
Semilir angin malam terasa menyejukan menerpa kulit wajah, pemandangan di bawah sana terlihat indah memanjakan mata. Di sebuah rooftop restauran terkenal Jupiter tengah berkumpul bersama teman-temannya. Mereka meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya dikantor. Ada Venus, Dimas dan juga Kanaya disana.
"Sudah sejauh mana persiapan pernikahan lo sama Theolla?" tanya Dimas.
"Sudah hampir 90%...hanya tinggal yang kurangnya saja."
"Bahagianya yang sebentar lagi mau kawin." ledek Venus.
"Tentu saja ini tuh pernikahan yang gue tunggu-tunggu, hanya sama Theolla gue mau menikah bukan wanita lain."
"Uuhhh sweetnya mas Jupiter bikin aku ngiri deh." timpal Kanaya yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan para pria.
"Kamu jangan ngiri sama dia Nay, nanti kita bikin konsep pernikahan yang lebih bagus dari dia." Dimas tersenyum lebar membuat kedua lesung pipinya terlihat jelas. Jupiter hanya mendengus kesal mendengar ucapan Dimas.
"Kamu dari kemaren bahas nikah-nikah mulu, tapi sampai sekarang kamu belum berani nemuin keluarga aku !! gimana kita mau nikah kalau seperti ini." cebik Kanaya kesal, membuat Jupiter dan Venus tertawa meledek Dimas.
"Sabar sayang nunggu waktu yang tepat ya baru aku nemuin keluarga kamu."
"HEH !! apa yang lagi yang kau tunggu, kenapa gak buru-buru minta Kanaya ke pak Chandra?" ujar Venus.
"Sabar bro semua butuh proses dan persiapan, gue gak mau meninggalkan kesan buruk di hadapan calon mertua gue."
"Yah kalau kelamaan keburu Kanaya gak mau sama lo..!!" timpal Jupiter.
"Aduh sayang kamu gak akan seperti itu kan sama abang?" mendengar ucapan dari Dimas membuat Kanaya meringis geli.
"Iddiihh mau banget lo di panggil abang." ledek Venus.
"Bang jago kali ah..." tambah Jupiter. Sontak Kedua saudara kembar itu langsung tertawa senang. Membuat Dimas Jengah dan mengepalkan tangannya kehadapan Jupiter dan Venus.
"Hei..hei...!! kita ini bos lo...turunin tuh tangan lo dari muka gue!!" sentak Venus.
"Kalian bos gue kalau lagi dikantor, di luar itu kalian cuma cecunguk yang bisanya membully orang!!"
"Santai bro....santai...!!" Jupiter semakin gencar menggoda Dimas.
Kanaya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiga pria dewasa ini. Saat keseruan sedang menggoda Dimas tiba-tiba Mario datang bersama Clara.
"Sorry bro...kita telat !!" Mario dan Clara langsung duduk di kursi kosong yang tersedia.
"Ini dia yang kita tunggu-tunggu...pasangan baru yang lagi fenomenal...!!" ujar Jupiter sarkastis.
__ADS_1
"Bisa aja lo...!!"
"Lo di sini juga Kanaya?" tanya Clara basa-basi begitu dia melihat Kanaya ada di antara mereka.
"Hmmm..." ucapnya acuh.
"Apa dia cowok kamu?" Clara melihat pria yang duduk di sebelah adik tirinya. Dimas langsung tersenyum dan mengangguk pada Clara. Karena selama ini mereka tidak terlalu kenal, dan ini pertemuan mereka yang pertama kali.
"Hai gue Dimas...cowoknya Kanaya!!" Dimas langsung memperkenalkan diri, menyadari bahwa Clara adalah keluarganya Kanaya.
"Gue Clara....senang bisa bertemu dengan lo calon adik ipar." Dimas tersenyum senang mendengar ucapan Clara, lalu kedua orang itu saling berjabat tangan.
"Jadi kalian berdua sudah pacaran?" tanya Venus melirik kearah Mario dan Clara bergantian.
"Ya seperti itu..."jawab Mario, dia raih tangan Clara dan menggenggamnya erat.
"Beuhh romantisnya kalian berdua bikin gue iri deh....!!" timpal Dimas menggoda kedua pasangan baru ini.
"Selamat ya buat kalian berdua !!" ucap Jupiter tulus, kali ini Clara tidak menghindar lagi dari Jupiter. Dia menerima ucapan selamat yang Jupiter tujukan pada dirinya.
"Traktirannya jangan lupa!!" goda Venus.
"Ya sudah sekarang kalian boleh pesan makanan apapun nanti gue yang bayar." tutur Mario. Dimas lah yang bersemangat kali ini dia langsung memanggil pelayan dan memesan makanan yang mereka sukai.
Clara mengangguk dan menyetujui ajakan Kanaya.
"Kita tinggal sebentar ya !!" ujar Kanaya pada keempat pria disana.
"Jangan lama-lama Nay habis ini kita makan malam dulu." ucap Dimas, Kanaya mengangguk dan beranjak dari duduknya di ikuti oleh Clara, mereka menjauh dari meja keempat pria itu.
*****
Kanaya membawa Clara duduk di salah satu meja yang tak jauh dari keempat pria tersebut. Mereka mengerti membiarkan Kanaya dan juga Clara bicara dari hati kehati, mengingat keduanya tidak punya hubungan baik selama ini sebagai adik dan kakak.
"Apa maksud lo mbak pacaran sama Mario, padahal sebelumnya lo itu ngedeketin mas Jupiter?" tanya Kanaya to the point. Dia sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Clara.
"Gue sayang sama Mario." jawab Clara pasti.
"Lo jangan macem-macem mbak !! Mas Mario itu cowok baik-baik dia gak pantas lo sakitin!!"
"Emang siapa yang mau nyakitin siapa Kanaya? gue tulus sayang sama Mario, ya memang... sebelumnya gue ngejar-ngejar Jupiter, tapi gue sadar perasaan gue ke Jupiter itu bukan cinta tapi obsesi gue."
__ADS_1
"Lo serius sama ucapan lo mbak?"
"Apa gue terlihat berbohong?" Kanaya pandangi wajah Clara sesaat memang tidak terlihat ada kebohongan di dalam sana, tapi bagaimana pun Kanaya belum terlalu percaya pada Clara.
"Selama ini gue memang bukan kakak yang baik buat lo.. jadi wajar kalau lo ragu sama gue, tapi gue juga pengen bahagia Nay pengen di cintai juga, selama ini gue terlalu buang-buang waktu mengejar orang yang gak menginginkan gue."
Lagi-lagi Kanaya hanya terdiam mendengar penuturan Clara selanjutnya, apa benar Clara sudah berubah?
"Pulanglah kerumah papah pasti kangen sama lo..!! kenalin Dimas juga sama keluarga kita, papah berhak tahu cowok lo Nay." setelah itu Clara bangkit dari duduknya, tersenyum tulus... mengelus punggung Kanaya sesaat... lalu berbalik kembali menghampiri Mario.
Kanaya tertegun melihat perubahan pada diri Clara, biasanya dia yang selalu angkuh dan tidak pernah bicara baik pada Kanaya. Tapi kali ini dia bersikap lembut pada Kanaya. Apa Mario membawa perubahan besar pada diri Clara. Ah seandainya seperti itu mungkin hubungan Kanaya dan Clara akan sedikit membaik kedepannya.
"Waaww....makanannya udah dateng ya." Clara yang antusias langsung duduk di sebelah Mario, disusul oleh Kanaya yang duduk di sebelah Dimas. Para pria itu tengah menikmati makan malamnya.
"Iya...cepat kalian juga segera makan!!" titah Mario. Mengingat para pria sudah makan terlebih dulu.
"Pada ngomongin apasih?? pake menjauh segala dari kita?" tanya Dimas penasaran.
"Kepo. urusan cewek lah mau tahu aja." jawab Kanaya asal, yang langsung mendapat cubitan dari Dimas.
Venus beranjak dari duduknya "gue balik duluan ya, istri gue ntar ngambek kalau kelamaan di luar...thanks bro buat traktirannya.!!" Venus menepuk pundak Mario sebagi ucapan terimakasih.
"Gue juga balik deh." Jupiter ikutan berdiri mengikuti langkah Venus.
"Ngapain lo ikut-ikutan balik? makanan lo kan belum abis?" tunjuk Mario pada piring Jupiter.
"Lo aja yang ngabisin...!!gue gak enaklah di sini cuma jadi nyamuk di antara kalian."
"Selow aja bro...!!" timpal Dimas.
"Have fun ya buat kalian....kita balik dulu !!" Venus dan Jupiter berlalu meninggalkan rooftop restauran.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote, Koment dan rate 5 makasih yang sudah mampir🙏😍