
Jupiter, Mario dan Bella memutuskan untuk kembali ke hotel, di lobi dia berpapasan dengan Clara yang turun dari taxi membawa banyak paper bag, sepertinya Clara habis berbelanja banyak. Clara tersenyum melihat pujaan hatinya, dia jalan tergesa-gesa untuk menyusul langkah Jupiter.
"Jupiter tunggu!!" Clara langsung meraih lengan Jupiter dan bergelayut manja seperti biasa. Dengan malas Jupiter menghentikan langkahnya.
Clara begitu terkejut melihat wajah Jupiter terluka, terlihat darah yang sudah mengering di ujung bibirnya "ini kenapa?kamu habis berantem?"
"Lepas Ra.." susah payah Jupiter melepaskan tangan Clara.
"Jawab dulu pertanyaanku kenapa kamu bisa seperti ini??" desak Clara.
Jupiter tidak menggubris ucapan Clara dia buru-buru masuk ke dalam lift, di ikuti Mario dan Bella. Meski kesal akhirnya Clara mengikuti Jupiter masuk lift.
Setelah keluar dari lift mereka berempat berpapasan dengan Theolla dan Raka di lorong menuju kamar mereka. Terlihat Raka membawa koper Theolla dan menarik tangannya, sebelum berlalu pergi Raka memandang tajam kearah Jupiter, Theolla sempat menoleh menatap Jupiter dari kejauhan sampai akhirnya Theolla menghilang di sudut lorong. Jupiter hanya mematung menyaksikan kepergian Theolla.
"Bro.." Mario menyadarkan Jupiter, karena kamar hotelnya sudah dekat selanjutnya Jupiter buru-buru masuk kekamarnya. Clara kembali menarik tangan Jupiter.
"Tunggu Jupiter..!!" Clara menahan pintu kamar Jupiter
"Mau apa lagi Clara? aku capek mau istirahat." setelah itu pintu ditutup dengan keras oleh Jupiter, membuat Clara berjengit kaget.
"Kalian jelasin ke gue kenapa Jupiter jadi seperti itu?" Clara menatap tajam kearah Mario dan Bella.
"Saya permisi masuk kamar." Bella buru-buru menghindar dari pertanyaan Clara. Kini tinggalah Mario dan Clara berdiri di lorong kamar.
"Mario bisa lo jelasin ke gue apa yang terjadi sebenarnya??"
Mario hanya mengangkat bahunya enggan menjawab pertanyaan Clara.
"Apa ini ada hubungannya dengan Theolla dan cowok yang barusan bersamanya?" tebak Clara asal.
"Nah itu lo tahu...gak perlu gue jelasin lagi."
"Mereka berantem??"
"Tepat sekali tebakan lo....udah ya gue masuk kamar dulu." setelah itu Mario berlalu dari hadapan Clara. Meskipun belum mendapatkan jawaban yang puas, Clara akhirnya masuk kedalam kamarnya sendiri.
Sementara itu di Bandara....
Theolla menunduk menyembunyikan air matanya, dia kesal karena Raka mengajaknya pulang malam ini ke Surabaya. Dia tidak bisa menolak karena Raka mengancam akan mengadukannya pada papah Theolla.
"Gak usah nangis....penerbangan ke Surabaya baru ada jam sepuluh nanti kita tunggu di sini saja dulu." ujar Raka dia lalu duduk di sebelah Theolla.
"Masih ada dua jam lagi....lo mau makan sesuatu dulu? kita bisa cari cafe deket sini."
Theolla menggeleng menolak ajakan Raka.
"Kalau aja lo gak macem-macem sama mantan pacar lo itu, gue gak akan maksa lo pulang malam ini...inget semua ini kesalahan lo, lo jalan dan berpelukan mesra dengan si brengs*k itu."
__ADS_1
Theolla menatap tajam kearah Raka "dia punya nama bukan brengs*k!!"
"Jelas dia brengs*k.....cowok apa namanya yang mendekati cewek yang sudah mau menikah...gue bisa laporin kelakuan lo sama om Bima jika lo berani nolak gue." ucap Raka dengan seringai licik di bibirnya, dia meraih tangan Theolla lalu memberinya kecupan. Buru-buru Theolla menarik tangannya dan menjauh untuk memberi jarak.
"Sepulang dari sini gue pastiin lo gak bakal bertemu dengan mantan lo itu, ini terakhir kalinya gue lihat lo berhubungan dengan dia."
"Kita belum resmi menikah tapi lo udah berani ngatur hidup gue."
"Sebentar lagi Theolla...sebentar lagi lo jadi istri gue!!jadi belajarlah dari sekarang untuk menghargai gue!!"
Theolla tidak menggubris ucapan Raka dia lebih memilih membuka ponselnya. Theolla mengetik pesan pada Bella untuk minta maaf karena dia pulang terlebih dahulu, harusnya mereka pulang bareng besok pagi.
*****
Tok tok tok !!!
Mario mengetuk pintu kamar Jupiter, dia sungguh khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.
"Masuk!!" terdengar sahutan dari dalam, Mario lalu melangkahkan kakinya masuk lebih dalam ke kamar Jupiter. Di lihatnya Jupiter tengah duduk sambil mengompres lukanya.
"Lo baik-baik aja kan bro??"
"Seperti yang lo lihat."
"Hati lo gimana??"
"Ya kan Theolla di bawa pergi sama calon suaminya, lo gak sakit hati gitu apa gimana?"
"Mungkin udah saatnya gue lupain dia."
"Seriusss?? gak yakin gue." Mario nampak belum percaya dengan kata-kata Jupiter.
"Percuma gue berjuang sendiri, kalau Theolla tidak menginginkan hal ini dia tetap akan mengikuti kedua orangtuanya untuk menikah sama Raka."
"Dan lo berhenti gitu aja?"
Jupiter mengangguk dan meringis merasakan rasa nyeri di sudut bibirnya "Iya gue berhenti sampai di sini, kedepannya Theolla hanya sebatas rekan kerja saja."
"Yang sabar ya bro....cewek masih banyak di muka bumi ini."
"Tapi tidak ada yang seperti Theolla, hanya Theolla yang mampu membuat gue merasakan arti cinta yang sebenarnya."
"Bilangnya mau berhenti tapi masih aja memuji Theolla, kalau seperti itu sampai kapan pun lo gak bakal bisa lupain dia." ucap Mario sewot.
"Sudahlah gue pusing dengerin ocehan lo!!" Jupiter beranjak dari duduknya dan merebahkan dirinya di atas kasur. Pikirannya berkelana pada kejadian beberapa jam yang lalu, saat dia dan Theolla jalan berdua di tepi pantai. Jupiter teringat dengan kameranya, lalu dia melihat semua foto Theolla yang berhasil dia ambil. Jupiter tersenyum sendiri melihat potret Theolla, membuat Mario menggelengkan kepalanya.
"Dasar Gila..!!" umpat Mario, lalu dia pergi meninggalkan Jupiter.
__ADS_1
****
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Jupiter dan Mario sudah berada di Bandara, mereka pulang terlebih dahulu tanpa sepengetahuan Clara. Hanya Bella yang terlihat ikut bergabung dengan Jupiter dan Mario.
"Jam berapa penerbangan kamu Bella?" tanya Jupiter.
"Setengah jam lagi pak...."
"Berani kamu pulang sendiri?"
Bella mengangguk sementara Mario terkekeh melihat ekspresi dari Bella.
"Udah tua masa gak berani pulang sendiri." ledek Mario.
"Sepertinya anda membicarakan diri anda sendiri om Mario."
"Heii dasar bocah!!"
"Saya bukan bocah tapi Bella om!!"
"Tetep aja lo seperti bocah!!"
"Terserah anda saja!!!" Bella melipat tangannya di depan dada dengan wajah cemberut, sementara Jupiter hanya terkekeh melihat Mario dan Bella saling berdebat.
"Sudah-sudah kenapa kalian jadi berdebat sih, nanti saling suka baru tahu rasa loh!!"
"NGGAK!!!" Bella dan Mario menjawab bersamaan.
"Kompak lagi." kekeh Jupiter.
"Sudahlah bro ayo kita check in , buat apa ngobrol sama bocah ini." Mario melangkahkan kakinya mendahului Jupiter.
Bella hanya mendengus kesal melihat kepergian Mario.
"Kau hati-hati ya Bella....sampaikan maafku untuk Theolla!!"
"Baik pak...hati-hati juga di jalannya." Bella tersenyum dan melambai mengantar kepergian Jupiter dan Mario. Pesawat yang Jupiter dan Mario tumpangi lebih cepat lima belas menit dari pesawat tujuan Bella ke Surabaya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih🙏😍