
Theolla terus menatap Jupiter yang nampak fokus mengendarai mobilnya. Masih teringat dengan jelas kejadian beberapa jam yang lalu di rumahnya Jupiter, membuat Theolla tersipu malu.
"Kalau kamu mandangin aku terus, yang ada aku gak fokus nih nyetirnya," Jupiter melirik sejenak dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Theolla. Namun Theolla tak memperdulikan ucapan Jupiter, malah senyum-senyum gak jelas.
"Hmmm aku tahu pasti kamu lagi mikirin ciuman kita tadi kan," goda Jupiter. Membuat Theolla membelalakan matanya, dia langsung mencubit lengan Jupiter dengan keras.
"Sakit yank...!!" Jupiter mengaduh dan mengusap-ngusap lengan nya yang di cubit Theolla.
"Rasaiiin tuh, makanya jadi orang jangan mesum." cebik Theolla.
"Lagi kamu senyum-senyum gak jelas gitu, pasti lagi bayangin yang tadi kan?" kekeh Jupiter yang memandang intens kearah Theolla.
"Jupiter stop jangan bahas itu lagi..!!!" Theolla pun bersidekap dan menghindari tatapan Jupiter.
Lalu Theolla kembali menghadapkan badannya memandang Jupiter "ngomong-ngomong soal yang tadi kamu kok bisa semahir itu sih, aku curiga jangan-jangan kamu udah sering ngelakuin itu ya sama mantan-mantan kamu di Korea."
"Apanya??"
"Iiihhhh yang tadi itu loh di rumah kamu,"
"Oh soal ciuman panas kita??" ucap Jupiter tanpa rasa malu.
"Bisa gak sih ngomongnya jangan diperjelas seperti itu??"
"Aku gak ngerti kalau kamu ngomong pake kode-kodean yang jelas donk yank..!!"
"Jadi..???" tanya ulang Theolla.
"Kamu yang pertama buat aku, mantan aja gak punya gimana bisa ngelakuin itu sama cewek lain." jelas Jupiter.
"Bohong..tapi kok kamu bisa semahir itu sih?"
"Mahir apanya sih sayang aku ini masih amatiran, apa perlu kita coba yang lebih panas dari yang tadi?" goda Jupiter lagi, membuat Theolla mendengus kesal. Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Jupiter pun telah sampai di depan gerbang rumah Amanda.
"Udah nyampe sayang..!!"
"Mau mampir dulu gak?"
"Gak usah yank, salam aja buat om dan tante kamu."
"Ya udah aku masuk dulu ya..!!" Theolla hendak membuka pintu mobilnya namun Jupiter segera menahannya.
"Ada yang ketinggalan La...!!" ucap Jupiter sambil menunjuk-nunjuk kearah pipinya, dia tersenyum penuh arti. Mengerti maksud Jupiter tanpa pikir panjang Theolla langsung mengecup bibir Jupiter sekilas, dan langsung berlari keluar menyembunyikan malu di wajahnya, sampai Theolla menghilang di balik pintu pagar rumahnya. Jupiter hanya tertawa senang melihat tingkah Theolla yang sudah mulai berani menciumnya, tanpa menunggu lama diapun kembali mengemudikan mobilnya.
*****
__ADS_1
Theolla pun memasuki rumahnya dengan hati yang berbunga-bunga, terlihat Om dan tantenya yang tengah menonton acara televisi dan minum teh di ruang keluarga.
"Theolla kamu udah pulang nak??" tanya Maria. Dia pun melambaikan tangannya agar Theolla ikut duduk bersamanya.
"Iya tan, Manda sendiri udah pulang apa belum ya??" tanya Theolla balik setelah dirinya mendudukan diri tepat di samping Maria.
"Tadi Manda pulang sebentar abis itu pergi lagi sama Venus," jelas Maria.
"Gimana hasil ujian kamu La,om denger kamu masuk peringkat tiga besar ya??" kali ini Suryo membuka suaranya.
Theolla pun tersenyum dan mengangguk cepat "Iya om alhamdulillah hasil ujianku memuaskan."
"Baguslah kalau gitu, om dan tante bangga sama kamu." tutur Suryo.
"Tadi Mamih kamu telepon tante, katanya dia udah nyari Universitas yang terbaik buat kamu, untuk urusan kepindahanmu akan di urus semua oleh orang kepercayaan tante jadi nanti kamu tinggal siap-siap saja ya La gak usah mikirin yang lain-lain." ucap Maria menjelaskan.
"Secepat itu tan? aku berat sebenernya ninggalin Indonesia, baru aku ngerasa betah disini udah suruh pulang lagi ke Singapura."
"Maafin om sama tante ya, bukan nya kita gak mau belain kamu, tapi orangtua kamu pun membutuhkan kamu disana apalagi kamu anak tertua, pasti ingin lah yang terbaik buat anaknya." tutur Suryo. Theolla jadi teringat dengan kedua adik laki-lakinya yang masih kecil-kecil, Darel yang masih kelas 5 SD dan Vano yang masih berumur 4 tahun, kangen juga ternyata.
"Jupiter udah kamu kasih tahu??" tanya Maria.
"Sudah tan,"
"Lalu gimana reaksi dia?"
"Kalau sudah berjodoh, mau sejauh apapun kalian pasti akan tetap dipersatukan kembali," ucap Suryo yang membuat Theolla menganggukan kepalanya.
"Makasih om tante selama setahun ini aku sudah merepotkan kalian disini."
"Nggak sayang, kamu tuh gak ngerepotin kami kok malah kami seneng ada kamu disini, rumah kita jadi rame Manda juga pasti kehilangan kamu banget deh." ujar Maria dia pun langsung memeluk Theolla yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri.
"Ya udah om tante aku mandi dulu ya..!!"
"Iya sayang habis itu istirahat ya...!!" Maria pun mengelus pipi Theolla dan membiarkan Theolla berlalu ke kamarnya.
*****
Sementara itu di tempat lain Venus dan Amanda kini tengah berada di sebuah mall terbesar di Jakarta, mereka berdua tengah berkencan menikmati masa-masa pacarannya. Venus menggenggam tangan Amanda dengan erat sambil sesekali mengelus rambut panjangnya.
"Yank duduk disana yuk aku cape nih...!!" tunjuk Amanda pada sebuah kedai ice cream.
"Ya udah ayo..!!" mereka berdua pun memasuki kedai ice cream dan memilih tempat duduk yang nyaman.
"Kamu mau ice cream yang rasa apa yank??" tanya Venus, sementara Amanda masih sibuk membuka-buka list menu yang tersedia di kedai tersebut.
__ADS_1
"Aku pesen ice cream pelangi aja yank, biar hati aku menjadi warna warni," kekeh Amanda. Venus hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Amanda. Sementara itu Venus langsung memanggil pelayan kedai tersebut dan menyebutkan pesanannya.
"Setelah ini kita mau kemana yank??" tanya Amanda. Karena setiap kali mereka pergi berkencan selalu tak tahu tujuannya akan kemana.
"Nonton juga boleh, mumpung masih sore." jawab Venus asal.
"Emang kamu gak cape yank??"
"Cape sih...hehe tapi kalau lihat kamu capenya jadi hilang," ucap Venus sambil terkekeh.
"Gomballl...!!" cebik Amanda. Beberapa menit kemudian pesanan ice cream mereka pun datang, setelah mengucapkan terimakasih mereka berdua pun langsung menyantap ice cream tersebut.
"Jupiter sama Theolla gimana tuh nantinya??" tanya Venus di sela-sela makan ice creamnya.
"Ya LDRan yank masa mau putus begitu saja,"
"Kamu sanggup nggak yank kalau LDR??"
"Nggak kayaknya..!!" ucap Amanda sambil menatap Venus curiga.
"Kamu emangnya mau LDRan?" tanya Amanda balik.
"Ya nggak yank, untung aja kamu gak di suruh kuliah di luar negeri ya sama mamih dan papih kamu,"
Amanda tertawa mendengar ucapan Venus "otakku pas-pasan yank gak sanggup kalau harus kuliah di negeri orang, kalau boleh mending langsung nikah aja daripada harus kuliah cape otakku mikir terus nih." kekeh Amanda tertawa geli.
"Serius yank, nanti aku suruh bunda aku buat ngelamar kamu?" mata Venus langsung berbinar bahagia.
"Ihhh apa sihh, aku becanda kali...masa iya lulus SMA nikah, kita tuh hidup di jaman era milenial jangan kayak hidup di jaman purba dah."
"Ya kali kamu kebelet nikah yank?" goda Venus.
"Targetku nikah lima tahun lagi yank, inget itu..!!" tegas Amanda.
"Kelamaan sayang...!!" kali ini Venus yang sudah memasang muka sedih membuat Amanda gemas dan langsung mencubit pinggangnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Koment ya genks makasih🙏😍