Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Bertemu teman lama


__ADS_3

"Elo--?" Jupiter membelalak kaget melihat seseorang yang dikenalnya. Temannya semasa dia menyamar menjadi Venus saat masih SMA dulu.


Dimas yang siap membuka suaranya sama terkejutnya melihat orang yang duduk di hadapannya. Dia langsung berdiri begitu melihat sahabat yang dikenalnya.


"Venus?" Dimas nampak berpikir dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bukan-bukan, lo Jupiter kan?" tebak Dimas telunjuknya mengarah ke hadapan Jupiter.


"Yes, ini gue Jupiter."


Dengan hebohnya Dimas langsung berlari menghampiri Jupiter, dia langsung memeluk Jupiter tanpa rasa canggung. Bertahun-tahun tidak bertemu membuat mereka saling berpelukan seperti teletubies😂cuman bedanya ini mereka berdua, kalau teletubies kan berempat.wkwk


"Eheemmm...!" tiba-tiba suara Mario menyadarkan kelakuan mereka yang terlalu heboh. Saking bahagianya bertemu sahabat lama, mereka melupakan keberadaan Mario yang posisinya menjadi orang ketiga.


Dengan refleks Dimas melepas pelukannya bersama Jupiter, dia langsung kembali ke kursinya melihat tatapan tajam Mario kearahnya. Sementara Jupiter merapihkan jasnya yang sedikit kusut. Dengan tenang dia kembali duduk dikursi kepemimpinannya.


"Mario bisa tinggalkan kami berdua di sini, suruh kedua pelamar tadi untuk pulang terlebih dahulu dan menunggu hasilnya." ucap Jupiter tegas.


"Baik pak..!!" Mario pun sedikit menundukan kepalanya dan berlalu dari hadapan Jupiter dan Dimas.


"Dia siapa?" tanya Dimas setelah melihat Mario keluar dari ruangan Jupiter.


"Asisten gue,"


"Galak ya?"


"Baik kok, cuman kalau belum kenal ya gitu."


"Gue gak nyangka ternyata perusahaan ini punya lo, hebat lo..!!" puji Dimas.


"Ya begitulah, sebenernya ini perusahaan punya bokap tapi gue yang kembangin dan jadi seperti sekarang ini."


"Wah keren..keren...Venus kerja disini juga?"


"Venus megang kantor cabang sekarang."


"Dimana? Luar kota?"


"Nggak masih di Jakarta kok, kantor cabang yang di Jakarta juga ada."


"Wah hebat lo, ada berapa cabang emang perusahaan lo?"


"Banyaklah, lo kerja di sini dulu nanti tahu ada berapa kantor cabang perusahaan gue."


"Hmmm...ya udah interview nya gimana nih gak di lanjutin lagi?"


"Udah masalah itu gampang, besok lo langsung kerja aja di perusahaan gue."


"Serius lo?" mata Dimas terbelalak lebar.

__ADS_1


"Iya Dim, gue lihat di CV ini pengalaman lo sebagai manajer lumayan lama juga selama 2 tahun di perusahaan sebelumnya." ucap Jupiter setelah selesai membaca CV nya Dimas.


"Thanks bro, thanks..!!" Dimas langsung menjabat tangan Jupiter.


"Ngopi dulu lah kita udah lama gak ketemu, sibuk gak lo?"


"HAH... sekarang?" tanya Dimas.


"Iyalah sekarang, masa tahun depan."


"Lo kan direktur emang gak sibuk?"


"Udah santai aja, kerjaan gue hari ini gak terlalu banyak." ucap Jupiter. Dia langsung menelpon sekertarisnya untuk membuatkan dua cangkir kopi.


*****


Setelah beberapa saat Sandra pun datang dengan dua cangkir kopi, dia meletakkannya di meja tepat di hadapan Jupiter dan Dimas yang duduk di sebuah sofa.


"Sandra tolong kosongkan jadwal saya selama satu jam kedepan, jika ada apa-apa biar Mario yang menghandlenya."


"Baik pak..!!" Sandra pun langsung keluar dari hadapan Jupiter. Sementara Dimas tatapan matanya tidak lepas dari Sandra, sampai Sandra menghilang di balik pintu.


"Gak usah di lihatin terus, Sandra udah punya suami dan anak." kekeh Jupiter melihat kelakuan Dimas.


"Sayang juga ya, kalau masih single gue deketin tuh."


"Emang Raisa lo kemanain?"


"Raisa udah jadi milik oranglain." jawab Dimas datar. Mendengar jawaban Dimas, Jupiter langsung menepuk bahunya berkali-kali.


"Sorry kalau pertanyaan gue bikin lo sedih."


"It's ok...gue gak papa kok mungkin gue sama dia belum jodoh, lo sendiri sama Theolla gimana? kalian udah nikah juga sama kayak Venus dan Amanda?"


Kali ini gantian Jupiter yang merasa tidak nyaman mendengar pertanyaan Dimas.


"Udah jadi masa lalu..!!" jawab Jupiter sambil tersenyum kearah Dimas.


"Serius...gue gak tahu loh, terakhir yang gue denger lo ngelanjutin kuliah di New York gue kira hubungan lo sama dia berlanjut."


Jupiter hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas "Sepuluh tahun yang lalu, Theolla tiba-tiba menghilang dari kehidupan gue saat gue masih di New York, sampai saat ini gue belum pernah ketemu lagi sama dia."


"Theolla yang ninggalin lo?"


Jupiter mengangguk lemah.


"Tidak ada kata putus yang terucap dari kita berdua, dia yang tiba-tiba menjaga jarak sama gue sampai saat ini gue gak tahu dia berada dimana."


"Lo gak nanya sama Manda?"

__ADS_1


"Manda mungkin tahu dia berada dimana, tapi dia gak mau kasih tahu ke gue, buktinya pas nikahan Manda dan Venus dia datang."


"Lo gak ketemu sama dia?"


"Pas dia dateng, gue udah balik ke New York."


"Hmmm..rumit juga ya." ucap Dimas dia lalu menyesap sedikit kopinya dan menaruhnya kembali di atas meja.


"Lo sendiri sejak kapan di Jakarta, setahu gue bukan nya lo di Jogja?" tanya Jupiter.


"Sebulan yang lalu gue ke Jakarta, perusahaan gue sebelum nya yang di Jogja mengalami krisis makanya banyak pegawai yang di PHK termasuk gue, terus om dan tante gue nyuruh gue cari kerja disini."


"Bokap, nyokap lo dimana?"


"Mereka udah lama pindah ke Jogja, makanya gue disini tinggal sama om dan tante gue sampai gue dapet kerjaan, baru nanti gue bisa sewa apartemen."


"Oh gitu, kalau boleh tahu kenapa lo sama Raisa bisa putus?" tanya Jupiter penasaran.


"Panjang ceritanya, gak papa emang nih gue cerita di sini gak enak loh takut ada asisten lo masuk."


"Udah tenang aja, Mario tahu gue lagi ada tamu dia gak mungkin berani masuk kesini."


Dimas nampak berpikir dan menghela nafas panjang "Lima tahun yang lalu orangtua nya Raisa minta gue buat cepet-cepet nikahin dia, tapi waktu itu gue belum siap, gue kerja di kantoran aja baru setahun, masih jadi pegawai biasa, gue belum punya apa-apa, gue pengen mapan dulu baru berani buat nikahin dia."


"Terus lo mundur begitu aja?"


Dimas mengangguk lemah "iya gue gak punya pilihan lain, Raisa marah karena gue gak berani buat perjuangin dia, setelah kita putus sebulan kemudian gue denger Raisa menikah dengan cowok pilihan orang tuanya. Mungkin sekarang Raisa udah punya anak dan bahagia bersama suaminya."


"Miris juga nasib percintaan lo, gak beda jauhlah sama gue." ucap Jupiter tertawa senang.


"Tunggu-tunggu jangan bilang sekarang lo gak punya pasangan?" tanya Dimas penuh selidik.


Jupiter tersenyum kikuk dan mengusap tengkuknya dengan grogi "gue gak ada waktu buat pacaran, selama di New York gue sibuk belajar, pulang ke Indonesia gue langsung sibuk di perusahaan, terbukti sekarang perusahaan gue maju dan berkembang." ucapnya bangga.


"Gila. gila...gilla...ada ya orang kayak lo, emang di New York satupun cewek bule gak ada yang menarik perhatian lo?"


"Banyaklah yang cantik mah, banyak juga yang ngejar-ngejar gue tapi gue gak suka cewek bule bro," ucap Jupiter santai.


"Ada seorang direktur muda, kaya, mapan, tampan tapi statusnya jomblo...miris banget!!" tiba-tiba Dimas tertawa senang meledek Jupiter. Sementara Jupiter hanya membiarkan Dimas tertawa sampai puas.


"Jangan bilang sampai saat ini lo belum bisa ngelupain Theolla?" lanjut Dimas lagi dan Jupiter hanya mengangkat bahunya pelan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tekan like, vote dan koment makasih genks🙏🙏


__ADS_2