Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Apartemen


__ADS_3

Mario membawa mobilnya membelah jalanan ibu kota, tatapannya lurus kedepan fokus dengan kemudinya. Sementara Bella hanya diam, dan sesekali melihat pria di sampingnya. Pria yang baru bertemu dua kali dengannya ini ngotot untuk mengantarnya pulang.


"Kemana saya harus mengantar kamu?" tanya Mario memecah keheningan.


"Hotel Merrion pak,"


"Oh jadi kalian selama di Jakarta tinggal di hotel itu?"


"Iya benar pak, sebenarnya di Jakarta ada kerabatnya bu Theolla tapi kami memilih tinggal di hotel."


Mario hanya manggut-manggut mendengar ucapan Bella. Suasana hening kembali tercipta, membuat Bella merasa tidak nyaman.


"Maaf pak sebenarnya bu Theolla dan pak Jupiter pergi kemana ya??" kini giliran Bella yang angkat suara terlebih dahulu.


"Saya juga tidak tahu, itu urusan mereka saya tidak mau ikut campur."


"Oh..."


Selanjutnya tidak ada percakapan di antara mereka berdua, Bella menatap keluar kaca jendela melihat mobil-mobil yang berlalu lalang. Sampai akhirnya mobil pun tiba di hotel tempat Bella menginap.


"Makasih pak atas tumpangannya..!!"


"Hmmm.."


"Saya permisi dulu," ucap Bella sambil tersenyum kearah Mario. Dan Mario pun hanya menganggukan kepalanya. Setelah Bella keluar dari mobilnya, Mario kembali ke kantor untuk melanjutkan aktifitasnya.


*****


Dua jam sudah kini Theolla berada di Apartemen Jupiter, semua sudah dia ceritakan tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Begitupun dengan pertunangannya dengan Raka, yang atas dasar balas budi pada keluarga Raka, yang sudah banyak menolong di masa-masa sulitnya.


"Jadi tunangan kamu itu namanya Raka?"


Theolla mengangguk dan tersenyum canggung.


"Kamu bahagia bersamanya?" selidik Jupiter.


Theolla mengerutkan dahinya "kenapa kamu berpikiran seperti itu?"


"Entahlah aku merasa iri dengan pria itu, dia bisa bertunangan denganmu, sementara aku hanya masalalu buat kamu. Aku selalu berharap suatu saat kita bisa bersama kembali, tapi ternyata kita tidak di takdirkan untuk itu."


"Maaf..." Theolla menunduk mengusap air matanya yang kembali menitik.


"Aku memang bertunangan dengannya, tapi sedikitpun dia tidak pernah ada di dalam hatiku. Kesalahanku di masa lalu sangat besar, menggantungkan hubungan kita tanpa adanya kejelasan. Itu sebabnya selama kita berpisah aku tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, sampai akhirnya perjodohan itu terjadi."


Jupiter kembali mengusap air mata Theolla dan menatap dalam kearah dua bola matanya "kamu masih mencintaiku?"


Theolla mengganggukan kepalanya.


"Kenapa pada saat pernikahan Venus dan Manda kamu tidak mau menemuiku? kenapa kamu datang di saat aku sudah kembali ke New York?"


"Aku terlalu malu untuk muncul di hadapanmu, setelah apa yang ku perbuat di masa lalu apa pantas aku kembali ke sisimu?"


"Andai waktu itu kamu menemuiku La, mungkin kita bisa perbaiki dari dulu, aku pasti mengerti dengan semua alasan kamu yang menghilang dari hidupku. Meskipun sampai sekarang kita masih saling mencintai, tapi semua itu terlambat kamu sebentar lagi akan menikah dengan orang lain."

__ADS_1


"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu, meskipun kita tidak bisa bersama lagi sebagai kekasih, tapi aku harap kita masih bisa menjadi teman." harap Theolla.


"Kalau aku gak mau gimana?"


"Loh terus kamu maunya gimana?"


"Ya aku maunya tetep jadi pacar kamu, sama seperti dulu, aku maksa nih La..!!" kekeh Jupiter mencoba mencairkan suasana.


"Mana bisa gitu,"


"Selama janur kuning belum berkibar, aku tetap anggap kamu kekasihku."


"Jupiteerrr...!!" Theolla sudah kehabisan ide untuk membujuk lelaki di hadapan nya ini. Jupiter malah menyandarkan tubuhnya di bahu Theolla, dan memainkan rambut panjangnya.


"Kamu ishh.... kebiasaan banget dari dulu mainin rambut aku...!!" Theolla susah payah melepaskan tangan Jupiter dari rambutnya.


"Aku laper nih La, emang kamu gak laper daritadi ngoceh mulu."


"Ya aku laper sih, tapi mau gimana lagi kamu minta aku buat jelasin semuanya." cebik Theolla.


"Ya udah kita pesan makanan aja," Jupiter mengambil ponselnya dan membuka aplikasi untuk memesan makanan.


"Selesai..." Jupiter meletakan kembali ponselnya di atas meja.


"Emangnya kamu gak balik ke kantor?"


"Gak lah, kerjaan udah aku serahin semua sama Mario, aku masih pengen berduaan sama kamu La, inget ya kamu harus menebus semua kesalahan kamu karena ninggalin aku dulu." ancam Jupiter.


"Loh...loh kenapa jadi seperti ini, tadi perasaan kamu gak nuntut apapun."


"Jupiteerrr...!!" Theolla langsung mencubit pinggang Jupiter berulang kali.


"Besok aku balik ke Surabaya...!!"


"Mana bisa gitu, surat kontraknya masih ada sama aku."


"Kamu curang...!!" cebik Theolla.


"Biariin...!!"


Ting tong...!!


Tiba-tiba Bel apartemennya berbunyi, Jupiter pun beranjak dari duduknya dan langsung membukakan pintu. Ternyata yang datang kurir yang mengantar pesanan makanan.


*****


Jupiter dan Theolla pun telah selesai menyantap makanannya, mereka kini berdua masih duduk berhadapan di meja makan.


"Aku langsung pulang ya, kasian Bella di hotel sendirian...!!"


"Asisten kamu kan udah gede La, ngapain di khawatirin sih..kita hampir sepuluh tahun gak ketemu loh aku masih kangen sama kamu."


"Besok kan masih bisa bertemu lagi, aku mau ambil surat kontraknya."

__ADS_1


"Besok weekend aku gak berangkat ke kantor,"


"Oh ya... sebelum aku pulang ke Surabaya, rencana aku mau nginep dulu di rumahnya Manda."


"Kamu sudah ketemu sama Manda?"


"Iya sama Venus dan Ara juga..!!"


"Jadi kapan kamu pulang ke Surabaya?"


"Mungkin lusa, aku gak enak sama papah kalau kelamaan ninggalin perusahaan."


"Kalau kamu sudah di Surabaya, aku boleh kan maen kesana?"


"Jangan macem-macem Jupiter...!!"


"Aku becanda sayang...!!"


"Ishhhh...." pipi Theolla langsung merona mendengar Jupiter memanggilnya sayang.


Tiba-tiba ponselnya Jupiter bunyi, ada satu panggilan masuk dari Mario.


"Iya kenapa Yo?"


"Maaf pak mengganggu, saya cuma mau ingetin satu jam lagi kita ada meeting pak di restoran sakura.!!" ucap Mario di seberang sana.


"Oh iya...kita langsung bertemu di sana ya..!!"


"Baik pak." Mario pun menutup sambungan teleponnya.


"Ckckck ganggu aja...!!" gumam Jupiter tapi masih bisa di dengar oleh Theolla.


"Kenapa?siapa yang ganggu?"


"Mario nih asistenku, aku ada meeting La satu jam lagi kamu mau kan nunggu aku di sini?"


"Aku pulang dulu ke hotel, besok kita bisa bertemu lagi...aku tunggu di rumahnya Manda ya jam 10 pagi." Theolla tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya.


"Hmmmm....mulai berani ya kamu godain aku," Jupiter menarik tangan Theolla, membawanya duduk di sofa. Rasanya enggan sekali untuk melepaskan Theolla pergi.


"Ayo berangkat nanti kamu telat loh...!!"


"Tapi kamu janji ya gak akan pergi lagi dari aku?"


Theolla tersenyum dan menganggukan kepalanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2