Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Nasi kucing


__ADS_3

Theolla mengajak Jupiter makan di sebuah angkringan yang tak jauh dari komplek perumahan Theolla. Awalnya Jupiter ragu untuk mengikuti Theolla, karena ini baru pertama kalinya dia menginjakkan kaki di sebuah angkringan.


Tempatnya tidak terlalu besar, lebih mirip seperti warung tenda dengan gerobak panjang untuk mendisplay aneka ragam makanan. Terdapat kursi panjang dan juga meja untuk para pengunjung menikmati makannya. Juga terdapat tempat duduk dengan model lesehan. Kini Jupiter dan Theolla memilih duduk lesehan.


"Ini namanya nasi kucing, kamu mau coba?" Theolla menawarkan makanannya pada Jupiter yang asyik memperhatikan Theolla makan.


Jupiter bergidik ngeri "denger namanya saja sudah serem.....nasi kucing...berarti itu makanan buat kucing dong?"


Theolla tertawa lebar "ini enak kok...cuma namanya aja nasi kucing tapi sebenarnya makanan buat manusia, cuma porsinya dikemas sedikit mirip makanan buat kucing." ucap Theolla di sela suapan makannya.


Jupiter hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Theolla.


"Kamu sering ya makan di tempat seperti ini?"


Theolla menganggukan kepalanya "huummm....dulu pas perusahaan papah bangkrut, aku jadi sering makan di sini...murah meriah dan rasanya juga ueenakk, terus keseringan deh sampai sekarang."


"Coba kamu minum wedang jahenya...rasanya tak kalah enak, cocok di kala dingin seperti ini!!!" tambah Theolla lagi.


Jupiter menyesap sedikit minuman di depannya, memang enak dan bisa menghangatkan tenggorokan. Tak salah memang Theolla memilih tempat ini buat makan. Meskipun tempatnya sederhana, tapi rasanya tak kalah dengan restaurant.


"Kamu nambah lagi???" Jupiter begitu terkejut melihat Theolla membuka bungkusan yang kedua.


"Iyalah...satu mana kenyang, aku bisa ngabisin dua sampai tiga bungkus kalau makan disini."


"Seriuss???kamu gak takut gemuk??biasanya para wanita kalau sudah tengah malam seperti ini anti buat makan."


"Aku pengecualian ya...buktinya selama ini aku makan banyak tapi gak gemuk tuh." ucap Theolla sambil mencomot sate usus di depannya.


"Bagus aku salut sama kamu La..!!"


"Serius gak mau coba??" Theolla kembali menawarkan.


"Gak La...tadi aku udah makan malam sama Mario?"


"Takut gemuk ya...??" goda Theolla.


"Nggak....serius aku udah kenyang, kamu lanjut aja dulu makannya, aku minum ini juga cukup." Jupiter lalu menyesap kembali wedang jahe di hadapannya.


Theolla lalu melanjutkan kembali makan malamnya. Jupiter hanya fokus melihat Theolla yang lahap dengan makanan yang sangat sederhana itu.


Setengah jam kemudian mobil Jupiter sudah sampai di depan rumah Theolla.


"Jadi ini rumah kamu La??"

__ADS_1


Theolla menganggukan kepalanya "iya...jika tidak sibuk mampir kerumah, papah mengundang kamu dan Mario makan malam."


"Berdua sama Mario?"


"Iya...sebagai wujud ucapan terima kasih papah, karena perusahaan kamu mau bekerja sama dengan perusahaanku."


"Ohh....ku kira ada hal lain." gumam Jupiter pelan.


"Apa?"


"Eh...nggak kok, ya udah masuk sana udah malem..!!"


"Ya udah aku masuk ya...makasih buat malam ini."


Jupiter tersenyum mendengar ucapan Theolla, saat Theolla hendak membuka pintu mobil, Jupiter menghentikan pergerakan tangan Theolla dengan menyentuh lengannya.


"Kenapa??" Theolla mengurungkan niatnya membuka pintu mobil.


"Good night...!!" ucap Jupiter dengan tersenyum manis.


"Iya...kamu juga hati-hati di jalannya..!!"


Setelah itu Theolla turun dari mobil Jupiter dan masuk kedalam gerbang rumahnya, sementara Jupiter melajukan kembali mobilnya menuju hotel tempat dia menginap.


*****


Theolla hanya tidak ingin kedua orangtuanya merasa sedih dan bersalah karena memaksa Theolla menjalani perjodohan ini.


"Aku udah dapet cincinnya kok mah, pah kalian tenang aja gak perlu khawatir." ucap Theolla di sela sarapan pagi mereka.


"Tapi mata kamu sembab sayang, apa terjadi sesuatu semalam antara kamu dan Raka?" tanya Mona penasaran.


"Iya...bahkan kami tidak ingat jam berapa kamu pulang semalam, handphone Raka sama kamu malah gak bisa di hubungi." tutur Bima.


"Maaf mah..pah...ponselku semalam kehabisan baterai, aku baik-baik aja kok kalian gak usah khawatir."


"Lagian apa yang perlu di khawatirin, kak Olla kan semalam pergi sama calon suaminya ini." Darel yang sedari tadi hanya menyimak ikut buka suara.


"Bener memang apa yang di katakan Darel, tapi semalam perasaan mamah tuh gak enak mikirin kamu." Mona mengungkapkan kehawatirannya.


"Sudah mah, pah...aku baik-baik aja kok."


Setelah itu mereka melanjutkan kembali sarapan paginya, Theolla segera berpamitan untuk segera berangkat ke kantor. Namun di perjalanan Theolla tidak langsung menuju kantornya, tapi dia mampir ke tempat Raka berada.

__ADS_1


Selama tinggal di Surabaya Raka membantu bisnis orang tuanya, dan di sinilah sekarang Theolla berada di sebuah perusahan properti terbesar di Surabaya.


Brakkk !!


Theolla membuka pintu ruangan Raka dengan keras, dia tidak memperdulikan teriakan sekertaris Raka yang mengatakan bahwa Raka sedang ada tamu. Dan ternyata benar saja, Raka memang sedang ada tamu seorang wanita muda yang tengah duduk di pangkuan Raka. Mereka sedang melakukan hal yang tidak senonoh di ruangan Raka.


Theolla begitu jijik melihat kelakuan Raka langsung di depan matanya, selama ini dia hanya mendengar desas desus dari orang lain. Namun kini secara tidak langsung Theolla memergokinya.


"Waah.....ada angin apa calon istriku datang sepagi ini?" sapa Raka sambil membetulkan kancing kemeja atasnya yang sudah terbuka. Sementara wanita di pangkuan Raka segera berdiri dan merapihkan penampilannya.


"Sayang tunggu di luar dulu ya....nanti kita lanjut lagi kegiatan kita..!!" ucap Raka pada wanita itu dengan mengerling nakal. Si wanita pun menuruti apa kata Raka dan keluar dari ruangannya.


"Apa maksud lo melakukan hal keji padaku semalam???" geram Theolla.


Raka tertawa sinis "gue hanya ingin bersenang-senang sama lo semalam...gak minta lebih."


"Sial*n ....dasar pria tak bermoral dimana pikiranmu Raka...gue bisa laporin semua kelakuan buruk lo pada keluarga kita.. biar mereka menggagalkan rencana pernikahan kita."


"Oh ya....silahkan saja kalau lo berani, gue bisa laporin balik bahwa semalam lo di bawa pergi seorang pria ke dalam hotel." ancam Raka.


"Brengs*k..!!!.itu semua gara-gara lo Raka, lo yang mulai duluan lo yang ngejebak gue!!!" ucap Theolla berapi-api.


Tiba-tiba tawa Raka menggelegar "Theolla...Theolla....gue ini calon suami lo, wajar kalau gue ingin .bersenang-senang denganmu... penolakanmu selama ini membuatku semakin penasaran sama lo." Raka membelai pipi Theolla, namun segera di tepis oleh Theolla.


"Jangan berani-berani lo sentuh gue!!!!"


"Terus pria yang semalam bebas gitu sentuh lo? siapa dia?? siapa pria yang udah ganggu kesenangan gue semalam??"


"Lo gak perlu tahu siapa dia...yang pasti dia bukan cowok brengs*k seperti lo..!!!"


"Hooo....jadi lo mengenal baik pria yang semalam, oke jika lo gak mau ngasih tahu... gue akan cari tahu sendiri...!!"


"Terserah lo...!!!!"


Theolla tidak ingin melanjutkan perdebatannya dengan Raka, dengan masih menahan kesal dia langsung keluar dari ruangan Raka.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2