Twins Boy

Twins Boy
Pahlawan football


__ADS_3

"Jadi seriusan elo udah masuk tim football ?" tanya Theolla ketika dirinya kini tengah di kantin menikmati makanannya. Mereka berdua duduk di pojokan kantin karena kebetulan siang ini tidak begitu ramai, mengingat beberapa siswa masih mengikuti lomba dan sebagian murid yang lain masih di kelas mengerjakan tugas-tugasnya.


Jupiter pun tersenyum dan menganggukan kepala "Ya tadi aku langsung di test coach Danu dan berhasil masuk tim football," ucap Jupiter sambil menyeruput minuman dingin di hadapannya.


Theolla hanya manggut-manggut kepalanya"Oh...gede juga ya tekad lo buat masuk tim football, Manda udah tau ?"


"Belum...kan Manda masih ikut tanding bareng anak basket jadi aku belum ketemu dengannya lagi," Jupiter mengangkat kepalanya dan melihat Theolla dengan tatapan yang tidak terbaca.


"Kenapaa?? " Theolla melototkan matanya merasa risih di tatap seperti itu oleh Jupiter.


Jupiter terkekeh pelan melihat tingkah Theolla "Gak usah gugup gitu kali la, santai aja." Theolla buru-buru menghabiskan makanannya tanpa peduli omongan Jupiter.


"Besok tanding pertamaku bersama tim football kamu nonton ya la?" pinta Jupiter.


"Gak janji ya?" ucap Theolla datar dengan matanya yang masih fokus sama piring di depannya.


"Aku harap kamu datang biar aku semangat..!!"


"Kenapa gak suruh Manda aja yang nonton lo besok tanding ? "


"Tim dia kan harus ikut tim basket kemana pun tanding, jadi maksudku kamu kan gak ikut tanding biar nyemangatin aku aja ya hehehe..!!" Jupiter berkata sambil tertawa usil.


Theolla hanya meringis geli, dia lalu beranjak dari duduknya.


"Mau kemana ?" tanya Jupiter.


"Balik lah ngapain di sini terus." ketus Theolla.


"Aku anter ya..!!"


"Gak usah, elo nunggu Manda balik aja gue bisa pulang sendiri," Lalu Theolla pun berbalik berjalan meninggalkan Jupiter sendiri. Namun dengan cepat Jupiter menyusul Theolla dan menarik tangannya.


"Biar aku yang anter kamu pulang..!!" Jupiter masih tetap memaksa dan menatap Theolla tajam penuh penekanan.

__ADS_1


"Kalo sikap lo yang seperti ini ke gue orang-orang bakal mengira kita ada apa-apa loh," Theolla lalu menepis tangan Jupiter dengan keras.


"Elo itu pacarnya Manda dan semua orang juga tahu. jadi lo jangan macem-macem sama gue." ketus Theolla. Lalu meninggalkan Jupiter seorang diri yang masih menatap kepergian nya dengan wajah yang sulit di artikan.


Kadang manis, kadang baik, kadang jutek jadi makin penasaran aja gue sama Theolla.


*****


Keesokan harinya tim sepakbola SMA Merah Putih melakukan pertandingan ketiganya. Jika kali ini mereka menang maka otomatis akan melaju ke perempat final. Bertindak sebagai tuan rumah banyak para siswa yang memberi dukungan. Termasuk Amanda,Theolla,Raisa,Dimas dan Rendi yang telihat duduk di bangku penonton.


Hari ini Dimas dan Rendi memang absen tidak ada jadwal tanding, tim basketnya sudah lolos ke perempat final dan mulai bertanding esok hari. Jadilah mereka di sini memberi dukungan pada sahabatnya yang akan berjuang di lapangan hijau.


Tampak tim kesebelasan SMA Merah Putih dan SMA Budi Dharma tengah bersiap di lapangan untuk melakukan doa bersama sebelum pertandingan di mulai. Dari tim kesebelasan SMA Merah Putih ada Radit sebagai kapten,Agung,Rizki,Kevin,Daniel,Chandra,Akbar,Tedi,Dion,Yuga dan Rian sebagai kiper. Sementara Jupiter di cadangkan dulu karena masih pemain baru.


Peluit babak pertama sudah di bunyikan kedua tim saling membangun serangan untuk terciptanya sebuah goal. kedua pelatih nampak memberi instruksi di pinggir lapangan. Karena sampai peluit babak pertama selesai skor masih kacamata alias 0-0.


Dibabak kedua ini Coach Danu mulai merubah strategi permainan. Karena untuk terciptanya sebuah gol harus dengan kerjasama pemain.


"Dari SMA Merah Putih ada Radit yang membawa bola di giring saja ke depan di berikan kepada Kevin, dan di rebut oleh Samuel dari SMA Budi Dharma," suara komentator dari arah pengeras suara nampak membahana di tiap penjuru lapangan.


Sorak sorai penonton nampak heboh di pinggir lapangan ketika Jupiter memasuki lapangan hijau. Pesona nya sebagai pemain bola tak kalah hebat ketika dia berseragam basket. Jupiter tetap menjadi idola di kalangan para siswi.


Dari kejauhan nampak Raul mengepalkan tangan nya erat. Dia selalu iri kenapa Venus selalu mendapat fans yang banyak setelah dirinya keluar dari basket, ternyata di tim football pun para siswa-siswi masih mengidolakannya.


"Waktu tinggal 15menit lagi tapi kedua tim masih belum ada yang menyumbangkan gol. Akankah berakhir 0-0 saja mengingat ini adalah pertandingan yang menentukan kita lolos nggaknya ke perempat final ."


"Menuju menit-menit akhir pertandingan semakin seru, kedua tim nampak saling serang tetapi selalu gagal gagal dan gagal lagi ."


"Daniel nampak menguasai bola dibayang-bayangi terus oleh Andri dari Budi Dharma di berikan saja kepada Venus di sana dia meliuk-liuk menggiring bola nampak para pemain Budi Dharma mulai mengganggu pergerakannya, Venus berhasil menerobos dan diberikan saja kepada Radit di depan sana Radit mencoba tendangan langsung namun disundul saja oleh pemain Budi Dharma sehingga sepak pojok untuk Merah Putih ."


"Ya sepertinya sepak pojok akan di ambil oleh Venus, dia mengambil ancang-ancang dan goooaalllll......waaww...waaww... tenadangan yang sangat indah melengkung tepat di mulut gawang masuk....masuk...masukk skor 1-0 untuk SMA Merah Putih. "


Jupiter langsung melakukan selebrasi dengan mengangkat tangan nya membentuk sebuah love ke arah penonton. Teman-teman nya bersorak girang dan langsung memeluk Jupiter. Tapi tatapan Jupiter tertuju pada Theolla di bangku penonton yang tengah menatapnya bangga. Jupiter pun memberikan senyuman manis nya. Lima menit kemudian pertandingan pun selesai dengan skor tipis 1-0. Dan SMA Merah Putih berhak melaju ke perempat final.

__ADS_1


****


Setelah pertandingan selesai para pemain beristirahat di pinggir lapangan. Para siswi nampak bergerombol memberi ucapan selamat kepada Jupiter bergantian. Setelah menjadi pahlawan di pertandingan kali ini Jupiter langsung menjadi trending topic di SMA Merah Putih.


"Saya bangga sama kamu Venus baru pertama bermain langsung menyumbang gol, dan menjadi penentu kemenangan." ucap coach Danu.


"Makasih atas pujian nya, saya akan berlatih lebih giat lagi coach," ucap Jupiter Merendah.


"Ya udah anak-anak kalian teruskan istirahatnya yang mau langsung pulang boleh juga, saya permisi dulu anak-anak..!!" setelah coach Danu pergi Radit dan yang lain nya langsung memberi ucapan selamat kepada Jupiter.


"Gak nyangka gue bro, selamat ya atas gol yang elo persembahkan," Radit buka suara.


"Iya gue juga gak nyangka ternyata Venus jago juga maen bolanya," ucap Daniel.


"Gue pikir lo cuma bisa basket doang, ternyata ada bakat terpendam juga selama ini," seru Kevin.


"Kenapa gak dari dulu aja sih lo masuk tim football ?" tanya Rian kemudian. Jupiter nampak salah tingkah dengan pertanyaan Rian untung saja ada Amanda, Dimas dan Rendi yang menghampirinya.


"Yankkk kereen banget kamu tadi..!!" seru Amanda sambil bergelayut manja di lengannya.


"Iya bro hebat lo..!!" Dimas menepuk-nepuk bahu Jupiter.


"Gak nyangka gue lo sehebat ini maen bola," Rendi turut berkomentar. Jupiter tersenyum dan berterima kasih pada semua teman yang memujinya. Kini mata Jupiter mencari sosok seseorang yang sudah membuatnya semangat, tapi dia tidak menemukan Theolla di sekitarnya.


"Nyari siapa sih yank ?" pertanyaan Amanda membuat Jupiter tersadar.


.


.


.


.

__ADS_1


.


* Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like. vote dan koment ya gaes makasih🙏🙏


__ADS_2