Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Mario dan Clara


__ADS_3

Matahari sudah berada tepat di tengah-tengah, saat Mario dan Clara keluar dari salon. Panasnya membuat siapa pun enggan untuk melangkahkan kakinya keluar. Berbeda dengan Mario dia membawa Clara memasuki sebuah restauran yang tidak jauh dari salon Clara.


Kecanggungan di antara keduanya sedikit mereda ketika mereka sudah sampai di dalam restauran. Mario menarik kursi yang akan di duduki oleh Clara, dan mempersilahkannya dengan manis.


"Silahkan tuan putri..!!"


"Makasih." ada rona merah di wajah Clara saat Mario memperlakukannya dengan manis.


"Kamu boleh pesen makanan apapun, hari ini biar aku yang traktir !! gantian ya..biasanya kan kamu terus yang traktir aku."


"Jadi ngajakin keluar cuma buat makan...hmmm." gumam Clara kecewa.


"Kenapa?" Mario mendengar gumaman Clara namun tidak terlalu jelas.


Clara menggeleng dan tersenyum kecil "gak papa."


"Kamu apa kabarnya?"


"Baik." jawab Clara singkat.


"Sebenarnya ada yang ingin aku omongin Ra." ucap Mario mendadak serius.


"Tentang apa?"


"Tentang kita berdua, selama seminggu ini aku sungguh kehilangan kamu Ra."


DEG


Clara tatap wajah Mario, dia terlihat serius dengan ucapannya. Namun semua itu tidak berlangsung lama ketika seorang pelayan mengantar pesanannya.


"Kita makan siang dulu ya Ra!!"


"Hmmm.."


Mario dan Clara mulai makan dengan perasaan canggung, berulang kali Mario mencuri pandang pada Clara. Begitu pun sebaliknya dengan Clara, dia tak membuang kesempatan untuk menatap Mario lebih lama. Mengagumi wajah tampan Mario karya sang maha pencipta yang mendekati angka hampir sempurna jika di kasih penilaian.


"Kenapa lihat-lihat?"


"Eh..." Clara baru tersadar jika Mario memergokinya.


"Apa hari ini aku tampan sehingga kamu menatapku tanpa kedip?" goda Mario.


"Jangan kegeeran kamu!!" Clara buru-buru menunduk dan mengaduk-ngaduk makanannya. Dia tak ada niat untuk menghabiskan makanannya setelah Mario memergokinya tadi.


"Aku bercanda Clara jangan di anggap serius santai saja seperti biasanya." Mario meraih sebelah tangan Clara dan menggenggamnya dengan erat.


"Apa jawaban dari pertanyaan kamu waktu itu masih berlaku untuk aku Ra?" tanya Mario dengan mode serius.


"Aku gak mau maksa kamu Yo."


"Aku tidak terpaksa Ra!!"


"Sudahlah....bukannya kamu ragu untuk memilihku?"

__ADS_1


"Aku tidak ragu."


"Kamu serius?"


"Sungguh aku serius!!"


"Sudah Yo !! jangan beri aku harapan palsu lagi, anggap saja aku tidak pernah ngomong seperti itu sama kamu."


"Tapi aku mau menjalaninya sama kamu, aku sayang kamu Clara !!"


Clara cukup kaget dengan pengakuan Mario, tapi Clara tidak melihat kebohongan pada ucapan Mario. Dia terlihat serius saat mengatakannya.


"Aku mau kita berdua...kamu dan aku menjadi satu !! beri aku kesempatan untuk membuktikan perasaan ku sama kamu Ra."


"Kamu sadar dengan ucapanmu Mario?"


"Apa aku terlihat becanda?"


Clara terdiam mencerna apa yang terjadi, hatinya langsung berbunga-bunga mendengar ucapan Mario. Penantiannya selama ini terjawab sudah, apa yang di takutkannya selama seminggu ini tidaklah terjadi.


"Gimana?"


Clara tersenyum lebar "iya aku mau."


Mario pun sama bahagianya dengan Clara, dia raih punggung tangan Clara dan di kecupnya dengan segenap perasaan. Semoga pilihannya kali ini tidak salah, Mario yakin Clara jodoh yang di siapkan tuhan selama ini.


"Makasih ya Ra."


"Iya...harusnya aku yang bilang makasih sama kamu."


Kali ini Clara baru semangat untuk menghabiskan makanannya, Mario tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Clara. Sesekali dia mengusap mulut Clara yang terkena makanan.


"Pelan-pelan donk makannya, ini doyan apa laper sih?"


"Dua-duanya....seminggu ini aku gak terlalu nafsu makan gara-gara kamu nih Yo !! coba dari kemaren-kemaren kamu balas perasaan aku." ujar Clara dengan mulut penuh makanan.


"Kok gara-gara aku?"


"Iyalah kamu PHP-in aku sih."


"Sekarang buktinya nggak."


"Nambah donk...!!" Clara memperlihatkan isi piringnya yang kosong. Membuat Mario heran dengan pola makan Clara yang banyak. Apa cewek kalau lagi bahagia seperti itu porsi makannya bertambah???


"Kamu gak takut gemuk? cewek biasanya selalu menjaga pola makannya."


Clara menggeleng "aku beda...kalau lapar ya makan buat apa nahan lapar karena takut gemuk, kamu gak akan ninggalin aku kan gara-gara aku gemuk?""


"Nggak donk honey...aku nerima kamu apa adanya."


Clara merona mendengar Mario memanggilnya honey "makasih ya."


Setelah itu Mario memanggil pelayan agar Clara kembali memesan makanan.

__ADS_1


"Kamu kenapa lebih memilih buka salon daripada ngurusin hotel papah kamu?" tanya Mario penasaran.


"Gak minat aja....ada yang lebih berhak daripada aku yang hanya anak sambung papah Chandra."


"Kanaya maksud kamu?"


"Ya...semenjak aku sama mamah ku masuk keluarga dia, Kanaya tidak pernah suka sama kami berdua. Oleh sebab itu aku gak mau membuat dia semakin membenciku jika ikut ngurusin hotel milik keluarganya."


"Hotel pak Chandra kan banyak kamu bisa mengelola yang di luar kota mungkin."


"Sudah ku bilang aku gak berminat dalam bidang itu, aku lebih suka menyalurkan hobiku sendiri sebagai ladang bisnis, kau tau sendirilah cewek pada dasarnya suka perawatan ini itu jadi aku putuskan untuk membuka salon."


Mario tersenyum mendengar penjelasan Clara, cukup salut juga dengan keinginan Clara yang kuat dan dia bisa mengerti posisi Clara di keluarga Chandra.


"Coba kamu jalin hubungan baik dengan Kanaya!! kalian sudah sama-sama dewasa saat ini, gak mungkin akan seperti ini selamanya." ucap Mario, tepat saat itu pelayan restoran kembali mengantar pesanan Clara.


"Aku sudah coba, tapi Kanaya menghindar dari kita...dia lebih memilih tinggal di apartemen dari pada tinggal sama kami." ujar Clara dengan tangan bersiap untuk menyuapkan makanannya.


"Ya sudah mungkin suatu saat Kanaya akan sadar jika kau dan mamahmu tidak seburuk yang dia pikir."


"Yah semoga saja...ku dengar dia berpacaran dengan temanmu?"


"Iya Kanaya pacaran sama Dimas."


"Aku ingin mengenal calon adik iparku tuh seperti apa."


"Lain kali kita ngumpul bareng Dimas dan Kanaya juga ya."


"Okeh aku tunggu."


"Sebenarnya aku hanya di kasih waktu dua jam oleh Jupiter untuk keluar." ucap Mario dia melirik jam rolex yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih ada waktu tiga puluh menit lagi.


"Pelit amat sih bos kamu itu."


"Dia udah berbaik hati honey... kamu ini roman-romannya masih kesel ya sama Jupiter gara-gara cintanya di tolak?"


Clara mendelik tajam "siapa yang kesel sama dia, udah gak usah bahas itu lagi...ayo balik !!" Clara beranjak dari duduknya namun Mario segera menarik tangannya.


"Maaf deh kalau aku salah ngomong!!"


"Hmmm....ayo jadi pulang nggak?"


Mario mengangguk, setelah membayar tagihan makanan... mereka berdua melangkahkan kakinya keluar dari restauran.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Like, Vote, Koment dan rate 5....makasih🙏😍


__ADS_2