
Jupiter dan Theolla keluar tidak jauh dari area rumah sakit,mereka memutuskan untuk makan di sebuah warung tenda yang menjual aneka seafood. Setelah pesanannya datang, Jupiter langsung menyantap makanannya dengan lahap, berbeda dengan Theolla yang hanya mengaduk-aduknya saja.
Jupiter melirik Theolla yang nampak tidak bersemangat dengan makanan di depannya "Di makan dong La, masa cuma di aduk-aduk seperti itu..!!" ujar Jupiter matanya menatap lurus memandang Theolla.
"Aku gak berselera buat makan," ucap Theolla pelan. Pikirannya tidak tenang masih memikirkan Amanda.
"Hmmm....mau aku suapin?" goda Jupiter, dengan sendoknya yang sudah mengarah tepat di depan mulut Theolla.
Theolla tersipu malu melihat sekeliling yang nampak ramai pengunjung "Nggak ihhh.... malu sana banyak orang..!!!" Theolla langsung menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Ngapaiin malu? orang sama pacar sendiri," imbuh Jupiter.
"Tapi ini di depan umum ay aku malu..!!"
"Manggil apa barusan?" wajah Jupiter berbinar senang mendengar Theolla memanggilnya dengan sebutan ay.
"Ay...!!" jawab Theolla datar.
"Sekali lagi..!!"
"Ay...!!"
"Ay...!!
Tiba-tiba terdengar gelak tawa dari Jupiter "Aku seneng kamu panggil aku ay, makasih ya sayang..!!" Jupiter meremas tangan Theolla dan mencubit pipinya gemas.
"Ayo terusin makan nya, aku suapin ya sayang..!!" Jupiter mengambil alih piring yang ada di depan Theolla, namun dengan sigap Theolla menahannya.
"Aku makan sendiri aja ay..!!" lalu Theolla pun mulai menyantap makanan nya dengan lahap. Jupiter hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Theolla.
"Tadi bilangnya gak selera makan, tapi itu makannya kayak orang kelaperan," kekeh Jupiter.
"Mubazir kalau gak di makan."
"Bilang aja doyan..!!" Theolla hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Jupiter. Setelah itu mereka lalu melanjutkan kembali makan yang sempat tertunda.
"Rencana kamu besok apa? ke sekolah lagi apa nggak? " tanya Theolla di sela-sela makannya.
"Ya kalau Venus udah kembali, aku mau lanjut kuliah," jawab Jupiter.
Theolla mengerucutkan bibirnya "Jarang ketemu nanti kalau kamu udah kuliah ay," pikiran Theolla berkelana kemana-mana, membayangkan Jupiter yang terlebih dulu masuk bangku kuliah.
Jupiter mengulas senyumnya melihat Theolla yang cemberut "Kata siapa, aku usahain buat anter jemput kamu ke sekolah." Jupiter mencoba menenangkan Theolla.
"Sekarang kamu bisa ngomong kayak gini, gak tahu nantinya, aku sebenernya iri sama kamu loh..!!"
__ADS_1
Jupiter mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Theolla "Maksudnya iri kenapa?"
"Ya iri kamu masuk kuliah lebih dulu daripada aku ay..!!" ungkap Theolla dengan bibirnya yang cemberut.
Jupiter hanya menggeleng-gelengkan kepalanya "Tahun depan kita kuliah sama-sama ya,"
"Gak janji ya..!!"
"Loh?"
"Kalau aku di suruh balik ke Bandung gimana?"
"Yah jangan donk...!!"
"Semoga aja orangtua ku tetap ngijinin aku tinggal di sini," imbuh Theolla.
"Gak papa Jakarta-Bandung kan deket," kekeh Jupiter. Matanya usil menggoda Theolla, yang langsung mendapat cubitan dari Theolla. Setelah menyelesaikan makan malamnya mereka pun kembali ke rumah sakit.
*****
Keesokan paginya Venus sudah tiba di Indonesia, dari Bandara dia langsung menuju rumah sakit tempat Amanda di rawat. Setibanya di sana Venus langsung menuju ruang rawat Amanda. Dari kejauhan Venus bisa melihat teman-temannya yang sedang duduk di ruang tunggu.
Raisa yang menyadari kehadiran Venus langsung mencubit lengan Dimas "Itu Venus bukan sih?" tunjuk Raisa mengarah pada Venus yang berjalan kearah mereka.
"Elo udah dateng?" sapa Dimas, Venus hanya tersenyum menanggapi. Kini Venus berjalan menuju Jupiter dan Theolla yang duduk tak jauh dari tempat Dimas dan Raisa duduk.
Theolla yang pertama kali menyadari kehadiran Venus, langsung kaget begitu Venus tiba-tiba menarik kerah baju Jupiter, dan melayangkan sebuah pukulan terhadap saudara kembarnya.
"Venus..!!!" hardik Theolla keras, dirinya langsung membantu Jupiter bangun dan memegang lengan Jupiter erat. Melihat adanya sedikit keributan Dimas dan Raisa langsung menghampiri mereka.
Jupiter hanya meringis memegang pipinya yang di pukul Venus, dia sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Venus pasti akan marah padanya karena tidak bisa menjaga amanat darinya.
"Elo apa-apaan sih kenapa pake mukul Jupiter segala?" Theolla yang tidak terima langsung angkat suara.
"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Manda bisa celaka? gue kan udah bilang jaga Manda selama gue gak ada jangan sampai dia tersakiti?" hardik Venus keras, matanya menatap tajam ke arah Jupiter.
Dimas yang melihat ada keributan kecil langsung melerainya "Sabar Ven, elo gak bisa salahin Jupiter di sini itu elo yang paling bersalah bisa-bisanya lo bohongin kita semua dengan menyuruh Jupiter nyamar jadi elo,"
"Iya bener, lo gak bisa salahin Jupiter..!!" ucap Raisa membenarkan ucapan Dimas.
"Sorry Ven, gue gak ada maksud buat nyakitin Manda semuanya terjadi begitu saja, gue sama Theolla..." ucapan Jupiter menggantung.
"Jadi Theolla penyebabnya?" tanya Venus penuh selidik. Theolla hanya menunduk mendengar perkataan Venus.
"Iya Manda salah paham dengan kita berdua, dia mengira gue udah khianatin Manda," Jupiter menggenggam erat tangan Theolla, pandangan Venus kini mengarah pada genggaman tangan Jupiter untuk Theolla
__ADS_1
Venus pun tersenyum sarkas "Kalian udah sejauh ini?" merasa tidak percaya melihat saudara kembarnya, memiliki hubungan yang dekat dengan sepupu dari kekasihnya sendiri
"Gak ada yang salah bukan jika mereka saling suka?" kali ini Raisa angkat suara.
"Iya bener bebh aku setuju sama kamu," ucap Dimas. Venus begitu terkejut melihat Raisa dan Dimas yang nampak akur
"Kalian berdua juga?" tunjuk Venus pada Raisa dan Dimas bergantian.
"Iya," ucap Dimas dan Raisa bebarengan.
"Gue sama Raisa udah jadian," jelas Dimas.
Venus langsung tergelak mendengar penuturan Dimas "Gue ketinggalan banyak hal ternyata selama gue di Korea,"
"Mumpung Venus udah di sini ayo kita jelasin sama-sama pada Manda," tutur Theolla. Mereka berlima pun akhirnya memasuki ruangan Amanda. Di dalam sana nampak Maria sedang menyuapi Amanda.
Begitu melihat teman-temannya datang, Amanda menghentikan aktifitasnya dia menatap satu persatu teman nya,dan pandangan nya kini beralih pada Venus dan laki-laki di sebelahnya yang mirip Venus. Lalu Venus langsung menghampiri Amanda yang masih bingung melihat dua orang yang sama rupanya.
"Yank maafin aku ya...!!" Venus duduk di sebelah ranjang Amanda dan menggenggam nya erat. Tapi tatapan Amanda masih tertuju pada laki-laki yang berdiri di sebelah Theolla. Dia menatap bergantian pada Venus dan Jupiter.
"Dia itu saudara kembarnya Venus, kamu selesein dulu ya masalah dengan teman-teman mu," Maria angkat bicara melihat wajah bingung Amanda. Maria sudah mengetahui Venus yang mempunyai saudara kembar, ketika semalam Rianti menceritakan semuanya.
"Kembar...?" ulang Amanda bingung.
"Maafin aku yank, aku gak pernah duain kamu, yang lagi dekat sama Theolla tuh kembaran ku Jupiter," jelas Venus.
"Iya Manda selama ini kamu salam paham sama aku dan Jupiter," kini Theolla ikut meyakinkan Amanda.
"Tunggu-tunggu gue bingung, sebenarnya ada apa ini siapa yang udah bohongin gue di sini?" Amanda masih terlihat bingung dengan situasi ini.
"Maafin aku yank, sebenarnya selama ini aku pergi ke Korea dan yang kamu lihat selama ini di sekolah adalah Jupiter kembaranku," jelas Venus.
"APAAA...!!!" Amanda nampak kaget mendengar penuturan Venus.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like,vote dan koment ya genks maaciiww🙏🙏
__ADS_1