Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Perkataan Dimas


__ADS_3

Theolla dan Bella berjalan beriringan setelah sampai di lobi kantor, sayup-sayup dia mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. Theolla sejenak menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


Seorang pria yang wajahnya tidak asing bagi Theolla langsung menghampirinya "Theolla kan??" tanya pria itu dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan, karena mengejar Theolla.


"Iya.....kamu siapa ya??" Theolla mengernyit bingung sedang mengingat-ngingat pria yang berdiri di hadapan nya.


"Aku Dimas La, temen kamu waktu SMA."


Seketika wajah Theolla berseri "Ah iya, kamu Dimas pacarnya Raisa kan?"


"Mantan La..." ralat Dimas.


Theolla langsung menepuk jidatnya "Iya lupa, Raisa kan udah nikah sama cowok lain." kekeh Theolla


Dimas hanya mendengus mendengar ucapan Theolla "gak usah di perjelas gitu kali,"


"Sorry ..sorry.."


"Kamu ngapaian disini?" tanya Dimas penasaran.


"Kamu sendiri lagi ngapain disini?"


"Eh gue tanya duluan, malah balik nanya," Dimas berdecak kesal menghadapi wanita di depannya ini.Theolla hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas.


Tiba-tiba pandangan Dimas tertuju pada sosok wanita berambut pendek sebahu yang dari tadi berdiri di samping Theolla, Dimas pun tersenyum kearah Bella yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Bella.


"Siapa dia La?" Dimas langsung memasang wajah cool begitu melihat ada wanita muda dan cantik di samping Theolla.


"Emm... ya kenalin ini Bella asistenku, dan Bel ini Dimas temenku waktu SMA." ucap Theolla. Lalu Dimas dan Bella pun saling menjabat tangan.


"Kita ngobrol-ngobrol dulu yuk La, kebetulan di dekat sini ada Kafe...!!" ajak Dimas.


"Emang gak ganggu kerjaan kamu Dim?"


"Udah tenang ,sebentar lagi juga jam istirahat kita sekalian makan siang aja."


Theolla melirik kearah Bella "gimana Bel? gak papa kalau kita mampir dulu ke kafe?"


"Iya gak papa bu, saya ikut aja." tukas Bella.


***


Mereka bertiga pun berjalan menuju kafe yang berada di seberang jalan tepat di depan perusahaan PT Widjaya grup.


"Jangan-jangan kamu kerja di PT Widjaya grup?" tebak Theolla sesaat setelah mereka bertiga duduk dan memesan menu makanan.


"Iya...baru seminggu gue kerja di situ, nah kamu sendiri ngapain?"


"Sebenarnya hari ini aku habis presentasi untuk proyek pembangunan hotel di Bali, perusahaanku yang di Surabaya mengajukan kerja sama dengan PT Widjaya grup."


"Seriuuss?? kamu tahu kalau pemimpin perusahaan itu Jupiter?" tanya Dimas semakin penasaran.

__ADS_1


Theolla menggelengkan kepalanya "awalnya aku gak tahu kalau perusahaan itu Jupiter yang pimpin, sampai akhirnya tadi kita ketemu di ruang meeting dan aku juga kaget kalau ternyata dia pemilik perusahaan ini."


"Gilaa... gilla.....!!" seru Dimas bersorak.


"Apanya yang gila?"


"Ya kalian berdua lah, ternyata takdir mempertemukan kalian dengan cara indah seperti ini."


"Indah darimana nya?" cebik Theolla yang ada pertemuan nya tadi dengan Jupiter sangat mencekam.


"Sedikit banyak gue udah tahu kisah kalian berdua, Jupiter udah cerita banyak sama gue tentang kamu La yang menghilang begitu saja dari hidupnya."


Theolla hanya diam mendengar ucapan Dimas, sampai akhirnya obrolan mereka terhenti ketika pelayan datang membawa pesanan makanan.


"Jadi kamu seorang Arsitek La?" tanya Dimas lagi di sela-sela makannya.


Theolla pun menganggukan kepalanya dan fokus terhadap makanan di depannya.


"Merangkap sebagai wakil direktur juga loh pak," ucap Bella angkat suara.


"Oh ya....wah hebat donk."


"Biasa aja Dimas, itu kan perusahaan punya papahku."


"Wahh yang satunya direktur, yang satunya wakil direktur cocok dah kalian berdua?"


"Maksud kamu?"


"Hushh....gak boleh ngomong gitu Jupiter mungkin sudah ada yang punya Dim."


"Nggak kok, dia masih single sama kaya gue hahaha...." Theolla hanya termenung mendengar penuturan Dimas.


"Bangga banget kayaknya pak jadi seorang jomblo?" ujar Bella sambil tertawa pelan.


"Iya nih Bella, panggilnya jangan pak donk kesan nya aku udah tua banget di mata kamu." pinta Dimas dengan ekspresi yang di buat semanis mungkin.


"Memang kenyataan nya udah tua kan Dim?" cibir Theolla namun tidak di gubris oleh Dimas.


"Panggilnya kan bisa mas, atau mungkin kakak umur Bella sama kakak Dimas kan gak beda jauh." ucap Dimas mengeluarkan jurus mautnya.


Seketika Theolla langsung tergelak mendengar ucapan Dimas. Namun Theolla masih menunggu jurus apalagi yang akan di keluarkan Dimas.


"Gimana Bella?"


"Iya pak...eh salah mas eh maaf kak Dimas maksudku." ucap Bella dengan tergagap dan tersipu malu.


"Aduhh please deh Dimas, kamu jangan godain asistenku dia masih di bawah umur." timpal Theolla.


"Ihhh apa sih bu....umurku udah 25 loh bukan anak dibawah umur lagi." sangkal Bella dengan wajah memberenggut.


"Nah tuh kan cocok, cuma beda lima tahun aja." seru Dimas senang.

__ADS_1


"Aduh Bella... saya cuma lindungin kamu dari playboy cap ikan tongkol ini."


"Kok playboy sih La, gue tipe-tipe setia loh." ucap Dimas membela diri.


"Udah stop habisin makananmu, jangan godain Bella terus...!!"


Dimas pun menuruti apa kata Theolla, melanjutkan makan siangnya sambil sesekali melirik kearah Bella.


"Cantik...tapi Kanaya jauh lebih cantik " gumam Dimas dalam hati.


"Dasar Dimas playboy..." kata author๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


***


Setelah acara makan siangnya dengan Dimas selesai, kini Theolla dan Bella melanjutkan perjalanan pulang menuju hotelnya. Perkataan Dimas sebelum berpisah di kafe tadi masih terngiang-ngiang dibenaknya, yang mengatakan jika Jupiter selama ini masih setia padanya.


Apa benar selama ini Jupiter masih setia menunggunya??Tapi jika melihat gelagatnya tadi di ruang meeting, Jupiter seperti menaruh kebencian padanya.


"Bu....?" tiba-tiba Bella mengusap lengan nya menyadarkan lamunan Theolla.


"Ibu lagi mikirin apa ? kalau soal kontrak kerjasama itu kita sudah berusaha sebaik mungkin, tapi kalau ibu memikirkan perkataan kak Dimas lebih baik sebelum kita kembali ke Surabaya ibu menemui pak Jupiter dulu agar tidak ada penyesalan lagi."


Bella yang menyimak perkataan Theolla dan Dimas tadi, jadi mengerti bagaimana rumitnya masa lalu atasannya itu dengan pemilik perusahaan PT Widjaya grup.


"Makasih ya Bel, kamu udah begitu peduli sama aku."


"Aku udah anggap ibu sebagai kakak ku sendiri," Bella meraih tangan Theolla dan menggenggamnya erat memberi kekuatan.


"Jadi menurut kamu, aku harus jelasin semuanya pada Jupiter?"


"Tentu bu, selama bertahun-tahun ini ibu merasa bersalah kan sama dia. Apa salahnya sebelum ibu menikah dengan pak Raka, ibu menemuinya terlebih dahulu."


"Iya kamu benar, aku memang harus meminta maaf dengannya kejadian di masa lalu murni memang kesalahanku, aku gak mau merasa bersalah seumur hidupku."


"Aku dukung semua keputusan ibu, di maafin nggaknya itu urusan nanti yang penting sekarang ibu sudah mempunyai niat yang baik."


"Makasih ya Bella, aku akan pikirkan lagi kapan waktu yang tepat untuk menemuinya."


Obrolan mereka terhenti ketika taxi yang membawanya tiba di hotel.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2