Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Masa lalu


__ADS_3

Jupiter dan Mario memilih rooftop di sebuah coffeshop untuk mengusir penat mereka hari ini, asap rokok mengepul dari kedua pria dewasa yang tengah menikmati secangkir kopi tersebut. Kedua sahabat itu selalu menyempatkan waktu bersama di tengah kesibukannya di perusahaan.


Mario yang sudah mengenal Jupiter selama 13 tahun terakhir ini, paham bagaimana jika sahabat sekaligus bosnya sedang banyak pikiran. Mario bisa di katakan orang pertama yang akan di cari Jupiter ketika dia memiliki masalah.


"Kenapa?" Mario membuka suara memulai pembicaraannya dengan Jupiter.


Jupiter tak bergeming masih sibuk dengan rokok di tangannya,dari dulu sampai sekarang hanya merokok yang membuat Jupiter bisa sedikit melupakan masalahnya.


"Bokap nyuruh gue cepet-cepet nikah.." ucap Jupiter datar, matanya menatap ke sembarang arah memikirkan perkataan ayahnya kemarin.


"Hahahaha....!!" tiba-tiba terdengar gelak tawa dari Mario membuat Jupiter menoleh dengan tajam.


"Puass lo ngetawain gue..!!"


Mario mengusap sudut matanya yang sedikit berair karena menertawakan Jupiter "cewek aja gak ada, mau nikah sama siapa lo?"


"Itu dia yang lagi gue pikirin daritadi, lo tahu sendiri kan kalau gue gak mau buru-buru nikah untuk saat ini."


"Iya gue tahu, karena lo masih kepikiran cewek dari masa lalu....ups." Mario menutup mulutnya karena keceplosan.


Theolla..


Sekelebat nama itu terlintas di pikiran Jupiter, cewek dari masalalunya yang sudah lama tak jumpa. Seperti apakah dirinya sekarang? masih di Singapura kah atau sudah kembali ke Indonesia?


LDR yang mereka jalani hanya bertahan selama dua tahun, pada saat Jupiter masih kuliah di Jakarta semua berjalan lancar, mereka masih berkomunikasi layaknya pasangan kekasih meskipun jarang bertemu.


Masalah timbul pada saat Jupiter harus melanjutkan studinya di New York, selain dia yang mendapat beasiswa karena kecerdasannya, Andre sang ayah pun berharap banyak agar Jupiter memperdalami ilmu bisnisnya di Luar negeri.


Tak ada kata putus yang terucap dari keduanya, semua berakhir begitu saja ketika Jupiter kehilangan kontak dengan Theolla. Dia sudah berusaha mencari tahu keberadaannya pada Amanda, namun Amanda pun tidak mengetahui keberadaan Theolla. Mereka sama-sama kehilangan kontak dengan Theolla.


Berbulan-bulan Jupiter sempat putus asa memikirkan Theolla,namun dia sadar dia harus belajar dengan giat untuk mencapai cita-citanya. Apalagi saat itu kondisi perusahaan sang ayah sedang mengalami penurunan, mereka sekeluarga akhirnya memutuskan kembali ke tanah air.

__ADS_1


Lima tahun Jupiter memperdalam ilmu bisnisnya di New York, saat kembali ke Indonesia dia hanya fokus dan fokus untuk membuat perusahaannya kembali maju. Sempat terpikir untuk mencari tahu tentang Theolla, tapi karena kesibukannya di perusahaan membuat dia melupakan hal itu.


Terbukti setelah 5 tahun Jupiter memegang alih kendali perusahaan, semuanya kembali seperti semula. PT.Widjaya grup kini sudah mempunyai cabang di mana-mana. Menjadi perusahaan tersohor seAsia tenggara. Venus pun turut andil membantu Jupiter mengembangkan perusahaan.


"Cehh...dia malah melamun..!!" Mario menepuk pundak Jupiter membuat Jupiter tersentak kaget.


"Gue tahu lo pasti lagi mikirin dia kan, mau sampai kapan sih lo terjebak sama masa lalu yang rumit itu,"


"Bukan urusan lo...!!" Jupiter mendengus kesal.


"Asal lo tahu ya lo ini tampan, mapan, tajir banyak tuh cewek yang ngejar-ngejar lo, kalau aja lo sedikit buka hati buat mereka mungkin lo sekarang udah nikah kali."


"Gillaa...lo pikir nyari istri gampang semudah membalikan telapak tangan kali."


"Mudah sebenarnya kalau lo mau buka hati,"


Jupiter menatap Mario dengan seksama "kalau mudah kenapa sampai sekarang lo juga masih jomblo?"


"Alesan aja..!!" Jupiter beranjak dari duduknya meninggalkan Mario yang masih belum selesai bicara. Mario pun ikut-ikutan berdiri menyusul Jupiter yang sudah turun duluan.


*****


Jupiter menghempaskan tubuhnya di atas kasur tanpa melepas sepatunya sama sekali, seharian berkutat dengan pekerjaan kantornya membuat tubuh dan pikiran dia sangat lelah. Semenjak pulang dari New York, Jupiter memilih untuk hidup terpisah dari kedua orangtuanya,di apartemen inilah kini Jupiter tinggal.


Ayah ataupun bundanya selalu menyuruh Jupiter untuk tinggal bersama keluarga mereka, tapi dia selalu menolak dengan halus. Jupiter tak ingin jadi rebutan Andre atau Rianti yang kini tinggal di kota yang sama selepas Andre pindah ke Indonesia.


"Tinggal lah bersama bunda dan papah Leo, kamu gak kasian lihat bunda kesepian hanya tinggal berdua di rumah sebesar ini."


"Jupiter janji akan sering-sering main kerumah bunda,"


"Nak jika kamu tak ingin tinggal bersama bundamu, tinggal lah di sini bersama ayah dan tante Anna, Alea pasti senang kalau ada kakaknya di sini."

__ADS_1


"Maaf yah, untuk kali ini biarkan Jupiter hidup mandiri tanpa harus bergantung pada ayah atau bunda, Jupiter janji akan sering-sering main kesini."


Itulah cara Jupiter menolak halus keinginan orangtuanya yang masing-masing sudah memiliki keluarga baru. Lain halnya dengan Venus yang sudah berkeluarga dia tak akan menjadi rebutan kedua orangtuanya.


Ingatan Jupiter kembali pada satu sosok di masalalunya, yang sampai detik ini masih memenuhi seluruh ruang hatinya. Perpisahan mereka bukan keinginan Jupiter ataupun Theolla, tapi keadaan yang membuat mereka akhirnya saling berjauhan.


Theolla sempat tidak setuju,ketika Jupiter memutuskan pergi ke New York untuk melanjutkan studinya. Tapi Jupiter berhasil meyakinkan Theolla, sehingga akhirnya hubungan mereka terpisah jarak yang sangat jauh.


Baru beberapa bulan Jupiter di New York, dia kehilangan kontak dengan Theolla. Semua nomor keluarga Theolla yang ada di Singapura satupun tidak ada yang bisa di hubungi. Theolla sepertinya dengan sengaja menjauh darinya. Jupiter sempat marah dan kecewa tapi itu tidak berlangsung lama. Dia hanya fokus untuk belajar dan belajar sampai akhirnya dia berhasil menjadi lulusan terbaik.


Sepulangnya Jupiter ke Indonesia, dia terpikir kembali untuk mencari Theolla, tapi semua tidak terlaksana karena sampai detik ini dia hanya fokus pada perusahaan yang di kelolanya. Semenjak sang ayah mempercayakan kursi kepemimpinan pada Jupiter, sepenuhnya Jupiter yang mengurus perusahaan dibantu oleh Venus adik kembarnya.


Tiba-tiba ponsel Jupiter berdering,dengan malas dia mengangkat telpon yang entah dari siapa. Jupiter langsung menempelkan ponselnya di telinga dengan matanya yang masih terpejam.


"Lo dimana??" Dari caranya berbicara Jupiter sudah tahu siapa yang menelponnya.


"Apartemen..!!"


"Gue kesana ada yang mau gue omongin,"


"Iya." Hanya itu jawaban dari Jupiter, dengan malas dia beranjak dari kasurnya dan bergegas masuk kamar mandi membersihkan dirinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan Lupa Like, vote dan koment ya genks makasihhh🙏🙏


__ADS_2