Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Di Bandara


__ADS_3

"Aku gak peduli, aku akan rebut kamu kembali dari pria itu...!!" ucap Jupiter dengan menatap tajam kearah Theolla. Namun Theolla segera mengalihkan pandangannya.


"Jangan salahkan aku jika nanti kamu akan kembali terluka karena aku."


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kamu tidak perlu khawatir biarkan aku yang berusaha untuk mendapatkan kamu lagi." ucap Jupiter yakin.


"Terimakasih untuk usahamu," lirih Theolla dengan isak tangisnya yang mulai keluar. Jupiter buru-buru mengusap kedua pipi Theolla yang basah karena air mata.


"Jangan menangis lagi La, aku gak suka melihat kamu seperti ini..!!"


"Tapi aku merasa bersalah terhadap kamu."


"Hilangkan rasa bersalah itu, lihatlah sekarang aku baik-baik saja bukan?" Jupiter mengulas senyum lebar untuk meyakinkan Theolla.


"Makasih ya, sekarang aku bisa tenang pulang ke Surabaya."


"Kamu merindukan tunanganmu La?"


Theolla memukul pelan bahu Jupiter,"Apa yang kamu pikirkan, aku hanya merindukan keluargaku."


Jupiter tersenyum usil pada Theolla,"Awas jangan sampai kamu merindukan aku jika sudah tiba di Surabaya..!!"


"Gak akan." cebik Theolla.


"Yakin?" goda Jupiter.


"Iya..!!"


"Ya sudah aku cari wanita lain."


"Bukan urusanku."


"Ciieee...ngambek." Theolla langsung mencubit pinggang Jupiter berulang kali, namun Jupiter langsung membawa Theolla ke dalam pelukannya. Jika sudah seperti ini Theolla pun tidak bisa menolaknya, karena dia selalu nyaman berada di pelukan Jupiter.


"Mau sampai kapan kamu peluk aku kayak gini?"


"Sampai aku puas."


"Tanda tangan kontraknya?"


"Nanti sebentar lagi."


Theolla pun menuruti keinginan Jupiter, sesekali Jupiter menciumi puncak kepalanya. Pertemuan ini terlalu singkat, Jupiter seakan berat untuk melepas Theolla lagi.


"Pesawatku berangkat jam 3 sore, aku tidak mau ketinggalan pesawat."


"Masih banyak waktu."


"Tapi aku perlu siap-siap."


"Baiklah, sehabis ini aku akan mengantar kamu." Jupiter melepas pelukannya, dia lalu beranjak menuju meja kerjanya mengambil sebuah berkas yang dia serahkan pada Theolla.


"Ini kamu pelajari dulu poin-poinnya..sehabis itu kamu bisa langsung menandatanganinya."

__ADS_1


Theolla lalu fokus membaca tiap poin yang berada dalam surat kontraknya, semua sesuai dengan keinginan Theolla. Tidak ada pasal yang akan merugikan perusahaannya, justru dia merasa di untungkan dengan surat kontrak ini. Jupiter ternyata tahu keinginannya, tanpa pikir panjang Theolla lalu membubuhkan tanda tangannya.


"Senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda pak Jupiter...!!" Theolla mengulurkan tangannya untuk menjabat Jupiter, dan Jupiter langsung membalas uluran tangan Theolla dengan tersenyum lebar.


"Sama-sama bu Theolla."


Lalu mereka berdua tertawa bersama, merasa aneh dengan panggilan yang berubah menjadi formal.


"Kita makan siang terlebih dulu, habis itu aku akan mengantar kamu kerumah Venus untuk mengambil barang kamu."


"Memangnya kamu gak sibuk? seorang direktur itu pasti jadwalnya padat loh..?"


"Udah tenang aja, hari ini aku gak terlalu sibuk, urusan kecil ada Mario yang akan menghandlenya."


"Baiklah kalau gitu." dengan senang hati Theolla menerima tawaran Jupiter.


*****


Bandar udara internasional Soekarno-Hatta siang ini tidak terlalu ramai penumpang. Sama seperti beberapa belas tahun yang lalu, Jupiter kembali menapakkan kakinya di sini untuk mengantar orang yang sama. Namun bedanya, dulu dia mengantar kepergiannya ke Singapura dan kali ini dia akan kembali ke Surabaya.


Waktu check in masih ada sekitar satu jam lagi, Jupiter dan Theolla mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka mengobrol, sebelum akhirnya jarak kembali akan memisahkan dua hati yang saling membutuhkan itu.


"Kita duduk di situ dulu yuk...!!" ajak Jupiter. Dan Theolla pun langsung menyetujuinya.


"Nih kamu minum dulu, pasti haus dari tadi nyetir terus nganterin aku kesana kemari." Theolla menyodorkan sebotol air mineral pada Jupiter, yang langsung di minum oleh Jupiter.


Ya dia memang lelah, setelah makan siang dengan Theolla, Jupiter kembali mengantarnya kerumah Venus yang jaraknya lumayan jauh untuk di tempuh. Lalu dari rumah Venus, Jupiter langsung ke Bandara menempuh waktu sekitar satu jam. Alhasil meskipun dia lelah, tapi apapun akan dia lakuin untuk orang yang di cintainya.


"Aku ke toilet bentar ya...!!" ucap Theolla.


"Jangan macem-macem aku bisa sendiri."


Jupiter hanya tertawa pelan melihat ekspresi Theolla, lalu Theolla pun pergi dari hadapan Jupiter.


Sambil menunggu kedatangan Theolla, Jupiter iseng-iseng membuka ponselnya. Di sana sudah terdapat banyak pesan dari Mario, yang menumpahkan kekesalannya karena Jupiter memberinya banyak sekali kerjaan. Sementara dirinya enak-enakan berduaan dengan Theolla.


"Jupiter....!!" tiba-tiba ada suara seorang wanita yang memanggil namanya. Sontak Jupiter mengangkat wajahnya dan melihat Clara tersenyum dan melambaikan tangannya dari jauh.


"Haii... gak nyangka ya bisa ketemu kamu di sini," seru Clara senang, dia lalu duduk tepat di samping Jupiter. Sementara Jupiter hanya menahan kesal karena selalu bertemu Clara di situasi yang tidak tepat.


"Kalau jodoh itu gak kemana ya, tadi pagi kita udah ketemu eh sekarang kita di pertemukan lagi disini." Clara tak henti mengembangkan senyum lebarnya.


"Kamu ngapain ada disini?"


"Aku mau jemput Sepupuku yang dari Jerman, tapi pesawatnya masih sekitar setengah jam lagi baru nyampe."


"Oh.."


"Kamu sendiri ngapain di sini? ada perjalanan bisnis?"


"Nggak kok...aku lagi nganter seseorang."


"Siapa?? ibumu? atau mungkin saudara kamu?"

__ADS_1


"Bukan...ah itu dia orangnya..!!" Jupiter melihat Theolla yang berjalan kearahnya. Jupiter buru-buru menghampiri Theolla dan memeluk pinggangnya mesra, membuat Theolla mengernyit heran.


"Sayang...kamu kok lama banget sih ke kamar mandinya?" ucap Jupiter dengan nada yang di buat semanis mungkin.


"Apa sih nih orang kok jadi aneh gini" ucap Theolla dalam hati. Namun Theolla melihat kode dari Jupiter yang memutar kedua bola matanya kearah Clara.


"Oh ..eh iya tadi ngantri jadinya lama."


"Bukannya dia cewek yang tadi masuk ke ruangan kamu, dia karyawan kamu bukan?" kali ini Clara yang bingung dengan situasi di depannya.


"Kamu salah paham Clara...kenalin ini Theolla calon istri aku." Theolla langsung melotot tajam kearah Jupiter, namun Jupiter mencubit pinggang Theolla dengan cepat.


"Oh...haii aku Theolla." sapa Theolla dengan mengulurkan tangannya.


"Clara..!!" balasnya dengan nada yang tidak ramah.


"Ya udah Jupiter, aku kesana dulu ya takut pesawatnya sudah tiba." dengan wajah yang kesal Clara berlalu dari hadapan Jupiter dan Theolla.


Setelah Clara menjauh darinya, Jupiter tertawa puas melihat ekspresi Clara tadi.


"Kamu jahat banget sih sama cewek tadi."


"Biarin...biar dia gak ngedekitin aku lagi."


"Harusnya kamu beruntung, ada cewek secantik dia yang ngejar-ngejar kamu."


"Tapi aku gak suka La...bagiku cuma kamu cewek yang paling cantik di muka bumi ini."


"Hmmm...mulai lagi keluar gombalnya."


"Aku serius Theolla, bukan gombal, aku memang berharap kelak kamu bisa jadi calon istriku."


"Semoga harapanmu terkabul..!!"


"Amiiinn...!!" Jupiter langsung mengamininya dengan cepat.


Tiba-tiba terdengar dari pengeras suara, bahwa penumpang tujuan Surabaya diharuskan untuk segera check in, karena pesawat tidak lama lagi akan berangkat.


"Aku masuk dulu ya..!!" Theolla mengusap lengan Jupiter.


"Hati-hati ya La...kamu harus ingat aku selalu menunggumu..!!" Jupiter lalu membawa Theolla kedalam pelukannya, dan mencium keningnya sekilas. Theolla lalu berjalan menjauh dari hadapan Jupiter, sampai akhirnya menghilang di balik pintu keberangkatan.


.


.


.


.


.


Like, Vote dan Koment...!!

__ADS_1


Makasihh genkss🙏😍


__ADS_2