The Endless System

The Endless System
Ch 50 — Memberikan penjelasan


__ADS_3

Tohrei, duduk bersila di dekat sebuah pohon dengan mata tertutup. Dia saat ini sedang fokus melatih sihirnya. Dia bisa saja dengan instan memaksimalkan sihirnya. Akan tetapi karena kebosanannya dia lebih memilih tidak memaksimalkannya sekarang agar memiliki kegiatan. Dia hanya akan memaksimalkannya diwaktu tertentu.


Disaat dia masih melatih sihirnya, fokusnya secara tiba-tiba terpatahkan. Itu karena seseorang memanggilnya.


“Tuan Tohrei! Ada laporan yang ingin saya sampaikan!” Seorang hobgoblin berlari dengan tergesa-gesa.


“Ah mohon maaf menganggu latihan anda tuan, tetapi ini laporan dari nona Urashia.” Hobgoblin itu merasa bersalah menganggu latihannya.


“Tidak apa, kurasa ini adalah laporan yang penting. Cepatlah katakan.” Tohrei menaikkan tubuhnya dan berbalik badan ke arah hobgoblin itu.


Akhirnya hobgoblin itu menyampaikan laporannya kepada Tohrei. Ia meringkasnya sesingkat mungkin agar tidak membuang terlalu banyak waktu.


“Tiga manusia, dan berpakaian lengkap kah?” Tohrei mengingat laporan werfen yang mengatakan tentang kelompok petualang yang datang ke wilayahnya.


‘Jadi mereka adalah para petualang itu? Hm atau mungkin mereka adalah orang yang diutus kesini berbeda dengan petualang itu?’ Tohrei menaruh tangannya di dagunya, membuatnya nampak seperti sedang berpikir.


Setelah membuat dugaan, Tohrei segera meminta hobgoblin itu untuk mengatarnya ke tempat dimana Urashia dan tiga manusia itu berada.


Tohrei mengenakan topengnya, itu agar identitasnya tidak terbongkar oleh orang luar.


***


Setelah beberapa menit pergi dengan kecepatan suara, Tohrei sampai ke lokasi yang dimaksud.


‘Lubang?’ Tohrei melihat sebuah lubang besar di dekat sini. Dia segera mengeceknya.


“Apa ada orang?!” Tohrei berteriak ke dalam lubang.


Dari dalam lubang, Urashia menoleh ke asal suara yang datang. Dia dengan cepat menyadari pemilik suara itu. ‘Suara ini!’


“Honey!!” Urashia dengan begitu cepat pergi ke arah Tohrei.


“Whoa?!” Tohrei terkejut begitu melihat Urashia melesat ke arahnya dan memeluknya.

__ADS_1


“Daripada memelukku sebaiknya kau jelaskan apa yang terjadi Urashia!”


“Uu baiklah, padahal aku ingin memeluk honey lebih lama lagi.” Urashia cemberut, namun dia tetap memberitahu apa yang terjadi.


“Oh begitu ya, bisakah kau bawa mereka bertiga kesini?”


“Tentu.” Dengan kemampuannya, Urashia membawa ketiga orang yang ia tangkap ke hadapan mereka. Tentu dengan keadaan mereka bertiga yang masih terikat.


Mereka bertiga menatapnya dengan waspada.


“Hm...,” Tohrei memperhatikan mereka bertiga satu-persatu mulai dari Kazuya, Mizuhara, lalu Mayumi.


“Level 189, level 185, dan level 190 huh?” Tohrei mengecek status mereka bertiga.


Mereka bertiga terkejut ketika Tohrei dapat mengecek level mereka. Mengecek level orang lain bukanlah hal yang mudah, butuh skill langka untuk melakukannya. Karena mereka hero, wajar saja mereka memiliki skill langka seperti itu.


Tetapi bagaimana orang dihadapan mereka bisa melakukannya? Mereka bertiga menjadi lebih waspada.


“Tentu saja! Aku ini level 280! Melawan mereka itu mudah!” Urashia dengan percaya diri mengatakannya.


“Oh ya, aku sepertinya mengenal mereka.” Tohrei mencoba mengingat-ingat.


Ia akhirnya mengingatnya, dari nama mereka, Tohrei dapat cukup mengenali mereka.


Kazuya, Mizuhara, dan Mayumi, mereka adalah tiga orang yang seangkatan dengannya ketika dia masih berada di bumi dan masih seorang murid SMA.


“Sepertinya aku salah kira.” Tohrei mengatakan kebohongan.


‘Lalu akan kuapakan ya mereka ini?’ Tohrei sedang berpikir. Mungkin dia akan bertanya mengenai tujuan mereka kesini.


“Jadi, apa tujuan kalian datang kesini?”


“Tidak akan kukatakan iblis! Sudah kuduga ini adalah wilayah iblis. Beastman itu pasti bawahannya!” Kazuya berteriak kencang berusaha memberontak.

__ADS_1


“Jangan berteriak Kazuya! Dia bisa saja melakukan sesuatu kepada kita loh!” Mizuhara memberi peringatan.


‘Kazuya kah? Yah aku dengar bahwa dia agak bodoh tetapi aku tidak tahu sampai separah ini. Tohrei hanya bisa menghela napas mengabaikan ocehan Kazuya.


“Aku akan menjawab, tetapi sebelum itu aku ingin bertanya.” Mayumi berbicara.


“Apa yang ingin kau tanyakan.”


“Apa jika kami menjawab kau akan membebaskan kami?”


“Tentu, tetapi kalian tidak boleh mengusik tempat ini lagi. Jadi, bisakah kau menjelaskannya.”


Setelah itu Mayumi menjelaskan seperti apa yang sebenarnya terjadi.


“Iblis kah? Sayang sekali, aku ini bukan iblis yang kalian maksud. Aku adalah manusia tulen.” Tohrei mengatakannya begitu mendengar tujuan mereka adalah untuk memastikan ini wilayah iblis atau bukan.


“Tetapi bagaimana kami bisa mempercayai itu? Kau memakai topeng yang bisa menutupi wajahmu yang sebenarnya.” Mayumi menatap waspada.


“Percayalah padaku, aku adalah manusia. ” Tohrei menggunakan skill regnarenya yang mampu memerintah seseorang.(cek chapter 37)


Seketika, seakan terhipnotis, mereka mempercayai perkataan Tohrei.


“Baiklah kalau begitu, jadi apa kami bisa pergi?”


“Ya, tetapi sebelum itu, bawalah surat ini.” Tohrei menciptakan sebuah surat yang didalamnya sudah tertulis hal yang ingin ia sampaikan.


“Berikan ini pada orang yang mengutuskan kalian.” Tohrei mengatakannya setelah memberi surat itu.


“Baik.” Setelah itu mereka memohon pamit dan pergi.


“Honey, mengapa kau membiarkannya pergi?” Urashia bertanya kepadanya.


“Mereka sudah kutanam perintah yang tak terbantahkan, isi perintahnya adalah selalu percaya kepadaku dan tidak akan pernah melawan diriku.” Ujar Tohrei sambil menatap kepergian mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2