
Amanda terus berlari tanpa memperdulikan teriakan dari Theolla, tangannya sesekali mengusap airmata yang membasahi pipinya. Rasa sakit menghujam tepat di jantungnya, ketika melihat orang yang dia sayangi tega menghianatinya dengan sepupunya sendiri.
"Manda tunggu Manda...!!!" Theolla masih berteriak mencoba mengejar Amanda. Di ikuti Raisa,Dimas,Rendi dan Raul dari arah belakang.
Amanda tidak melihat sekeliling, sampai akhirnya sebuah mobil yang baru masuk ke parkiran menabraknya dan membuat tubuh Amanda terjatuh.
"Mandaaaa.....!!!" pekik Theolla histeris. Dia langsung menghampiri tubuh Amanda yang sudah tak sadarkan diri.
"Mandaaaa....!!!" begitupun dengan Raisa yang sama terkejutnya, dia menutup mulutnya tidak percaya melihat sahabatnya tertabrak mobil. Dimas,Rendi dan Raul pun langsung menghampiri Amanda dan Theolla.
Jupiter yang baru keluar dari coffeshop begitu penasaran, ketika di lihatnya ada kerumunan orang-orang di depan. Dia begitu terkesiap melihat Amanda yang tak sadarkan diri dengan Theolla menangis di sisinya. Jupiterpun lalu menerobos masuk melewati orang-orang yang sedang melihat kejadian tersebut.
"Manda bangun Manda...!!" Jupiter mengguncang bahu Amanda mencoba menyadarkannya.
"Minggir kalian berdua...!!" Raisa langsung mendorong bahu Jupiter agar tidak menyentuh Amanda.
"Ayo cepat kita bawa Manda ke rumah sakit...!!" teriak Raisa menyadarkan orang-orang yang hanya menonton nya.
"Ayo mbak bawa ke mobil saya, biar saya yang akan bertanggung jawab." tutur si penabrak yang ternyata seorang pria berumur sekitar 40 tahunan. Dengan sigap Rendi dan Dimas mengangkat tubuh Amanda menuju mobilnya.
Theolla dan Jupiter hendak mengikuti langkah mereka, namun di hentikan oleh Raisa yang menatapnya dengan tajam "Kalian gak perlu ikut biar gue yang urus Manda,"
"Tapi Sa...Manda itu sepupu gue ijinin gue ikut sama kalian..!!" pinta Theolla memohon.
"Kalian lupa apa yang sudah kalian lakuin sama Manda?" ucapnya kesal. Perdebatan Raisa dan Theolla terhenti ketika Dimas memanggilnya dari dalam mobil, untuk segera masuk menuju rumah sakit. Setelah mobil yang membawa Amanda pergi para kerumunan orang-orangpun membubarkan diri.
Jupiter lalu menghampiri Raul menarik kerah bajunya dan memberinya sebuah pukulan "Semua ini gara-gara lo...!!!"
Raul yang jatuh tersungkur langsung tersenyum sinis menatap Jupiter "Kenapa jadi gue yang di salahin?Manda celaka itu gara-gara kalian berdua penyebabnya,"
"Diem lo, masih bisa-bisanya lo nyalahin kita berdua...!!!" hardik Theolla keras.
Raul langsung berdiri menatap Theolla tajam "Coba kalau lo nerima gue, mungkin kejadian seperti ini gak akan terjadi." Raul tertawa sinis dan berlalu dari hadapan Jupiter dan Theolla.
Tangis Theolla seketika pecah kembali mengingat kejadian yang menimpa sepupunya. Jupiter langsung membawa Theolla ke dalam dekapannya "sabar ya La semua pasti akan baik-baik aja."
"Ini semua salah aku," ucapnya menyesal.
Jupiter mengusap air mata yang membasahi pipi Theolla "Nggak La aku yang salah harusnya aku bisa bersabar sampai Venus kembali, Amanda hanya salah paham sama kita."
__ADS_1
"Tapi sekarang Manda benar-benar benci sama aku,"
"Nanti kita jelasin sama-sama ya,tentang aku tentang Venus juga." Jupiter mencoba menghibur Theolla.
"Ayo kita susul mereka ke rumah sakit, aku coba hubungi Dimas dulu kemana mereka membawa Manda pergi." Setelah mendapat info seputar rumah sakit yang merawat Manda, Jupiter dan Theolla pun menyusul mereka kesana.
*****
Sesampainya di rumah sakit, Jupiter segera mencari informasi di bagian resepsionis mengenai pasien kecelakaan yang baru masuk. Setelah mendapat informasi mengenai kamar rawat Amanda, Jupiter dan Theolla pun bergegas menuju tempat di mana Amanda di tangani.
Dari ujung koridor Jupiter bisa melihat Dimas,Rendi dan Raisa sedang duduk di sebuah kursi tunggu. Begitu melihat Jupiter dan Theolla, Raisa langsung beranjak bangun dan menatap mereka tajam.
"Ngapaiin kalian kesini..?" ketusnya, amarah Raisa langsung meluap-luap begitu melihat Jupiter dan Theolla.
"Gue pengen tahu kabar Manda Sa, tolong ijinin gue bertemu dengannya...!!"
Raisa berdecih pelan "Jangan harap kalian bisa bertemu dengan Manda, ku rasa Manda juga gak akan sudi melihat kalian berdua...!!" teriaknya kesal. Dimas yang melihat Raisa hendak membuat keributan, langsung menenangkannya.
"Tenang Sa, jangan buat keributan disini gak enak sama yang lainnya," ucap Dimas.
"Lagi kalian gak punya malu apa, setelah kalian menyakiti Manda masih bisa-bisanya kalian datang kesini." Rendi angkat bicara memandang sinis pada Jupiter dan Theolla.
"Kalian semua salah paham sama gue, ini gak seperti yang kalian pikirin." tutur Jupiter mencoba menjelaskan.
Jupiter menghela nafasnya "Iya gue emang ada hubungan sama Theolla, tapi kita berdua gak sama sekali menghianati Manda."
"Udah jelas-jelas lo berdua berkhianat masih aja mencoba mengelak...!!!" sengit Rendi.
"Udah Ren sabar, kita dengerin penjelasan Venus dulu." Dimas mencoba menenangkan Rendi dan Raisa.
Jupiter diam sejenak dia nampak merangkai kata-katanya, sebelum menceritakan hal yang sebenarnya tentang dia dan Venus "Gue sebenernya bukan Venus, tapi gue kembaran nya Venus."
Dimas, Rendi dan Raisa nampak tercengang mendengar penuturan pria di depannya ini.
"Maksud lo apa???setahu gue Venus gak punya saudara kembar, lo gak lagi ngarang cerita kan?" selidik Raisa.
"Dia memang kembaran nya Venus Sa, dia Jupiter yang nyamar menjadi Venus." Theolla ikut memberi penjelasan.
"Tunggu-tunggu gue bingung nih, jadi lo bukan Venus?" tanya Rendi.
__ADS_1
"Iya gue Jupiter kembaran nya Venus,"
"Terus kalau lo bukan Venus, dimana sekarang Venus yang asli??" Dimas ikut angkat suara.
"Venus sekarang ada di Korea, dan selama dua minggu ini gue yang udah menggantikan Venus di sekolah," ucap Jupiter menjelaskan.
"APAAA....!!!" Raisa nampak tercengang mendengar penuturan Jupiter. Begitupun dengan Rendi dan Dimas.
"Sorry gue gak ada maksud buat bohongin kalian, ini jalan satu-satunya agar Venus bisa bertemu Ayah di Korea."
"Gue baru tahu kalau Venus punya saudara kembar," gumam Rendi.
"Iya gue juga, kok mirip banget ya sampai kita gak curiga." Dimas turut berkomentar. Matanya menelisik menatap Jupiter yang mempunyai wajah yang begitu mirip dengan Venus.
"Selama lima tahun ini gue tinggal di Korea, itu sebabnya gak ada yang tahu kalau Venus punya saudara kembar."
Rendi lalu menghampiri Jupiter dan memeluk nya cepat "Sorry ya gue udah salah paham sama lo," Jupiter pun menganggukan kepalanya
"Iya gue juga..!!" kata Raisa tak enak hati. Lalu Raisa menghampiri Theolla yang nampak lega melihat teman-teman nya sudah tahu yang sebenernya.
Raisa pun memeluk Theolla erat "Maaf ya La, harusnya tadi kita dengerin penjelasan kalian dulu, malah maen tuduh aja."
"Iya gak papa, kita juga minta maaf karena udah gak jujur sama kalian sampai timbul kesalahpahaman ini." Theolla menatap Jupiter dan tersenyum lega.
"Jadi cuma Theolla aja nih yang tahu lo lagi nyamar?" tanya Dimas kemudian.
Jupiter mengangguk dan merengkuh bahu Theolla "Iya, gue jujur sama Theolla tentang diri gue, karena udah lama gue suka sama Theolla sejak bertemu pertama kalinya di bandara, dan gue gak nyangka bisa bertemu dia lagi saat gue nyamar jadi Venus." Jupiter mengakhiri ceritanya, membuat Theolla tersipu malu.
"Hmmmm dah...jiwa jomblo gue kembali meronta-ronta." ucap Rendi yang langsung mendapat gelak tawa dari teman-teman nya.
"Sabar bro, dari awal Theolla ini emang bukan jodoh lo." kekeh Dimas. Yang langsung mendapat pelototan tajam dari Rendi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Segini dulu lah jangan lupa like,vote dan koment nya maaciiww🙏😍