Twins Boy

Twins Boy
Cewek itu..


__ADS_3

Keesokan harinya Jupiter tengah bersiap dan mematut dirinya di hadapan cermin, dia memakai seragam sekolah yang biasa Venus kenakan. Mulai hari ini sampai dengan dua minggu ke depan Jupiter lah yang akan menggantikan Venus di sekolahnya.


"Kamu yakin akan melakukan ini sayang?" tanya Rianti ketika Jupiter dan Venus tengah sarapan.


"Yes bun, jangan khawatir aku pasti bisa gantiin Venus." jawab Jupiter yakin dengan mulutnya yang sibuk mengunyah makanan.


"Kalo ada apa-apa jangan lupa lo hubungin gue ya?" tukas Venus. Jupiter pun menganggukan kepalanya.


"Ya udah aku berangkat ya bunda, nanti kalo lo udah sampai di Korea jangan lupa kasih kabar ya ,sopir ayah nanti yang akan jemput lo di Bandara..!!" tutur Jupiter.


"Iya sayang ati-ati ya nak di jalan nya..!!!" Jupiter lalu menghampiri bundanya dan mencium tangan sang bunda.


"Awas lo jangan sampe nyasar..!!" teriak Venus yang di balas lambaian tangan oleh Jupiter. Setelah Jupiter berlalu Rianti dan Venus pun melanjutkan kembali sarapannya.


"Sayang, bunda berat sebenernya ngijinin kamu pergi ke Korea," Rianti membuka percakapannya.


"Ayolah bun, jangan bahas itu lagi di sini kan bunda gak sendiri ada Jupiter,"


"Iya tapi bunda pengen anak-anak bunda ini kumpul sama-sama lagi..!!"


"Hanya dua minggu bun, setelah itu kita akan berkumpul bersama lagi." Venus mencoba menenangkan sang bunda.


"Tapi kamu janji ya selama di sana kamu harus kasih kabar ke bunda tiap hari??"


"Iya bunda, Venus janji..!!" ucap Venus sambil memeluk bundanya erat.


"Ya udah kamu siap-siap dulu, setengah jam lagi bunda tunggu kita harus ngejar waktu biar kamu gak ketinggalan pesawat..!!" ucap Rianti mengingatkan.


"Iya bun, Venus ke kamar dulu ya..!!"


*****


Sesampainya di SMA Merah Putih Jupiter langsung memarkirkan mobilnya di parkir sekolahan, sebelum turun dari mobil Jupiter memperlihatkan tampilan dirinya di kaca spion berharap penyamarannya kali ini tak ada yang mencurigai. Karena kemiripan yang sama persis membuat Jupiter menyetujui ide gila kembarannya.


Jupiter membuka pintu mobilnya hendak berlalu menuju kelasnya Venus, sebelumnya sudah di ingatkan Venus Jupiter masuk ke kelas X11 IPA-2. Namun di perjalanan seseorang tiba-tiba menepuk bahunya.


"Tumben lo pagi-pagi udah nyampe " Dimas datang dan menyapa Jupiter yang di kira Venus.


Ini Dimas atau Rendi ya lupa gue mukanya.


"E...ehh iya nih," ucap Jupiter sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah yu, habis ini kita langsung ke lapangan ada yang mau di bahas sama coach Anwar untuk pertandingan besok..!!" ujar Dimas sambil memperhatikan Jupiter yang menurutnya hari ini beda.

__ADS_1


"Lo abis perawatan muka kali, kok sekarang jadi cakepan sih pada kemana tuh jerawat lo?" tanya Dimas penuh selidik.


"Hehe iya nih, gue abis ke salon kemarin sekalian nemenin bunda," jawab Jupiter mencari alasan.


"Pantesan, tadi nya gue pikir ini bukan elo tapi gak mungkin lah elo kan gak punya sodara kembar," ujar Dimas sambil terkekeh.


Mati gue.


"Ngomong apa sih lo, jangan ngaco ah?" Jupiter bersikap sewajarnya agar Dimas tidak curiga.


"Becanda gue, Lo udah liat si Rendi dateng belom ? " tanya Dimas kemudian.


Oh berarti yang ini namanya Dimas.


Jupiter pun menggelengkan kepalanya "Gak tau gue dim, kan gue juga baru dateng,"


"Ya udah yu kita duluan, entar si Rendi biar nyusul..!!" ajak Dimas, dan Jupiter pun mengikuti langkah Dimas.


Sesampainya di lapangan basket sebagian anak basket sudah berkumpul di sana, Raul dan kawan-kawan nya nampak sudah berada di sana. Ketika Jupiter dan Dimas datang Raul dan kawan-kawan nya menoleh sinis ke arah mereka.


"Ini nih pahlawan kesiangan kita kemarin," ejek Raul yang langsung mendapat gelak tawa dari Angga dan Ferdi. Jupiter yang baru melihat ketiga manusia ini bingung siapa orang-orang yang sudah mengejeknya sepagi ini.


"Coba aja di pertandingan besok, si Venus bisa maen kayak kemarin lagi gak?" tutur Angga.


Oh jadi gara-gara Venus kemarin jadi penentu kemenangan mereka jadi sewot begini, tapi siapa ya mereka ini Raul bukan sih.


Melihat Venus diem aja, Dimas langsung bertindak dia menarik kerah baju Raul "Kalo ngomong jaga ucapan lo Raul..!!" namun Raul segera menepis tangan Dimas.


Bener, ternyata yang paling songong ini namanya Raul orang yang pernah Venus ceritain ke gue rival nya dia.


"Venus lo jangan diem aja, mereka udah ngehina elo..!!"


"Udah biarin, gue males pagi-pagi udah ngajak ribut gak ada kerjaan banget, masa kapten basket ngomong kayak gitu gak ada pantes-pantesnya tuh mimpin di lapangan." Jupiter pun langsung angkat suara.


"Eh,, emang lo pikir lo pantes gitu?" teriak Raul tak terima. Perdebatan mereka mengundang beberapa orang yang ada di situ. Begitupun dengan Rendi yang baru ikut bergabung.


"Orang lain yang akan nilai siapa yang pantes siapa yang tidak?" Ucap Jupiter santai.


"Sebenernya lo ada di tim ini tuh gak pantes..!!" ungkap Raul lagi sengit.


"Gue malah berharap elo keluar dari basket, biar gue tenang bermain tanpa harus pura-pura di depan semua orang..!!" lanjut Raul lagi


"Gue juga sebenernya muak harus satu tim sama orang kayak elo, cuma buang-buang waktu gue aja bertengkar sama elo..!!" tukas Jupiter.

__ADS_1


"Gue keluar dari basket sekarang juga, PUAS LO..!! " teriak Jupiter yang membuat semua orang terkejut terutama Dimas dan Rendi yang langsung membelalakan matanya kaget.


"Venus, Venus lo jangan becanda??" ucap Rendi sarkas.


"Iya Ven masa lo gak tau si Raul kan emang gitu biasanya lo gak pernah ambil pusing dia ngomong apa aja," Dimas menambahkan.


"Tapi kali ini gue serius, gue males kalo harus satu tim sama orang kayak dia," ucap Jupiter sambil melirik ke arah Raul.


"Baguslah kalo emang lo bener-bener mau keluar, gue berharap banget malah dari dulu," ucap Raul yang langsung tertawa mengejek di ikuti Angga dan Ferdi.


"Tanpa ada elo juga tim basket kita pasti juara." timpal Raul lagi.


"Apa jadinya dengan tim kita kalo elo keluar Ven, si Raul itu cuma omong doang yang gede?" Rendi mencoba meyakinkan kembali Jupiter yang di kira Venus.


Sorry tapi ini udah keputusan gue, kalo gue tetep maksa maen basket orang-orang bakal curiga gue ini bukan Venus. Gue kan gak terlalu bisa maen basket.


"Keputusan gue udah bulat." ucap Jupiter yakin.


"Gue balik ke kelas dulu ya..!!" Jupiter menepuk bahu Dimas dan Rendi yang di sertai tatapan heran dari teman-teman satu timnya.


*****


Setelah perdebatannya dengan manusia yang bernama Raul , Jupiter langsung melangkah keluar lapangan. Jupiter gak habis pikir kok bisa saudara kembarnya itu punya teman satu tim yang kayak gitu. Satu tim itu harusnya saling membahu,bekerja sama yang kompak bukannya malah saling menjatuhkan. Bagaimana bisa timnya jadi juara kalau sesama pemainnya aja tidak kompak malah saling memusuhi.


Jupiter tidak mau ambil pusing, dia segera mencari kelasnya Venus. Langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya dari belakang.


"Yank...yank !! " teriak Amanda. Merasa tak ada siapapun di lorong itu Jupiter pun menoleh kebelakang tampak dua orang wanita cantik menghampiri nya. Yang satunya Jupiter yakini sebagai kekasih Venus.


"Yank, gue udah denger dari anak-anak kamu kok maen keluar aja sih dari basket kamu kan tau kita lagi tanding, harusnya kamu bisa jaga emosi kamu yank si Raul kan emang gitu orangnya dari dulu juga." Amanda berkata panjang lebar, namun perhatian Jupiter bukan sama Amanda tapi perempuan yang ada di sebelah Amanda. Perempuan yang sudah memenuhi isi kepalanya selama seminggu ini.


"Cewek itu cewek yang di Bandara...?"


.


.


.


.


.


* Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys dengan Like,Vote dan Koment makasiihhh🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2