
Yuuryui menyebutkan langkah kedua dengan wajah yang memerah padam walau ekspresinya terlihat percaya diri.
“Maksudnya apa?” tanya Icilia dengan wajah yang seolah bingung.
“Ma .. maksudku kau harus melakukan kontrak dengan seorang pasangan yang cocok denganmu!”
“Ya! Be .. begitulah maksudku!”
Dua perkataan yang dilontarkan Ryui terasa meragukan namun Icilia merasa cukup yakin walau ucapan Ryui terdengar terbata-bata.
“Oh … ! Begitu ya!” balas Icilia atas penjelasan Ryui yang kikuk.
“Dipikir-pikir lagi kau bisa menjadi true dragon, itu berarti kau sudah dapat pasangan kan? Tidak kusangka Ryui yang cuek ini tidak menjones lagi!” Icilia seperti tidak bersalah mengatakan itu dengan wajah nan polos.
“Ugh! Ja .. jangan bicarakan itu!” Ryui mengepalkan tangannya di meja dengan bergetar.
“Uh ada apa? Wajahmu lebih merah dari sebelumnya loh!” Icilia sedikit kaget melihat Ryui lebih memerah wajahnya daripada tadi dan naga bulan di hadapannya itu memalingkan pandangan seperti merasa malu.
Di saat seperti ini Ryui jadi teringat dengan Tohrei. Dia tidak bisa membicarakan orang sepertinya. Itu karena walau mereka berciuman, status mereka sangat abu-abu.
Ketika kecanggungan terjadi di antara mereka berdua, sebuah lingkaran sihir terbentuk di taman. Mereka segera menoleh ke sana dengan tatapan keheranan.
“Sebuah sihir teleportasi? Di sini?” Icilia merasa penasaran karena tiba-tiba lingkaran sihir yang tidak diketahui muncul di hadapan mereka.
Mereka tidak mungkin menduga bahwa itu adalah para dragonoid yang ingin menyampaikan sesuatu ke mereka karena dragonoid bisa melakukan telepati ke mereka sehingga hal seperti teleportasi tidak digunakan untuk melakukan pesan.
“Hah?! Mereka?” Yuuryui tampak terkejut melihat sosok yang keluar dari lingkaran sihir teleportasi.
Yang keluar dari sana adalah Tohrei, Ikumi dan Urashia. Mereka tanpa diduga terteleportasi akibat jebakan sihir yang tidak terdeteksi.
“Kau kenal mereka?” Icilia yang awalnya akan mengeluarkan dragon magic segera membatalkannya ketika melihat wajah terkejut Yuuryui.
“Tohrei?! Bagaimana bisa kau di sini?!”
“Huh? Ryui? Sungguh mengejutkan bisa bertemu lagi denganmu di waktu seperti ini.” Dengan melambai pelan Tohrei tersenyum santai ke arah Ryui.
__ADS_1
Ryui melirik sedikit dan melihat Urashia memeluk Tohrei dengan begitu senang, membuatnya kesal.
“Master! Kita berpindah tempat ya?!” Ikumi sedikit terkejut ketika melihat sekitarannya diisi tanaman-tanaman dan bukan kelembapan ruangan bawah tanah.
“Kalau kau tanya mengapa kami bisa di sini, sebenarnya kami tidak sengaja terkena jebakan, tidak kusangka berakhir ke sini.” Tohrei bangun dan segera melepaskan Urashia yang masih saja menempel dengan melemparnya sedikit jauh.
“Ngomong-ngomong di mana ini?” Tohrei tidak bisa menerka lokasi mereka.
“Dragneint Kingdom, itulah nama tempat ini.” Dengan senyuman tipis, Icilia menjawab pertanyaan itu.
Tohrei memeriksa dengan area detection dan bisa melihat banyak dragonoid berlalu lalang sehingga ucapan Icilia sepertinya benar.
“Oh! Terima kasih jawabannya, nona Ice Dragon.”
“Sama-sama~”
“Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu ya.” Tohrei menyadari bahwa ada pertemuan penting di antara kedua naga itu.
“Ah kami membicarakan tentang—”
“Begitukah?” Tohrei merasa tidak yakin.
“Kalau begitu pergilah! Mengapa kau justru duduk di sini dengan kursi yang muncul entah darimana?!” Ryui melihat bahwa Ikumi dan Tohrei sudah duduk di dekat meja mereka berdua.
“Nona Ice Dragon, apa aku boleh mendengarkan?” Tohrei mengabaikan Ryui dengan bertanya dengan Icilia.
“Boleh kok,” jawabnya dengan santai.
“Nah, dia sudah mengatakan itu, berarti tidak masalah bukan jika kami di sini?” Itu sebuah balasan yang tidak diduga oleh Ryui.
“Jika kau memaksa, maka terserahlah, aku sudah tidak peduli lagi!” seru Ryui yang seolah-olah menjadi cuek.
Icilia melihat dengan cermat lirikan Ryui yang dari tad secara diam-diam terus mengarah ke Tohrei.
Dengan senyum tipis, Icilia bergumam, “Oho, jadi begitu.”
__ADS_1
Icilia merasakan adanya hubungan spesial antara manusia muda di depannya dengan Ryui. Sangat besar kemungkinan nya bahwa bocah itulah yang membuat Yuuryui berevolusi menjadi true dragon.
“Hei, apa kau pernah dengar sebutan true dragon?” tanya Icilia dengan lepas kepada Tohrei.
“Bukankah itu adalah puncak evolusi ras naga? Aku pernah mendengar bahwa true dragon terakhir hanya ada beberapa ratus tahun yang lalu,” jawab Tohrei dengan wajah tenang.
Tohrei tahu bahwa Icilia bertanya seperti itu karena ada Ryui yang merupakan true dragon. Entah untuk apa sang Ice Dragon mengungkit hal itu.
“Apa kau tahu? Ryui itu sebenarnya true dragon! Aku tidak mengetahuinya sebelum kami saling bertemu kembali loh!”
“Begitu ya! Pantas saja aku merasa seperti dia bukanlah naga biasa,” balas Tohrei dengan senyum pura-puranya.
Icilia ingin membicarakan itu lebih jauh. Namun, Ryui menatap tajam ke arahnya ketika bagian asiknya akan segera dimulai.
“Cepat hentikan percakapan ini, Icilia …,” desak Ryui dengan suara yang membisik ke telinganya seorang.
“A..ah ngomong-ngomong apa kalian tahu? Sepertinya ada rumor yang mengatakan bahwa negeri pinggiran benua Enervelia diserang oleh ras asing,” ujar Icilia yang mengalihkan pembicaraan.
“Ras asing?” Tohrei berpikir bahwa sepertinya ada sebuah invasi dari benua lain di ujung sana.
“Iya, kalau tidak salah mereka disebut ras iblis,” tutur Icilia.
“Apa mereka bisa dimakan?” tanya Urashia, mendengar kata iblis membuatnya memikirkan makanan pedas.
“Kurasa tidak, kak Urashia …,” balas Ikumi dengan wajah heran menatap ke arah Urashia.
“Hei, pengguna sihir hitam di turnamen saat itu adalah iblis juga, apa kau lupa, Urashia?” sanggah Tohrei.
“Aku tidak ingat.” Urashia hanya sekedae menggelengkan kepala setelah membuat keduanya merasa heran.
“Huft … kupikir benua ini akan damai dalam waktu yang lebih lama … tetapi orang-orang benua lain melakukan invasi, sebenarnya apa yang dipikirkan para iblis itu?” keluh Ryui sembari menghela napas.
“Mungkin saja mereka sudah lelah dengan gaya hidup ekstrim mereka, makanya mulai ambil sumber daya benua lain.” Icilia tampaknya cukup mengetahui asal para iblis itu.
Tohrei berpikir mungkin saja iblis dalam invasi monster dan saat di spirit altar saat itu berhubungan dengan hal ini.
__ADS_1
Entah kejadian itu akan berhubungan dengannya atau tidak, Tohrei tidak peduli. Jika mereka mengganggunya maka ia tinggal membuat mereka menyingkir dari hadapannya.