
Senyum terukir di wajah cantik Theolla yang telah selesai di rias oleh seorang MUA. Hatinya berdebar menantikan janji suci terucap dari mulut lelaki yang di kasihinya. Tiada hari yang paling indah kecuali hari yang di nantinya ini tiba, berdampingan di pelaminan bersama dengan seseorang yang di cintai merupakan anugerah terindah di hidup Theolla.
Hari sabtu pagi merupakan hari yang akan bersejarah dalam perjalanan cinta Theolla dan Jupiter. Keluarga Jupiter yang sudah tiba sejak beberapa menit yang lalu kini sudah menduduki kursi yang tersedia. Konsep pernikahannya kali ini bertema garden party.
Jupiter bahkan sudah duduk berhadapan dengan penghulu dan juga Bima papahnya Theolla. Mereka masih menunggu mempelai wanita keluar. Theolla yang mengenakan baju kebaya modern berjalan di apit oleh Mona dan juga Amanda, semua mata memandang kagum akan kecantikannya yang terpancar dalam. Begitu pun Jupiter dia sampai lupa berkedip melihat kekasih hatinya berjalan kearah dia.
Theolla lalu duduk bersebelahan dengan Jupiter di kursi akad, dia terus menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona karena semua mata menatap kearahnya. Sesaat sebelum akad Jupiter dan Theolla terlebih dulu mendengarkan wejangan dari penghulu.
"Sudah siap mas Jupiter?" tanya penghulu.
Jupiter mengangguk mantap "siap pak."
"Silahkan pak Bima jabat tangan mas Jupiter!!"
Setelah Bima berjabat tangan dengan Jupiter, Bima lalu menikahkan sendiri putrinya dan dalam sekali tarikan nafas Jupiter berhasil melafalkan ijab qobul dengan lancar.
"Bagaimana saksi semuanya sah.....!!"
"SAAHH .....!!" teriak orang-orang serentak.
Semua keluarga terharu menyaksikan acara sakral ini. Bahkan Theolla sampai menitikan airmata bahagia. Selanjutnya Theolla dan Jupiter saling memasangkan cincin di jari manisnya, lalu menandatangani buku nikah.
Acara demi acara terus bergulir, dari sungkeman hingga acara foto keluarga. Setelah itu lanjut dengan resepsi yang hanya di datangi kerabat dan tetangga dekat. Undangan tidak terlalu banyak hanya sekitar 500 orang sudah termasuk kolega dan para tetangga.
Kini Jupiter dan Theolla sudah berdiri di pelaminan menyalimi para tamu undangan. Senyum merekah dari kedua pasangan pengantin baru ini. Venus begitu terharu saat bersalaman dengan Jupiter dia peluk erat saudara kembarnya.
"Selamat brother...semoga langgeng ya..!!" ucap Venus sambil menyeka air matanya.
"Thanks bro..."
Amanda pun melakukan hal yang sama dia peluk erat saudara sepupunya "Selamat Theolla...sakinah mawahdah warohmah ya !!"
"Makasih Manda."
"Selamat Jupiter, jagain sepupuku ya buat dia selalu bahagia."
"Pasti Manda...makasih ya..!!"
Setelah Venus dan Amanda, kini giliran Mario dan Clara mereka jauh-jauh datang dari Jakarta demi sahabatnya.
"Selamat bro...." Mario menepuk punggung Jupiter berulang kali.
"Thanks Yo...buruan nyusul." Jupiter melirik iseng kearah Clara yang berdiri di belakangnya.
"Doain aja ya...!!"
Kini giliran Clara yang berhadapan dengan Jupiter, meski pernah ada rasa tapi semua itu hanya masalalu. Clara sudah melupakan Jupiter dan hanya Mario yang kini mengisi hatinya.
"Selamat ya Jupiter dan Theolla...aku turut bahagia atas pernikahan kalian semoga langgeng cepet di kasih momongan juga." ucap Clara sambil memeluk Theolla erat.
__ADS_1
"Amiinnn...." ucap Jupiter dan Theolla bebarengan.
"Makasih ya Ra udah mau datang..!!"
"Iya Jupiter karena bagaimana pun kalian sekarang adalah sahabatku."
Setelah mengucapkan itu Clara kemudian berlalu mengikuti Mario. Kini Giliran Dimas dan juga Kanaya mereka mengucapkan hal yang sama dan mendoakan kebahagiaan untuk Jupiter dan Theolla.
*****
Bella yang datang seorang diri hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar, bagaimana tidak hampir semua yang hadir memenuhi undangan datang berpasang-pasangan. Begini lah nasib jomblowati di saat-saat acara seperti ini punya pasangan memang lah sangat di butuhkan.
Melihat Theolla yang tersenyum lebar di pelaminan, Bella segera melangkahkan kakinya untuk memberi ucapan selamat. Kedua wanita itu berpelukan sangat erat.
"Selamat ya bu...pak atas pernikahan kalian."
"Makasih Bella." ucap Theolla.
"Kamu datang sendirian Bella?" tanya Jupiter.
"Hehe....iya pak."
"Kenapa gak bawa gebetan?" goda Theolla.
"Gebetan apa sih bu?"
"Ya sudah di nikmati dulu hidangannya, nanti kita foto bareng ya..!!"
Bella lalu turun menuju stand makanan, di sana banyak sekali aneka makanan yang menggugah selera. Dia lalu mengambil makanan yang di inginkannya. Bella mengedarkan pandangan mencari kursi yang kosong, tapi dia segan karena tidak ada satu pun yang di kenalnya.
Saat akan membalikan tubuhnya tiba-tiba dia menabrak seorang pria, sebagian makanan yang di bawanya mengenai pakaian pria tersebut.
"Eh...maaf...maaf...!!" refleks Bella mengeluarkan tissue dari dalam tasnya. Dia menunduk lalu membersihkan noda yang menempel pada pakaiannya.
"Sudah tidak apa-apa hanya sedikit kok!!" suara bariton pria tersebut membuat Bella menghentikan kegiatannya, dia mengangkat kepala melihat siapa pria yang di tabraknya.
"Kau....!!!" Bella membulatkan matanya melihat Darel yang tersenyum kearahnya.
"Haii senior kita bertemu lagi."
"Kamu ngapain disini?" nada Bella berubah tegas, melupakan kesalahan sudah mengotori baju Darel.
"Kondangan lah ...." ucapnya santai.
"Memang anak magang di undang juga?"
"Loh memang ada yang salah jika anak magang di undang ?"
"Perasaan saya yang di undang hanya karyawan lama."
"Mungkin saya spesial kali....hehe"
__ADS_1
Bella merenggut melihat Darel yang tersenyum puas.
"Anda datang sendirian senior?" tanya Darel dengan senyum menggoda.
"Bukan urusanmu.....dan satu hal lagi jangan panggil saya senior karena ini bukan di kantor!!" Bella langsung pergi dari hadapan Darel.
"Hei tunggu....!!" Darel langsung menarik tangan Bella.
"Apa lagi??" tanya Bella galak.
"Ini jas saya urusannya gimana??"
"Tadi kau bilang tidak apa-apa, gimana sih?"
"Sekarang kenapa-napa nih...!!" goda Darel dengan tersenyum penuh arti.
Bella memicingkan sebelah matanya "lalu kau mau aku gimana?"
"Aku gak akan minta kamu buat ganti jas ini, tapi kamu temenin aku duduk di sebelah sana ya...!!" pinta Darel penuh harap.
"Modus banget sih lo...!!"
"Hehe...daripada kamu duduk sendirian aku temenin ya."
Meskipun Bella ragu tapi akhirnya dia menerima ajakan Darel. Tidak ada salahnya dari pada dia bengong sendirian.
****
Hari semakin larut acara demi acara sudah selesai di laksanakan, karena tidak mengundang banyak orang sehingga sore hari acara resepsi sudah selesai. Semua keluarga Jupiter sudah kembali ke hotel, termasuk Amanda yang memilih ikut dengan Venus ke hotel.
Kini tinggal lah Jupiter dan keluarga inti Theolla, sementara sampai cutinya selesai Jupiter akan tinggal di Surabaya. Untuk bulan madu mereka belum merencanakan akan pergi kemana dan tidak dalam waktu dekat ini, karena waktunya mepet sekali dengan resepsi di Jakarta.
"Ajak Jupiter istirahat di kamar nak pasti dia kelelahan." ucap Bima setelah memastikan tamu undangan tidak ada yang datang lagi.
"Baik pah...."
Kedua pengantin baru itu jalan beriringan menuju kamar Theolla, setelah melewati undakan tangga dan sudah tidak terlihat anggota keluarganya Jupiter langsung meraih tangan Theolla dan tersenyum penuh arti.
"Ngapain senyum-senyum...?"
.
.
.
.
.
Like, Vote, Koment dan rate 5🙏😍
__ADS_1
Next episode malam penganten mereka yah...di tunggu...di tunggu pemirsah !!!!