Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Tentang Kanaya


__ADS_3

Kanaya yang sedang berbicara dengan salah satu tamu di hotelnya, nampak terkejut begitu melihat seseorang yang sedang berjalan menuju kearahnya. Dia berusaha bersikap wajar di hadapan tamunya itu, untung saja ada insiden kecil yang membuat pria itu menghentikan langkahnya.


Setelah berbasa-basi Kanaya pamit pada tamunya, dia buru-buru menghindar sebelum Dimas menyadari keberadaan dirinya.


"Siall... kenapa bisa ada Dimas sih disini, untung aja gue cepet menghindar." gumam Kanaya saat dia berjalan menuju lift untuk sampai di ruangannya.


"Gue terpaksa berada disini, karena papah terus memaksaku untuk mengurus hotel ini."


Kanaya Chandra Kirana, anak tunggal dari seorang pengusaha hotel bintang lima Chandra Danuatmaja. Kanaya yang besar tanpa sosok ibu memilih tinggal terpisah dari keluarganya. Dia memilih tinggal di Apartemen pribadinya, daripada harus satu rumah dengan ibu dan saudara tirinya.


Setelah ibunya meninggal saat Kanaya berumur tujuh tahun, Chandra menikahi seorang janda dengan satu anak pada saat Kanaya duduk dikelas satu SMP. Tapi ibu dan saudara tirinya itu hanya sayang pada harta dan papahnya saja, selama ini Kanaya selalu di perlakukan tidak adil oleh mereka berdua. Ibu tirinya pun tidak menyayangi Kanaya setulus hati, hanya pura-pura baik ketika di hadapan papahnya.


Sampai akhirnya Kanaya memilih keluar dari rumah, semenjak dia memasuki bangku kuliah. Kanaya hidup jauh terpisah dari papahnya, karena dia memilih kuliah di luar negeri.


Hidupnya yang sudah terbiasa mandiri, membuat dia nyaman menjalani kehidupan seperti ini. Memilih menjadi pelayan kedai kopi daripada harus menjalani bisnis keluarganya. Tapi kedatangan Chandra kemarin ke Apartemennya membuat Kanaya sekarang harus berada di tempat ini.


*Flashback...


Kanaya merebahkan tubuhnya setelah seharian bekerja di Kedai kopi. Matanya yang sudah hampir terpejam tiba-tiba terbuka saat bell Apartemennya bunyi. Dia berdecak kesal siapa gerangan yang sudah mengganggu waktu istirahatnya ini.


Saat pintu terbuka lebar Kanaya membelalakan mata ketika sang papah berdiri di hadapannya. Chandra tersenyum lebar melihat ekspresi kaget dari Kanaya. Dan Kanaya sudah menduga cepat atau lambat papahnya pasti akan menemukan tempat dimana dirinya kini tinggal.


"Papah...!!" ucap Kanaya kaget. Dia masih berdiri mematung melihat sosok yang sudah lama tidak di temuinya.


Chandra merentangkan tangannya "kamu gak kangen sama papah, kok diem aja melihat papah dateng."


Kanaya langsung berhambur ke pelukan Chandra menumpahkan segala rasa rindu yang ada "Masuk pah..!!" Lalu Chandra pun masuk di ikuti oleh asisten kepercayaannya.


"Aku gak nyangka papah bisa menemukanku secepat ini." ujar Kanaya


"Kamu lupa siapa papahmu ini."


"Jadi selama ini papah menyuruh orang untuk mencari tahu keberadaanku." selidik Kanaya.


Chandra hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya,"kamu lebih pintar dari yang papah kira, kamu bersembunyi selama dua bulan ini dan kamu tidak mengabari kepulanganmu ke Indonesia."


"Maaf pah...aku hanya ingin berdiri dengan kakiku sendiri, tanpa harus selalu merepotkan papah."


"Tapi sayang masih ada papah disini...kamu tidak merepotkan siapapun."


"Sudahlah...sebenarnya apa tujuan papah mencariku kesini?" tanya Kanaya curiga.


"Berbulan-bulan kita tidak bertemu, apa ini yang pertama kali kamu tanyakan pada papah."


Kanaya hanya diam tidak merespon ucapan Chandra.


"Gimana kabar kamu sayang?"


"Seperti yang papah lihat aku baik-baik saja, bahkan hidupku jauh lebih baik dari sebelumnya."


"Pulang lah kerumah nak..papah ingin agar kita bisa berkumpul kembali, setelah kamu pulang dari Inggris kamu belum pernah sekalipun menginjakkan kaki kerumah kita lagi."


"Maaf pah..aku sudah nyaman tinggal disini, selama tujuh tahun aku kuliah di luar negeri aku sudah terbiasa hidup mandiri seperti ini."

__ADS_1


"Kalau gitu bantulah papah untuk mengurus hotel keluarga kita, karena bagaimanapun juga kamu adalah pewaris tunggal seluruh hotel papah."


"Biarkan aku menjalani hidup seperti ini dulu pah, aku ingin belajar bisnis dengan memulai semuanya dari nol."


"Dengan menjadi seorang pelayan?? kamu itu lulusan S2 Cambridge University , apa kata kolega papah jika tahu anaknya yang lulusan dari luar negeri hanya jadi pelayan di sebuah Kedai kopi."


"Biarkan aku belajar dari awal pah...aku senang dengan pekerjaanku kali ini, semua ini halal kok pah...aku tidak ingin langsung mendapat jabatan tinggi hanya karena ada papah di belakangku, aku ingin sukses dengan usahaku sendiri."


"Tapi kamu ini anak papah satu-satunya, sudah sewajarnya kamu mengurus bisnis papah."


"Bagaimana dengan Clara??"


"Dia bukan pewaris yang sebenarnya Nay, Clara tidak tertarik untuk mengurus hotel kita, kini dia sudah mendirikan usahanya sendiri yang sesuai dengan bakat Clara."


"Ini yang paling aku gak suka...papah selalu mengikuti keinginan Clara, aku yakin papah memberinya modal besar untuk usaha dia saat ini."


"Itu semata-mata karena papah juga bertanggung jawab atas dia, bagaimanapun juga ibunya sudah merawat kita selama ini."


"Hanya merawat papah, aku tidak ya pah." ucap Kanaya dengan menekan kata tidaknya.


Chandra menghela nafas panjang melihat Kanaya yang masih belum menerima istri dan anak tirinya.


"Ya sudah jika kamu tidak ingin kembali kerumah, mulai besok bantu papah mengurus hotel, jika kamu menolak seluruh aset yang papah berikan ke kamu akan papah cabut, dan hak waris akan papah alihkan pada Clara."


"Papah..!!" Kanaya tidak terima dengan keputusan Chandra. Bagaimana mungkin hotel yang sudah di rintis papah dan almarhum mamahnya sejak dulu akan menjadi milik orang lain. Apalagi orang itu hanya benalu yang menumpang hidup.


"Kamu tidak ingin kan harta peninggalan ibumu ini jatuh pada kakak tirimu?"


Kanaya menggeleng cepat "baik pah aku ikuti keinginan papah untuk mengurus hotel itu, tapi untuk pulang kerumah maaf aku gak bisa."


*Flashback off..


*****


"Kenapa tuh jas lo bisa basah kayak gitu?" tanya Venus ketika Dimas duduk kembali berkumpul dengan teman-temannya. Minus Ara yang sudah dibawa ke kamar hotel oleh baby sitternya.


"Tadi gak sengaja gue nabrak pelayan yang bawa minuman."


"Emang sebenarnya lo habis darimana sih?" kali ini Jupiter yang penasaran dengan tingkah Dimas beberapa menit yang lalu.


"Tadi gue lihat seseorang yang mirip Kanaya."


"Di hotel ini?"


Dimas menganggukan kepalanya.


"Maksud lo Kanaya jadi pelayan di hotel ini?" tanya Mario.


"Bukan, tadi gue lihat Kanaya beda dari Kanaya yang gue kenal...dia terlihat cantik dan modis bukan seperti yang kita lihat selama ini."


"Salah lihat kali lo..!!" cecar Venus.


"Gue yakin itu dia."

__ADS_1


"Terus lo udah mastiin kalau itu dia?"


Dimas menggelengkan kepalanya "gue kehilangan jejak, gara-gara gue nabrak pelayan tadi."


"Kanaya siapa sih?" sela Amanda penasaran, karena para cowok yang terus membahas soal Kanaya.


"Pelayan di Kedai kopi tempat kita nongkrong yank." jawab Venus.


"Terus hubungannya dengan kalian apa??"


"Jadi Kanaya ini cewek incarannya Dimas." jelas Venus.


"Oh gitu....gue kira setelah di tinggal Raisa nikah lo jadi susah move on, jadi penasaran secantik apa sih yang namanya Kanaya itu?"


"Yang pasti lebih cantik daripada lo Manda...!!" tutur Dimas dengan senyum jahilnya.


Amanda hanya mencibir mendengar ucapan Dimas "Gak percaya gue."


"Bohong yank...kamu tetep yang paling cantik kok di antara para wanita disini, mengalahkan bidadari yang turun dari khayangan." puji Venus.


"Gomballl...!!"


"Loh kok gombal...aku serius yank!!"


"Udah mau beranak dua, masih aja pinter ngegombal."timpal Jupiter.


"Bener tuh." cicit Amanda.


"Loh yank..kok malah belain Jupiter sih?"


"Abisnya kamu tuh ngeselin."


"Ngeselin apanya sih yank?"


"Rasaiin lo... Manda ngambek, gak dapet jatah ntar malem." kekeh Dimas. Yang langsung mendapat tatapan tajam dari Venus.


"Udahlah gue balik ke kamar dulu, mau nyusulin Ara...!!"


Amanda beranjak dari duduknya meninggalkan para cowok yang masih asyik ngobrol.


"Lo nginep di hotel ini?" tanya Jupiter pada Venus.


"Iya...kasian Ara kalau balik kerumah kejauhan."


Selanjutnya obrolan para cowok itu pun berlangsung sampai pesta berakhir tengah malam.


.


.


.


.

__ADS_1


.Like, Vote dan Koment🙏😍


__ADS_2