Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Menginap dihotel


__ADS_3

Warning!!!! ada adegan khusus 21+ bagi yang di bawah umur harap menyingkir atau di skip saja...bijaklah dalam memilih bacaan!!!


****


Venus memasuki kamar hotelnya ketika pesta sudah berakhir setengah jam yang lalu. Sementara Jupiter, Mario dan Dimas memilih untuk langsung pulang, karena jarak Apartemennya yang tidak terlalu jauh dari hotel itu berada. Di lihatnya Amanda sudah tidur pulas dengan posisi yang menyamping. Sementara Ara tidur di kamar sebelah bersama dengan baby sitternya.


Venus mengganti baju formalnya dengan baju tidur yang sudah di siapkan Amanda. Dia duduk di sisi tempat tidur memperhatikan wajah cantik istrinya yang terlelap. Venus membelai bibir dan pipi Amanda dengan lembut. Namun pergerakan tangan Venus membuat Amanda terusik. Amanda mengucek-ngucek matanya melihat Venus yang duduk memperhatikannya.


"Yankk...kamu udah pulang?" tanya Amanda dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Iya yank...maaf ya ganggu tidur kamu." Venus membelai lembut perut Amanda, yang sudah terlihat membuncit memasuki trimester kedua kehamilannya.


"Udah selesai acaranya?"


"Udah yank."


"Ara gak rewel kan tidur sama Lala?"


"Nggak kok...tadi aku udah pastiin Ara tidur pulas di kamarnya."


Venus menatap Amanda dengan tatapan yang lembut membuat Amanda keheranan.


"Kenapa sih yank..?"


"Aku pengen yank..!!"


"Pengen apa?" tanya Amanda pura-pura tidak tahu, padahal sebenarnya dia mengerti maksud dari tatapan suaminya itu.


"Pengen makan kamu...!!" dengan gerakan cepat Venus langsung ******* bibir Amanda dengan rakus. Kesibukannya selama seminggu ini membuat Venus melupakan kebutuhan biologisnya. Tapi malam ini di tempat yang sama di hotel ini, Venus ingin mengulang malam pertamanya dulu dengan Amanda.


"Mmm...mmfhh..!!" Amanda memukul dada Venus karena hampir kehabisan nafas mengimbangi ciuman panas dari Venus.


"Maaf yank..!!" Venus menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena terlalu terburu-buru.


"Pelan-pelan kan bisa yank...kamu jangan sampe nyakitin anak kita ya."


"Siap yank ..aku akan melakukannya dengan hati-hati."


Lalu di detik selanjutnya, Venus langsung menyerang Amanda kembali. Kali ini ciuman yang diberikan Venus sedikit lebih tenang tanpa buru-buru. Ciuman itu awalnya hanya memberi *******-******* kecil, tapi lama kelamaan berubah menjadi lebih menuntut. Amanda membuka sedikit mulutnya, agar mempermudah Venus untuk mengekspos rongga di dalam mulutnya. Mereka saling berbelit lidah dan bertukar saliva merasakan sensasi yang luar biasa.


Tangan Venus sudah tidak bisa diam di tempat, dia mengelus punggung Amanda memberinya sedikit sentuhan. Perlahan tangannya membuka satu persatu kancing piyama Amanda. Sehingga piyama itu langsung terlepas dari tubuh Amanda, memperlihatkan dua gundukan kembar yang masih terbalut bra warna hitam.


Amanda melenguh merasakan sensasi yang diberikan oleh Venus, Venus membelai, mencium setiap jengkal tubuh Amanda tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Tak terkecuali dengan perut buncit Amanda.


"Sayang papih jenguk kamu ya..!!" ucap Venus dengan terus menciumi perut Amanda.


"Pelan-pelan yank..!!"

__ADS_1


Sampai akhirnya tubuh Venus dan Amanda kini sudah tidak terbalut kain sedikitpun, mereka sudah sama-sama polos. Junior milik Venus sudah berdiri tegak siap untuk menjelajahi hutan rimba milik Amanda.


Dan selanjutnya... adegan akan di peragakan oleh propesional.πŸ˜‚πŸ˜‚


Satu jam kemudian mereka telah menyelesaikan kegiatan panasnya, peluh bercucuran di masing-masing tubuh Venus dan Amanda. Meskipun ini bukan yang pertama kali bagi mereka berdua, tapi rasanya selalu sama seperti malam-malam sebelumnya.


"Yank....?" Venus membelai rambut Amanda yang bersandar pada dadanya. Tubuh polos keduanya hanya di tutupi oleh selimut.


"Hmmm..."


"Kamu ingat gak dulu kita menikah dan resepsi di hotel ini?"


"Tentu saja aku ingat."


"Malam itu setelah kita selesai resepsi, aku langsung mengambil keperawanan kamu disini. Kamu menangis karena kesakitan." kenang Venus sambil terkekeh geli, karena mengingat malam pertamanya yang penuh dengan drama.


"Ihh....gak usah dibahas, aku malu kalau ingat malam pertama kita..!!" Amanda mencubit perut Venus agar berhenti menggodanya.


"Tapi aku seneng yank....melihat ekspresi kamu dulu, memang sesakit itu ya?"


"Pake nanya lagi, tentu saja sakit."


"Tapi sekarang udah nggak kan?"


"Sayanggg....gak usah di bahas..!!" Venus hanya tertawa karena senang menggoda Amanda.


"Gak pa-pa papih....aku udah kuat kok." ucap Amanda dengan memperagakan suara seorang anak kecil. Karena memang di trimester pertama kehamilannya kandungan Amanda sangat lemah, sehingga dokter selalu menyarankan agar tidak terlalu sering berhubungan badan.


Setelah menghabiskan malam yang panjang itu, Venus dan Amanda pun langsung tidur terlelap karena kelelahan.


*****


Sinar mentari yang masuk melalui celah gorden membuat Amanda terusik. Dia melihat ke samping tempat tidurnya sudah kosong.. ternyata Venus sudah bangun dari tidurnya. Suara gemercik air dari arah kamar mandi menandakan bahwa Venus tengah mandi.


Selang beberapa menit pintu kamar mandi terbuka lebar, Venus muncul dengan handuk yang melilit di bagian pinggangnya. Satu tangannya mengusap bagian atas rambutnya yang masih basah.


"Pagi yank..!!"


"Jahat kamu yank....kamu mandi duluan aku di tinggal." cebik Amanda.


"Tadi kamu tidurnya pules banget,aku gak tega yank bangunin kamu." Venus lalu mengambil baju gantinya memakai kaos polos dan celan jeans selutut.


"Udah sana kamu mandi dulu...nanti keburu Ara bangun dan nyariin kita." Venus membelai rambut Amanda dan memberinya sebuah kecupan di kening Amanda.


"Iya aku mandi dulu." Amanda lalu melilit selimut di badannya untuk menutupi tubuhnya yang masih telanjang. Lalu Amanda menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Papiiihhh....!!" pintu terbuka lebar, tiba-tiba Ara masuk di ikuti Lala babysitternya.

__ADS_1


"Haii sayang...selamat pagi!!" Venus langsung membawa Ara kedalam gendongannya dan menciumi pipi chaby Ara.


"Mamih mana pih?"


"Mamih baru aja mandi, tunggu sebentar sama papih ya." Ara mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Anak papih udah mandi belom nih?"


"Udah donk pih..."


"Ya udah nanti kita sarapan bareng ya, tunggu mamih mandi dulu."


"Kalau gitu saya pamit kembali ke kamar pak..!!" Lala berlalu dari hadapan Venus setelah memastikan Ara bersama orangtuanya.


Setengah jam kemudian Amanda telah selesai melaksanakan ritual mandinya. Dia tersenyum melihat Ara yang sudah menyambutnya.


"Sayang kamu udah bangun?"


"Iya donk mih... kapan kita pulang kerumah mih pih?"


"Sabar ya sayang...kita sarapan terlebih dulu, baru kita pulang kerumah."


"Horreeeee....kita pulang." Ara bersorak gembira.


"Tapi sebelum pulang kita mampir kerumah Oma dan Opa dulu ya sayang..!!"


"Horeeee....kerumah Oma dan Opa..!!"


"Serius yank kita kerumah mamah Maria dan papah Suryo dulu?" tanya Venus.


"Iya yank...mumpung ini weekend, udah lama juga gak ketemu mamih sama papih kasian selama ini mereka pasti sangat sibuk."


"Oh ya udah deh.. aku juga setuju."


Setelah Amanda berpakaian lengkap dan merias diri, mereka bertiga menuju restaurant yang tersedia di hotel itu untuk sarapan, di susul Lala yang memang selalu ikut kemana pun majikan kecilnya pergi.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genksπŸ™πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2