Twins Boy

Twins Boy
Pengakuan


__ADS_3

"Aku cemburu la..."


DEG!!


Theolla langsung menoleh mendengar pernyataan Jupiter.


"Maksudnya.....?" tanya Theolla heran.


Jupiter mengulas senyum melihat Theolla seperti orang kebingungan "Aku cemburu liat kamu deket sama Raul," tegas Jupiter.


"Apa hak kamu cemburu seperti itu, kita bukan siapa-siapa jadi kamu gak ada hak buat ngomong kayak gitu sama aku." tutur Theolla.


"Ciiee jadi sekarang ngomong nya Aku Kamu nih?" goda Jupiter.


Menyadari ada yang salah dengan ucapannya Theolla langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


"Kalau lagi gugup gitu kamu makin kelihatan cantik deh," Jupiter semakin senang menggoda Theolla.


Blush


Wajah Theolla langsung memerah seketika mendengar ucapan Jupiter.


"Sadar Theolla sadar semua ini gak bener, gue gak boleh terlena sama cowok yang satu ini ." gumam Theolla dalam hati.


Ceklek !!


Pintu ruangan UKS terbuka, kecanggungan di antara mereka berakhir ketika guru muda berusia sekitar 35 tahun yang merangkap sebagai perawat di tugaskan menjaga UKS.


"Ups....sorry ganggu ya!" ucap bu Gita melihat ada sesuatu yang aneh di antara kedua anak muda ini.


"Hehehe...ngga kok bu," tukas Jupiter.


"Gimana udah di bersihin lukanya ?" tanya bu Gita.


"Udah kok bu," jawab Jupiter dan Theolla bersamaan.


Bu Gita hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat Theolla dan Jupiter jadi salah tingkah.


"Samaan nih jawabnya ciieee dasar anak muda jaman sekarang suka malu-malu kucing gitu." goda bu Gita.


"Apa sih bu, udah saya bersihin kok luka nya Venus kalau gitu saya pamit keluar dulu." Theolla buru-buru membuka pintu UKS menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karena malu.


Jupiter juga langsung turun dari brankar begitu melihat Theolla yang keluar begitu saja "Saya pamit juga ya bu, makasih..!!" ucap Jupiter buru-buru.


"Iya anak muda kejar sana ceweknya..!!" bu Gita hanya tersenyum simpul melihat tingkah anak muda jaman sekarang.


*****


Setelah mengobati luka Jupiter, Theolla langsung keluar terburu-buru dari UKS. Dia tidak ingin Jupiter melihat wajahnya yang sudah merona karena malu. Tujuan lnya satu rooftop gedung sekolahnya. Disana dia bebas berekspresi tanpa ada orang yang mengganggunya.


Dari arah ruang perpustakaan ada lorong kecil menuju rooftop sekolahnya, disana ada tangga kecil yang menghubungkan lantai tiga sekolahnya dengan lantai teratas. Theolla selalu menghabiskan waktunya untuk membaca di atas sana. Karena baginya di atas sana suasana nya sangat menenangkan, selain itu dia bisa memandang kota Jakarta dari atas sana. Berhubung tidak banyak orang yang tahu tempatnya jadi Theolla menjadikan itu sebagai tempat favoritnya.

__ADS_1


Menyusuri satu persatu anak tangga sampailah kini Theolla di bagian teratas gedung sekolahnya. Dia langsung mendudukan dirinya di sebuah kursi kayu panjang yang menghadap ke arah pemandangan kota Jakarta di siang hari. Kebetulan hari ini cuaca sedikit mendung jadi Theolla tidak takut kulitnya gosong terkena paparan sinar matahari.


Baru beberapa menit dia menormalkan detak jantung nya, tiba-tiba seseorang yang tidak ingin di temui nya sudah berdiri di depan pintu masuk.


Jupiter mengulas senyum ketika orang yang di carinya ternyata ada di hadapan nya "Jadi ini tempat persembunyian kamu La?"


Jupiter mengitari area rooftop dan dia bisa melihat pemandangan kota Jakarta terlihat sangat indah di hadapan nya "Waaaw indah sekali pemandangannya di lihat dari atas sini...!!" Jupiter berkata takjub.


"Elo ngikutin gue ?" tanya Theolla ketus.


"Iya..!!" jawab Jupiter datar.


"Untuk apa ?"


"Biar aku bisa deket sama kamu,"


Theolla menghela napas panjang lalu membuangnya perlahan "Elo tau gak kalo ini tuh salah ?"


"Iya aku tahu." jawab Jupiter tanpa rasa bersalah.


"Kalau tahu salah kenapa masih aja di lakuin?"


Jupiter tidak menggubris ucapan Theolla, tapi dia langsung merebahkan badannya di atas kursi kayu panjang dengan bertumpu pada kedua tangannya sebagai bantal. Theolla yang tengah duduk otomatis langsung berdiri.


"Adeemm ternyata disini...!!"


Theolla menggeram kesal melihat tingkah cowok di depannya ini "Gue lagi ngomong kenapa lo malah enak-enakkan tiduran sih?"


"Santai sedikit kenapa sih La, jangan terlalu buru-buru gitu?" ujar Jupiter.


"Kalau aku gak mau gimana?"


"Harus mau..!!"


"Kalau aku bilang suka sama kamu, percaya gak kamu?" Jupiter bangun dari tidurnya dan menatap lekat ke arah dua bola mata Theolla.


DEG !!


Tiba-tiba perasaan itu datang lagi, perasaan yang selalu membuat hatinya gelisah. Theolla harus menepis rasa itu jauh-jauh.


"Jangan asal ngomong , lo sadar gak lo ini siapa ? Manda pasti akan kecewa mendengar ucapan lo ini..!!!" teriak Theolla kesal.


"Ini gak ada hubungannya sama Manda, ini tentang kita berdua...aku dan kamu."


"Gillaaa lo... !!! " hardik Theolla.


"Ya aku emang udah tergila-gila sama kamu sejak pertemuan pertama kita di Bandara. Sejak saat itu wajah kamu selalu memenuhi isi kepalaku." ungkap Jupiter jujur.


Theolla memicingkan matanya heran "Di Bandara ??"


"Iya kamu lupa kita sebelumnya pernah bertemu di Bandara, waktu itu kamu nabrak aku karena kamu jalan terburu-buru."

__ADS_1


"Tunggu..tunggu...tunggu...?" Theolla nampak berpikir keras.


"Jadi cowok yang waktu itu gue tabrak itu elo Venus ?" tanya Theolla memastikan.


Jupiter tersenyum lebar memamerkan deretan gigi-gigi putihnya " Iya itu aku La dan sekarang takdir mempertemukan kita kembali di sini."


Jupiter meraih tangan Theolla dan menggenggamnya dengan erat "Sejak saat itu aku udah suka sama kamu La, dan aku seneng banget kita bisa ketemu lagi."


DEG


DEG


"Perasaan ini..kenapa aku begitu senang saat Venus mengucapkan kata-kata itu," gumam Theolla dalam hati.


Theolla langsung melepaskan genggaman tangan Jupiter "Gue mohon jangan seperti ini, nanti salah satu di antara kita ada yang sakit hati, gue gak mau jadi orang ketiga di dalam hubungan kamu sama Manda."


"Tapi aku serius sama kata-kataku barusan La, aku udah jatuh cinta sama kamu sejak pertemuan pertama kita ini gak ada hubungannya sama Manda." Jupiter mencoba menjelaskan.


Theolla tersenyum sinis "Elo bilang cinta sama gue, di saat elo punya hubungan sama sepupu gue sendiri, sadar gak sih ini tuh nyakitin buat gue harusnya lo gak usah ngomong kayak gitu."


"Elo mau gue jadi orang jahat gitu, dengan menusuk sepupu gue sendiri dari belakang Itu ga akan pernah terjadi." ketus Theolla.


Jupiter mencoba meraih tangan Theolla kembali namun segera di tepis oleh Theolla "Jangan sentuh gue dengan tangan lo itu, huuh ini sangat memalukan...!!!" ujar Theolla kesal.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan La, aku bisa jelasin kalau kamu mau,"


"Jelasin apa lagi semuanya udah jelas, elo itu pacar sepupu gue , gue harap elo bisa narik kata-kata lo barusan."


Jupiter menggeleng lemah "Kamu tatap mata aku La, aku tahu kamu juga punya perasaan yang sama denganku kan."


"JANGAN GILLAAA KAMU...!! "


"Kalau aku bilang aku ini bukan Venus kamu percaya aku nggak La?" Jupiter akhirnya membuat sebuah pengakuan yang membuat Theolla terkejut.


Theolla mendengus kesal "Jangan ngarang cerita kamu ini sungguh lucu,"


"Aku serius Theolla aku emang bukan Venus..!!"


"Kalau elo bukan Venus, terus elo siapa haah ? setannya Venus? " Theolla berkata dengan kesal menatap cowok di depannya ini.


Jupiter menghela nafas panjangnya "Aku akan jujur sama kamu La, tapi aku mohon sama kamu ini rahasia kita berdua aku percaya kamu pasti bisa tepatin janji."


Theolla hanya terdiam mendengar penuturan Jupiter "Sebenernya aku bukan Venus, tapi aku kembarannya Venus La namaku Jupiter."


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalin jejak dengan Like,Vote dan Koment makasiih genks๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2