Twins Boy

Twins Boy
Terbawa suasana


__ADS_3

Jupiter melangkahkan kakinya dengan cepat tanpa memperdulikan teriakan Theolla, dia masih kecewa karena Theolla tidak jujur dengan rencana kuliahnya di luar negeri. Langkahnya terhenti ketika Theolla menarik lengannya dengan cepat, Theolla nampak ngos-ngosan karena mengejar Jupiter yang berjalan dengan cepat.


"Ay aku mohon dengerin penjelasanku dulu," Jupiter diam saja tidak menanggapi omongan Theolla dia berlalu pergi menuju parkiran mobilnya.


"Ay aku ikut sama kamu...!!"


"Untuk apa La?" tegas Jupiter, raut mukanya begitu datar menampilkan ekspresi yang sulit di tebak.


"Kita perlu bicara," ucap Theolla memelas.


"Aku masih ada urusan,"


"Urusan apa?apa menurutmu aku udah gak penting lagi,sampai kamu gak mau denger penjelasanku dulu."


"Terus menurutmu aku ini penting gitu,sampai kamu gak ngasih tahu aku tentang kepindahanmu ke Singapura?" teriak Jupiter sengit. Theolla hanya tertunduk mendengar Jupiter yang berteriak padanya, baru kali ini selama mereka bersama Jupiter marah sebesar itu padanya. Tak terasa cairan bening itupun lolos dari kedua matanya. Jupiter yang merasa tak tega pun langsung membawa Theolla ke dalam pelukannya.


"Kamu tahu gak sih aku tuh gak bisa jauh dari kamu." ucap Jupiter pelan, dia terlihat menyesal karena sudah berbicara keras pada Theolla. Jupiter melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Theolla yang masih ada sisa air matanya.


"Aku minta maaf..!!" ucap Theolla menunduk lesu.


"Ya udah ayo kamu ikut aku La...!!" Jupiter merengkuh bahu Theolla dan mengajaknya masuk menuju mobilnya.


Selama dalam perjalanan Jupiter tidak melepaskan genggaman tangannya pada Theolla. Dia sesekali melirik ke arah Theolla dan tersenyum manis.


"Kita mau kemana ay?"


"Menurutmu kita mau kemana?"


Theolla memukul pelan bahu Jupiter "ihh orang aku nanya kamu malah nanya balik gimana sih," cebik Theolla.


"Kerumah ku yuk, kita omongin masalah yang tadi."


"Aku gak enak sama bunda,"


"Biasanya bunda jam segini masih di butik.,kamu gak usah sungkan gitu kayak ma siapa aja."


"Tapi aku gak enak ay kalau keseringan main kerumah kamu,"


"Kapan kamu kerumah ku?? tiga hari yang lalu kan itu juga kamu sama Manda mainnya...mau ya sayang!!"


"Ya udah terserah kamu deh...!!" Theolla pun tidak bisa menolak keinginan Jupiter.


*****


Setengah jam kemudian sampailah mereka di kediaman Jupiter, Theolla yang beberapa bulan ini dekat dengan Jupiter membuat dia sering mengunjungi rumah ini. Kadang bersama Amanda, mereka belajar masak bareng bunda Rianti. Kedekatan mereka sudah seperti keluarga sendiri.

__ADS_1


"Kok sepi ay...mbok Nah kemana?" Theolla melihat sekeliling yang nampak sepi. Dia pun mendudukan diri di sofa ruang keluarga. Tempat yang biasa dia kunjungi saat bermain kerumah Jupiter.


"Paling mbok Nah lagi di belakang kalau gak ada ya ke pasar kali..!!" Jupiter pun ikut mendudukan diri persis di sebelah Theolla.


"Aku ambilin minum dulu ay...!!" Theolla pun beranjak menuju dapur, karena sudah sering main kesini jadi dia tidak sungkan lagi. Selang beberapa menit Theolla datang membawa dua botol minuman dingin. Theolla terkekeh melihat Jupiter yang menghabiskan setengah dari botol minum nya.


"Kamu haus ay, sampe habis setengah botol gitu?"


"Hehe iya, tadi di cafe gak sempet minum."


"Keburu ngambek sih...!!" ucap Theolla. Jupiter jadi teringat tujuannya membawa Theolla ke rumah ini, untuk meminta penjelasan padanya.


"Hmmm jadi kamu mau jelasin apa sama aku yank?" Jupiter membalikan tubuhnya dan menatap intens ke arah dua bola mata Theolla.


"Tapi kamu janji gak akan marah kan?"


"Tergantung..!!"


"Tuh kan kamu mah gitu," cebik Theolla.


"Nggak sayang...!!" Jupiter mengusap pipi Theolla dengan mesra, membuat pipi Theolla merona merah.


Theolla menghela dan sejenak mengambil nafas untuk memulai pembicaraannya "aku minta maaf orangtua ku menyuruhku untuk kembali ke Singapura, karena mereka masih harus meneruskan usahanya untuk beberapa tahun kedepan. Awalnya mereka tahun ini akan kembali ke Indonesia, tapi karena ada suatu hal yang mengharuskan mereka untuk tetap tinggal di sana." ucap Theolla mengakhiri cerita panjangnya.


Jupiter hanya terdiam dan mulai memikirkan sesuatu "jadi kamu bakal ninggalin aku?"


"Dengan hubungan jarak jauh?sampai kapan La?"


"Biarkan waktu yang akan menjawabnya, yang pasti untuk saat ini aku gak mau pisah sama kamu aku sayang sama kamu " ucap Theolla tulus, tangannya menggenggam erat tangan Jupiter seolah meyakinkannya.


"Meskipun jarak memisahkan kita, tapi hati kita tetap menjadi satu." tambah Theolla lagi.


Jupiterpun tersenyum mendengar ucapan Theolla "baiklah aku ikutin mau kamu sayang, tapi aku gak janji ya bisa sering nemuin kamu kesana.,kamu tahu sendiri Jakarta-Singapura kan jauh jadinya berat di ongkos deh."kelakar Jupiter yang membuat Theolla terkekeh geli.


"Iya sayangku....makasih ya udah mau ngertiin aku." Sejenak mereka berdua terdiam hanya saling pandang satu sama lain, memikirkan mereka yang akan berjauhan membuat Jupiter pusing. Pasalnya selama ini mereka tidak pernah menjalani hubungan jarak jauh.


"La...!!"


"Hmmm...!!"


"Kamu janji ya jangan selingkuh dari aku,"


"Kamu juga ay..!!"


"Tergantung...!!" kekeh Jupiter.

__ADS_1


"Loh...kamu kok gitu." Theolla memukul bahu Jupiter dengan kesal, merasa Jupiter mempermainkannya. Jupiter hanya mengaduh pura-pura kesakitan, sampai akhirnya Jupiter menahan tangan Theolla dan membuat jarak di antara mereka semakin dekat. Jupiter mendekatkan wajahnya membuat Theolla salah tingkah, jantungnya tiba-tiba berdegup dengan kencang karena merasakan hembusan nafas Jupiter yang menerpa dikulit wajahnya. Theolla hanya bisa menutup matanya sampai akhirnya dia merasakan sesuatu yang basah mendarat di bibirnya. Iya Jupiter mencium Theolla untuk yang pertama kalinya.


Awalnya ciuman itu hanya biasa saja, Jupiter hanya ******* pelan bibir Theolla, merasa tidak mendapat penolakan dari Theolla, Jupiter pun menarik tengkuk Theolla untuk memperdalam ciumannya. Theolla pun membuka sedikit mulutnya untuk mempermudah Jupiter menjelajahi isi dari mulutnya. Kini lidah Jupiter mulai menerobos masuk mengabsen setiap deretan gigi-gigi putihnya. Theolla meremas dengan kencang kaos yang di gunakan Jupiter, dia sungguh tidak bisa mengimbangi ciuman panas Jupiter.


Selang beberapa menit, Theolla merasa kehabisan nafas dia memukul dada Jupiter agar menghentikan kegiatan panas mereka. Jupiter yang paham kode dari Theolla pun langsung melepaskan ciumannya. Muka Theolla kini sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Maaf sayang kebawa suasana...!!" Jupiter menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Theolla hanya menunduk malu-malu kucing. Ini memang kali pertama mereka berciuman panas seperti itu. Biasanya Jupiter hanya mencium kening atau pipi Theolla.


"Bosen yank cium pipi mulu..!!" kekeh Jupiter yang langsung mendapat cubitan keras dari Theolla.


"Dasarr mesum...!!" cebik Theolla.


"Mesum juga kamu suka kan, buktinya kamu juga menikmati ciuman kita barusan." goda Jupiter tanpa merasa bersalah. Padahal aslinya Theolla sudah malu bukan main.


"Mau nambah gak?" kekehnya lagi.


"Jupiterrrr...!!" teriak Theolla yang langsung menghajar Jupiter dengan bantal sofa. Jupiter pun menutup wajahnya untuk menghindari pukulan dari Theolla.


"Ampun sayang ampun becanda...!!"


Theolla pun menghentikan pukulannya "rasain tuh dasar mesum," bibir Theolla mengerucut kesal. Jupiter langsung membawa Theolla ke dalam pelukannya.


"Aku tuh malu malah di godain kayak gitu," cebik Theolla sesaat setelah pelukan mereka terlepas.


"Malu sama siapa? masa sama pacar sendiri malu."


"Kalau ada yang lihat gimana kan malu,"


"Buktinya gak ada yang lihat kan."


"Ihhhh dasar.... ngambil kesempatan dalam kesempitan," Theolla pun mencubit Jupiter dengan gemas. Jupiter langsung meraih tangan Theolla dan mencium punggung tangannya.


"I love u sayang..!!"


"I love u too..!!" balas Theolla tersipu malu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan koment ya genks makasihh🙏🙏


__ADS_2