Twins Boy

Twins Boy
Akhirnya bertemu


__ADS_3

Deg !!


Cewek itu cewek yang di Bandara...


Untuk sesaat Jupiter hanya berdiri mematung melihat cewek yang selama ini dia pikirkan. Amanda yang berbicara panjang lebar pun tidak dia perhatikan, tatapan nya hanya tertuju pada sosok wanita di sebelah Amanda, yang juga terlihat salah tingkah karena di tatap secara intens.


Amanda langsung mengibas-ngibas kan tangannya di depan Jupiter, dan Jupiter langsung tersentak kaget.


"Ahh... ya kenapa ? " tanya Jupiter bingung.


"Kamu dengerin aku ngomong gak sih, dari tadi matanya kok ngeliatin Theolla terus?" selidik Amanda.


Oh jadi namanya Theolla.


"Emmm... apa ya ?" Jupiter menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu kenapa ihhh aneh banget ?" tanya Amanda heran.


"Aku..aneh, kamu tuh ngomong apa sih Manda?" Jupiter langsung tertawa untuk menutupi kegugupannya.


"Kamu dari tadi gak fokus dengerin aku ngomong, malah liatin Theolla terus sampe gak kedip?" ucap Amanda dengan kedua tangannya bersidekap di dada.


"Emang kamu ngomong apa barusan ?" tanya Jupiter balik.


"Tuh kaan...aku ngomong panjang lebar satupun gak ada yang kamu denger," Amanda langsung cemberut dan berlalu dari hadapan Jupiter.


"Tau aneh banget lo Venus..!!" Theolla hanya geleng-geleng kepala dan pergi menyusul Amanda.


"Heiii kalian, tunggu gue malah di tinggal " teriak Jupiter.


Ribet emang dah kalo berurusan sama yang namanya cewek.


Jupiter pun ikut berlari menyusul Amanda dan Theolla. Sesampainya di kelas Jupiter langsung menghampiri Amanda dan Theolla. Yang ternyata Raisa pun sudah duduk di bangkunya.


"Kamu tuh aneh banget tau hari ini??" ucap Amanda cemberut.


"Aku biasa aja kok, cuma perasaan kamu aja Manda," Jupiter mencoba berkilah.


"Terus kenapa kamu maen keluar aja dari tim basket ?"


"Aku gak suka sama Raul, mana bisa kita satu tim tapi saling memusuhi." Jupiter memberikan pembelaannya.


"Iya tapi kan biasanya emang gitu, kamu gak pernah permasalahin ini mau si Raul ngomong apapun, gak bakal sampe kamu bilang keluar dari basket??"

__ADS_1


"Venus serius keluar dari basket ?" Raisa angkat suaranya.


"Iya Sa, tau tuh dia maen keluar-keluar aja orang tanding juga baru satu kali maen."


"Jangan-jangan Venus salah minum obat kali hari ini , makanya dia jadi aneh?" Theolla turut berkomentar.


Kok jadi pada mojokin gue sih nih cewek-cewek.


"Terserah kalian mau pada terima apa nggak alasan gue." Jupiter yang merasa terpojok akhirnya buka suara.


"Yang pasti gue punya alasan tersendiri kenapa gue ngelakuin ini, tapi maaf untuk saat ini gue gak bisa jelasin sama kalian." Jupiter mencoba menjelaskan.


"Tapi yank..??" ucapan Amanda terhenti karena kedatangan Dimas dan Rendi.


"Lo suruh ngadep coach Anwar tuh Ven di ruangan guru??" ujar Dimas.


Jupiter menganggukan kepalanya "Gue tinggal dulu ya..!!!" Jupiter pun melangkahkan kakinya keluar dari kelas.


*****


Setelah menjelaskan alasan kenapa dirinya yang tiba-tiba keluar dari basket, coach Anwar bisa menerima dan menghargai keputusan Jupiter yang di kiranya Venus. Berita itu langsung tersebar dan menjadi trending topic di SMA Merah Putih.


Jupiter yang terlalu bahagia bisa bertemu dengan cewek di Bandaranya itu, sampai melupakan tugasnya untuk menjaga kekasih saudara kembarnya. Amanda yang kini tengah marah pasca keputusan Jupiter yang keluar dari Basket, membuat Jupiter bingung bagaimana cara membujuknya.


"Udah donk Manda, jangan diemin aku kayak gini aku minta maaf deh bikin kamu kesel," Jupiter kembali membujuk Amanda lagi. Namun Amanda tidak bergeming dan terus mengunyah makanan di depan nya. Dimas dan Rendi hanya terkekeh melihat usaha Jupiter dari tadi yang tidak di tanggapi Amanda.


Gini nih cewek kalo ngambek susah banget di bujuknya, makanya dari dulu gue males ngejalin hubungan sama cewek.


"Manda ngomong donk jangan diemin aku kayak gini, entar aku ajakin nonton deh ya...ya??" Amanda masih tak bergeming.


"Cantiknya ilang loh kalo cemberut terus mah..!!"


Amanda langsung membalikan badannya dan memukul bahu Jupiter berkali-kali "Ngeseliin banget sih kamu "


Jupiter langsung meraih tangan Amanda"Maaf... udah ya marahnya?"


Sorry venus gue pegang tangan cewek lo abis ini mendesak banget.hehe


Amanda mencebikkan bibirnya "Iya gue maafin,"


"Udah di maafin kok masih cemberut aja, senyum donk..!!" goda Jupiter. Amanda langsung tersenyum tapi sedikit di paksakan.


"Kalau tim Football di sini siapa pelatihnya?" tanya Jupiter menoleh ke arah Dimas dan Rendi.

__ADS_1


"Pak Danu, kenapa emang ?" tanya Dimas balik.


"Gue kalo masuk tim Football masih bisa gak ya?" ucap Jupiter sambil menyeruput minuman di depannya.


"HAAAHHH...!! "


Sontak semua orang yang ada di situ membelalakan matanya kaget.


"Ren coba lo pegang keningnya Venus kali aja panas..!!" ucap Dimas, dan Rendi langsung menuruti perkataan Dimas.


"Adem ko keningnya," Rendi, Dimas, Amanda dan Raisa saling bertatapan heran.


"Kalian apa-apaan sih, gue masih normal kok."


"Setelah apa yang terjadi hari ini lo bilang lo masih normal, jelas-jelas ada yang aneh sama lo hari ini, di mulai di kelas tadi lo bisa jawab semua soal matematika dari bu Ambar, padahal gue tahu matematika itu pelajaran paling susah kan buat lo." Rendi menjelaskan panjang lebar. Kini Dimas, Amanda dan Raisa langsung menatap Jupiter heran.


"Oh itu...hahaha cuma lagi kebeneran aja gue bisa jawab soal matematika tadi." Jupiter tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Yank kamu abis minum apa kok jadi aneh gini ?" tanya Amanda.


"Iya setelah lo bilang keluar dari tim basket lo malah mau masuk tim Football kan aneh ya!" Dimas turut menimpali.


"Jangan-jangan ada yang pengaruhin elo ya ?" selidik Raisa.


Jupiter menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum kaku melihat semua teman-temannya "Kalian ini mikir apa sih, gue sama kok kayak yang kemaren mungkin ini cuma perasaan kalian aja."


Theolla kemana sih kok dari tadi gak kelihatan ya, padahal gue pengen kenal deket sama dia.


Jupiter mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru kantin tapi dia tak menemukan orang yang dia cari. Setelah tahu ternyata Theolla satu sekolah dan satu kelas dengan Venus, kini Jupiter merasa beruntung menyamar menjadi Venus di sekolah ini. Kalau kata pepatah Jodoh itu gak akan kemana, dan kini Jupiter bersyukur karena di pertemukan kembali dengan cewek yang selalu dia pikirkan selama ini.


"Theolla kemana sih kok gak gabung sama kita?" tanya Rendi.


"Katanya tadi dia mau cari buku di perpus," jawab Amanda.


"Itu Theolla..." tunjuk Raisa. Sontak Jupiter langsung mengikuti arah tangan Raisa. Dan ternyata benar Theolla baru saja memasuki kantin ,tapi dia tidak sendiri ada seorang pria di sebelahnya. Yang membuat Jupiter tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya melihat Theolla tertawa bersama pria lain.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan Lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasiihh genks๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2