
Sementara itu di kediaman keluarga Andre Wijaya, seluruh keluarga kini tengah berkumpul untuk menikmati acara makan malam bersama. Andre pun mengundang Rianti dan suaminya, meskipun kini Andre dan Rianti statusnya sudah menjadi mantan, tapi hubungan baik keduanya masih berlanjut agar menjadi panutan untuk anak dan cucu mereka.
"Makasih loh mbak udah nyempetin waktunya jauh-jauh datang kesini," Anna istri dari Andre memulai obrolan nya. Selain ada Rianti, Amanda pun sudah bergabung disebelahnya ada Ara dan Alea anaknya Andre dan Anna kini tengah bermain bersama.
Rianti pun tersenyum menanggapi obrolan Anna, jarak umur yang sangat jauh membuat Rianti sudah menganggap Anna sebagai adiknya sendiri.
"Gak usah sungkan gitu An, kita ini kan sudah seperti keluarga bagaimanapun juga kita adalah ibunya anak-anak."
"Iya mbak, oh ya Manda gimana sama kehamilan kamu ada masalah gak?" tanya Anna kini perhatiannya tertuju pada Amanda istri dari Venus anak suaminya dan Rianti.
"Awalnya iya tan,aku ngidamnya parah banget tapi sekarang udah nggak bayinya udah anteng di dalam perut." ucap Amanda sambil mengelus-elus perutnya yang sudah kelihatan buncit.
"Syukurlah kalau gitu.." Obrolan mereka terhenti ketika Venus masuk dan duduk di samping Amanda. Dia melingkarkan tangannya ke bahu Amanda.
"Kita masih nunggu siapa lagi tan?" tanya Venus matanya menatap kearah Anna. Meskipun Anna ibu tirinya tapi Venus dan Jupiter sudah terbiasa memanggilnya tante, di karenakan umur Anna jauh lebih muda dari bundanya. Bahkan Anna itu lebih cocok jadi kakaknya mereka.
"Jupiter kayaknya yang belum dateng,"
"Kebiasaan dia mah kalau ada janji pasti telat, " gerutu Venus.
"Mungkin bentar lagi Jupiter nyampe kita tunggu saja dulu!!" Amanda ikut menimpali
"Yang lainnya pada dimana?" tanya Rianti. Matanya celingukan mencari-cari keberadaan suaminya.
"Ayah sama papah ada di taman belakang bun,"
"Kedua pria itu kalau sudah bertemu pasti lupa waktu kalau ngobrol," gerutu Rianti.
"Om ganteeenggg...!!!!" tiba-tiba Ara berteriak membuat semua orang menoleh kearahnya. Jupiter yang baru saja tiba menjadi pusat perhatian semua orang, terutama Ara dia langsung berlari kearahnya minta di gendong.
Venus berdecak kesal "Akhirnya lo dateng juga, keburu laper gue nungguin lo..!!"
"Sorry ya terlambat, tadi ada sedikit kerjaan makanya telat dateng kesini." Jupiter lalu duduk di sofa yang masih kosong.
"Akhir pekan tuh buat istirahat jangan kerja terus nak!!" ucap Rianti mengingatkan.
"Tuh dengerin apa kata bunda, akhir pekan tuh seharusnya di pakai buat senang-senang sama pacar." goda Venus membuat Amanda langsung mencubit pinggang suaminya agar berhenti membuat Jupiter tidak nyaman.
"Ara turun dulu, kasian om kamu capek..!!" pinta Amanda.
Namun Ara malah mengerucutkan bibirnya "Gak mau Ara mau sama om ganteng..!!"
__ADS_1
"Ara kangen sama om?" tanya Jupiter.
"Iya om gak pernah main kerumah Ara, om jahat Ara kan pengen main sama om," Ara memasang wajah cemberutnya membuat semua orang tertawa akan tingkah gemasnya.
"Maaf ya sayang akhir-akhir ini om sibuk banyak kerjaan, lain kali kita main bersama ya...!!"
"Horeeee....bener ya om?" Ara berjingkrak karena senang.
"Ya udah ayo makan malam nya kita mulai, semuanya sudah siap..!!" ajak Anna.
"Alea panggil ayah dan om Leo di taman belakang ya.. !!"
"Baik mam..!!" Alea pun berlalu keluar menuju taman belakang rumah.
*****
Setelah acara makan malam selesai semua keluarga berkumpul di ruang tamu, sementara Ara dan Alea melanjutkan kembali bermain yang sempat tertunda tadi.
"Kerjaan di kantor pusat gimana nak?" Andre memulai pembicaraannya menatap ke arah Jupiter. Karena sudah beberapa bulan ini Andre jarang datang ke kantor. Kecuali jika ada rapat penting baru Andre akan datang, karena dia masih pemilik saham terbesar di PT Widjaya grup.
"Lancar yah...!!"
"Baguslah Ayah lihat juga laporan bulan lalu tidak ada masalah,"
"Lumayan lah, meski baru buka setahun ini tapi usaha kuliner kita cukup pesat, rencananya bulan depan kita akan buka cabang baru di Bekasi dan Bandung."
"Wah selamat Yah, tante...kita semua turut berbahagia atas pencapaian kalian..!!" ucap Venus, membuat semua orang mengangguk menyetujui ucapannya.
"Iya makasih ya..!!" Anna turut menimpali.
"Sebenernya tujuan saya mengumpulkan kalian disini ada hal serius yang ingin kita bicarakan, ini mengenai masa depan Jupiter." tutur Andre, mendengar namanya disebut Jupiter langsung mendongak dan melihat ayahnya dengan serius.
"Kenapa yah?" tanya Jupiter penasaran.
Andre nampak merubah posisi duduknya menjadi serius "Ayah sebenarnya ingin mengenalkan kamu sama anak rekan bisnis ayah, dia orangnya baik cantik lulusan S2 di Inggris, bundamu juga sudah menyetujui hal ini." ucap Andre, matanya menatap dalam kearah Jupiter.
"Bener nak, ayah sama bunda ingin melihat kamu bahagia jadi tolong hargai usaha kita, kamu mau ya datang menemui gadis itu." Rianti turut berbicara membantu Andre.
"Apa kalian pikir selama ini saya gak bahagia?" nada bicara Jupiter kini berubah menjadi tegas dan dingin.
"Maksud ayah itu ayah ingin melihat--"
__ADS_1
"Iya saya paham ayah dan bunda ingin melihat saya menikah bukan? saya pasti menikah yah, tapi bukan bersama wanita pilihan ayah maaf saya gak bisa penuhi kemauan kalian," Jupiter pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan keluarganya.
"Biar saya susul dan bicara dengannya..!! Anna ikut berdiri mengejar langkah Jupiter yang menaiki tangga menuju lantai dua.
"Jupiter memang keras kepala, sepertinya dia belum bisa melupakan Theolla." gumam Venus.
"Yank...jangan bawa-bawa Theolla disini, gak enak kalau di dengar ayah," Amanda berbisik tepat di telinga Venus.
"Memang kenyataannya seperti itu yank, aku lebih tahu bagaimana dia," Venus lalu membelai-belai perut Amanda dengan lembut. Membuat Amanda tersipu malu pasalnya di situ masih ada kedua mertuanya.
"Sepertinya rencana kita gagal lagi, padahal kita hanya ingin melihat Jupiter bahagia, selama ini dia terlalu sibuk mengurus perusahaan sampai urusan mencari pasangan pun dia abaikan." ucap Andre kecewa.
"Sudahlah pak Andre mungkin Jupiter memang belum siap, kita tidak bisa memaksanya mungkin dia sudah punya calon yang kita belum tahu." timpal Leo suami dari Rianti.
"Papah ini sok tahu, Jupiter itu setelah pulang dari New york berubah pah dia hanya memikirkan ambisinya untuk membuat perusahaan maju, dia bahkan tidak pernah terlihat bersama wanita kecuali ya sama sekertarisnya itu." Rianti turut menjelaskan.
"Apa mungkin Jupiter ada hubungan dengan sekertarisnya?" tanya Leo.
"Papah ini jangan ngaco, sekertaris Jupiter tuh sudah menikah dan mempunyai satu anak." ralat Venus.
"Kalau menurut saya, biar Jupiter mencari sendiri pasangan hidupnya kalau kita terus memaksa seperti ini takutnya malah membuat dia stress." Amanda ikut berkomentar.
"Nah betul aku setuju sama kamu yank...!!" Venus menjadi orang pertama yang setuju akan ucapan istrinya. Sementara Andre dan Rianti hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, melihat anak dan menantunya kompak menentang perjodohan Jupiter.
"Maaf yah, bun saya juga ingin melihat Jupiter menikah tapi sepertinya cara ini gak bakal berhasil melihat penolakan dia tadi seperti apa," ucap Amanda lagi.
"Ya sudahlah soal perjodohan ini, kita bicarakan lagi nanti..!!" tegas Andre.
"Bagaimana dengan Jupiter?apa dia akan marah sama kita?" tanya Rianti khawatir.
"Biar Anna yang berbicara dengannya, kamu tenang saja dia gak mungkin marah sama kita." Rianti pun menghela nafas lega.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasih🙏🙏