Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Kedai kopi 2


__ADS_3

Langit ibu kota sudah menampakan sinar kuning keemasan,dan matahari hanya tinggal sebagian saja untuk kembali ke peraduannya. Sudah satu jam berlalu, tiga pria yang tengah berbincang itu masih betah berada di kedai kopi.


Dari kejauhan terlihat Mario yang memasuki pintu Kedai Kopi, dia mengedarkan pandangan mencari keberadaan bos sekaligus sahabatnya itu. Jupiter melambaikan tangan begitu melihat Mario kebingungan mencarinya, setelah menemukan orang yang dicarinya Mario pun langsung melangkahkan kakinya menuju meja Jupiter.


Mario langsung mendaratkan tubuhnya di samping Jupiter,dia mengendurkan dasi dan membuka kancing jasnya.


"Gillaaa...bisa-bisanya lo kasih gue kerjaan banyak sementara lo bersenang-senang disini." umpat Mario kesal. Jupiter hanya terkekeh mendengar ucapan Mario.


"Derita lo tuh jadi asistennya dia..!!" ucap Venus.


"Itu lah gunanya lo berada di sisi gue, bisa di andalkan disaat-saat tertentu." sahut Jupiter senang.


"Jadi kalian berdua ngerjain gue, cuma buat bernostalgia di tempat seperti ini huhh..sangat menyebalkan."


Sontak Jupiter dan Venus tertawa mendengar ucapan Mario, sementara Dimas hanya diam memperhatikan dan bingung dengan situasi yang terjadi di depannya. Karena di kantor dia begitu segan dengan Mario yang mempunyai wajah tegas dan dingin di kalangan para karyawan.


"Gak usah bingung gitu Dim, Mario ini selain sebagai asisten gue dia juga sahabat gue waktu kuliah di Jakarta." ucap Jupiter seperti membaca raut kebingungan dari wajah dari Dimas.


"Dia kakak tingkat gue juga waktu kuliah..!!" ucap Venus menambahkan.


"Kalau di luar kantor lo gak usah sungkan gitu sama Mario, dia di kantor doang sikapnya tegas dan dingin tapi jika di luar pekerjaan anggaplah dia sebagai teman." tambah Jupiter lagi, Dimas pun hanya tersenyum menangapi.


"Heh anak baru, belum kerja seminggu sudah bisa enak-enakan ya ngopi bareng petinggi perusahaan." cibir Mario pada Dimas.


"Meskipun anak baru tapi gue spesial di hati mereka...hahaha." balas Dimas tanpa canggung lagi.


"Kali-kali suruh si Rendi gabung sama kita, pasti seru.." ucap Jupiter.


"Dia sibuk kali, setahu gue dia bentar lagi mau tunangan." sahut Venus.


"Seriusss??" tanya Dimas tak percaya. Venus pun menganggukan kepalanya.


"Wahhh... kalah start kita sama si Rendi, dulu saat SMA kita selalu ngeledek dia karena cuma dia yang jomblo di antara kita sekarang malah kebalikannya." tutur Dimas menatap kearah Jupiter..


"Karma tuh namanya," cibir Venus.


"Bisa gak sih jangan ngomongin masa SMA kalian, di sini gue seolah menjadi pajangan saja gak ngerti gue." sungut Mario kesal.


"Hahaha...!!" sontak Jupiter, Venus dan Dimas menertawakan Mario. Obrolan mereka terhenti ketika pelayan yang tadi di taksir Dimas datang membawa pesanan Mario. Dimas langsung salah tingkah melihat pelayan itu ada di dekatnya.


"Makasih ya mbak..!!" ucap Mario ramah.

__ADS_1


"Sama-sama, silahkan mas di nikmati hidangannya." balas pelayan itu tak kalah ramah. Sebelum pelayan itu beranjak pergi Dimas terlebih dulu memanggilnya.


"Mbak boleh tahu gak siapa namanya?" Pelayan itu meskipun bingung dengan pertanyaan Dimas, tapi langsung memperlihatkan ID CARD nya pada Dimas.


"Ka-na-ya..." Dimas mengeja nama pelayan itu dengan jelas.


"Makasih ya mbak..!!" pelayan itu pun mengangguk dan tersenyum kemudian berlalu dari hadapan keempat pria itu.


"Pepet terus...!!" goda Jupiter.


"Tau aja lo yang cakep mah.." tambah Mario.


"Gini nih kalau nongkrong sama jomblo-jomblo, lihat cewek cakep dikit aja langsung di hantam." sindir Venus, membuat Jupiter, Dimas dan Mario melotot kearahnya.


"Santai-santai woyy...!!" bela Venus. Tiba-tiba ponsel Venus berdering, dia langsung mengambil hp di meja dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Permaisuri..!!" ucapnya memperlihatkan hp pada ketiga pria jomblo di hadapan nya. Venus pun lalu menjawab telepon dari Amanda. Setelah beberapa saat Venus pun mengakhiri panggilannya.


"Sorry ya gue balik duluan, bini gue udah ngerengkek aja kalau gue pulang telat maklum bawaan bayi kali." ucap Venus, dia lalu beranjak dan merapihkan kemejanya.


"Iyalah sana yang punya anak istri mh urusin tuh, jangan nongkrong aja kayak anak muda." ejek Dimas.


"Maksud lo gue udah tua gitu, kalian yang jomblo masih muda?"


"Siiaalll...!!" Venus pun berlalu dan menyaut jasnya yang dia simpan di kursi.


*****


Satu jam kemudian, Venus baru sampai di rumahnya. Jarak dari kedai kopi kerumahnya yang lumayan jauh membuat dia terlambat sampai rumah, belum lagi dia harus terjebak macet di tengah perjalanan. Venus sudah bersiap mendengar ocehan panjang dari Amanda.


Amanda berdiri di ambang pintu menyambut kedatangan Venus, dengan perut yang sudah terlihat membuncit. Kehamilannya kali ini membuat Amanda semakin berisi, tapi tidak mengurangi kecantikannya.


"Malam yank...!!" Venus mencium kening sang istri dengan wajah yang masih cemberut.


"Kok bisa telat sih pulangnya, dari mana aja kamu? gak tau apa anaknya ngerengek terus nungguin kamu pulang." oceh Amanda, dia langsung menyaut tas kerja yang di pegang Venus lalu berjalan masuk menuju kamarnya.


Venus lalu mengejar langkah sang istri, dan merangkul bahunya "Sekarang Ara nya ada di mana?"


"Baru aja tidur.."


Sesampainya di kamar Amanda langsung duduk di tepi tempat tidur, dia menunggu Venus untuk menjelaskan keterlambatan pulangnya. Sementara Venus duduk di sofa membuka sepatu dan jas nya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Maaf yank, tadi siang aku ada rapat di kantor pusat, terus ketemu teman lama jadinya kita ngopi dulu di kedai kopi yang biasa kita datangi dulu waktu SMA." ucap Venus menjelaskan.


"Teman lama siapa?" tanya Amanda curiga.


"Dimas yank.." Venus lalu menghampiri Amanda dan mencium perut buncitnya.


"Dimas mantan nya Raisa??" Venus hanya mengangguk tanpa mengalihkan wajahnya dari perut Amanda.


"Kok bisa sih dia ada di Jakarta, bukan nya dia di Jogja ya..??"


Venus menegakkan kembali badan nya dan menatap Amanda "Dimas baru sebulan yank di Jakarta, terus tiga hari yang lalu dia baru bekerja di kantor pusat sebagai manajer pemasaran.


"Seriusss yank, Dimas kerja di perusahaan kalian??"


"Iya sayang...!!" Venus tersenyum dan membelai lembut perut Amanda.


"Sayang ya Dimas sama Raisa gak berjodoh, padahal sekarang Dimas sudah punya karir bagus tuh." ucap Amanda, mengingatkan kembali Raisa yang menikah dengan pria pilihan orangtua nya.


"Emang sekarang Raisa tinggal dimana yank? masih di Jogja gak sih?" tanya Venus.


"Dia sekarang tinggal di Makassar yank, ikut tugas sama suaminya, kamu tadi pergi ke Kedai Kopi sama siapa saja?"


"Sama para jomblowan.."


Amanda langsung mengernyitkan keningnya " siapa maksudmu?"


"Ya siapa lagi Jupiter sama Mario, sekarang tambah lagi Dimas juga jomblo, lengkap sudah mereka bertiga jadi jomblowan...hahaha."


Amanda mencubit perut Venus dengan keras "gak boleh gitu, mereka itu saudara sama temen kamu."


"Becanda yank...aku laper nih, temenin makan yuk...!!"


"Mandi dulu sana...jorok ihhh..!!" Amanda mengibas-ngibaskan tangannya menyuruh Venus menjauh. Meskipun kesal Venus pun menuruti perintah istrinya masuk ke kamar mandi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasihh genks๐Ÿ™๐Ÿ˜˜


__ADS_2