
Sesampainya di rumah Venus melihat mobil bundanya sudah terparkir di sana. Dia pun segera mempercepat langkahnya memasuki rumah. Terlihat Rianti tengah berkutat di dapur bersama asisten rumah tangganya mbok nah.
"Sore bun," Venus menghampiri Rianti dan mencium pipi kanannya.
"Sore sayang, kok baru pulang sih jam segini ?" tanya Rianti sambil tetap melanjutkan kegiatan memasaknya.
"Tadi mampir ke rumah Manda dulu bun," Venus mendudukan dirinya tak jauh dari tempat bundanya memasak, sambil membuka satu kaleng minuman dingin yang di ambil dari lemari pendingin.
"Oh bunda udah lama gak ketemu sama Manda lain kali kamu aja dia main kesini ya," Pinta Rianti yang sudah selesai memasak dan membuka apron yang melekat di badannya.
"Iya bun nanti kalo bunda libur aku ajak dia main kesini."
"Bunda kok tumben jam segini udah di rumah?" tanya Venus.
"Tadi kerjaan bunda gak terlalu banyak urusan di butik udah di handle sama asisten bunda." tutur Rianti menjelaskan.
"Ya udah sana kamu mandi dulu habis itu kita makan malam bersama," Rianti mengelus-elus rambut anaknya yang sudah mulai beranjak dewasa.
"Venus kangen sama ayah bun," ucap Venus tiba-tiba menghentikan langkah Rianti yang hendak menuju ke ruang tengah.
"Emang minggu ini ayah kamu belum ngasih kabar?" tanya Rianti karena setahu dia Andre sering mengabari anaknya lewat telpon atau video call.
"Belum ada bun, Jupiter juga gak biasanya gak ngasih Venus kabar beberapa minggu ini."
"Mungkin ayah dan kakak kamu lagi sibuk jadi mereka belum sempat ngasih kabar, sama bunda juga sama kakak kamu udah lama gak ada kabarnya." Ucap Rianti menjelaskan sambil menyaut majalah fashion yang ada di hadapannya.
"Kapan sih bunda mau ngijinin Venus pergi ke Korea nengokin ayah dan adik baru Venus?" tanya Venus yang langsung mendudukan dirinya di sebelah Rianti.
"Venus udah gede bun bukan anak kecil lagi." tambahnya lagi.
"Iya nanti kalo udah saatnya kamu boleh pergi kesana ,masa iya kamu tega ninggalin bunda sendirian di sini." Rianti memasang muka sedih mencoba menggoda anaknya agar Venus tidak merengek terus minta pergi ke Korea.
"Salah siapa bunda betah menyendiri, bukannya nyari ayah baru buat Venus." Ujar Venus yang hanya mendapat cibiran dari Rianti.
__ADS_1
"Kamu ini kalo ngomong emang di kira nyari suami itu gampang!!" sela Rianti sambil melempar bantal kursi di sebelahnya.
"Bunda mau nyari yang kayak gimana,ntar Venus bantuin bun pasang iklan di biro jodoh ?" Ucap Venus sambil terkekeh geli.
"Wahh sembarangan di kira bunda gak laku kali, gini-gini juga banyak yang mau sama bunda." Rianti langsung menepuk-nepuk dadanya bangga.
"Tapi mana satupun gak ada yang di bawa ke rumah ?"
"Nanti kalo udah ada yang cocok pasti bunda kenalin sama kamu ."
"Jadi sekarang belum ada ??" tanya Venus dan Rianti hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum simpul, Venus hanya menepuk jidatnya pelan.
"Ya udah Venus ke kamar bun mau mandi dulu ya," Venus beranjak dari duduknya.
"Iya sana!!" Rianti kembali melanjutkan kegiatan membaca majalahnya.
Setelah 5 tahun bercerai dengan Andre, Rianti memang belum ada niatan untuk mengakhiri masa sendirinya. Dirinya kini masih fokus untuk mengembangkan usaha butiknya. Walau kenyataannya usaha Rianti kini sudah termasuk sukses dan memiliki banyak pelanggan.
Banyak pengusaha yang mendekati Rianti berniat untuk serius dengannya, tapi Rianti selalu menolak mereka dengan halus karena alasan pekerjaan. Rianti takut apabila dia berumah tangga nanti, suaminya akan mengekang dia menjadi wanita karir seperti suaminya terdahulu. Itulah sebabnya Rianti lebih betah menyendiri.
Malam hari tampak Venus tengah asik bermain game di komputernya. Munculah satu panggilan dari nomor tak di kenal di handphonenya, Venus pun enggan untuk mengangkat telpon itu takutnya hanya nomor iseng saja. Tapi nomor itu terus berkali - kali menghubunginya sampai akhirnya Venus menggeser layar hijau di handphonenya.
"Hallo" ucap suara berat di sebrang sana.
"Iya hallo siapa ya?" tanya Venus kemudian.
"Ini gue masa lo gak kenal suara gue"
"Siapa sih?" Venus mulai mengingat-ngingat suara siapa yang tengah menelponnya.
"Hmmmm jadi gitu beberapa minggu gue gak nelpon lo lupa sama gue?"
"Tunggu-tunggu ini Jupiter bukan??" Tebak Venus.
__ADS_1
"Yesss ini gue brother." Jupiter pun mengiyakan saudara kembarnya.
"Gimana kabar lo kemana aja lo selama ini?"
"Sorry beberapa minggu ini gue sibuk jadi gak sempet kabarin lo sama nyokap, oh iya gimana kabar lo sama bunda ?" tanya Jupiter.
"Alhamdulillah gue sama bunda baik-baik aja, kabar ayah dan adik kecil kita gimana?" tanya Venus balik.
"Mereka juga baik - baik aja di sini, Alea merindukan kakak *yang satunya lagi nih kapan rencana lo mau kesin*i??" tanya Jupiter penuh harap, karena bagaimana pun Venus belum pernah bertemu Alea dari semenjak lahir.
"Gak tau nih bunda gak pernah ngijinin gue berangkat kesana sendirian, katanya ntar nunggu gue lulus sekolah baru boleh ke Korea." Papar Venus menjelaskan.
"Cehh kelamaan itu mah."
"Ya coba donk lo bujuk bunda biar gue di ijinin pergi ke sana, umur gue udah 17 tahun masih aja di anggap anak kecil sama bunda." Venus menghela napas nampak sedih.
"Ya udahlah mau gimana lagi lo harus nurut sama bunda, titip salam aja ya sama bunda bilang gue kangen sama bunda."
"Iya - iya ntar gue sampein sama bunda."
"Gue tutup dulu ya telpon nya ngantuk gue mau tidur." terdengar suara Jupiter yang menguap dari sebrang sana.
"Ya udah jangan lupa lo mimpiin gue ya?" Ucap Venus sambil terkekeh pelan.
" Cehhh " Jupiter pun hanya mendesis mendengar ucapan Venus. Pembicaraan mereka pun berakhir setelah Jupiter mematikan sambungan telponnya. Ada rasa lega di hati Venus setelah mendengar suara kembarannya yang ternyata baik-baik saja.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasih genks๐๐