Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Kue dongkal


__ADS_3

Venus dan Amanda menatap haru melihat layar monitor yang memperlihatkan pergerakan aktif janin mereka. Kali ini mereka tengah berada di ruang pemeriksaan untuk mengecek kandungan Amanda. Setelah USG selesai Amanda langsung bangun di bantu oleh Venus.


"Kandungannya baik-baik saja ya bu, berat bayi juga semakin bertambah. Tak ada yang perlu di khawatirkan, bengkak di kaki itu biasa bagi ibu hamil yang sudah memasuki trimester ketiga." ujar dokter Kania dokter kandungan yang memeriksa Amanda.


Venus dan Amanda yang duduk berhadapan dengan dokter menyimak jelas ucapan dokter Kania.


"Nanti saya buatkan resep vitamin lagi ya bu, di minum rutin setiap hari, soal makan tak ada pantangan ya jangan terlalu kaget dengan berat badan yang bertambah. Justru tidak baik jika ibu hamil membatasi makanannya."


"Iya dokter."


"Sampai bertemu di pemeriksaan selanjutnya ya, jika ada keluhan segera hubungi saya."


Setelah selesai Venus dan Amanda langsung pulang, kali ini Venus mengantar Amanda terlebih dahulu baru setelah itu dia akan kembali ke kantor. Sepanjang perjalanan Amanda terus mengoceh menceritakan kegiatannya selama di rumah. Lebih tepatnya saat di kurung di kamar.


"Aku tadi di televisi lihat acara kuliner gitu pih, terus ada satu scene yang nayangin jajanan tradisional dari betawi kayaknya enak-enak banget loh pih, aku jadi pengen nyobain deh."


Venus yang tengah fokus mengemudi langsung melirik sang istri yang nampak antusias menceritakan makanan.


"Kamu pengen mih?"


"Bukan aku yang pengen. Tapi anak kamu nih." seru Amanda sambil mengelus-elus perutnya. Venus hanya menggeleng sudah tahu jika Amanda menginginkan sesuatu pasti anaknya yang di jadiin alasan.


"Ya udah nanti kita suruh si bibi buat cari makanan yang kamu mau, di pasar juga pasti banyak."


Amanda merenggut kesal "tapi aku maunya sekarang bukan nanti."


"Kita lagi di jalan mih mana ada jajanan kayak gitu, emang apasih yang kamu mau?"


"Kue dongkal."


"Apa?"


"Kue dongkal papih."


"Nama makanan apa itu?"


"Itu salah satu jajanan tradisional dari betawi pih, bentuknya menyerupai kerucut, di buatnya dari tepung beras dan gula aren lalu di kasih parutan kelapa...enak banget kayaknya, jadi pengen nyobain."


"Emang gak ada yang lain gitu ? yang gampang di cari yang tersedia di restoran." usul Venus.


"Bosen. Aku maunya kue dongkal, cariin ya !!"


Kalau sudah begitu mana tega Venus menolak keinginan Amanda. Padahal dia harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Aku masih banyak kerjaan mih, nanti setibanya di kantor aku suruh Dimas buat nyari ya tar langsung di kirim ke rumah."


"Kenapa jadi nyuruh Dimas? aku maunya kamu yang nyariin !! sekarang juga !!" keukeuh Amanda.

__ADS_1


"Tapi siang-siang begini mana ada yang jualan kayak gitu, kita mau cari kemana?"


"Ya muter-muter aja sampai dapet, pokoknya kalau belum dapet aku gak mau pulang. Terus jangan harap kamu dapet jatah selama seminggu ini." Amanda bersidekap dengan bibir mengerucut kedepan. Salah satu senjatanya jika keinginan Amanda tidak terpenuhi pasti bawa-bawa masalah jatah.


"Eh !! kenapa jadi bawa-bawa jatah, apa hubungannya kue dongkal sama jatah aku."


Amanda tidak menjawab dia membuang mukanya menatap keluar kaca mobil. Masih kesal dengan Venus yang memilih kembali ke kantor daripada menuruti keinginannya.


"Udah dong mih jangan ngambek !! iya sekarang kita cari sama-sama ya, tapi sebelum itu kita ke kantor dulu ada yang harus aku selesein sebentar. Habis itu janji kita langsung cari kue dongkalnya."


Amanda langsung menoleh girang "bener ya? tapi jangan lama-lama?"


"Iya sayang."


"Makasih pih...!! duuh baiknya suami aku." Amanda bergelayut manja pada lengan Venus. Sementara Venus yang masih fokus menyetir hanya mengelus-elus rambut panjangnya.


"Berarti nanti malem ada jatah kan buat aku mih?"


Amanda langsung mendongakan kepalanya "tergantung dapet apa nggak kue dongkalnya."


"Eh.."


*****


Amanda yang baru pertama kali mendatangi kantor pusat membuatnya sedikit canggung. Betapa tidak para karyawan Venus menatapnya dengan keingintahuan yang dalam. Apalagi kini dirinya tengah hamil besar. Karyawan yang lama sebagian sudah tahu siapa Amanda sebenarnya. Berbeda dengan kantor cabang sebelumnya, semua karyawan Venus hampir semua tahu siapa Amanda. Karena dulu Amanda sering mengunjungi Venus ke kantornya.


"Ternyata lagi hamil."


"Pak Jupiter sama pak Venus beruntung banget ya punya istri yang cantik-cantik."


"Ku dengar mereka berdua sepupuan loh."


Itulah segelintir omongan para karyawan yang melihat Amanda hari ini secara langsung. Mereka menunduk memberi hormat saat Venus datang bersama istrinya yang tengah hamil.


Amanda langsung mendudukan dirinya di sofa besar saat tiba di ruangan Venus. Dia tatap sekeliling ruangan kerja suaminya yang baru pertama kali di kunjungi. Padahal sudah hampir tiga bulan Venus pindah ke kantor pusat. Tapi semenjak hamil Amanda memang jarang mengunjungi suaminya di kantor.


"Loh ada Manda juga ternyata." Dimas yang baru memasuki ruangan Venus sedikit heran melihat Amanda yang datang berkunjung. Dia lalu duduk di sofa berhadapan Amanda.


"Iya Dim tadi habis cek ke dokter jadi mampir sekalian kesini, kamu apa kabar?"


"Baik Manda. Kandungan kamu gimana??kapan lahirannya?"


"Masih lama Dim, minta doanya ya biar lancar sampai persalinan nanti."


"Pasti gue doain, kalian udah mau dua aja nih. Gue nikah juga belum."kekeh Dimas.


"Buruan makanya lamar Kanaya biar nyusul Jupiter juga."

__ADS_1


"Nanti lah kalau udah saatnya."


"Dimas...!!" panggil Venus.


Obrolan Dimas dan Amanda terhenti ketika Venus menyuruhnya untuk mendekat ke arah meja kerjanya.


"Nanti sore bisa kan lo gantiin gue buat ketemu klien? berkasnya udah gue siapin semua."


"Emangnya lo mau kemana?" Dimas menatap heran saat Venus berkata seperti itu.


"Manda lagi kepengen kue dongkal, gue mau nyari itu dulu kalau keburu nanti gue nyusul."


"Kue dongkal ?"


"Iya lo tahu gak dimana yang jualan kue itu?"


"Coba lo cari di sekitar taman kota biasanya di sana banyak yang jualan jajanan." usul Dimas.


"Gimana mih mau kesana sekarang?" Venus beranjak dari duduknya menghampiri Amanda.


"Loh kalian mau nyari kue dongkal sekarang?" tanya Dimas heran.


"Iya Dim gue maunya sekarang." jawab Amanda.


"Setahu gue yang jualan sore deh, ini baru juga jam dua mana ada jam segini."


"Namanya juga usaha mudah-mudahan aja sudah ada yang jualan." ucap Venus tak pantang menyerah.


"Aku setuju pih...!!" sahut Amanda girang.


"Lagi yang ngidam ada-ada aja mintanya kue dongkal yang elit dikit donk Manda."


"Gue udah bosen makan yang elit maunya yang tradisional."


"Lo gak tahu sih gimana ngadepin orang ngidam, nanti lo juga bakal ngerasain kalau udah ngehamilin Kanaya." ujar Venus.


"Seehh itu mulut...!! nikah dulu kali baru di bikin hamil." sahut Dimas. Amanda dan Venus hanya tergelak melihat ekspresi Dimas.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Like, Vote, Koment dan rate 5🙏😍


__ADS_2