Twins Boy

Twins Boy
Partai Final


__ADS_3

Holla genks aku datang lagi nih mohon maaf atas keterlambatan update beberapa hari ini, di karenakan aku sibuk bertapa di gunung untuk mencari inspirasi dalam persiapan 17an๐Ÿ˜๐Ÿ˜


*****


Gemuruh suara penonton membahana di lapangan SMA Nusa Bangsa, hari ini SMA Nusa Bangsa menjadi tuan rumah dalam pertandingan final antara SMA Merah Putih melawan SMA 1. Para pendukung dari kedua kesebelasan sudah memenuhi kursi penonton,begitupun dengan Raisa, Dimas dan Rendi nampak duduk di salah satu bangku penonton.


Sementara itu Theolla dan Amanda kini tengah berada di lookeroom SMA Merah Putih, mereka berdua tengah memperhatikan Venus yang sedari tadi hanya mondar mandir menunggu kedatangan Jupiter. Pertandingan yang akan di laksanakan dalam beberapa menit lagi sungguh membuat dirinya pusing mengingat coach Danu yang begitu mengandalkan dirinya.


"Bisa diem gak sih yank, pusing lihatnya mondar mandir terus dari tadi..!!" seru Amanda kesal.


"Terus gimana ini Jupiter belum datang, Theolla coba dah lo hubungi dia terus..!!"


Theolla hanya memutar kedua bola matanya "Dari tadi gue udah bilang Jupiter masih ada kelas, gimana sih lo gak sabaran banget."


"Udah jujur aja sama coach Danu, kalau sebenernya bukan kamu yank yang selama ini ikut pertandingan football tapi saudara kembar kamu." usul Amanda.


"Apa maksud pembicaraan kalian ini?" coach Danu yang tiba-tiba datang memasuki ruangan membuat ketiganya terlonjak kaget. Venus terlihat pucat pasi begitupula dengan Amanda dan Theolla yang nampak salah tingkah.


"Cepat jelaskan apa maksud kalian kalau yang ikut pertandingan adalah saudara kembar kamu??" tanya coach Danu mengintimidasi ketiganya. Venus, Amanda dan Theolla hanya saling berpandangan.


"Kenapa diam saja??atau kalian bertiga mau saya bawa ke hadapan kepala sekolah biar kalian bicara!!!"


"Ja-jangan coach..!!" Amanda langsung buka suara.


"Kita akan jelasin semuanya coach, tapi saya minta satu permintaan tolong rahasiakan ini dari siapapun." pinta Venus, coach Danu pun menyanggupi hal itu maka mengalirlah cerita dari Venus mengenai dirinya dan Jupiter. Coach Danu nampak terkejut dan merasa di bohongi, tapi ini bukan waktunya untuk marah karena pertandingan final akan segera di mulai.


"Baiklah Venus, kamu tunggu disini sampai kembaranmu itu datang saya akan mengalihkan perhatian anak-anak dulu...!!!" titah coach Danu.


"Baik coach terimakasih...!!" lalu coach Danu pun berlalu pergi dari hadapan Mereka bertiga.


"Untung coach Danu gak marah ya..!!" ucap Theolla lega.


"Iya sekarang kita tinggal nungguin Jupiter datang, masih lama gak sih dia?" tanya Amanda. Theolla hanya mengangkat bahunya dan masih sibuk dengan hp ditangannya. Sementara Venus masih duduk terdiam mengacak rambutnya frustasi, Amanda hanya bisa menenangkan kekasihnya itu.


*****


Terdengar dari pengeras suara bahwa pertandingan babak pertama sudah di mulai, sorak sorai penonton terdengar sampai ke lookeroom dimana Venus, Amanda dan Theolla menunggu. Mereka hanya mengintip dari celah kaca yang menghubungkan langsung ke lapangan. Pertandingan final ini terlihat seru dimana kedua tim saling bermain menyerang.


SMA Merah Putih bermain tanpa Venus,membuat para pemain yang lain keheranan pasalnya tadi mereka berangkat bersama dengan Venus menggunakan bus, tapi coach Danu beralasan bahwa Venus akan diturunkan nanti di babak kedua.


"Gak asyik nih kita cuma nonton disini, padahal kayaknya pertandingan seru banget," ujar Theolla, matanya masih sibuk memperhatikan keluar kaca jendela.

__ADS_1


"Iya nih gara-gara kamu sih yank...kita jadi terkurung disini," Amanda ikut menimpali.


Venus mendengus kesal "kok jadi gue yang di salahin sih, noh Jupiter..!!"


"Yah..yah...yah......!!" Theolla menjerit heboh membuat Venus dan Amanda beranjak mendekati Theolla.


"Ada apa sih La??" tanya Amanda penasaran. Matanya ikut menatap keluar kaca.


"Kita kebobolan duluan nih,udah 1-0."


"Serius lo??" Venus ikut-ikutan menatap keluar kaca melihat para pemain dari SMA 1 yang merayakan gol pertamanya.


"Aduh Jupiter mana sih ya kok lama banget,coba ada dia pasti kita bisa membalikkan keadaan." tutur Theolla.


"Tau nih rese banget gue bisa di skors nih sama coach Danu kalau dia sampai gak datang," Venus mendesah frustasi.


"Sabar yank mungkin Jupiter masih di jalan," ucap Amanda, Percakapan mereka terhenti ketika anak-anak tim football memasuki lookeroom, wajah anak-anak tim football begitu lelah dan lesu. Mereka pun duduk berselonjor dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Loh Venus disini?tadi kata coach Danu elo gak enak badan?" tanya Daniel sambil menegak habis botol air mineralnya.


"Iya kok lo kelihatan sehat-sehat aja ya," Akbar turut berkomentar.


Venus nampak salah tingkah "Eh iya...emmm..sebenernya gue..." ucapan Venus terhenti ketika tiba-tiba coach Danu memasuki ruangan dan langsung menghampirinya.


"Maaf coach kita sudah menghubunginya dari tadi, mungkin dia masih di jalan," ucap Venus,sementara anak-anak tim football hanya saling pandang tidak mengerti apa yang di ucapkan pelatihnya dan Venus.


"Kalau Venus main mungkin kita gak akan ketinggalan seperti ini..!!" tutur Rian.


"Iya bener..!!" tambah Kevin, anak-anak yang lain pun ikut mengangguk mengiyakan.


"Sorry gue gak ada maksud..."ucapan Venus terhenti ketika melihat seorang pria yang tiba-tiba memasuki lookeroom, dengan menggunakan topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.


"Jupiter....!!" gumam Theolla. Semua anak-anak tim football langsung menoleh melihat pria asing yang tiba-tiba memasuki lookeroom.


"Sorry gue terlambat...!!" ucap Jupiter, dia langsung membuka topi dan juga maskernya membuat Venus langsung menyembunyikan wajahnya ke bahu Amanda.


"Venus...!!!" pekik Radit kaget. Jupiter menyadari kesalahan nya ketika tatapan anak-anak yang begitu shock melihatnya.


"Elo siapa?" tanya Akbar.


"Kenapa Venus ada dua??" gumam yang lainnya. Semua mata tertuju menatap Venus dan Jupiter bergantian. Sementara Venus hanya mengusap wajahnya berulang kali.

__ADS_1


"Kalian kembar??"


"Akhirnya kamu datang juga, ayo cepat ganti baju kamu kita udah ketinggalan 1-0 kamu akan saya turunkan di babak kedua nanti..!!!" titah coach Danu cepat. Dia tidak memperdulikan lagi tatapan anak-anak yang nampak penasaran. Jupiter pun langsung menerima baju yang diberikan coach Danu dan bergegas keluar untuk berganti pakaian menuju kamar mandi.


"Ini maksudnya gimana coach kenapa Venus ada dua?" pertanyaan Radit mewakili semua teman-temannya yang juga penasaran.


"Iya Venus memang kembar,kalian tanya sendiri saja pada orangnya kenapa dia melakukan hal ini." Omongan coach Danu membuat Venus mati kutu, dia pun tak ada pilihan lain selain menceritakan semuanya pada anak-anak tim football. Semuanya nampak kaget begitu mengetahui kalau Jupiterlah yang selama ini bermain sepak bola dengannya.


"Gue harap kalian semua mengerti, gue gak ada maksud buat bohongin kalian maafin gue ya....!!" ucap Venus mengakhiri ceritanya.


"Gue minta kalian semua bisa jaga rahasia," tambah Venus lagi.


"Oh jadi gitu, gue gak nyangka lo ternyata punya saudara kembar Ven," ucap Radit.


"Iya selama ini kita gak curiga karena wajah kalian begitu mirip." tutur Daniel. Pintu pun terbuka dan masuklah Jupiter yang sudah mengenakan seragam footballnya.


"Saya udah siap coach, saya akan bantu sebisa saya agar tim kita bisa menang..!!" ucap Jupiter.


"Thanks ya meskipun lo bukan anak SMA kita tapi lo bela-belain buat datang menghadapi final ini," tutur Radit, yang langsung mendapat anggukan dari anak-anak yang lain.


"Iya gue juga minta maaf selama ini gue gak bermaksud bohongin kalian semua..!!"


"Ayo kalau udah siap kita semua kumpul di lapangan..!!" intruksi coach Danu membuat anak-anak langsung beranjak meninggalkan lookeroom. Namun sebelum keluar Jupiter menghampiri Theolla terlebih dahulu.


"Doaiin aku ya sayang biar menang...!!" Jupiter langsung menggenggam tangan Theolla.


"Iya ay semoga menang ya, nanti aku dukung kamu di pinggir lapangan," ucap Theolla sambil mengusap lembut pipi Jupiter.


Venus hanya mencibir melihat pasangan baru itu "udah buruan keburu mulai tuh,pake acara mesra-mesraan segala lagi."


"Syirik aja lo...!!" ejek Jupiter. Tiba-tiba coach Danu memasuki lookeroom kembali.


"Ayo Jupiter.,dan kamu Venus jangan kemana-mana tunggu disini sampai pertandingan selesai..!!" ucapan coach Danu membuat Jupiter tersenyum usil mengejek kembaran nya. Jupiter pun berlalu di ikuti Theolla dari belakangnya,sementara Amanda tetap setia menemani Venus.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like,vote dan koment ya genks makasiihh๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2