Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Pengakuan Clara


__ADS_3

"Kauuu...!!!"


Mario terlonjak kaget begitu melihat orang yang ditabraknya ternyata Clara. Buru-buru Mario membantu Clara untuk berdiri.


"Kalau jalan tuh lihat-lihat jadinya nabrak orang kan." ucap Clara kesal. Dia terlihat membersihkan bajunya takut terkena debu.


"Ada yang luka ga sorry ya!!"


"Iya gue maafin." tukas Clara dengan wajah judesnya.


"Lo mau kemana? ketemu Jupiter ya...gue saranin jangan deh nanti yang ada lo tambah sakit hati lagi melihat Jupiter lagi berduaan sama Theolla." cerocos Mario. Sementara Clara menautkan sebelah alisnya.


"Emang siapa yang mau ketemu Jupiter?"


"Nah terus lo ada kepentingan apa kesini?" tanya Mario heran.


"Kebetulan tadi gue lewat deket sini, nih gue bawain ini." Clara mengangkat paperbag di tangan kirinya.


"Apaan tuh?"


"Makan siang."


"Buat gue?"


"Bukan....buat kita berdua." ucap Clara malu-malu.


"Kebetulan gue juga belum makan siang, ayo lo ikut keruangan gue!!" secara refleks Mario menarik tangan Clara untuk masuk keruangannya. Clara tersenyum melihat genggaman tangan Mario di tangannya.


Setelah di ruangan Mario, Clara segera membuka makanannya di atas meja. Mario hanya memperhatikan semua yang di lakukan Clara, membuat dia melengkungkan bibirnya keatas.


"Ngapain senyum-senyum ? ayo makan..!!"


Mario mengerjap dan sadar terlalu lama memperhatikan Clara "lo masak sendiri?" tanya Mario di sela suapannya.


"Apa terlihat masakan rumahan?" tanya Clara balik.


"Nggak sih.....haha."


"Gue beli di restoran deket sini, nanti setelah makan lo ganti ya Bonnya."


"HAH...." Mario langsung menghentikan suapannya.


"Gue becanda Mario...anggap saja ini traktiran dari gue, lain kali lo gantian ya yang nraktir gue."


"Oke nanti ya setelah gajian gue traktir lo makan sepuasnya."

__ADS_1


"Gue tunggu."


Hening keduanya melanjutkan makan siang mereka, sesekali Mario terlihat mencuri-curi pandang kearah Clara. Begitupun dengan Clara dia nampak memperhatikan Mario yang sedang makan, sesaat pandangan keduanya bertemu, membuat Clara salah tingkah dan kembali fokus ke makanannya.


"Eheemm..." Mario berdehem membuat Clara menoleh kearahnya.


"Kenapa?"


"Lo emang beneran udah gak peduli sama Jupiter? secara kemarin-kemarin gue lihat lo gencar banget deketin dia?"


"Untuk apa.. toh dia gak pernah anggap gue selama ini, apalagi sekarang dia udah balikan sama Theolla, gue udah mengubur dalam-dalam perasaan gue sama Jupiter" ucap Clara pasti.


"Lo tahu soal Jupiter dan Theolla?"


"Iya Kanaya yang ngasih tau gue, kalau Theolla gak jadi nikah gara-gara Jenifer muncul."


"Lo kenal Jenifer juga?"


"Sepertinya lo lupa Mario kalau gue dan Kanaya adik kakak meskipun hanya tiri."


"Ah ya...Jenifer itu sepupu kalian ya." Mario menyelesaikan suapan terakhirnya, di susul oleh Clara juga. Mereka lalu membereskan bekas makan yang tergeletak di meja.


"Gue lagi belajar buat lupain Jupiter, mungkin sulit tapi gue harus bisa move on....tapi gue butuh seseorang yang bisa bantuin gue." ucap Clara akhirnya. Dia menatap dalam kearah dua bola mata Mario.


"Maksudnya?" Mario tidak bisa membaca sorot mata Clara yang menghunus kearahnya.


"Maksudnya gue jadi pelarian gitu biar lo bisa lupain Jupiter....ckck siall." umpat Mario kesal.


Clara menghampiri Mario dan duduk di sebelahnya "Nggak bukan gitu maksud gue Yo...gue tahu mungkin ini kedengarannya gila, tapi jujur pertemuan terakhir kita di club malam waktu itu membuat pandangan gue ke elo berbeda....sepertinya gue...gue suka sama lo Mario." ucap Clara yakin menatap Mario dengan tatapan sulit di mengerti.


Tentu Mario terkejut dengan pengakuan Clara yang tiba-tiba, atas dasar apa dia bisa langsung menyukai dirinya. Padahal selama ini Clara begitu terobsesi dengan Jupiter. Apa perasaan seseorang itu bisa berubah dengan cepat. Layaknya debu yang tertiup angin.


"Gue gak percaya...bertahun-tahun lo mengejar Jupiter kenapa sekarang lo bilang suka sama gue?"


"Ya gue udah ngira pasti lo gak akan percaya dengan apa yang gue bilang, perasaan gue ke Jupiter selama ini hanya sebuah obsesi saja ingin memiliki dia, gue gak merasakan getaran apapun saat di dekat dia, berbeda jika dekat sama lo perasaan gue tuh bener-bener nyaman ada rasa yang tak bisa di ungkapkan. Gue udah pikirin ini semalaman dan gue yakin sama perasaan gue ke elo."


Mario hanya terdiam mendengar ucapan Clara. Wanita di hadapannya kini tengah mengungkapkan perasaannya, Mario juga jomblo apa salahnya jika dia memberi Clara kesempatan. Meskipun perasaannya sama Clara masih abu-abu.


"Gue gak akan paksa lo buat balas perasaan gue, gue sadar semua ini terlalu cepat tapi gue serius dengan ucapan gue barusan...ya udah gue balik dulu ya." Clara beranjak dari duduknya namun Mario menarik tangan Clara agar duduk kembali.


Ditatapnya wajah Clara dengan lekat, Mario bisa melihat tak ada kebohongan di sana "kasih aku waktu Ra!!"


Clara tersenyum dan mengangguk "Iya..." setelah itu dia elusnya pipi Mario.


"Aku tunggu." Clara bangun dari duduknya dan mengambil tasnya yang tergeletak di meja.

__ADS_1


"Aku balik ya.."


Setelah Clara menghilang dari ruangannya tanpa sadar Mario memegang pipinya yang tadi di elus Clara. Dia menarik bibirnya keatas dan menghempaskan tubuhnya di punggung sofa.


*****


Theolla masih cemberut dan mengaduk-aduk makanannya dengan kesal. Jupiter berulang kali meyakinkan Theolla bahwa kejadian tadi itu hal yang wajar. Namun Theolla merasa malu karena kepergok Mario sedang berciuman.


"Mau di taroh dimana muka aku kalau ketemu sama Mario ?"


"Udah tenang aja...Mario orangnya bisa di percaya dia gak akan ngumbar ke siapapun."


"Tapi aku yang malu Jupiter ..!!"


"Sudah gak usah di pikirin terusin lagi makannya, apa mau aku suapin?"


"Ihhh apasih..."


Jupiter tersenyum melihat tingkah Theolla, meskipun lagi cemberut gitu tapi semakin terlihat cantik.


"Kalau masih cemberut aku cium nih..!!" goda Jupiter.


Sontak Theolla menutup mulut dengan kedua tanganya.


"Jangan macem-macem !!"


"Ya sudah terusin lagi makannya aku lanjut periksa dokumen dulu, biar bisa pulang cepet."


Jupiter beranjak dari duduknya menuju meja kerjanya, dia kembali melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda karena adegan berciuman dengan Theolla. Sementara Theolla kembali asyik menikmati makanannya. Setengah jam kemudian Theolla menguap karena kelamaan menunggu Jupiter.


"Masih lama gak yank?"


Jupiter menoleh dan melihat Theolla sudah berdiri di sampingnya "bentar lagi sayang, kamu tunggu saja di ruangan pribadiku kamu bisa tiduran dulu nanti aku bangunin kalau udah selesai."


"Ya udah kalau gitu...jangan lama-lama !! menunggu itu membosankan!!"


"Iya sayang..." Jupiter usap rambut Theolla dengan gemas, membuat Theolla mendelik kesal. Dia berlalu menuju kamar pribadi Jupiter, di hempaskan tubuhnya disana dan di raihnya remote tv. Karena tidak ada acara yang menarik Theolla memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment🙏😍


__ADS_2