Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Pertemuan 2


__ADS_3

DEG !!


Jupiter...


Theolla...


Jupiter langsung terpaku, begitu menyadari seseorang yang berdiri dihadapannya adalah orang yang dia kenal dari masalalu. Tidak banyak yang berubah pada Theolla, hanya penampilannya saja kini yang terlihat lebih dewasa. Selama sepersekian detik, kedua insan itu hanya berdiri berpandangan, terpancar kerinduan yang begitu dalam dari bola mata keduanya.


Mario yang menyadari ada yang tidak beres dengan atasannya, langsung bertindak cepat. Dia membisikan sesuatu yang membuat Jupiter mengerjap kaget, begitupun dengan Bella dia langsung mengusap lengan Theolla untuk menyadarkannya.


"Bu, ini pimpinan perusahaan PT Widjaya Grup..." bisik Bella di telinga Theolla.


Sama dengan Jupiter, Theolla pun langsung mengerjap kaget. Melihat sekeliling yang menandang keduanya dengan tatapan yang penuh tanda tanya, membuat Theolla langsung mengulurkan tangan untuk menjabat Jupiter. Dan Jupiter pun membalas uluran tangan Theolla, meskipun keduanya terlihat sama-sama canggung.


"Senang bertemu dengan anda pak," sapa Theolla mencoba menghilangkan kecanggungan dalam dirinya, padahal sebenarnya jantung dia sudah berdebar sangat keras sedari tadi.


"Saya juga senang bertemu dengan anda bu Theolla," Jupiter lebih terlihat bisa menguasai dirinya dengan bersikap biasa saja.


Setelah saling memperkenalkan diri, mereka berdua pun langsung duduk kembali di kursinya masing-masing.


Sesuai agenda yang sudah ada, kini saatnya giliran Theolla maju kedepan untuk melakukan presentasi. Sekuat tenaga, dia mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu agar tidak terlihat gugup di depan peserta rapat. Mungkin jika tidak ada Jupiter di hadapannya, Theolla tidak akan segugup ini.


Sementara itu Jupiter, sedikitpun matanya tidak lepas untuk memandangi Theolla. Apa yang di sampaikan Theolla satu pun tidak ada yang masuk kedalam memorinya. Dia hanya fokus melihat Theolla, orang yang selama bertahun-tahun ini sangat dia rindukan. Terkadang pandangan keduanya bertemu, namun dengan cepat Theolla selalu menghindarinya.


Selama kurang lebih dua jam, Theolla berdiri di depan menampilkan hasil rancangan proyek yang akan membangun hotel di Bali. Berbagai tanya jawab terjadi selama rapat di langsungkan.


"Bagaimana menurut anda pak?" bisik Mario, karena melihat Jupiter yang sedari tadi hanya diam mendengarkan, tidak sedikitpun menyela atau membenarkan nya.


"Kau atur saja semuanya, saya kembali keruangan saya dulu." Jupiter pun beranjak dari duduknya, sebelum itu dia berpamitan terlebih dahulu pada peserta rapat yang hadir.


"Rapat hari ini cukup sampai di sini, untuk para peserta rapat silahkan meninggalkan ruangan kecuali perwakilan dari PT Galaxy Bimasakti." ucap Mario.


Setelah semua orang keluar dari ruangan tersebut, tinggal lah kini Mario, Sandra, Theolla dan Bella di sana. Terlibat obrolan yang cukup serius diantara mereka berempat.

__ADS_1


"Baiklah bu, terima kasih untuk presentasi hari ini untuk hasilnya nanti kita akan kabari lagi menunggu keputusan dari pimpinan kami."


"Iya sama-sama pak Mario, bu Sandra."


Setelah saling berjabat tangan, Mario dan Sandra langsung meninggalkan ruangan meeting. Sementara Theolla masih berdiam diri, tidak percaya dia akan kembali bertemu dengan Jupiter setelah sekian lama berpisah.


"Bu apa ibu baik-baik saja...?" Bella menghentikan lamunan Theolla.


Theolla hanya mengangguk pelan "Iya saya baik-baik saja Bel,"


"Apa pak Jupiter orang itu bu?" tanya Bella hati-hati.Sekali lagi Theolla hanya mengangguk pelan.


"Dari awal saya sudah curiga bu, waktu pertama lihat pak Jupiter masuk wajahnya tidak asing bagiku, dan melihat ekspresi kalian berdua tadi yang terkejut membuatku semakin yakin bahwa dia orang yang ibu kenal."


Theolla tersenyum kearah Bella "memang kelihatan banget ya Bel?"


"Iya bu, kalian berdua terlihat sama-sama canggung apalagi saat ibu presentasi pak Jupiter hanya fokus melihat ibu tanpa mengeluarkan pendapatnya sedikitpun."


"Apa saya terlihat gugup saat di depan tadi?"


"Maaf bu jika saya lancang,sepertinya pak Jupiter sangat merindukan ibu terlihat dari sorot matanya saat melihat ibu." tambah Bella.


Mendengar ucapan Bella hatinya sangat teriris, dia pun sama sangat merindukan Jupiter. Tapi apalah daya dia yang menghilang dari hidupnya secara tiba-tiba. Jupiter pasti sangat membencinya, itulah yang ada di pikiran Theolla saat ini.


Tanpa terasa air matanya lolos begitu saja.Theolla buru-buru mengusap air mata yang jatuh di pipinya.


"Ibu nangis, maaf jika kata-kata saya menyinggung perasaan ibu."


"Bukan karena kamu Bella, aku hanya terlalu bodoh saja dulu menghilang dari kehidupannya, semua tidak ada yang perlu di sesali aku yang salah dalam hal ini."


"Apa pun yang terjadi dengan ibu dan pak Jupiter di masalalu, semoga saja tidak mempengaruhi pengajuan kerjasama kita ya bu."


"Saya gak mau berharap banyak Bel, ya sudah ayo kita keluar dari sini...!!" ajak Theolla, karena sadar sudah terlalu lama berada di ruang meeting.

__ADS_1


*****


Jupiter memasuki ruangannya dengan tergesa-gesa, dia langsung membuka jas hitam yang membalut tubuhnya lalu dia lemparkan dengan asal di atas sofa. Jupiter langsung duduk dikursi kebesarannya, dia mengusap rambutnya kebelakang dan menjambaknya frustasi.


"Arrrggghhh !!!" teriak Jupiter kesal.


Jupiter tidak percaya jika orang yang selama ini menghilang dari hidupnya, kini muncul kembali di hadapannya. Harusnya dia senang, bertemu dengan Theolla adalah hal yang dia impikan dari dulu. Tapi kenapa hati kecilnya menolak, dia sakit hati dengan apa yang Theolla lakukan dulu terhadapnya.


"Pak apa anda baik-baik saja?" tiba-tiba Mario masuk dan terkejut melihat keadaan Jupiter yang acak-acakan.


"Tinggalin saya sendiri, dan jangan ada yang ganggu saya dulu... batalkan semua pertemuan hari ini." ucap Jupiter tegas dan dingin.


"Baik pak." Mario pun berlalu dari hadapan Jupiter, meskipun dia sangat penasaran apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Mario tahu jika sahabatnya marah, dia pasti tidak ingin di ganggu dan lebih senang menyendiri.


Setelah pintu ruangannya tertutup, Jupiter merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berada di sebuah room privat miliknya. Selain terdapat satu buah kasur berukuran sedang,disana juga ada sebuah TV LED besar yang menempel di dinding, satu set lemari baju dan sebuah mini kulkas yang khusus menyimpan minuman. Tempat ini merupakan tempat favorit keduanya setelah apartemen miliknya.


Jupiter selalu mengistirahatkan tubuhnya di sana, jika lelah seharian bekerja. Pikiran nya kini berkelana, mengingat sosok Theolla yang kini sudah berubah menjadi sosok wanita dewasa. Ingin sekali rasanya dia tadi memeluk Theolla, tapi apa daya kini keadaannya sudah berubah.


Hubungan mereka sudah tidak sama seperti dulu, ada jarak yang terbentang lebar di antara keduanya. Meskipun ini bukan keinginan Jupiter, tapi Theolla lah yang lebih dulu meninggalkannya tanpa kabar.


Dan setelah sepuluh tahun berlalu, kini mereka di pertemukan kembali dalam keadaan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Jupiter sekuat tenaga tidak ingin menoleh lagi kebelakang, tapi apa daya hatinya selalu luluh jika berhadapan dengan Theolla.


Setelah beberapa menit sibuk dengan pemikirannya, Jupiter pun terlelap dalam tidurnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2