The Endless System

The Endless System
Ch 68 — Kembali


__ADS_3

Berbeda dengan bangunan lain, Mansion walikota terlihat mewah dan terawat. Sangat berbanding terbalik dengan semua bangunan di kota ini.


“ mari kita cari siapa brengsek yang mengurus kota ini.” Tohrei dan Ikumi bergerak dengan cepat.


Tohrei menemukan seorang pria gendut yang ia duga adalah walikota tempat ini. Pria gendut itu seperti sedang sibuk menghitung uangnya. Dia dan Ikumi pergi dengan cepat menuju ke tempat orang itu.


“Ikumi, periksa berbagai bagian di mansion ini, mungkin ada sesuatu yang aneh.”


“Baik Master!” Mereka pun berpisah dan pergi ke arah yang berbeda.


“!”


Teleportation magic adalah sihir yang dia upgrade dari skill switch, perlu beberapa poin untuk mengupgradenya karena sihir teleportasi cukup langka. Kini batasan untuk menggunakan kekuatan teleportasi lebih luas.


Seketika sebuah robekan ruang tercipta. Tohrei memasukinya dan terteleportasi ke ruangan dimana pria gendut itu berada.


“Halo bola besar, ada yang ingin kutanyakan padamu.” Tohrei menatap dengan senyum mengancam.


“Huh?! Si..siapa kau?! Bagaimana kau bisa kesini?! Dimana penjaga?!” Dengan raut wajah panik ia berteriak.


“Hei-hei tenanglah, kau pikir aku akan membunuhmu? Tenang saja, asal kau menurutiku maka akan baik-baik saja.”


“Me..memangnya siapa yang mau menurutimu?! Aku ini penguasa kota ini! Penjaga! Datang kesini!”


‘Jadi benar dia walikotanya.’


“Kau ini lumayan berisik ya. Akan kuperintahkan kau untuk hanya bisa berbicara jika aku bertanya, jawablah dengan jujur ”


“Ap—?!” Dia secara tiba-tiba terdiam. Apa yang ingin dia sampaikan tisak terucap.


“Sekarang jawab pertanyaanku, apa kau bertanggung jawab atas kota ini?”


“Y..ya.”


“Dan apakah kau sudah melaksanakannya dengan benar?”


“Ti...tidak.” Dengan Suara yang kecil dia menjawabnya. Ia memalingkan wajahnya ketika menjawabnya.


Tohrei menggertakkan giginya. “Jadi begitu? Maka kurasa ini akan menjadi takdirmu.” Tohrei mengaktifkan skill gluttony.


“”


Pria gendut itu ingin berteriak dan kabur tapi tidak bisa. Dia hanya bisa menatap ajal yang akan menjemputnya.

__ADS_1


Pada akhirnya dia menjadi santapan untuk skill gluttony.


[Anda mendapatkan ingatan dari Halmerburg. Apa anda ingin menyerapnya?]


“Halmerburg? Jadi itu namanya, yah aku tidak peduli juga. Kupikir aku akan menyerapnya lain kali sistem.”


[Dimengerti, menyimpan ingatan dalam data sistem.]


Setelah itu Tohrei bertanya kepada Ikumi apa yang ia dapatkan.


“Ikumi, apa kau menemukan sesuatu yang mencurigakan?” Tohrei berkomunikasi dengan Ikumi melalui telepati.


“Tidak ada yang mencurigakan Master, kecuali satu tempat yang nampaknya adalah penjara bawah tanah. Saya berniat menunggu Master untuk memeriksa bersama.” Jawab Ikumi.


“Baiklah, aku akan kesana.”


***


Sesampainya disana Tohrei melihat pemandangan yang gelap dari penjara bawah tanah ini. Mereka memeriksa ke dalam, mungkin mereka akan menemukan sesuatu.


Ketika berjalan, terlihat banyak mayat yang terkunci dalam jeruji besi bahkan ada yang hanya menyisakan tulang. Mereka terus berjalan di lorong gelap. Bau busuk yang menyengat terhirup oleh mereka.


“Lihat Master, kurasa ada yang masih hidup disana.” Ikumi menatap ke salah satu jeruji besi.


“Aku lapar....” Secara samar terdengar suara seorang gadis kecil dari dalam sana.


Tohrei menghancurkan pintu jeruji itu dengan segera hanya dengan kekuatan fisiknya. “Apa ada yang masih hidup?!”


Begitu ia membuka jeruji, nampak terlihat dua gadis kecil dengan tubuh yang sangat kurus tak berdaya. Mereka akan segera mati karena kelaparan jika dibiarkan terus begitu.


Tohrei segera menghampiri kedua gadis kecil itu dan menyembuhkan mereka. “”


Healing Tohrei akan menahan sebentar rasa lapar kedua gadis itu. Setelah di heal oleh Tohrei, dua gadis itu tertidur dengan tenang.


“Ikumi, bisakah tolong gendong gadis ini?” Tohrei menggendong salah satu dari mereka.


“Baik.” Ikumi menggendong gadis satunya.


“Mungkin saja ada orang lain yang masih hidup. ” Tohrei memeriksa seluruh penjara ini untuk mencari orang yang masih hidup.


“Itu dia, ada beberapa yang masih hidup.” Tohrei menonaktifkan skill area detectionnya.


“Ikumi, pergi ke jeruji nomor 56, disana masih ada yang hidup. Bawa mereka dengan sihir anginmu. Aku akan pergi ke jeruji nomor 57 dan 75.”

__ADS_1


“Um Master.” Mereka pergi ke tempat yang ditunjuk.


Tohrei dan Ikumi membawa mereka semua pergi. Total yang mereka bawa adalah 6 orang. Mereka pergi kembali ke atas. Akan tetapi ketika mereka naik, mereka disambut oleh para kesatria yang menodongkan senjata kepada mereka. Mereka mungkin sudah menyadari apa yang terjadi di mansion ini. Sedikit teriakan dari walikota dapat mereka dengar, namun mereka tidak dapat menemukannya.


“Jangan bergerak atau kalian akan kami bunuh!”


“Sungguh menjengkelkan, aku bisa saja mengalahkan kalian semua, tapi untuk saat ini aku akan pergi. ”


“Pegang tanganku Ikumi.” Sesuai perintah Tohrei, Ikumi memegang tangan Tohrei dengan erat.


“Hentikan mereka!” Namun sebelum mereka sempat untuk bergerak, Tohrei dan yang lain telah menghilang.


****


Setelah berteleportasi, mereka sampai di hutan Ashfriet. Atau lebih tepatnya di mansion milik Tohrei sendiri. Mereka sampai di aula yang berada tepat di depan pintu masuk.


“Ini bukankah rumah Master?” Ucap Ikumi menyadari tempat mereka berteleportasi.


Mereka menurunkan anak-anak yang mereka bawa.


“Ya. Aku cukup merindukan tempat ini, jadi mengapa tidak sekalian saja kita kesini?”


“Master benar.”


Setelah itu, suara yang samar terdengar dari kejauhan.


“Ney...”


‘Suara apa itu?’ Tohrei menyadari keberadaan suara itu.


”Honey..!!!” Entah dari mana Urashia muncul dan dengan cepat melesat dan memeluk Tohrei hingga ia terjatuh. Urashia, seorang Warthern Bear yang mempesona berambut coklat.


“Urashia?” Tohrei melihat bahwa yang memeluknya adalah Urashia.


“Aku sangat merindukanmu! Kamu tahu? Aku sudah naik ke level 299!”


“Oh! Aku tidak menduga kamu bisa naik ke level itu secepat ini, aku merasa bangga. Tapi..., bisakah kamu melepas pelukanmu?”


“Tidak bisa! Aku sangat merindukanmu jadi aku akan memeluk honey sampai puas!”


Ikumj yang melihat itu membuat wajah cemberut. Tak lama muncul sebuah api di dekat mereka. Api itu berubah menjadi sosok wanita berambut merah panjang, yaitu Ifrit.


“Selamat datang kembali, tuanku.” Ifrit berlutut di hadapan Tohrei.

__ADS_1


“Ya, aku kembali.”


__ADS_2