Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Taman kota


__ADS_3

Hampir dua jam Venus dan Amanda mengitari jalanan ibu kota. Selama itu pula mereka bertanya mencari keberadaan tukang kue dongkal. Tapi setiap kali bertanya jawabannya sama tukang kue dongkal baru buka sore hari. Alhasil mereka kini berada di sebuah taman kota keempat yang mereka kunjungi, Venus yang merasa lelah terpaksa menghentikan mobilnya mencari lahan parkir kosong.


Memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri Venus menoleh melihat sang istri yang nampak segar tak terlihat cape sedikitpun.


"Kamu gak cape mih?" Venus yang khawatir menatap sang istri yang terlihat biasa saja.


"Nggak. Justru aku khawatir kamu kecapean gara-gara nyari kue yang aku pengen."


"Sedikit sih. Ara gimana? dia nyariin gak kamu keluar kelamaan?"


"Pulang sekolah Ara mampir dulu kerumah bunda, paling nanti malam baru pulang."


"Ya udah kalau gitu, ini udah sore juga semoga di tempat ini kita nemuin kue dongkal itu."


"Maaf ya pih kamu jadi repot gara-gara aku." Amanda yang merasa tidak enak hati mengusap lengan Venus.


Venus tersenyum dan mengelus perut Amanda "gak perlu minta maaf sayang, papih ikhlas nyariin buat kamu. Ya udah aku turun dulu kamu tunggu di sini ya..!!"


"Aku ikut pih...haus juga pengen nyari yang seger-seger."


"Serius kamu gak cape ikutan turun?"


"Gak papih."


Amanda dan Venus lalu turun dari mobil. Mereka berjalan beriringan menuju taman kota yang sore itu sudah ramai pengunjung. Terdapat banyak sekali jajanan murah meriah yang sangat menggugah selera. Ini bukan pertama kalinya bagi Amanda dan Venus menginjakan kakinya disini. Dulu saat mereka masih berpacaran Amanda dan Venus sering berkencan ketempat seperti ini.


"Kalau cape ngomong ya mih..!!" Venus melingkarkan tangannya di bahu Amanda, memapahnya dengan hati-hati.


"Aku gak papa pih, justru orang hamil harus banyak gerak biar persalinannya gampang."


"Iya aku tahu itu, tapi ini di tempat umum mih aku takut ada apa-apa sama kamu juga bayi kita."


"Jangan parno deh pih." Amanda mencubit perut Venus, meliriknya dengan gelengan kepala. Seketika langkah Amanda terhenti melihat sesuatu yang membuat air liurnya serasa ingin menetes.


"Kenapa mih?" tanya Venus heran. Bukan jawaban yang Venus dapet, tapi Amanda langsung menarik tangan Venus dengan cepat.


"Mih...hati-hati jalannya !!"


"Ayo pih aku mau itu!!" tunjuk Amanda pada penjual es dawet ayu.


"Tadi bilangnya pengen kue dongkal?"


"Ya nanti. Sekarang pengen itu dulu, kayaknya seger banget pih." ujar Amanda saat melihat orang yang duduk sambil menikmati segelas es dawet ayu.

__ADS_1


Setibanya disana, Venus dan Amanda langsung memesan dua gelas es dawet ayu. Mereka lalu mengambil tempat dan duduk di kursi plastik yang masih kosong.


"Bang mau nanya yang jualan kue dongkal ada di sebelah mana ya?" tanya Venus sambil menikmati minumannya.


"Biasanya ada mas di sekitar taman sini, sebelah sana mas coba lihat kesana." tunjuk tukang es dawet ayu.


"Ya udah makasih ya bang, nanti saya coba cari kesebelah sana. Ini istri saya lagi pengen banget nyobain kue itu."


"Lagi ngidam ya mbak."


Amanda hanya tersenyum mengiyakan. Setelah selesai mereka segera membayar minumannya dan segera berburu kue dongkal. Venus dan Amanda mulai mengelilingi taman dengan berjalan kaki.


"Itu pih..!!" Amanda bersorak girang ketika menemukan apa yang dia cari.


"Ya udah ayo kita kesana."


Sesampainya di sana Amanda langsung antusias. Dia langsung mengambil satu yang sudah di potong dan menyuapkan kedalam mulutnya. Sementara Venus langsung memborong kue yang di inginkan istrinya itu.


"Bang saya ambil semua yang udah mateng ya!!"


Tukang kue dongkal yang sudah separuh baya melongo kaget. Dirinya yang belum lama buka tiba-tiba dagangannya langsung di borong orang.


"Serius ini mas?"


Amanda langsung mencubit perut Venus "ihhh papih orang aku mau kuenya bukan gerobaknya"


"Ya sekalian mih, kali aja kamu mau jualan juga." candaan Venus membuat Amanda mencebikan bibirnya.


"Ini jadi di ambil semua mas?"


"Iya pak bungkus semua!!"


"Banyak banget pih aku kan cuma mau nyobain, ternyata enak nih kamu cobain juga." Amanda mengulurkan tangan berisi kue dongkal ke dalam mulut Venus. Sementara Venus mengangguk setuju bahwa rasa kue dongkal itu sangatlah enak.


"Nanti di rumah kita bagi-bagi buat Lala sama si bibi."


Sementara abang kue dongkal selesai membungkus semua dagangannya Venus langsung mengeluarkan dompet dari dalam saku celana.


"Berapa semua bang?"


"Lima ratus ribu mas."


Venus mengeluarkan sepuluh lembar pecahan seratus ribuan dan langsung menyerahkan pada penjualnya.

__ADS_1


"Ini kebanyakan mas." ujarnya setelah dia selesai menghitung.


"Sisanya di ambil saja ya bang, anggap saja itu rejeki lebih hari ini."


Tukang kue dongkal mengucap syukur berulang kali dan terus berterima kasih pada Venus dan Amanda. Setelah selesai dengan drama kue dongkal mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah.


*****


Sementara jauh di Labuan Bajo sana Jupiter dan Theolla tengah berkemas untuk segera kembali ke Ibu Kota. Mereka sudah melewati waktu tiga hari disana, dan saatnya untuk mengakhiri bulan madu untuk kembali menjalani aktifitas seperti biasanya.


"Sayang kok aku gak rela ya mengakhiri liburan ini." ucap Jupiter saat sibuk memasukan barang-barangnya ke koper.


Theolla yang tengah duduk di sofa mendengus kesal "aku malah ingin segera pulang, kamu sudah mengurungku selama dua hari di kamar hotel. Sungguh rugi tempat wisatanya tidak semua aku kunjungi semua gara-gara kamu!!"


"Tapi kan dengan begitu kita bisa segera ngasih mamah dan papah cucu. Nanti biar kita lanjut di Apartemen ya!!" goda Jupiter. Karena tubuh Theolla kini sudah menjadi candu bagi Jupiter, ternyata menikah itu seenak ini.


"Kembali ke Jakarta kamu fokus lagi dengan perusahaan, jangan macem-macem bulan madunya sudah selesai."


"Jahat yank...!!"


"Biarin. Itu oleh-oleh buat orang di rumah sudah di packing semua?"


"Sudah sayang!!" Jupiter menghampiri Theolla memeluknya dari belakang, mengendus aroma wangi dari tubuh Theolla.


Theolla sontak menghentikan pergerakannya "kau mau apa?"


"Mau main-main sayang masih ada dua jam lagi penerbangannya...!!" goda Jupiter yang terus menciumi leher jenjang Theolla. Sementara Theolla yang merasa geli tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sudah paham keinginan Jupiter.


"Nanti ketinggalan pesawat yank!!"


"Gak bakalan sayang..bentar ya !!" detik itu juga Jupiter membalikan tubuh Theolla dan langsung melum*at bibirnya dengan rakus. Mengecapnya dengan penuh nafsu seperti tidak ada bosannya.


Jupiter membaringkan tubuh Theolla di atas sofa dan mulai melepas satu persatu kain yang menempel pada tubuh mereka. Alhasil sore itu suara erangan dan desahan terdengar merdu di dalam kamar hotel. Theolla mulai terbuai oleh permainan panas Jupiter.


.


.


.


.


Like, Vote, Koment dan rate 5🙏😍

__ADS_1


__ADS_2