Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Amarah Raka


__ADS_3

Dua minggu kemudian....


Setelah kepulangannya ke Surabaya, Theolla kembali fokus di perusahaan. Pekerjaannya kini semakin sibuk setelah mendapat kerjasama dengan perusahaan Jupiter. Theolla ingin kliennya itu puas dengan semua design yang dia buat. Pembangunan hotel yang bertempat di Bali pun kini sudah mulai di laksanakan.


Tidak beda jauh dengan Theolla, Jupiter pun sama sibuknya di perusahaan. Banyaknya permintaan kerjasama dari berbagai negara tetangga, membuat dia sibuk pulang pergi ke luar negeri untuk mengadakan pertemuan.


Begitupun siang ini Jupiter sedang melaksanakan meeting bulanan bersama dengan para petinggi perusahaan. Tampak Andre hadir di meeting kali ini, karena bagaimanapun juga Andre ayahnya Jupiter dan Venus masih menjabat sebagai presiden direktur, meskipun sudah mempercayakan kepengurusan perusahaan pada anak-anaknya.


Para petinggi perusahaan yang tak lain pimpinan dari semua cabang PT.Widjaya Grup dan juga direktur dari setiap departemen pun hadir menghadiri meeting kali ini. Nampak Venus juga duduk bersebelahan dengan Jupiter.


"Baiklah untuk meeting kali ini cukup sampai di sini dulu, bulan depan kita bertemu lagi di tempat dan jam yang sama untuk evaluasi lagi." ucap Andre menyudahi acaranya.


Para peserta rapat yang tak lebih dari 20 orang itu pun segera membereskan berkas-berkasnya. Setelah berpamitan dengan presdir dan direktur utama mereka semua meninggalkan ruangan meeting. Kecuali Jupiter dan Venus yang masih menemani Andre.


"Ayah ingin bicara dengan kalian berdua, ayo ikut keruangan ayah...!!"


Jupiter dan Venus pun mengikuti langkah Andre untuk memasuki ruangan yang sudah jarang dia tempati, karena kini Andre hanya memantau perusahaan dari rumah karena dia ikut mengurus bisnis restoran istrinya.


Jupiter dan Venus mendudukan dirinya di sebuah sofa tak jauh dari tempat Andre duduk.


"Bagaimana keadaan kantor cabang kamu Venus?" tanya Andre pada Venus.


"Baik yah tidak ada masalah, grafik perusahaan pun meningkat sangat baik."


"Ayah mau mulai besok kamu pindah ke kantor pusat, bantulah Jupiter untuk mengurus kantor pusat, Ayah lihat sekarang banyak para investor asing yang mulai menanamkan sahamnya dengan perusahaan kita, pasti kakakmu ini lebih sibuk dari sebelumnya, belum lagi Jupiter harus bolak balik ke luar negeri."


"Lalu gimana dengan kantor cabang yang saya pegang yah?"


"Ayah akan tunjuk asisten kamu Wisnu untuk memimpin kantor cabang, jadi kamu bisa cari asisten baru ketika sudah pindah kesini."


"Gue setuju sama Ayah, lo harus bantu gue juga di sini..secara Ayah kan udah gak terlalu sering ngurusin perusahaan." tutur Jupiter.


"Baiklah kalau itu keinginan kalian, aku pindah ke kantor pusat, kasih aku waktu tiga hari untuk menyelesaikan urusanku di sana, sampai serah terima jabatan pada pimpinan baru."


Andre tersenyum mendengarkan ucapan Venus, "Ayah lega sekarang kalau misalkan benar-benar pensiun dari perusahaan, ada anak-anak ayah yang hebat yang akan meneruskan usaha ini."


"Jupiter, ayah dengar sekarang pak Chandra kembali mempercayakan pembangunan hotelnya pada perusahaan kita?" tanya Andre pada Jupiter.


"Betul yah...kita bertanggung jawab penuh untuk pembangunan hotel pak Chandra yang ada di Bali dan Sumbawa."

__ADS_1


"Pastikan semua berjalan dengan lancar, pak Chandra adalah klien penting kita hotelnya sudah tersebar di pelosok negeri, ini kali ketiganya dia mempercayakan pembangunan hotel baru pada perusahaan kita."


"Baik yah...aku akan berusaha sebaik mungkin."


"Arsiteknya jangan lupa cari yang kompeten dan berpengalaman, kau jangan asal pilih ayah tidak ingin mengecewakan beliau."


"Sudah yah..aku sudah pilih arsitek handal dari perusahaan arsitektur di Surabaya."


"Bagus... kalau kamu sendiri gimana Venus proyek perumahan di Makassar?"


"Beres yahh.. pengerjaan hampir seleseai sudah sekitar 80 persen." tukas Venus menjelaskan. Andre pun menganggukan kepalanya mendengar ucapan Venus.


"Akhir pekan nanti, kalian main lah ke rumah ayah...kasian ibu dan adik kalian pasti kangen sama kalian."


"Akan aku usahakan yah..!!" ucap Jupiter.


"Venus juga yah, nanti bicara sama Manda dulu ya."


"Ayah tunggu ya...kalau gitu ayah permisi pulang, nanti ibu kalian ngomel kalau ayah kelamaan di sini." Andre beranjak dari duduknya, dan membereskan barang-barangnya.


"Salam buat tante Anna dan Alea yah..!!" ucap Jupiter ketika mengantar ayahnya sampai depan lift.


"Iya...banyak yang harus gue urusin dulu disana, sebelum gue pindah kesini."


"Ya udah lo hati-hati di jalan..!!" Jupiter menepuk bahu Venus berulang kali, sampai akhirnya Venus masuk ke dalam lift.


*****


Theolla masih merapihkan barang-barangnya, ketika pintu ruangannya terbuka sempurna. Orang yang paling ingin dia hindari kini tengah berdiri, menatapnya dengan senyum yang sangat lebar.


"Udah mau pulang Beibh?" tanya Raka dengan senyum usilnya.


"Menurut lo..?" Theolla tidak menggubris kedatangan Raka dan terus sibuk merapihkan berkas-berkasnya.


"Tadi om Bima bilang kamu masih di kantor, ya sudah aku susul kesini." Raka kini berjalan menghampiri meja Theolla dan duduk di atasnya.


"Kurang kerjaan banget sih lo." cetus Theolla.


"Apa sih yang nggak buat calon istri aku..!!"

__ADS_1


Theolla menatap Raka sekilas dan menunjukan raut kesalnya.


"Aku anter pulang ya..ada yang mau aku omongin."


"Gue bawa mobil sendiri, kalau mau ngomong tinggal ngomong aja disini." Ketus Theolla.


Raka mengepalkan tangannya melihat Theolla yang masih keras kepala tidak menganggapnya. Selama ini dia masih begitu sabar menghadapi sikap Theolla terhadapnya. Tapi untuk kali ini, kesabaran dia sudah benar-benar habis. Theolla selalu saja memancing emosinya.


Raka mencekal sebelah tangan Theolla dengan keras,"Mau lo sebenarnya apa? gue selama ini udah bersikap baik terhadap lo, tapi kenapa lo selalu ketus sama gue?"


Theolla meronta, mencoba melepaskan cekalan tangannya dari Raka tapi sia-sia karena tenaga Raka lebih besar.


"Lo berhenti gangguin gue..!!" Theolla menatap tajam kearah dua bola mata Raka.


"Gue ini calon suami lo Theolla..!!" ucap Raka dengan mempererat cekalannya pada Theolla.


"Kita di jodohin, dan gue gak pernah suka sama lo., gue cuma cinta sama satu orang dan itu bukan lo..!!!!" teriak Theolla.


Perkataan Theolla membuat Raka semakin di selimuti amarah, entah setan apa yang merasuki Raka hingga dia mendorong tubuh Theolla menuju dinding di belakangnya. Tanpa pikir panjang Raka langsung mencium Theolla dengan membabi buta. Sekuat tenaga Theolla melepaskan tautan bibir Raka, tapi percuma tenaga Raka terlalu kuat. Theolla hanya menggelengkan kepalanya kekiri dan kanan, agar Raka tidak leluasa menciumnya.


Ketika Raka sedikit mengendurkan pegangan tanganya, Theolla dengan cepat mendorong tubuh Raka dan menendang Raka tepat di bagian juniornya. Raka langsung melepaskan tautan bibirnya, dan mengaduh kesakitan.


"Dasarr brengsek lo Raka..!!" Theolla langsung menghapus bekas ciuman Raka di bibirnya dengan tissue yang berada di atas meja. Dia sungguh jijik, karena Raka hampir saja melecehkannya.


"Cewek sialann..tunggu pembalasan dari gue..!!" Raka tergeletak di lantai dan masih mengaduh kesakitan memegang junior kesayangannya.


Theolla tidak menggubris perkataan Raka, dengan buru-buru dia menyambar tasnya dan pergi meninggalkan Raka yang kesakitan.


.


.


.


.


.


Like, Vote dan Koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2