The Endless System

The Endless System
Ch 150 — Buku Harian


__ADS_3

Lorong panjang Tohrei lalui. Ia menapaki jalan itu dengan situasi sepi menyertainya. Hanya suara tapakan kaki dari dirinya seorang yang bisa ia dengar.


Tohrei menghentikan langkahnya ketika melihat sebuah tangga telah terlihat jelas di depannya. Melihat ke atas, Tohrei menyadari bahwa apa yang ada di atas sana adalah sebuah hutan.


“Apakah itu hutan Evolia?” Tohrei bergumam, mengira-ngira bahwa hutan tersebut merupakan hutan yang cukup akrab di ingatannya.


Hutan Evolia merupakan hutan yang berada di antara Ruby Kingdom dan Aelion Empire. Hutan ini tidak memiliki monster yang berbahaya, sangat cocok untuk hidup damai.


Tohrei bisa mengingatnya kalau hutan itu merupakan tempat tinggalnya dulu sebelum mansion kepunyaan keluarganya serta dirinya dipindahkan ke hutan Ashfriet.


Entah karena alasan apa, Tohrei tidak pernah melihat seorang pun selain dirinya menginjakkan kaki di hutan Evolia, kecuali saat momen dimana Eriana kabur dari kejaran seekor monster lalu tiba ke hutan itu.


Tohrei berpikir mungkin alasan tidak ada yang menginjakkan kaki ke hutan Evolia karena tanah itu sudah diklaim sehingga tidak ada orang yang cukup bodoh untuk memasukinya kecuali sebagai jalur penyebrangan.


Tohrei berjalan melewati tangga. Kini, penampakan hutan semakin jelas di penglihatan Tohrei. Hal itu bersamaan dengan cahaya yang sedikit silau menyinari tempatnya yang minim cahaya.


“Kurasa ini benar-benar hutan Evolia.” Setelah melewati tangga, Tohrei bisa memastikan bahwa hutan ini benar-benar merupakan hutan Evolia. Jenis pohon-pohon di sini benar-benar sama dengan yang ada di Evolia, berbeda dengan hutan Ashfriet yang jenis pohonnya lebih gelap.


Rasanya agak aneh karena harusnya perjalanan dari Heistihart ke hutan ini tidaklah sebentar. Tohrei rasa terdapat sebuah sihir teleportasi di lorong kabur itu sehingga bisa membuatnya dengan cepat menuju ke sini.


Angin bertiup, menerpa pohon-pohon yang lebat. Perasaan ini membuat Tohrei nostalgia. Walau ini hanya sebuah tiupan angin yang bisa dirasakan di manapun, Tohrei entah kenapa merasa nostalgia.


Karena Tohrei sudah mengkonfirmasi bahwa ini adalah hutan Evolia, dirinya kini berpikir untuk kembali ke Heistihart untuk berbincang sebentar dengan Alisa sebelum pergi ke Dezalene Kingdom.


Akan tetapi, sebelum dia sempat berbalik, sebuah suara muncul menarik perhatiannya.


“Miaww~!”


Tohrei mengalihkan pandangannya, melihat seekor kucing hitam dewasa yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


“Huh? Kucing ini ...” Tohrei teringat masa lalu.


Dulu, dia pernah menyelamatkan seekor kucing liar yang kakinya terluka. Dia memperban luka kucing itu bersama Eriana. Waktu itu kucing hitam tersebut masih sangat kecil.


Tohrei mengelus kepala si kucing, menyadari bahwa kucing itu tidak salah lagi adalah kucing yang dia dan Eriana selamatkan. Tanda luka yang masih berbekas membuatnya yakin akan hal itu. Kucing hitam itu sendiri juga tampaknya juga mengenali Tohrei.


Hal yang membuatnya bingung adalah usia kucing ini yang bisa sepanjang ini bahkan di alam liar.


“Aku harus pergi sekarang, maaf karena tidak bisa terlalu lama di sini.” Tohrei berpamitan dengan si kucing sebelum berbalik dan pergi dari hutan itu.


***


Tohrei pergi ke kediaman Alisa melalui jendela, membuat Alisa sedikit terkejut.


“Bagaimana? Apakah kau sudah bisa mendapatkan hak untuk menjadi pemimpin pengganti? Jika belum, aku bisa membantumu.” Tohrei menawarkan bantuan untuk mencegah Alisa menyerahkan kekuasaan negara ini ke dirinya lagi.


“Sungguh cepat ... jadi kurasa aku sudah tidak ada urusan di sini kan?” Tohrei sedikit tersentak mendengar pernyataan Alisa.


Jalur informasi yang dimiliki oleh Alisa tampaknya sangat cepat hingga mampu melakukan itu hanya dalam sekian jam. Atau sepertinya mungkin Alisa sudah merencanakan ini sebelumnya.


“Saya berharap anda bisa lebih lama di sini, tetapi saya rasa itu hanya akan membuat anda repot, kalau begitu mau bagaimana lagi.” Alisa menggelengkan kepalanya, merasa memang tidak ada cara untuk membuat Tohrei lebih lama di sini.


Alisa tampak membuat wajah sedih yang terasa dibuat-buat, seolah ingin menarik simpati dari Tohrei.


“Kenapa kau terlihat begitu sedih? Jika kau ingin mengabari sesuatu atau berkunjung kau bisa pergi ke Dezalene Kingdom, yah aku harus pergi sekarang jadi dadah.” Usai itu, Tohrei pergi.


Satu alasan yang membuat Tohrei ingin segera pergi itu karena dia ingin melihat catatan harian dari ibunya yang dia curigai tersimpan di dalam mansion.


Untuk mempercepat, Tohrei pergi menggunakan teleportasi dan segera menuju mansionnya. Kemungkinan besar catatan harian itu tersimpan di kamar ibunya, kamar yang tidak pernah Tohrei sekalipun masuki kecuali di saat-saat tertentu.

__ADS_1


“Permisi Ibu ...” Tohrei memasuki kamar, melihat pemandangan kamar yang masih kelihatan bersih dan nyaman walau tak pernah ditinggali lagi selama bertahun-tahun.


Kamar itu hanya menjadi sebuah kamar kenangan yang tidak akan pernah digunakan kembali untuk tidur. Tohrei sebenarnya sedikit berat hati untuk ke sini karena ini adalah kamar dari ibunya, seseorang yang sudah tidak menempati kamar ini.


Di kamar tersebut terdapat sebuah sepasang meja dan kursi, sebuah buku tergeletak begitu saja di sana dengan sebuah pena bulu yang tintanya sudah kering.


Tohrei berjalan menuju meja itu, duduk di kursi dan dengan penasaran membaca buku tersebut. Apa yang tertulis di sampul buku berjudul "Buku harian".


“Kurasa ini adalah buku harian milik ibu.” Tohrei pernah melihat Ibunya menulis di buku ini sewaktu dulu.


Tohrei membuka halaman pertama, berisi sebuah catatan harian yang kelihatan biasa. Namun Tohrei sedikit memperhatikan detail kecil dari kertas yang menjadi bahan utama dari halaman buku ini.


Walau sudah berusia puluhan tahun, buku ini masih terlihat cukup baru, tidak ada sedikitpun tanda kertas ini menjadi kuning atau termakan rayap. Setelah memperhatikan detail itu, Tohrei mulai membaca isi buku itu.


Buku itu mulai ditulis ketika ibunya masih remaja, seorang gadis yang bosan berada di istana, Elicia Von Evilia.


Suatu ketika, Elicia sedang dalam perjalanan ke suatu tempat, namun disergap oleh sekelompok bandit. Itu saat yang genting karena penjaganya sedang kehilangan stamina usai melawan monster.


Ditengah situasi genting itu, seorang pemuda berambut hitam datang menyelamatkannya. Dia bernama Riito Yuusei, seorang pria dengan asal usul yang misterius.


Cerita yang ada di buku harian ini kurang lebih berisi kehidupan Elicia yang melakukan pendekatan dengan Riito, ayah dari Tohrei.


Tohrei sedikit menikmati ini, sebuah cerita romansa kerajaan yang klise. Hal yang membuatnya tidak menyangka adalah bahwa ini adalah cerita nyata dari kehidupan kedua orang tuanya.


Setelah kejadian mengerikan yang terjadi di Evilia Kingdom, isi dari buku harian ini beralih ke kehidupannya merawat anaknya, yaitu Tohrei.


Melalui buku catatan ini, Tohrei jadi mengetahui isi pikiran Elicia ketika merawat dirinya yang merupakan seorang reinkarnator.


Buku berakhir ketika Elicia menulis pesan terakhir sebelum tiada karena penyakitnya. Tohrei merasa hampa ketika selesai membaca itu.

__ADS_1


__ADS_2