Twins Boy

Twins Boy
Kencan pertama


__ADS_3

Awan putih yang berarak di langit biru menandakan cuaca kali ini begitu cerah. Pagi sudah berganti siang menuju langit sore keemasan. Hilir mudik kendaraan yang tidak begitu padat menandakan jam pulang kerja belum waktunya tiba.


Sepasang remaja yang tengah di mabuk asmara, kini berdiri bersebelahan di sebuah busway yang membawa jiwa mereka menuju taman bermain. Jupiter dan Theolla memilih berdiri dengan tangan yg berpegangan ke atas, mengingat busway yang mereka tumpangi lumayan penuh.


"Maaf ya kamu jadi harus berdiri gini." Jupiter merasa tidak enak hati. Theolla hanya tersenyum menanggapi, membuat Jupiter tidak bisa berpaling menatap Theolla.


Sampai akhirnya busway yang mereka tumpangi berhenti di sebuah halte, banyaknya penumpang yang masuk berebut tempat duduk membuat seseorang tanpa sengaja menyenggol lengan Theolla hingga terhuyung. Untung saja dengan sigap Jupiter berhasil memegang tangan Theolla, dan membawa Theolla ke dalam pelukan nya sehingga Theolla tidak sampai terjatuh.


Jupiter menggunakan badannya yang tinggi untuk melindungi Theolla dari kemungkinan buruk yang terjadi. Kini jarak mereka semakin dekat, Theolla bisa merasakan hembusan nafas Jupiter di telinganya. Begitupun dengan Jupiter berada sedekat ini dengan Theolla membuat jantungnya berdebar lebih cepat.


"Aduh mas sama mbaknya romantis banget deh." kata seorang wanita muda yang berdiri tak jauh dari Jupiter dan Theolla berdiri. Sontak membuat Theolla menjauhkan badan nya dari Jupiter.


"Bikin iri ya guys." ucap salah satu teman nya.


"Jadi kangen masa-masa SMA ya." ketiga wanita muda yang di perkirakan masih kuliah itu hanya terkekeh geli melihat Jupiter dan Theolla salah tingkah.


"Sorry becanda ya." ucap wanita pertama.


"Kalian pacaran ya?"


"Belum, doain aja ya mbak." jawab Jupiter singkat,dirinya kini menatap Theolla yang juga sedang menatap ke arahnya. Selang beberapa menit busway yang mereka tumpangi sudah sampai di halte yang di tuju. Jupiter dan Theolla pun berpamitan pada ketiga wanita muda yang tadi sempat menggodanya.


Sesampainya di taman bermain, Jupiter dan Theolla langsung antri untuk mendapatkan tiket masuk. Setelah selesai membayar, keduanya langsung masuk mengitari area taman bermain. Jupiter mengajak Theolla untuk duduk di sebuah kursi taman. Sebelum itu Jupiter sempat membeli dua cup minuman dingin satu untuk Theolla dan satu untuk dirinya.


"Mau naik wahana apa?tadi katanya pengen kesini kok sekarang diem aja." tanya Jupiter.


Theolla nampak berpikir dan matanya mengitari sekitar arena "Kita naik itu yuk!!" tunjuk Theolla pada sebuah wahana bianglala yang tak jauh dari tempat mereka duduk


"Serius naik bianglala? kupikir kita akan mencoba naik wahana ekstrim seperti tornado atau mungkin halilintar."


"Aku gak seberani itu." Theolla berdecak sebal ketika Jupiter menertawakan dirinya.


"Itu mah permainan anak TK La,"


Theolla mengerucutkan bibirnya "Biarin...!!"


"Ya udah ayo, buat kamu apa sih yang nggak.." Jupiter menautkan jari jemarinya di sela-sela jari Theolla dan menggenggamnya dengan erat.


Kedekatan mereka yang terjalin begitu saja, membuat Theolla juga menyadari perasaannya pada Jupiter. Setelah beberapa hari menghindarinya, kini Theolla sadar berada di dekat Jupiter membuatnya merasa nyaman, dibanding saat dia dekat dengan Raul. Setelah memutuskan untuk melupakan segala hal di masalalunya, Theolla berjanji akan membuka hatinya kembali pada seorang pria yang tulus padanya. Dan setelah mengenal Jupiter, hati Theolla kini sudah jatuh pada pesona pria yang masih menyamar menjadi kekasih sepupunya.


*****


Satu jam kemudian.


Setelah puas bermain dengan bermacam-macam wahana, kini Jupiter dan Theolla tengah duduk di sebuah coffeshop yang tak jauh dari taman bermain.


"Makasih ya udah nemenin aku main-main gak jelas tadi," ucap Theolla senang. Dirinya kini tengah menikmati segelas moccachino espresso dengan beberapa cake sebagai camilannya.


"Syukurlah kalau kamu senang dengan kencan pertama kita." Theolla yang tengah menyeruput minumannya langsung kaget dan terbatuk-batuk mendengar ucapan Jupiter.


"Hati-hati La minumnya gak usah buru-buru gitu..!!!"

__ADS_1


"Apa kamu bilang tadi? kencan pertama kita?" ulang Theolla kaget.


"Iya anggaplah seperti itu, ini kencan pertama kita"


Theolla langsung tertawa lebar "Aku belum ngasih jawaban loh,"


"Aku gak butuh jawaban dari kamu La," tukas Jupiter cepat.


"Melihat dari sikap dan tingkah kamu aku udah tau jawabannya, kamu juga punya perasaan yang sama denganku kan."


"Sok tahu kamu,"


"Udah ngaku aja La..!!" goda Jupiter.


"Nggak ya." Theolla masih keukeuh mempertahakan egonya.


"Tatap mata aku La...!!" Jupiter menggenggam tangan Theolla dan meletakkannya tepat di dada Jupiter.


"Di sini ada hatiku yang tulus sayang sama kamu, aku janji akan membantumu melupakan semua masalalu itu dan kita akan mulai semuanya dari awal,hanya ada aku dan kamu." Theolla tersentuh mendengar kata-kata Jupiter tanpa sadar dia menitikan air matanya. Dengan cepat Jupiter mengusap airmata Theolla dengan jari tangannya, dan Theolla langsung menghambur ke pelukan Jupiter.


"Makasih ya, Jupiter...!"


"Iya sayang..!!!!"


"Ish...!!" Pipi Theolla merona merah mendengar Jupiter memanggilnya sayang.


"Kok ihh sih??"


"Geli dengernya," Theolla mendongak menatap wajah pria di depannya.


"Terus kita mau sampai kapan sembunyi-sembunyi seperti ini, aku seperti orang ketiga di dalam hubungan kamu dan Manda?"


Jupiter menatap Theolla dengan perasaan bersalah "Maaf ya La,kita jadi terlibat dalam situasi seperti ini. Aku janji setelah Venus kembali kita akan kasih tau yang lainnya tentang hubungan kita." tutur Jupiter menjelaskan.


"Terus setelah Venus kembali, kamu akan balik lagi ke Korea?"


Jupiter menggeleng dan tersenyum simpul "Nggak La, aku mau lanjutin pendidikanku di sini,"


Theolla bersorak girang matanya berbinar-binar memancarkan kebahagiaan "Serius..??"


"Iya sayang,"


"Kamu sekolah di tempat yang sama dengan kita kan?" tanya Theolla penasaran.


Jupiter terkekeh geli mendengar pertanyaan Theolla, karena kesal Theolla langsung mencubit pinggang Jupiter.


"Ish...kok malah ketawa sih?" Theolla memanyunkan bibirnya kesal.


Jupiter menghentikan tawanya dan menatap Theolla "Kamu lucu tau La,"


"Apanya yang lucu ih, orang aku nanya serius kok" Theolla berdecak kesal, karena Jupiter tak kunjung memberi jawaban.

__ADS_1


"Kalau aku bilang gak sekolah di tempatmu kamu marah nggak??" Jupiter mengajukan pertanyaan balik.


"Marah," ucapnya kesal. Jupiter semakin melebarkan tawanya melihat Theolla cemberut kesal dengan kedua tangan yang bersedekap di dada.


Jupiter langsung mencubit pipi Theolla "Gemesh banget sih kalau lagi ngambek,"


"Jadi sebenernya kamu mau lanjutin sekolah di mana?"


Jupiter nampak berpikir sejenak "Universitas Indonesia" menyebutkan salah satu universitas yang terkenal di kota tersebut.


"Tuh kan..becanda lagi." Theolla mencebik kesal.


"Aku serius sayang, aku udah kuliah aku menyelesaikan SMA ku selama dua tahun. Gara-gara Venus aku menunda kuliahku sementara." ucap Jupiter menjelaskan.


"Serius...?"


Jupiter mengangguk mengiyakan "Aku kan pinter dan jenius La."


"Mulai deh sombongnya keluar," Theolla berdecak kesal.


"Pantes waktu itu kamu bisa menyelesaikan soal-soal yang rumit dengan cepat dan benar." lanjutnya lagi.


"Ya karena aku ini jenius,"


"Ishh....." Theolla kembali mencubit pinggang Jupiter bertubi-tubi.


"Balik yuk, udah sore aku takut Manda nanti berpikir macam-macam sama aku!!!" ajak Theolla.


"Paling Manda, berpikir kamu jalan sama Raul?"


Theolla jadi teringat sesuatu dengan Raul "Maaf ya selama ini aku selalu menghindari kamu, dan seolah deket sama Raul.


Jupiter hanya menganggukan kepalanya, "jadi kamu gak ada perasaan kan sama Raul?"


Theolla menggeleng cepat, "kalau aku ada perasaan sama dia, buat apa aku sekarang jalan berdua sama kamu.


Jupiter tersenyum lebar "Makasih ya sayang!!!" Jupiter menarik Theolla ke dalam pelukan nya.


"Iya, ya udah ayo kita pulang aku takut kemaleman nyampe rumah!!" ajak Theolla.


"Sebenernya aku masih pengen ngobrol banyak sama kamu, tapi gak papa lain kali aja." Theolla mengangguk mengiyakan.


"Ayoo..!!" Jupiter menggenggam tangan Theolla dan berjalan keluar meninggalkan coffeshop.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Minta dukungan berupa like,vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2