
Warning!!!!!!area khusus 21+ dan sudah menikah bagi yang belum cukup umur harap menyingkir. Bijaklah memilih bacaan dosa di tanggung sendiri๐
๐๐๐
Saat pintu kamar terbuka aroma wangi lavender menyeruak menusuk hidung. Dekorasi kamar yang elegan nan indah sedap di pandang mata. Hal ini justru membuat gairah Jupiter terpancing, dia tarik tangan Theolla lalu dengan cepat menutup pintu dan menguncinya.
"Yank...!!" Theolla tersentak kaget dengan tingkah Jupiter kali ini.
"Ternyata kau sudah mempersiapkan semuanya sayang." ucap Jupiter dia lalu melepaskan jas yang melekat di tubuhnya. Melemparnya asal dan langsung merengkuh badan Theolla dari belakang. Dia kecupi leher jenjang Theolla yang mulus dan putih.
"Ini kerjaan tim WO bukan keinginanku." Theolla menggeliat karena sentuhan Jupiter yang terus menciumi lehernya.
"Aku suka sayang ...ayo kita mulai !! aku sudah tidak sabar menunggu hal ini." Jupiter membalikkan tubuh Theolla menatapnya dengan intens.
"Mandi dulu !! kamu pikir aku tidak gerah..!!" Dia cubit lengan Jupiter membuatnya meringis kesakitan.
"Mandinya nanti saja...apa kau tidak kangen padaku hei..?"
Theolla elus kedua pipi Jupiter "tentu saja aku kangen, tapi alangkah baiknya kita mandi dulu..,!!"
"Mandi bareng ya...!!"
"Nggak !!!"
"Jahatnya."
"Biarin." Theolla buru-buru pergi menuju kamar mandi sebelum Jupiter berbuat yang aneh-aneh. Jupiter memandang nanar kepergian Theolla, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang pengantin. Pikiran Jupiter berkelana membayangkan malam pertamanya akan seperti apa.
Dua puluh menit kemudian Theolla keluar dari kamar mandi, dia membalut tubuhnya menggunakan bathrobe dan menyanggul rambutnya keatas. Jupiter segera bangun dari tidurnya begitu melihat Theolla keluar.
"Kamu sudah selesai sayang?"
"Heemmm....cepatlah mandi !!"
"Tunggu aku !! tidak lebih dari sepuluh menit ya, sepertinya kau sudah tidak sabar !!" goda Jupiter, satu bantal langsung mengenai tubuh Jupiter. Theolla bersidekap melihat tingkah Jupiter yang mesum dari tadi. Jupiter buru-buru kabur masuk ke kamar mandi.
Sementara itu Theolla nampak gelisah saat Jupiter sudah berada di kamar mandi. Dia bingung dan takut akan mengecewakan Jupiter, semua saran sudah dia dapat dari Amanda apa yang harus di lakukan di malam pertama. Di mulai mengenakan lingerie agar menyenangkan hati suami begitulah kira-kira kata Amanda.
"Ini sungguh memalukan !!" Theolla membolak balikan baju tidur tipis berwarna merah menyala, pemberian dari Amanda.
"Gimana kalau Jupiter berpikir aku sedang menggodanya....huh pake nggak ya?" Theolla terus berargumen di tengah kebimbangannya.
__ADS_1
"Di pake sajalah....!!" akhirnya Theolla memutuskan untuk memakai Lingerie pemberian Amanda. Setelah itu dia tutupi dengan barthrobe agar tidak terlalu mencolok di lihat Jupiter. Theolla mulai merias dirinya memberi sedikit sentuhan di wajah dan bibirnya. Dia biarkan rambut panjangnya tergerai indah.
Ceklek !!
Pintu kamar mandi terbuka, Jupiter hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Theolla bisa melihat itu dari pantulan cermin di meja riasnya.
DEG
Jantungnya langsung berdegub melihat Jupiter yang menurutnya sexy , dada bidang dengan roti sobeknya, belum lagi air yang menetes dari rambutnya yang basah membuat Theolla menelan ludahnya dengan kasar.
"Sayang kamu lihat koperku dimana?" tanya Jupiter.
"Em...itu....anu....di sebelah sana !!" Theolla menunjuk ke sudut kamarnya dengan perasaan yang campur aduk.
"Hei kenapa kamu jadi gugup seperti itu?" bukannya melangkah menuju kopernya ,Jupiter malah iseng menghampiri Theolla. Dia belai rambut panjangnya.
"Kenapa ? kamu pasti gugup ya memikirkan malam pertama kita." goda Jupiter, dia bisa melihat wajah Theolla yang merona dari pantulan cermin.
"Sana pake baju dulu !!"
"Buat apa pake baju setelah ini kita akan bertelanjang bersama !!" ucapnya frontal. Theolla semakin menunduk menyembunyikan wajahnya.
"Rilex ya sayang..!!" Theolla hanya menganggukan kepala mengikuti keinginan Jupiter. Setelah itu Jupiter memeluk pinggang Theolla agar lebih mendekat kearahnya.
Dia kembali memagut bibir tipis Theolla, memberinya sedikit luma*tan, mengecapnya, mengulumnya dengan penuh gairah. Theolla mulai menikmati permainan Jupiter, tanpa sadar dia mengalungkan lengannya di leher Jupiter. Membalas setiap perlakuan Jupiter, Theolla mulai membuka mulutnya agar memudahkan Jupiter untuk mengabsen setiap rongga mulutnya. Lidah mereka saling berbelit, semakin lama ciuman yang tadinya lembut berubah menjadi panas.
Tangan Jupiter mulai meraba punggung Theolla, sementara tangan yang satunya mencari tali bathrobe yang di kenakan Theolla. Setelah mendapatkannya dia lepas tali itu dan kini terpampang jelas Theolla dalam balutan lingerie. Jupiter melepaskan ciumannya, menatap Theolla dengan kabut gairah yang tinggi. Apalagi melihat Theolla mengenakan baju tidur tipis yang menerawang.
"Kamu sexy sayang..."
Setelah mengucapkan itu Jupiter kembali memagut bibir Theolla, ciumannya kali ini lebih bernafsu. Satu tangannya turun kebawah meremas gundukan sintal yang tertutup kain. Satu lenguhan lolos dari bibir Theolla, membuat gairah Jupiter semakin terpancing.
Diangkatnya tubuh Theolla agar kakinya melingkar di pinggang Jupiter, tanpa melepas pagutan mereka Jupiter membawa Theolla menuju ranjang pengantin. Di rebahkan tubuhnya di atas sana, lalu di tariknya tali lingerie agar terlepas dari tubuhnya. Theolla kaget sontak dia langsung menutupi bagian dada dan juga daerah sensitifnya yang masih tertutup kain.
"Jangan di tutupi sayang aku ingin melihatnya." ucap Jupiter dengan suara serak.
"Aku malu..!!"
"Aku ini suamimu...bisakah kita melakukannya malam ini."
Theolla hanya mengangguk pasrah. Jupiter tersenyum melihat Theolla yang menurut padanya.
__ADS_1
Jupiter mulai mengungkung tubuh Theolla bertumpu pada kedua sikunya, dia kembali melum*at bibir Theolla lalu turun menuju leher jenjangnya memberinya tanda kepemilikan disana. Theolla mulai merasakan sensasi yang berbeda apalagi saat ciuman Jupiter turun menuju bukit kembarnya. Dia buka pengait bra berwarna merah itu, kemudian di lemparnya asal.
Kini gundukan sintal Theolla terpampang nyata di hadapan Jupiter, dengan cepat dia melahapnya sementara tangan yang satu meremasnya. Theolla menggelinjang merasakan sesuatu yang akan meledak di bawah sana...dia remas rambut Jupiter saat Theolla mendapat pelepasan pertamanya.
Jupiter tersenyum melihat Theolla yang sangat menikmati permainannya, setiap jengkal tubuhnya tidak lepas dari sentuhan Jupiter. Karena sesuatu dibawah sana sudah sangat sesak, Jupiter membuka handuk yang melilit tubuhnya. Theolla menutup wajahnya melihat keperkasaan adik kecil Jupiter.
"Jangan di tutup lihat dan nikmati sayang...!!"
Theolla menggeleng lemah "kenapa besar sekali? apa itu akan masuk?" ujarnya sambil mengintip dari celah tangan yang menutupi wajahnya.
"Tentu sayang....sebentar lagi kita akan merasakan nikmatnya surga dunia."
"Tapi aku takut..."
"Tenang sayang awalnya mungkin akan terasa sakit, tapi itu tidak akan berlangsung lama...selanjutnya yang ada hanya rasa nikmat."
Perlahan Theolla membuka tangannya, dia bisa melihat Jupiter yang sudah penuh dengan kabut gairah.
"Pelan-pelan ya...!!"
"Tentu sayang, aku masuk ya...!!"
Theolla menganggukan kepalanya dan menutup mata bersiap menerima permainan Jupiter selanjutnya.
Jreng..
Jreng..
Jreng...
Adegan akan di perankan oleh ahli profesional๐
.
.
.
.
Like, Vote, Koment dan rate 5๐๐
__ADS_1