
Semua murid berhamburan keluar kelas saat bell istirahat berbunyi. Begitupun dengan Amanda, Raisa, Dimas dan Rendi yang saat ini tengah duduk di kantin. Mereka pun memesan makanan sesuai selera masing-masing.
"Venus mana, kok gak ikut gabung sama kita?" tanya Dimas yang tidak melihat keberadaan Jupiter.
"Tadi sih bilangnya mau ketemu coach Danu," jawab Rendi sambil sibuk dengan siomay di depannya.
"Semenjak gabung dengan tim football, Venus kayaknya jadi beda ya dia jarang kumpul-kumpul bareng kita, bener gak Man?" kali ini Raisa yang buka suara.
Mendengar namanya di sebut Amanda hanya menoleh dan mengangguk lemah "Iya gue juga ngerasa Venus berubah akhir-akhir ini,"
"Masa siih perasaan kalian aja kali," tutur Dimas.
"Gue yang tahu dia Dim, emang Venus banyak berubah semenjak dia masuk tim football." Amanda mengungkapkan kegelisahannya.
"Power rangers kali ah berubah," kekeh Rendi. Yang langsung mendapat pelototan tajam dari Dimas,Amanda dan Raisa.
Raisa mendelik tajam "Orang lagi ngomong serius ini malah becanda sih,"
"Gak usah terlalu serius napa sih, sehh kaku bener dah..!!" ucap Rendi dengan logat betawinya yang kental.
"Terus Theolla mana,gak ke kantin juga dia?" Raisa baru sadar ternyata Theolla tidak turut gabung dengan mereka ke kantin.
"Tadi katanya mau ke perpustakaan nyari buku," jawab Amanda.
"Rajin ya Theolla...!!" puji Rendi.
"Iyalah emang elo gak pernah sekalipun nginjekin kaki lo ke perpus..!!" ucap Dimas sarkas. Yang langsung mendapat gelak tawa dari Amanda dan Raisa.
"Wahh buka kartu lo,"
"Apa sih yang gak gue ketahui tentang lo," cibir Dimas. Perdebatan mereka yang tiada akhirnya pun terus berlanjut sambil menikmati beberapa camilan di depannya.
*****
Theolla berjalan tergesa-gesa menuju rooftop sekolahnya, setelah tadi menerima kertas kecil dari Jupiter yang mengatakan dia menunggunya di jam istirahat, Theolla pun bergegas menemuinya di tempat biasa.
Sesampainya di sana, Theolla melihat Jupiter yang tengah berdiri memunggunginya menatap kosong kearah pemandangan di depannya. Namun Theolla begitu terkejut ketika melihat Jupiter yang tengah merokok.
"Kamu ngerokok?" selidik Theolla, dirinya kini sudah berdiri bersebelahan dengan Jupiter. Pertanyaan Theolla, tidak membuat Jupiter menghentikan aktifitasnya.
"Seperti yang kamu lihat," matanya tetap fokus memandang kedepan. Dengan rokok yang masih terselip di kedua jarinya.
"Kenapa?"
Jupiter terkekeh mendengar pertanyaan Theolla "Bukannya seorang pria itu wajar ya bila merokok,"
__ADS_1
"Tapi kamu masih sekolah,"
"Kamu lupa aku udah bukan anak sekolah lagi, di jaman sekarang anak SMP pun sudah banyak yang merokok." ucap Jupiter santai.
"Tapi ini di area sekolah, jika ketahuan kamu bisa masuk ruang BK dan ini bisa berpengaruh pada Venus yang notabene nya dia Ketua Osis disini, kamu bisa mencemarkan nama baiknya." tutur Theolla panjang lebar.
Jupiter tertawa lebar mendengar ucapan Theolla, dia lalu membuang rokoknya dan langsung menginjak dengan sepatunya, lalu menatap Theolla tajam "Kenapa kamu gak jujur sama aku, kalau si Raul nembak kamu?"
"Aku pikir itu gak penting," Theolla merasa gugup melihat sorot mata Jupiter yang menatapnya tajam.
Jupiter memegang kedua bahu Theolla "Gak penting katamu, kamu anggap aku ini apa la? aku tulus, bener-bener tulus sayang sama kamu sampai aku melupakan kewajibanku di sini sebagai Venus," sorot mata Jupiter kini melemah memandang dalam ke arah mata Theolla.
"Aku minta maaf kalau aku gak jujur dari awal soal ini," kini Theolla hanya mampu tertunduk lesu. Jupiter langsung membawa Theolla ke dalam dekapannya.
"Mulai detik ini aku gak suka lihat kamu dekat-dekat sama Raul, kamu bisa kan jaga perasaan aku La?" Theolla hanya mengangguk di dalam pelukan Jupiter. Setelah beberapa saat Jupiter melepaskan pelukannya.
Theolla mencebik kesal "Aku tuh masih gak terima lihat kamu ngerokok kayak tadi di area sekolah,"
"Hehe iya maaf, itu cuma salahsatu caraku buat menghilangkan penat." Jupiter kemudian mengajak Theolla untuk duduk di sebuah bangku panjang.
"Anak-anak gak ada yang curiga kan saat kamu jalan kesini?" tanya Jupiter lagi.
Theolla menggeleng pelan "Nggak kok, tadi aku lihat yang lain pada pergi ke kantin,"
"Terus mau sampai kapan kita sembunyi-sembunyi seperti ini?" lanjut Theolla lagi.
"Sebenernya gak enak sih, tapi mau gimana lagi aku gak mungkin kasih tau anak-anak soal kamu yang lagi nyamar." ucap Theolla pasrah.
"Jadi kamu udah gak sabar nih buat kasih tau orang-orang soal hubungan kita?" goda Jupiter.
Theolla mencebik kesal "Ihhh kamu tuh, siapa yang bilang gitu lagian ya hubungan kita baru berjalan beberapa hari masa iya udah mau di umbar ke orang-orang gak banget sih."
"Ya gak papa, biar gak ada yang deketin kamu lagi, yang mau sama kamu kan banyak termasuk si Rendi tuh,"
"Biarin toh aku anggap mereka cuma temen,"
"Kalau aku kamu anggap apa?"
"Apa ya???" Theolla nampak berpikir sesaat dan senyum-senyum sendiri.
"TTM (teman tapi mesra) mungkin," ujarnya.
Jupiter langsung membelalak kaget "Cuma itu????"
Theolla hanya tertawa melihat ekspresi Jupiter "Udah yuk balik ke bawah, kayaknya udah terlalu lama kita disini," ajak Theolla. Dia lalu menarik tangan Jupiter yang masih belum puas dengan jawabannya. Mereka lalu meniti anak tangga menuju ke bawah.
__ADS_1
"Tapi La masa kita cuma TTM aku gak bisa kalau cuma sebatas itu??"
Theolla kemudian membalikkan badannya dan menatap Jupiter "Becanda sayang...!!"
Jupiter terlonjak kaget "Ngomong apa barusan kamu la??"
"Sayang," Jupiter lalu memeluk Theolla cepat.
"Makasih sayang..!!" Theolla hanya geleng-geleng kepala melihat Jupiter yang kegirangan.
"Udah yuk balik ke kelas, nanti ada yang lihat lagi kamu peluk-peluk aku di sini,"
"Iya ayo...!!" Theolla dan Jupiter melanjutkan langkahnya melewati lorong kecil dan berakhir di dekat Perpustakaan
"Kamu jalan duluan nanti aku nyusul," ujar Jupiter. Theolla menganggukkan kepalanya. Namun baru beberapa langkah Theolla berjalan Raul dan kedua teman nya datang dari arah yang berlawanan, sontak Theolla langsung berhenti dan terlonjak kaget.
"Theolla..!!" sapa Raul. Namun kini tatapan Raul tertuju pada Jupiter yang berdiri tak jauh di belakangnya.
"Elo sama Venus dari mana?" selidik Raul, matanya menatap tajam ke arah Jupiter.
"Bukan urusan lo," cetus Jupiter.
"Wah wah wah sepertinya ada udang di balik batu nih," cecar Angga.
"Setuju gue," Ferdi ikut berkomentar.
"Jadi dia alasan lo nolak gue waktu itu?" sengit Raul tangannya menunjuk ke arah Jupiter. Belum Theolla menjawab Jupiter sudah menarik tangan Theolla untuk menjauh dari hadapan Raul, Angga dan Ferdi.
"Ada apa nih, kok si Venus bisa barengan sama Theolla?" tanya Angga penasaran.
"Mana gue tahu, elo tanya aja tuh sama semut-semut yang berbaris di dinding," jawab Ferdi asal.
Angga langsung menimpuk bahu Ferdi dengan keras "Lagu itu mah lagu wooyy..."
"Sepertinya kita harus selidiki ini, gue udah sering banget lihat Theolla sama Venus berduaan." ujar Raul penasaran.
"Setuju gue...!!" ucap Ferdi dan Angga bebarengan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Minta dukungan nya dengan Like,vote dan koment makasih genks๐๐