Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Curahan hati Jupiter


__ADS_3

Setelah meninggalkan ruang keluarga, Jupiter berlalu menuju lantai atas rumahnya. Balkon rumah menjadi satu-satunya tempat untuk menghindar dari keluarganya. Keinginan ayah dan bundanya sungguh membuat Jupiter pusing, tak terpikirkan sebelumnya ayah dan bundanya akan menjodohkan dia. Ini jaman moderen Jupiter sudah pasti menentang keinginan orang tuanya.


Meskipun usianya sudah kepala tiga, tapi Jupiter belum ada niat untuk menikah buru-buru. Dia masih ingin fokus dengan karirnya, meski perusahaannya kini sudah terkenal seAsia tenggara, tapi Jupiter masih ingin mengembangkan usahanya sampai ke Eropa.


Tiba-tiba dari arah belakang Anna mengusap bahu Jupiter, sontak Jupiter langsung menoleh melihat siapa yang berdiri di belakangnya.


"Tante Anna?"


"Boleh tante bicara sama kamu?" Jupiter pun menganggukan kepalanya dan langsung mengajak Anna untuk duduk di kursi.


"Kamu marah sama ayah dan bunda kamu?" tanya Anna hati-hati.


"Entahlah tan,"


"Tante mengerti jika kamu marah sama mereka, tapi ayah dan bunda kamu itu ingin yang terbaik buat kamu mereka ingin melihat kamu bahagia nak,"


"Dengan mereka menjodohkan aku menurut tante itu baik?"


"Apa tante pikir aku gak bisa mencari pasangan hidup sendiri?sampai mereka berniat menjodohkan aku?" lanjut Jupiter lagi.


"Iya tante paham, mungkin ayah dan bunda ingin kamu segera menikah mengingat Venus yang sudah menikah dan akan mempunyai dua anak."


"Jangan samakan aku dengan Venus tan, meskipun kita kembar bukan berarti urusan jodoh harus sama. Untuk saat ini aku hanya belum siap saja untuk menikah, tante pikir mencari istri itu gampang aku bahkan belum berpikiran untuk mencari pasangan."


Anna tertegun mendengar ucapan Jupiter "apa ada seseorang yang sedang kamu tunggu?"


Jupiter hanya terdiam mendengar ucapan Anna, dia lalu beranjak dari duduknya dan memandang langit yang penuh dihiasi dengan bintang.


"Tante sudah anggap kamu sebagai anak sendiri, jadi kamu gak usah sungkan lagi kalau ada yang mengganjal di hatimu ceritakan lah sama tante."


"Hanya masalalu tan,"


"Dan kamu belum bisa melupakan dia, benar kan?" tebak Anna.


Jupiter lalu menganggukan kepalanya. Dia pun kembali duduk di kursi berhadapan dengan Anna.


"Seperti apa orangnya? apa yang membuat kamu tak bisa melupakannya?"


"Dia cinta pertama ku tan, bisa dibilang dia wanita pertama yang menarik hatiku." ucap Jupiter datar. Ingatannya kembali pada Theolla pada saat mereka masih bersama dulu.


"Apa yang membuat kalian harus berpisah?" Anna bisa melihat raut muka Jupiter yang berubah menjadi kecewa.


"Jarak dan waktu yang memisahkan kita, sepuluh tahun yang lalu dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar pada saat aku kuliah di New york."


"Kamu tidak berusaha mencarinya?"


"Aku sudah mencari tahu lewat orang-orang terdekatnya, tapi dia menghilang tanpa jejak seperti di telan bumi, aku yang saat itu tengah berada di New York hanya pasrah tidak bisa bertindak lebih jauh lagi. Aku hanya fokus untuk menyelesaikan kuliahku padahal hatiku sebenernya sangat terluka saat itu."

__ADS_1


"Apa kamu membencinya?"


Jupiter tampak berpikir untuk menjawab pertanyaan Anna selanjutnya.


"Ya aku membencinya karena dia menghilang begitu saja, tapi entah kenapa sampai saat ini aku tak bisa melupakannya." ucap Jupiter dia langsung menunduk lesu mengacak rambutnya dengan kasar. Anna mengusap bahu Jupiter untuk menenangkannya.


"Mungkin dia punya alasan kenapa melakukan semua ini,"


"Pada saat pernikahan Venus dan Manda dia dateng tan, tapi dia tidak berusaha mencariku."


"Kalian tidak bertemu?"


"Aku waktu itu sudah berangkat lagi ke New York, karena dia datang keesokan harinya setelah pesta selesai, mungkin dia sengaja menghindariku dan sejak saat itu aku tak peduli lagi dengannya melihat dia yang baik-baik saja membuat hatiku tenang."


"Tante bisa melihat cinta kamu sama dia lebih besar dibanding rasa kecewa kamu, mungkin jika suatu saat kalian bertemu lagi mintalah penjelasan padanya ikuti apa kata hatimu yang sebenarnya."


"Sepertinya itu tidak mungkin tan, aku sudah tak ingin tahu lagi dia kini berada dimana." Jupiterpun mengakhiri pembicaraannya. Sementara Anna tak ingin mengorek terlalu dalam masalalu Jupiter, takut itu akan membuat dia kembali sedih.


"Ya sudah ayo kita turun kebawah, ayah dan bundamu pasti menunggu kamu, gak baik loh marah sama orangtua." ajak Anna. Dan Jupiter pun langsung menyetujuinya.


*****


Setelah kejadian malam itu di rumah keluarga Andre Wijaya, ayah sama bundanya sudah tidak memaksakan kehendak mereka untuk menjodohkan Jupiter lagi. Mereka sadar tindakannya kali ini hanya akan membuat Jupiter tidak nyaman. Biarlah Jupiter menentukan sendiri pilihan hidupnya.


Jupiter kembali sibuk dengan urusan di perusahaannya. Dia kembali menjadi pribadi yang tegas dan dingin jika sudah menyangkut urusan pekerjaan. Tak heran semua anak buahnya begitu segan pada Jupiter.


"Pagi pak...!!" sapa Sandra dia langsung berdiri begitu melihat bosnya datang.


"Dimana Mario apa dia belum datang?"


"Pak Mario sedang ke bagian HRD untuk mengetes beberapa karyawan baru yang masuk hari ini."


"Baiklah kalau begitu, suruh Mario ke ruangan saya jika dia sudah kembali."


"Baik pak..!!" Sandra menundukan pandangan nya ketika Jupiter melewati meja kerjanya.


Setelah memasuki ruangannya Jupiter melihat setumpuk dokumen yang menumpuk di meja kerjanya. Dia mulai membuka lembar demi lembar pekerjaannya hari ini, salah satunya tentang proyek pembangunan hotel di Bali.


"PT Galaxy Bimasakti," gumam Jupiter. Perusahaan arsitektur yang mengajukan penawaran untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Perusahaan itu terletak di kota Surabaya, dan Jupiter sudah menerima tawaran kerjasama dengannya.


"Sandra keruangan saya sekarang..!!" ucap Jupiter melalui telepon kantor.


"Baik pak,"


Tidak lama kemudian Sandra memasuki ruangan Jupiter.


"Sudah kamu pelajari perusahaan arsitektur yang akan menangani proyek hotel di Bali?"

__ADS_1


"Sudah pak, saya sudah konfirmasi langsung dengan kepala arsitek dari PT Galaxy Bimasakti."


"Baiklah, segera atur pertemuan kita dengan mereka pastikan semuanya berjalan sesuai rencana."


"Baik pak...!!"


Ceklek!!


Pintu ruangan pun terbuka masuklah Mario membawa beberapa dokumen.


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan kriteria yang cocok untuk mengisi posisi manajer pemasaran?" tanya Jupiter langsung.


"Sudah pak, di luar sudah ada tiga orang terpilih yang pantas mengisi posisi itu, keputusan final lnya saya serahkan pada bapak ini CV mereka bisa bapak lihat terlebih dahulu." ucap Mario menjelaskan.


"Sandra kamu bisa kembali ke mejamu...!!"


"Baik pak saya permisi dulu."


Setelah Sandra keluar, Jupiter mulai membuka CV yang di bawa oleh Mario. Kali ini dia akan melakukan interview langsung bagi calon manajer yang baru. Mengingat posisi manajer pemasaran kali ini kosong di karenakan manajer yang sebelum nya ketahuan korupsi. Oleh sebab itu Jupiter tidak ingin salah pilih lagi, kini dia turun tangan untuk memilih siapa yang pantas.


"Panggilkan mereka satu persatu keruangan saya yo..!!"


"Baik pak...!!" Mario pun keluar untuk memanggil salah satu dari mereka dan seterusnya sampai yang kedua selesai interview. Kini giliran orang terakhir yang Mario panggil.


"Permisi pak," sapa orang itu sopan. Dia lalu duduk di kursi berhadapan langsung dengan Direktur atas perintah Mario.


Jupiter masih sibuk membaca CV dari orang terakhir yang akan dia interview.


"Dimas Hanggara," ucap Jupiter masih terus fokus membaca CVnya.


"Iya saya pak.."


"Kenapa nama dan suara ini tidak asing bagiku ya?" gumam Jupiter dalam hati. Karena penasaran Jupiter langsung melihat seorang lelaki yang tengah menunduk kebawah tanpa berani menatap sang direktur.


"Apa yang membuat saya harus menerima anda di perusahaan saya? Coba yakinkan saya agar saya bisa yakin menerima anda?" tanya Jupiter tegas.


Dengan percaya diri orang itu pun langsung mengangkat wajahnya untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan. Namun sebelum dia mengeluarkan argumennya, dia terlebih dulu kaget melihat orang yang sedang menatapnya dingin.


"Elo--?" Jupiter membelalak kaget melihat seseorang yang dikenalnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, vote dan koment ya genks makasihh🙏🙏


__ADS_2