Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Belajar ikhlas


__ADS_3

"Lo mau ngomong apa??gue kasih waktu sepuluh menit?" ujar Theolla ketika mereka telah sampai di cafe yang tak jauh dari perusahaan Theolla.


"Jangan buru-buru dong sayang, kita pesan minum dulu baru ngobrol." Raka tidak memperdulikan ekspresi wajah Theolla yang berubah menjadi kesal karena Raka menyebutnya sayang.


Seorang pelayan tiba di meja Theolla dan Raka untuk menanyakan pesanannya.


"Dua cangkir Latte ya mbak...!!" ucap Raka menyebutkan pesanannya. Sang pelayan pun langsung pamit undur diri.


"Sejak kapan lo tahu minuman kesukaan gue?"selidik Theolla.


"Apa sih yang gak gue tahu tentang lo beb...semuanya gue tahu termasuk tentang mantan kekasihmu itu."


Kening Theolla berkerut mendengar perkataan Raka selanjutnya"maksud lo apa?"


"Jupiter Alexandro Wijaya, Direktur utama di PT.Widjaya Grup....mantan kekasih kamu sepuluh tahun yang lalu, bukankah dia lelaki yang waktu itu membawamu pergi dari ku malam itu." ucap Raka dengan seringai lebar di bibirnya.


"Lo nyelidikin gue?"


"Hahaha.....Theolla...Theolla, lo ini calon istri gue sudah seharusnya gue tahu tentang masa lalu lo...jadi gue tahu seperti apa calon istri gue ini."


"Tapi lo gak perlu mengungkit masa lalu gue." ucap Theolla menahan kesal.


"Oh ya...!!.biar lo bebas bertemu dengan mantan lo itu?"


"Itu bukan urusan lo!!!"


"Jelas itu menjadi urusan gue sekarang, karena sebentar lagi lo akan menjadi istri gue!!!"


Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang pelayan mengantar pesanan minuman mereka. Setelah pelayan itu undur diri, Raka kembali meneruskan pembicaraannya.


"Jadi lo suka bertemu dengan mantan lo itu diam-diam di belakang gue....iya kan?" tanya Raka penuh selidik.


"Gue bertemu dengannya karena urusan pekerjaan...kita lagi terlibat dalam proyek yang sama."


"Hahaha....alasanmu sungguh tidak masuk akal." cibir Raka.


"Terserah lo percaya atau tidak...gue gak butuh di percaya sama lo."


"Jadi gara-gara lelaki itu yang membuat lo gak bisa buka hati buat gue?"


"Sekali lagi gue bilang itu BUKAN URUSAN LO!!! waktu lo habis... gue balik sekarang."


Baru Theolla beranjak dari duduknya, Raka langsung mencekal lengan Theolla dengan keras. Theolla berusaha melepas pegangan Raka, tapi tenaga Raka lebih kuat sehingga Theolla hanya bisa meringis kesakitan.

__ADS_1


"Lo bisa gak sih nurut sama gue? yang ada nanti gue bisa berbuat kasar kalau lo gak. mau nurut!!" teriak Raka kesal.


"Mau lo apa??? pembicaraan kita sudah selesai!!!" tanpa rasa takut Theolla menantang Raka dengan menatapnya tajam.


"Gue belum selesai bicara!!" ucapan Raka sedikit melunak dan melepas cekalan tangan Theolla. Akhirnya Theolla pun duduk kembali dan menuruti keinginan Raka.


"Gue gak peduli sama perasaan lo ke gue seperti apa sekarang....yang pasti pernikahan kita akan tetap di laksanakan, gue gak akan biarin lo kembali lagi sama pria itu lo harus jadi milik gue ...inget kata-kata gue!!!" ucap Raka dengan penuh penekanan.


"Udah selesai ngomongnya?? gue balik...!!" Theolla beranjak dari duduknya dan langsung meninggalkan Raka seorang diri. Kali ini Raka tidak mencegah kepergian Theolla, dia hanya menatap Theolla yang semakin lama menjauh dari pandangannya.


💟Visual Raka



*****


Theolla berjalan tergesa-gesa meninggalkan cafe tempat dia bicara dengan Raka. Theolla tidak habis pikir jika Raka akan mengetahui soal Jupiter secepat ini. Bahkan Raka menyelidikinya hingga sedetail itu. Bukannya apa Theolla hanya tidak ingin sesuatu terjadi pada Jupiter.


Sampai di jalanan besar Theolla terus berjalan menunggu taxi yang lewat. Dia lebih memilih pulang dengan taxi daripada harus di antar oleh Raka.


Tiiin...tiiin....


Tiba-tiba suara klakson mengagetkan langkah Theolla. Dia memperlambat langkahnya ketika mobil itu menepi tepat di hadapan Theolla. Dan Theolla tahu jika mobil itu adalah miliknya yang di bawa oleh Bella.


"Bu ayo masuk...!!" ajak Bella melongokan kepalanya di kaca mobil.


Bella tersenyum melihat wajah keheranan dari Theolla "udah bu masuk dulu, keburu pak Raka nanti dateng lagi."


Theolla pun menuruti perkataan Bella, dia langsung memasuki mobilnya duduk di samping Bella yang berada di belakang kemudi.


"Jadi dari tadi kamu belum pulang Bel??"


"Belum bu...aku dari tadi nunggu di ujung jalan sana, aku mana tenang bu ninggalin ibu berduaan dengan pak Raka, takut dia macem-macem lagi sama ibu." ucap Bella sambil fokus menjalankan kemudinya.


"Makasih loh Bella...atas kehawatiran kamu sama aku."


Bella hanya tersenyum menanggapinya "mau langsung pulang atau kita kemana dulu bu??"


"Langsung pulang aja Bel....udah lelah banget ini, mobil biar kamu saja yang bawa, besok pagi kamu jemput aku kerumah."


"Siaap bu...!!"


Selanjutnya tak ada obrolan yang tercipta diantara mereka berdua. Theolla menatap nanar ke arah kaca mobil, dia memikirkan pernikahannya yang hanya tinggal dua minggu lagi. Sedikitpun Theolla tidak merasa antusias menyambut pernikahannya. Segala sesuatunya sudah di atur oleh kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Bu....!!"


Theolla langsung tersentak mendengar panggilan Bella "Ya...''


"Ibu lagi mikirin apa?kalau ada apa-apa cerita sama aku bu!!"


"Gak papa Bella...aku hanya sedang memikirkan ucapan Raka tadi."


"Memangnya tadi pak Raka ngomong apaan aja sama ibu??"


"Dia sudah tahu soal Jupiter Bel.."


"Maksudnya pak Raka tahu kalau pak Jupiter itu mantan pacar ibu??"


Theolla mengangguk samar "Iya....dia bahkan tahu sangat detail soal Jupiter, aku takut Bel Raka akan berbuat macam-macam sama Jupiter saat tahu kedekatan kita selama ini."


"Hati-hati bu pak Raka kan orangnya berbahaya...dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya."


"Aku bingung Bel...harus berangkat ke Bali apa tidak?aku jadi mikir ulang pertemuanku dengan Jupiter selanjutnya."


"Loh bu....kita sudah terikat kontrak dengan perusahaan pak Jupiter, bagaimana pun juga kita harus tetap menjalani pekerjaan ini."


"Iya aku tahu itu....Kau tahu setelah menikah Raka akan membawaku ikut dengannya ke Jerman, dan aku harus melepaskan semua yang sudah aku raih selama ini...aku berat jika harus meninggalkan pekerjaanku sekarang."


"Saya mengerti bagaimana perasaan ibu sekarang...ibu yang sabar ya mungkin setelah ibu di Jerman nanti, pasti akan menemukan sesuatu yang baru jadi ibu gak akan bosan."


"Aku hanya takut tidak bahagia...bolehkah aku bersikap egois Bel? andai masih bisa aku ingin menyudahi semua ini, aku ingin meraih kebahagiaanku sendiri...aku ingin menikah dengan orang yang ku cintai." satu tetes air mata Theolla membasahi pipinya, Bella yang melihatnya pun jadi tidak tega. Dia menepikan mobilnya kemudian memeluk Theolla memberinya kekuatan.


"Aku kalau jadi ibu...tentu aku akan mengejar kebahagiaanku sendiri, tapi semua ini balik lagi ke diri ibu yang akan menjalani ini semua."


"Iya Bel...aku terlalu pengecut untuk memperjuangkan kebahagiaanku sendiri, aku hanya tidak ingin mengecewakan kedua orangtuaku... mulai sekarang aku akan belajar ikhlas menjalani semua ini."


"Aku yakin ibu bisa menjalaninya....semangat ya bu..!!semangat juga buat authornya😁


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih ku ucapkan buat kakak-kakak authors dan kakak-kakak readers yang sudah berkenan mampir di lapak saya yang sangat receh ini...🙏🙏


OJO LALI...!!! selalu tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan tekan tanda love💚juga😍😍


__ADS_2