Twins Boy

Twins Boy
Bonchap 5 - Bella dan Darel 2


__ADS_3

Darel tersenyum melihat wanita yang duduk di sampingnya cemberut, sesaat pesawat lepas landas dari Bandara Juanda. Tak ada niatan bagi Bella untuk membuka percakapan terlebih dahulu. Dia hanya memandang keluar jendela melihat tumpukan awan mengabaikan bos sekaligus kekasih barunya.


Darel meraih tangan Bella dan mengecupnya sesaat "udahan dong marahnya!!"


Bella tidak menggubris, dia tetap pada pendirian kokoh menganggap Darel hanya bayangan yang tak kasat mata.


Lima bulan sudah berlalu..selama itu Bella dan Darel menjalani hubungan antara bos dan bawahannya. Karena intensitas pertemuan mereka yang sering, membuat di antara mereka timbul benih-benih cinta. Darel mengungkapkan perasaannya satu bulan yang lalu, pucuk di cinta ulam pun tiba ternyata Bella juga mempunyai perasaan yang sama dengan Darel.


"Mau sampe kapan diemin aku kayak gini, tadi itu hanya salah paham beb." Darel terus merayu Bella dengan jurus seribu menaklukan hati wanita. Konon jika seorang wanita sedang marah akan ampuh jika menggunakan jurus ini.


"Sayang, cinta..ngomong donk jangan diem aja, aku bukan patung yang hanya untuk pajangan, aku punya hati ingin di belai dan di manja."


Bella masih tidak menanggapi ucapan Darel, dia malah mengambil earphone dan menyetel musik dengan keras. Sampai pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Darel belum bisa membuat Bella bicara.


Dengan langkah terburu-buru Bella menyeret kopernya meninggalkan Darel jauh di belakang. Tapi bukan Darel namanya jika harus mundur sebelum berperang, setengah berlari Darel akhirnya bisa mensejajarkan langkahya dengan Bella.


"Bella jangan kayak gini donk, gimana kita bisa kerja kalau kamu masih ngambek seperti ini." ucapan Darel mendadak serius membuat Bella menolehkan wajahnya.


"Kita akan bertemu klien siang ini, kalau kamu masih marah kerjaan kita bisa berantakan."


"Aku profesional kok saat kerja, gak mungkin mencampur adukan masalah pribadi dan kerjaan." sungut Bella kesal.


"Besok-besok kamu cari asisten yang baru saja!! biar aku pindah ke bagian lain." tambah Bella lagi. Membuat Darel menggeleng cepat.


"Nggak Bel !! aku udah nyaman sama kamu." Darel langsung meraih tangan Bella dan menatapnya lembut.


"Maafin kejadian tadi ya..itu di luar kendaliku, aku gak tahu jika tiba-tiba tuh cewek muncul di Bandara."


"Dia gak mungkin muncul begitu saja jika kamu gak ngasih tahu dia kan?"


"Aku berani sumpah gak ngasih tahu dia perihal keberangkatan kita ke Jakarta, bales chatnya aja gak pernah."


"Sudahlah gak usah bahas cewek itu lagi!!"

__ADS_1


"Kamu jangan salahin aku jika tuh cewek ngejar-ngejar aku terus...nih salahin wajah ganteng aku yang sudah dari lahir!!" Darel menunjuk-nunjuk wajahnya membuat Bella mencibir.


"Kamu udah gak marah kan?"


Bella menggeleng. Sontak Darel langsung memeluk Bella dengan erat.


"Lepasin Rel..!! kita lagi di tempat umum."


"Biarin... biar orang-orang tahu kita ini sepasang kekasih." Bella hanya menggelengkan kepalanya.


Meskipun umur Darel lebih muda dari Bella tapi pemikiran Darel jauh lebih dewasa. Buktinya selama berpacaran Bella lah yang sering marah karena cemburu, ya wajar jika Darel memiliki banyak fans wanita di kampusnya yang baru. Karena saat ini Darel tengah menempuh S2 nya, dia berada di kantor dari senin sampai jumat, dan kuliah saat akhir pekan.


"Ya udah kita langsung kekantornya kak Jupiter!! habis pertemuan selesai kita baru menemui kak Theolla."


Bella mengangguk dan setuju dengan usulan Darel.


*****


Selama dua jam meeting dengan klien dari Bangkok pun selesai di laksanakan. Selain Darel, Jupiter dan Venus juga terlibat dalam meeting tersebut. Karena pada dasarnya, perusahaan Darel memang sudah lebih dulu bekerja sama dengan perusahaan Jupiter dari semenjak Theolla yang pimpin.


"Saya nginep di hotel aja pak..biar Darel yang nginep di tempat bapak!!" ucap Bella merasa tak enak.


"Loh gak bisa gitu Bel...kalau kamu tidur di hotel aku pun akan ikut sama kamu!!" sanggah Darel.


"Heii..kalian ini belum muhrim mana bisa tidur bersama!!" goda Venus.


"Tahu nih..mentang-mentang baru jadian pengennya nempeelll mulu kayak cicak di dinding." kekeh Dimas.


Bella hanya menunduk dengan wajah memerah. Dia tidak menyangka jika hubungannya dengan Darel sudah menyebar luas. Padahal dia hanya memberitahu Theolla saja.


"Yaellaaa bang..gue sama Bella gak mungkin tidur sekamar, kita beda kamar lah." sangkal Darel.


"Modus banget lo Darel..!!" semprot Dimas.

__ADS_1


"Bilang aja iri bang Dimas..!!"


"Sudah-sudah kok malah ribut, pokoknya kakak gak mau tahu kamu sama Bella tidur di rumah kakak." ucap Jupiter tidak bisa di ganggu gugat.


Bella dan Darel pun menyetujui usulan Jupiter.


"Akhir pekan nanti kalian datang kan ke resepsinya Mario dan Clara?" tanya Venus menatap Bella dan Darel bergantian.


"Akhir pekan jadwal gue kuliah bang."


"Bolos aja kenapa minggu ini, mumpung kalian di Jakarta sekalian kita kumpul di resepsi Mario dan Clara nanti."


"Gimana Bel?" tanya Darel meminta persetujuan Bella.


"Aku ya terserah kamu.."


"Huh..begitu aja minta persetujuan pacar." ledek Dimas. Namun Darel tidak menganggapi candaan Dimas. Dia lebih baik menghabiskan makanannya.


"Gue balik ke ruangan gue dulu..ayo Dim!!" ajak Venus.


"Bentar makanan gue masih ada, mubazir kalau gak di habisin.."


Venus lebih dulu meninggalkan ruangan Jupiter, sementara Dimas dan Darel masih sibuk menghabiskan makannya.


.


.


.


.


Alurnya di percepat ya biar bonchapnya gak kebanyakan...soale aku cape mikirnya😁mikirin yang di rumah aja gak kelar-kelar😂

__ADS_1


Like, Vote, Koment dan Rate 5🙏😍


__ADS_2