Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Misi Dimas


__ADS_3

Setelah memastikan Ara tidur dikamarnya, kini Amanda berlalu menuju kamar tamu yang Theolla tempati. Saat membuka pintu kamar, di lihatnya Theolla tengah duduk bersila di atas kasur dengan laptop di depannya.


"Aku ganggu gak La?"


Theolla langsung menutup laptopnya "nggak kok, aku cuma lagi ngecek grafik perusahaan."


Amanda pun lalu duduk di kasur berhadapan dengan Theolla "malam minggu gini bukannya kencan, masih aja ngurusin kerjaan."


"Kayak Anak muda aja kencan."


"Emang kamu udah tua?"


"Belum sih...hehe." kekeh Theolla.


"Dimana Ara sama Venus?emang gak pa-pa kamu malah ke kamarku."


"Tenang aja, Ara udah tidur...Venus lagi sama temen-temennya ngopi, di tempat kita biasa nongkrong dulu waktu SMA." jelas Amanda.


"Serius mereka masih suka datang ke kedai kopi itu? siapa aja emang?"


"Paling Jupiter, Dimas sama Mario."


"Si Rendi apa kabarnya?" tanya Theolla.


"Setahuku setelah dia jadi dokter, Rendi gak pernah nongkrong lagi sama Venus."


"Sibuk kali dia.."


"Hmmm...bisa jadi, ceritain donk awalnya gimana kamu ketemu sama Jupiter?" pinta Amanda penasaran.


"Penasaran banget ya..?"


"Udah tahu nanya." cebik Amanda.


Lalu mengalirlah cerita dari Theola bagaimana dirinya saat pertama bertemu dengan Jupiter. Theolla menceritakan semua tanpa ada yang terlewat sedikitpun.


"Aku gak nyangka loh ku pikir Jupiter akan sangat marah pada kamu, tapi ternyata dia memaafkanmu."


"Iya..aku juga berpikir seperti itu, aku udah pasrah jika Jupiter menolak bekerjasama dengan perusahaanku."


"Dia memang orang yang profesional, tidak menyangkut pautkan urusan pribadi dan pekerjaan." tutur Amanda, yang kagum pada kakak iparnya.


Theolla pun tersenyum membayangkan pertemuannya dengan Jupiter tadi siang, pada saat mereka di Apartemen.


"Diiihh...malah senyum-senyum sendiri, hayo ngebayangin apa?"


"Ada deh..!!"


"Terus kelanjutan hubungan kamu sama Jupiter gimana?"


"Gak gimana-gimana lah, sekarang kita cuma sebatas teman sekaligus rekan bisnis."


"Yakiin?? tapi kok kamu kayaknya bahagia banget." selidik Amanda, dengan wajah yang terus menatap Theolla tanpa henti.


"Apa sih bumil....pikirannya itu loh, yang dulu-dulu biarlah jadi masalalu, gak akan bisa terulang lagi." jelas Theolla.

__ADS_1


"Tapi aku ragu sama pemikiranmu itu, meskipun kamu sudah tunangan kamu kan gak cinta sama Raka, siapa tahu aja kamu sama Jupiter bisa balikan lagi, secara Jupiter juga selama ini gak pernah menjalin hubungan sama wanita lain." tutur Amanda menjelaskan.


"Masa sih? ku pikir selama ini Jupiter dekat sama banyak wanita, secara dia kan sudah jadi pengusaha yang sukses."


"Ya memang yang suka sama dia banyak, ayah dan bunda juga udah berkali-kali jodohin dia sama wanita yang tak kalah cantik, tapi satupun gak ada tuh yang di gubris sama dia, yang ada Jupiter malah marah setiap kali mau di jodohin, itu tandanya dia belum bisa melupakan kamu Theolla."


Theolla terdiam mendengar penuturan Amanda,"Dimas juga pernah ngomong kayak gitu sama aku."


"Yaa...kan, dia itu setia banget sama kamu, sekalinya sudah bertemu kamunya malah udah mau nikah, kasiaan banget nasib kakak iparku itu." ucap Amanda dengan raut wajah yang pura-pura sedih.


Theolla kembali termenung mendengar kata-kata Amanda, rasa bersalahnya pada Jupiter kini semakin besar. Dulu dia yang pergi ninggalin Jupiter, tapi Jupiter masih setia menunggunya. Sementara dirinya, malah tunangan dengan lelaki lain. Andai dulu dia bisa menolak, mungkin saat ini hubungannya dengan Jupiter bisa di perbaiki.


*****


"Lo serius gak balik bareng kita?" tanya Jupiter ketika sudah sampai di parkiran kedai kopi.


"Iya gue serius, gue mau nungguin pujaan hati gue dulu." ucap Dimas yang duduk santai di atas kap mobilnya.


Mario langsung mencibir mendengar ucapan Dimas,"nekat banget sih lo."


"Namanya juga suka jadi harus di perjuangin dong."


Tiba-tiba mobil Venus berhenti di depan ketiga pria tersebut,"gue duluan ya brother...!!" ucap Venus seraya melambaikan tangannya kearah Jupiter, Mario dan Dimas yang masih di parkiran.


"Iya hati-hati lo di jalannya..!!" seru Jupiter, mobil Venus pun semakin menjauh dari ketiga pria tersebut.


"Ya udah kita juga jalan duluan ya, semoga misi lo malam ini berhasil..!!" ucap Jupiter sambil menepuk bahu Dimas berulang kali.


"Siipp...kalian berdua juga hati-hati ya..!!"


Jupiter dan Mario pun lalu memasuki mobilnya, meninggalkan Dimas yang masih menunggu Kanaya. Mereka berempat nongkrong di kedai kopi sampai kedai kopi tersebut tutup, maka tak heran kali ini Dimas akan melancarkan aksinya untuk mendekati Kanaya.


"Nay ...!!" seru Dimas.


Merasa namanya di sebut Kanaya pun menoleh kearah Dimas,"loh pak Dimas belum pulang?"


"Sengaja saya nungguin kamu." ucap Dimas dengan senyum manisnya.


"Gue duluan ya Nay...!!" temannya yang tadi bareng sama Kanaya pun pergi meninggalkan mereka berdua. Dan di balas anggukan kepala oleh Kanaya.


"Buat apa bapak repot-repot nungguin saya pulang?"


"Saya mau anterin kamu pulang boleh kan?"


"Gak usah pak nanti saya malah merepotkan, saya sudah pesan ojek online."


"Gak ngerepotin kok, ojek onlinenya bisa kamu cancel...ayoo..!!" ajak Dimas.


Karena merasa tidak enak hati Kanaya pun menerima ajakan Dimas untuk di antar pulang.


Di dalam mobil...


"Dimana alamat tempat tinggalmu?" tanya Dimas.


"Di Jalan Angsana pak,"

__ADS_1


"Manggilnya jangan pak-pak terus dong, kesannya saya udah tua banget, panggil saya Mas saja Naya umurnya paling gak beda jauh sama saya."


Kanaya tersenyum kecil mendengar ucapan Dimas,"iya pak..eh maksud saya Mas." ucap Kanaya tersipu.


"Nah gitu dong kan jadi enak di dengernya."


"Emang tiap hari kamu pulangnya malem terus ya?"


"Tergantung, kalau saya masuk shift pagi, sore juga pulang, tapi kalau masuk shift siang saya pulang malem, cuman karena ini malam minggu jadinya kedai tutup jam 11malam." tutur Kanaya menjelaskan.


"Oh gitu, besok jadwal kamu masuk pagi apa siang?"


"Besok kebetulan jadwal libur saya Mas,"


"Bagus donk besok jalan yuk...!!"


"Memangnya gak malu Mas jalan sama saya??"


"Kenapa harus malu, yang penting saya tidak jalan sama istri orang iya kan? atau jangan-jangan kamu sudah ada yang punya."


Kanaya hanya menggelengkan kepalanya,"nggak kok Mas, saya masih milik orangtua saya."


"Bagus deh kalau gitu." gumam Dimas.


"Eh manggilnya jangan saya-saya dong, kok kita kesannya kayak formal banget ya, ganti aku kamu aja ya Nay." usul Dimas.


Sekali lagi, Kanaya hanya tersenyum dan mengangguk. Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun sampai di alamat yang Kanaya tuju.


"Yang mana rumahmu?" tanya Dimas, dia celingukan karena bingung mereka berhenti bukan di depan perumahan, tapi di sebuah bangunan Apartemen yang lumayan mewah.


"Kamu tinggal di Apartemen itu?"


"Eh...nggak kok, aku tinggal di kost-kostan yang berada di belakang Apartemen ini."


"Oh gitu...kiraiin kamu tinggal di Apartemen mewah ini."


"Ya udah aku pulang dulu ya...!!" saat Kanaya hendak membuka pintu mobilnya, Dimas menahannya terlebih dahulu.


Kening Kanaya sedikit berkerut,"kenapa lagi Mas?"


"Aku minta nomor kamu dong, biar besok gampang ngehubunginnya kalau kita janjian..!!"


"Ya udah sini ponselnya?" Dimas pun memberikan ponselnya pada Kanaya, dan Kanaya langsung mengetikkan beberapa angka.


"Udah aku simpen, ya udah aku pulang ya...makasih atas tumpangannya."


Dimas pun menganggukan kepalanya dan tersenyum lebar sebelum Kanaya keluar dari mobilnya. Setelah mobil Dimas menjauh, Kanaya melangkahkan kakinya menuju bangunan megah di belakangnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2