Twins Boy

Twins Boy
Pulang bareng


__ADS_3

Jupiter mengepalkan tangannya erat, begitu melihat Theolla yang terlihat akrab dengan Raul lelaki yang menjadi rival Venus. Jupiter tidak menyangka apa mereka sudah sedekat ini. Niatnya yang ingin mendekati Theolla sungguh sulit di saat dirinya tengah menyamar menjadi Venus.


"Kayaknya kalian berdua kalah cepet tuh sama si Raul," ujar Raisa menoleh ke arah Dimas dan Rendi.


Dimas hanya tertawa pelan "Gue gak ikutan Sa, entar kalo gue ikutan nasib lo gimana gak ada cowok lagi yang mau sama lo kecuali gue..!!" sontak Raisa langsung melototkan matanya.


"Bagus lah kalo gitu berati saingan gue berkurang satu," timpal Rendi.


"Theolla ngapaiin sih deket-deket sama si Raul, padahal gue udah peringatin dia loh jangan terlalu deket sama Raul..!!" ujar Amanda.


"Kenapa jadi lo yang ambil pusing, biarin aja itu terserah Theolla." tukas Raisa.


"Gue cuma gak mau dia salah pilih..!!"


"kalau Theolla sama gue lo setuju gak Manda?" tanya Rendi.


Amanda hanya mencibirkan bibirnya "Gak sama lo juga..!!" sontak perkataan Amanda membuat Raisa dan Dimas tertawa senang.


"Seehh jahat banget sih lo Manda," Rendi mencebik kesal.


"Kamu kenapa sih diem aja yank?" tanya Amanda sama Jupiter.


"Gak papa kok," jawab Jupiter.


"Lo serius mau masuk tim sepak bola?" tanya Dimas penasaran.


Jupiter mengangkat bahunya pelan "Entahlah kalau masih bisa gue pengen coba masuk," Jupiter tetap fokus menghabiskan makanan di depannya. Sambil sesekali matanya mencuri-curi pandang ke arah Theolla dan Raul, yang duduk tak jauh dari tempat dia duduk.


"Emang sejak kapan kamu suka football perasaan aku gak pernah liat deh kamu maen bola?" tanya Amanda.


"Iya gue juga..!!" tutur Dimas dan Raisa bersamaan. Sontak Raisa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ciieee ngomongnya bisa samaan gitu, jodoh nih." ejek Amanda. Mendengar perkataan Amanda membuat Raisa tersipu malu.


"Ciieeee merah tuh mukanya..!!" goda Rendi.


"Tau nih Raisa malu-malu kucing, tinggal bilang suka gue juga, gampang kan kita bisa langsung jadian." Dimas angkat suara.


"Apaa sih lo ngomong kayak gitu ?" ketus Raisa.

__ADS_1


"Iya Sa, udah jujur aja kalau suka bilang suka kalau nggak entar jangan nyesel kalo Dimas nyari cewek laen." tutur Amanda.


"Ihhhh kalian malah mojokin gue sih..!!" Raisa mencebik kesal, Dimas yang ada di sebelahnya hanya terkekeh geli.


"Lo kalau lagi cemberut gini makin cantik tau," ucap Dimas.


"Ciieeeee...suittt...suiiittt " sontak perkataan Dimas membuat gelak tawa dari Rendi,Amanda dan Jupiter.


"Udah donk godain gue nya kalian tega banget sih, oh iya sejak kapan lo bisa maen bola Venus? " Raisa mengalihkan pembicaraan nya.


Jupiter menoleh dan berpikir sesaat "Sebenernya gue suka sepakbola sudah lama dari gue kecil."


"Kok aku baru tahu ya yank, setahuku kamu dari kecil sukanya kan basket..!!" ungkap Amanda.


Mati gue. Sekarang kan gue lagi jadi Venus gue lupa kalo Venus gak suka football.


"Emmmm itu...iya gue emang suka nya basket dari kecil, tapi kadang-kadang gue juga maen bola, tapi jarang sih sesekali kalau gue pengen, tapi sebenernya gue bisa kok maen bola kalian aja yang gak pernah lihat." tutur Jupiter menjelaskan.


"Oh gitu.. !!" Dimas dan Rendi nampak menganggukan kepalanya.


"Coba aja kalau lo mau masuk tim football tanya si Radit setahu gue dia yang jadi kaptennya," usul Rendi.


"Ya udah nanti biar gue tanyaiin...!!"


*****


Setelah menonton pertandingan Voli, Jupiter bergegas pulang karena setelah dirinya keluar dari tim basket dia terbebas dari latihan. Dimas dan Rendi terpaksa mengikuti latihan tanpa kehadiran Jupiter, begitupun dengan Amanda dan Raisa mereka latihan cheerleaders juga.


"Sorry ya gue gak ikut latihan bareng kalian," ucap Jupiter.


"Ya udah lo balik nya hati-hati..!!" Dimas angkat suara.


"Aku juga balik ya man, maaf gak bisa nungguin,"


Amanda hanya terdiam dan cemberut "Gini nih kalo kamu keluar basket kita gak bareng-bareng lagi,"


"Ya udah yu Sa...!! Amanda dan Raisa pun berlalu dari hadapan Jupiter,Dimas dan Rendi.


"Ya udah gue jalan dulu ya..!!" Jupiter melambaikan tangan nya,Dimas dan Rendi menganggukan kepalanya menatap kepergian Jupiter.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran Jupiter langsung menyalakan mobilnya namun di dia melihat Theolla yang berjalan seorang diri.


"Theolla..!! " panggil Jupiter.


Theolla langsung menoleh ke arah Jupiter "Ya?"


"Mau pulang bareng gak, Manda kan lagi latihan dulu?"


"Gak usah gue mau pesen taxi online aja," tolak Theolla.


Jupiter tak patah semangat dia terus membujuk agar Theolla mau di ajak pulang bareng.


"Ya udah deh, tapi jujur gue gak enak sama Manda."


"Gak papa kan kamu sepupunya Manda ini,"


"Hah Kamu..?" Theolla agak risih juga mendengar Jupiter memanggil dengan sebutan kamu. Tapi dia tidak terlalu mempermasalahkannya. Jupiter dengan senang hati membukakan pintu mobil untuk Theolla.


"Nanti kasih tau arah menuju rumah kamu ya la?" ujar Jupiter sambil memakaikan sabuk pengaman.


Theolla mengernyit heran "Loh gue tinggal sama Manda masa lo lupa rumah pacar lo sendiri,"


Mati gue. Lupa lagi alamatnya di mana ya gue gak nanya Venus dulu.


"Hmmm pokoknya kamu tunjukin aja ya jalannya, jangan tanya alasan kenapa." Theolla hanya mengangguk meski dirinya bingung dengan sikap Jupiter yang di kiranya Venus.


Ini aku kasih bonus para visualnya ya, kalo tidak sesuai dengan imajinasi kalian mohon di maafkeun yah gaes😁😁


*Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like,Vote dan Koment makasihhh🙏🙏






__ADS_1




__ADS_2