
Mentari pagi sudah muncul dari balik peraduannya menyambut hari yang lebih baik dari hari-hari kemarin. Para pengais rejeki sudah hilir mudik di jalanan ibu kota, yang tak ayal selalu terjadi kemacetan setiap harinya. Hari senin merupakan hari yang padat bagi sebagian orang untuk menjalankan aktivitasnya.
Nampak di sebuah SMA favorit di Jakarta upacara bendera tengah di laksanakan, dengan Venus sang ketua osis yang memimpin jalannya upacara dan pak Budiono yang menjadi pembina upacara. Setelah 30 menit berlalu upacara selesai di laksanakan seluruh siswa pun langsung berhamburan masuk ke kelasnya masing-masing.
"Sa siang ini gue ijin latihan ya," Amanda memulai pembicaraannya.
"Loh emangnya mau kemana pake ijin segala? " tanya Raisa.
"Gue mau jemput sepupu gue di bandara." tukas Amanda.
"Sepupu lo yang mana??"
"Itu loh yang dari Singapura rencana dia mau sekolah di sini."
"Cewek apa cowok Manda sepupu lo?" Rendi dari arah belakang turut menimpali.
"Kalo cewek kenapa kalo cowok kenapa?" kali ini Raisa yang mendelik ke arah Rendi memasang wajah juteknya.
"Seehhh kenapa jadi elo yang sewot gue kan nanyanya sama Manda,"
"Cewek Ren." Amanda langsung melerai pembicaraan kedua temannya sebelum adu mulutnya bertambah panjang kali lebar.
Rendi dari arah belakang langsung bersorak girang menepuk- nepuk bahu Dimas yang tengah sibuk membaca buku.
"Apa sihh lo??" Dimas mengerutkan keningnya bingung.
"Dari tadi lo kemana aja gue kira denger kita ngomong?"
"Nihh...!!" Dimas langsung menunjukan buku Fisikanya ke muka Rendi. Namun Rendi langsung menepis dengan cepat.
"Tumbenan amat lo belajar." Raisa yang duduk di depannya menoleh
"Gue pengen pinter...!!" ucap Dimas santai. Raisa hanya mencibir mendengar ucapan Dimas. Gak biasanya cowok yang satu ini mendadak rajin.
"Orang pengen pinter kok malah di ledek gitu, bukannya di semangati biar lo gak malu jalan sama gue kalo gue pinter." Tutur Dimas lagi. Rendi dan Amanda hanya terkekeh geli mendengar penuturan Dimas.
"Kode tuh sa... kode.. !!" timpal Rendi yang langsung mendapat pelototan tajam dari Raisa.
"Sorry tadi lo pada ngomongin apaan sih?" tanya Dimas penasaran.
"Sepupunya Manda Dim yang dari Singapura mau sekolah di sini," jawab Rendi.
"Cewek bro cewek." tambah Rendi lagi.
"Serius cewek ??" tanya Dimas dan Rendi langsung menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Giliran cewek aja lo berdua langsung cepet tanggap." Raisa turut menimpali.
"Cantik gak Manda?" tanya Dimas tanpa memperdulikan omongan Raisa.
"Udah pasti cantik lah orang sepupunya Manda, iya kan Man? " Rendi langsung menjawab pertanyaan Dimas.
"Entar kalian nilai aja sendiri cantik apa nggak menurut kalian." Amanda turut menimpali.
"Jomblo apa nggak Manda ?" tanya Rendi lagi.
Namun pembicaraan mereka langsung terhenti ketika melihat pak Adrian guru Fisikanya sudah memasuki kelas di ikuti oleh Venus dari arah belakang yang membawa setumpuk buku tugas.
*****
Siang hari di jam istirahat sebagian siswa memilih pergi ke kantin dan sebagian lagi ke perpustakaan ada juga yang hanya ngobrol-ngobrol di kelas. Begitupun dengan Venus dan kawan-kawannya yang memilih jam istrahatnya untuk ngobrol dan makan-makan di kantin.
"Nanti pulang sekolah jadi yank jemput Theolla ke Bandara? " tanya Venus
Amanda menganggukan kepala sambil mengunyah makanan nya "Hmmm..!!"
"Maaf yank aku gak bisa nemenin ya,ntar pulang sekolah aku ada rapat sama Osis."
"Gue yang nemenin kalo boleh...!!" ucap Rendi yang langsung mendapat lirikan tajam dari Venus.
"Hehe becanda gue Venus." kekeh Rendi.
"Gerak cepet dia takut keduluan Dimas." Raisa turut menimpali. Mendengar namanya di sebut Dimas langsung mengangkat kepalanya yang tengah asik menikmati mie ayam. Namun Dimas tidak menanggapi dan melahap kembali makanannya.
"Aku ntar ke bandara bareng pak Heru sopir aku yank." Amanda angkat bicara.
"Ya udah kalo gtu aku kan jadi gak khawatir." tutur Venus.
"Setelah gue jemput Theolla nanti gue balik lagi ke sekolah gabung ikut latihan sama kalian."
"Sehabis rapat kamu latihan basket juga kan yank??" Tanya Amanda.
"Iya nanti aku langsung latihan juga." Ucap Venus sambil mengusap lembut rambut panjang Amanda. Diperlakukan seperti itu di depan teman-temannya Amanda hanya tersipu malu.
"Malu ih yank," Amanda langsung memegang tangan Venus menghentikan pergerakannya.
"Eheeemmm..!!" Tiba-tiba Dimas mengangkat suaranya.
"Kalo liat yang lagi bermesraan jiwa jomblo gue langsung meronta-ronta." timpal Rendi sarkas.
"Makanya cepetan lo nyari cewek." ucap Dimas.
__ADS_1
"Jodoh gue masih dalam perjalanan bro santai aja sih gak usah keburu-buru."
"Bisa aja lo ngomong sama Rendi, sendirinya juga masih jomblo." Ejek Venus.
"Eiitss jangan salah gue udah punya calon pacar." sangkal Dimas sambil senyum-senyum melihat ke arah Raisa.
"Apaa lo liat-liat gue ??" Raisa langsung melotot ke arah Dimas dan melempar sendok di hadapannya.
"Etdah galak bener belum juga di jadiin pacar." Sontak ucapan Dimas mendapat gelak tawa dari Venus,Rendi dan Amanda.
"Jangan galak-galak Sa ntar gak ada cowok yang mau sama elo." Tukas Rendi.
"Emang siapa juga yang mau sama elo??" cibir Raisa.
"Bukan-bukan gue noh Dimas noh." Rendi langsung geleng-geleng kepala. Raisa bersiap untuk memukul pundak Rendi namun dengan sigap Rendi langsung berdiri dan kabur keluar kantin.
"Kalo udah sama-sama cocok kenapa gak jadian aja sih Sa sama Dimas?" timpal Amanda
"Apaaaaaa...!!" Ucap Dimas dan Raisa bebarengan.
"Ciieee kompak nih ,jodoh tuh jodoh." Venus tertawa. Namun langsung mendapat pelototan tajam dari Dimas dan Raisa.
"Udah Dim jangan lama-lama tembak aja ntar keburu di tikung orang." Amanda turut mendukung.
"Kalian ihhhh kok malah nambah mojokin gue sihh." ucap Raisa cemberut.
"Gimana Sa menurut lo?" tanya Dimas.
"Gimana apanya?" Raisa pura-pura gak ngerti dengan kedua pipinya yang bersemu merah.
"Ciieee merah tuh pipinya." goda Amanda.
"Udah ah gue balik ke kelas duluan..!!" Raisa langsung beranjak dari duduknya.
"Ehh Raisa gue belom kelar ngomong..!!" teriak Dimas namun Raisa tetap melangkahkan kakinya. Amanda dan Venus hanya tertawa melihat Dimas yang gagal melaksanakan misinya.
"Puaasss lo pada ngetawaiin gue..!!." Dimas pun hanya mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan Lupa tinggalkan jejak dengan Like,Vote dan Koment makasih genks๐๐