
Hari ini adalah hari terakhir Jupiter dan Mario di.kota Surabaya, setelah menyelesaikan segala urusannya besok pagi mereka akan kembali ke Jakarta. Sesuai janjinya pada Theolla, Jupiter dan Mario malam ini akan menghadiri undangan makan malam dari Theolla.
Tepat jam tujuh malam, Jupiter dan Mario sudah tiba di kediaman Theolla. Kedua orangtuanya menyambut mereka dengan ramah.
"Lama gak bertemu gimana kabarmu nak Jupiter?" ucap Mona saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.
"Kabar saya baik tante."
"Hebat ya kamu...sekarang sudah menjadi pengusaha muda, sepuluh tahun tak bertemu ternyata membawa kamu pada perubahan besar." kali ini Bima yang angkat suara.
"Iya alhamdulillah om..saya bisa membawa perusahaan ayah saya maju seperti sekarang ini."
"Ini siapa?" Tanya Mona, matanya tertuju pada Mario yang duduk di samping Jupiter.
"Dia asisten pribadi saya tante...namanya Mario."
Mario pun mengangguk dan mengulas senyum pada Mona dan Bima.
"Om mau berterima kasih sama kamu, karena perusahaan kamu sudah mau bekerja sama dengan perusahaan om yang masih kecil ini."
"Iya om sama-sama....aku juga senang bisa bekerja sama dengan perusahaan om, terlebih lagi Theolla seorang arsitek yang berbakat." ucap Jupiter.
"Kak Jupiter....!!!" tiba-tiba Darel datang dari arah tangga di ikuti Vano. Dia merasa terkejut melihat Jupiter ada di rumahnya.
"Lo kenal sama om itu kak?" tanya Vano. Namun Darel tak menghiraukan ucapan adiknya dan terus berjalan menghampiri ruang keluarga.
"Darel.."
"Kak Jupiter." kedua orang itu langsung berpelukan. Karena dulu saat Jupiter beberapa kali mengunjungi Theolla ke Singapura, Darel sangat akrab dengan Jupiter. Setelah itu Darel duduk di samping Jupiter.
"Gimana kabar kamu Rel...udah gede ya sekarang?"
"Baik kak..kakak gimana?dimana sekarang?" tanya Darel antusias.
"Baik juga Rel...kakak tinggal di Jakarta sekarang, kamu kuliah apa udah lulus??
"Masih kuliah kak baru semester enam."
"Oh belajar yang rajin...nanti setelah lulus kuliah baru belajar bisnis."
"Siap kak..!!"
"Sudah-sudah ngobrolnya nanti di lanjut lagi, ayo kita makan sekarang semua sudah siap..!!" Mona memutus percakapan antara Jupiter dan Darel.
Semuanya pun berlalu menuju ruang makan, Jupiter dan Mario menikmati jamuan makan malam yang di sediakan oleh keluarga Theolla.
__ADS_1
"Kak Jupiter udah nikah belum sih?" tanya Darel tiba-tiba memecah keheningan. Semua orang langsung memandang kearah Jupiter.
"Belum Rel...belum ada jodohnya." Jupiter menjawab apa adanya.
"Oh...kak Olla juga belum tuh kak, kalian kenapa gak nikah aja." kekeh Darel yang niatnya hanya bercanda. Mendengar ucapan Darel, Theolla langsung tersedak, buru-buru dia mengambil air minum di depannya.
"Dareelll...!!" tiba-tiba Mona memperingati anaknya.
"Becanda mah...maksudku ka Olla udah mau nikah." Darel merasa tidak enak hati membuat Jupiter dan Theolla salah tingkah.
"Iya nak Jupiter...kurang lebih satu bulan lagi Theolla akan menikah dengan anak dari rekan bisnis om." jelas Bima.
"Iya om saya juga sudah mendengarnya." Jupiter mencoba bersikap biasa saja, padahal hatinya saat ini begitu terluka mendengar penuturan langsung dari kedua orangtua Theolla.
Setelah beberapa saat makan malam itu pun berakhir, Jupiter dan Mario langsung pamit dan mengucapkan terima kasih pada Bima dan Mona karena sudah di undang makan malam. Sementara Theolla, mengantar kepergian Jupiter sampai ke pintu depan.
"Gue nunggu di mobil ya bro..!!" Mario memberi waktu pada Jupiter dan Theolla untuk saling bicara. Jupiter tersenyum dan menatap kepergian Mario menuju mobilnya.
"Makasih ya La buat malam ini..!!"
Theolla hanya mengangguk dan tersenyum simpul "jadi jam berapa besok pesawat kamu berangkat?"
"Jam delapan La.."
"Oh ya udah...hati-hati besok, kabarin kalau sudah sampai Jakarta..!!"
Sekali lagi Theolla hanya tersenyum mengantar kepergian Jupiter. Setelah mobil Jupiter menghilang di balik gerbang, Theolla langsung masuk menuju rumahnya.
*****
"Dhooorr...!!"
Tiba-tiba Darel mengagetkan Theolla di belakang pintu, ternyata dari tadi anak itu menguping pembicaraan Jupiter dan Theolla.
"Darel ngagetin kakak aja sih..!!" Theolla memegang dadanya karena terkejut. Sementara Darel tertawa senang.
"Ciiee...merah tuh mukanya..!!" goda Darel.
"Kamu ngapain di situ? nguping ya?" selidik Theolla.
Darel hanya cengengesan, sementara Theolla tidak memperdulikan Darel dia berlalu menuju kamarnya. Tapi Darel terus saja mengikuti Theolla sampai kedalam kamar.
"Kamu mau apa sih dek? kakak mau istirahat ini." Theolla mendudukan dirinya diatas kasur, di ikuti Darel yang duduk di sampingnya.
"Kakak sama kak Jupiter masih saling suka ya, tadi aku lihat gelagat kalian tuh sedikit aneh???"
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh dek, kita sekarang hanya sebatas rekan bisnis saja gak lebih."
"Lebih juga gak papa kali kak....aku akan jadi orang pertama yang dukung kakak sama kak Jupiter balikan lagi."
"Husssh...jangan ngomong gitu Darel, nanti kedengeran mamah sama papah, salah paham kan nantinya."
"Aku tahu apa yang kak Olla rasain selama ini, kakak terpaksa kan menerima perjodohan dengan mas Raka? selama ini kakak gak pernah deket sama cowok lain itu karena kakak masih sayang kan sama kak Jupiter?"
"Rel....kakak udah ikhlas ngejalanin semua ini."
"Tapi kak...harusnya kalian perjuangin cinta kalian lagi dong, aku yakin kak Jupiter juga masih punya rasa yang sama dengan kakak."
"Kakak dan kak Jupiter hanya masa lalu dek...sekarang kakak harus bisa menerima mas Raka."
"Tapi kakak gak cinta sama dia!!"
"Cinta bisa datang setelah kita menikah, udah kamu gak usah pikirin kehidupan kakak...mana nih katanya kamu mau ngenalin cewek kamu sama kakak?"
"Nanti ajalah kak...belum waktunya, gak enak kakak belum menikah masa aku udah bawa cewek aku kerumah." tolak Darel.
"Hmmm...ya sudah kakak tunggu ya, cewek itu biasanya gak mau kalau cuma di PHP-in buruan deh di kasih kepastian."
"Ihh...apa sih kak, kuliah juga belum lulus udah menjurus kearah situ."
"Yah kakak cuma ngingetin aja dek....boleh pacaran tapi jangan buat main-main ya?"
"Siiapp kakak ku yang paling cantik..!!"
"Persiapin tuh diri kamu buat magang di perusahaan papah...!!"
"Oke kakak ku sayang...!!"
"Udah sana-sana keluar...kakak mau istirahat..!!" setelah itu Darel pun keluar dari kamar Theolla, kini Theolla sibuk dengan pemikirannya sendiri. Apa yang di katakan Darel memang benar, dia dan Jupiter masih saling suka. Tapi Theolla tidak ingin membuat kedua orangtuanya kecewa jika dia membatalkan pernikahannya dengan Raka.
Theolla sendiri ragu apa dirinya bisa mencintai Raka atau tidak suatu saat nanti. Karena sampai saat ini hanya Jupiter yang menempati ruang di hati Theolla. Ada pepatah mengatakan cinta memang tak harus memiliki, asalkan orang yang kita cintai itu bahagia. Tapi berjuang demi cinta apa salahnya bukan??.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih🙏😍