa biasa saja dengan jumlah itu karena dengan skill creation dia bisa menduplikasinya sebanyak apapun.
Tohrei melakukan transaksi ini untuk menaikkan nilai barang yang berasal dari Dezalene Kingdom. Permainan ini akan dia labeli sebagai permainan khas dari Dezalene Kingdom sehingga mereka akan tahu harus ke mana jika ingin membeli permainan ini. Ditambah lagi permainan ini tidak bisa diduplikasi karena dia membuatnya dengan rumit.
“Baiklah! Aku setuju! Mari kita hargai 2500 koin gold sesuai keinginanmu. Tetapi, sebagai rumah dagang pelelangan ini, kami akan mengambil 10% dari hasil penjualan, bagaimana?” Dwarf itu telah membuat keputusan akhir.
__ADS_1
“Oke, kalau begitu sepakat!” Mereka berdua berjabat tangan, sepakat akan hal ini.