
Warning!! ada sedikit adegan ehem-ehem yang di bawah umur tolong di skip😁
*****
Sinar mentari perlahan menyembul dari balik tirai kamar Theolla. Dua sejoli yang tidur berbalut selimut masih betah berada di posisinya, saling memeluk memberi kehangatan. Perlahan netra cantik milik Theolla mengerjap, menyesuaikan pandangannya. Theolla baru sadar jika dirinya kini berada di kamarnya yang di Surabaya bukan berada di apartemen Jupiter.
Theolla menatap suaminya yang masih terlelap "sayang udah pagi." di sentuhnya lengan Jupiter perlahan.
Jupiter menggeliat merasakan sentuhan Theolla seketika dirinya langsung membuka mata. Hal pertama yang di lihat wajah cantik Theolla saat bangun tidur.
"Pagi sayang!!" satu kecupan mendarat di bibir Theolla, hal yang selalu mereka lakukan selama menjalani pernikahan ini.
"Aku mandi dulu ya..!!" Theolla hendak turun dari atas kasur, tapi di tahan oleh Jupiter.
"Mandi bareng sayang ..!!" pinta Jupiter penuh harap.
"Tapi sayang nanti kita telat datang ke kantor." karena Theolla tahu jika Jupiter mengajaknya mandi bareng, pasti akan ada hal lain yang terjadi di sana.
"Hanya sebentar sayang...udah lama aku gak nengokin anak kita."
"Tapi kemarin malam...." sebelum Theolla melanjutkan ucapannya, Jupiter langsung menggendong Theolla ala bridal style.
"Awww...pelan-pelan sayang!!" Jupiter langsung menurunkan Theolla di dalam bathtube. Dengan buru-buru Jupiter segera melepas kain yang menempel di tubuhnya. Setelah itu dia juga membantu Theolla melepas semua pakaiannya. Jupiter langsung masuk kedalam bathtube, dia langsung meremas gundukan sintal yang terpampang di hadapannya.
"Ahh...sakit yank!!" desah Theolla, Jupiter segera membungkam bibir Theolla dengan bibirnya. Ciuman itu terkesan buru-buru dan penuh nafsu. Satu tangan Jupiter menekan tengkuk Theolla untuk memperdalam ciuman mereka, sementara satu tangannya lagi bermain dengan bukit kembarnya.
Setelah puas dengan bibir atas Theolla, Jupiter menyusuri tubuh Theolla dengan bibirnya. Beberapa kali Jupiter menciumi perut Theolla yang mulai membuncit, setelah puas disana Jupiter sampai di lembah segitiga. Dia bermain-main di sana dengan mulutnya membuat Theolla menggelinjang keenakan.
"Sayang .." racau Theolla di sela-sela kenikmatan yang menjalar di tubuhnya.
"Hmmm..." Jupiter mendongak menatap Theolla.
"Pelan-pelan.."
"Iya sayang..." Jupiter segera mengarahkan senjatanya menuju lubang kenikmatan Theolla. Dan pagi itu suara desahan dan erangan terdengar merdu di dalam kamar mandi.
*****
Minggu sore Jupiter dan Theolla pergi menuju Surabaya. Selain Jupiter ada pekerjaan disana, mereka pun memutuskan untuk mengadakan syukuran empat bulan kehamilan Theolla. Selain itu Theolla pun akan menyerahkan jabatannya pada Darel adiknya. Dia memutuskan untuk resign dari perusahaan papahnya, dan akan fokus pada kehamilannya.
__ADS_1
Setelah percintaan panas mereka terjadi di kamar mandi, kini Theolla berada di mobil bersama Darel menuju kantor. Sementara Jupiter berada di mobil lain menuju kantor cabang perusahaannya. Kali ini dia berangkat sendiri tanpa Mario disisinya. Karena Mario harus menghandle pekerjaannya yang di Jakarta.
Sesampainya di lobi kantor Theolla langsung di sambut oleh karyawannya. Sudah satu bulan ini Theolla tidak menginjakan kakinya di kantor karena efek kehamilannya. Para karyawan nampak kaget melihat Theolla bersama pria muda yang beberapa bulan lalu menjadi anak magang di situ. Theolla langsung memperkenalkan Darel sebagai adiknya sekaligus pengganti dirinya.
Setelah acara perkenalan selesai Theolla mengajak Darel keruangannya. Disana dia mengajari Darel banyak hal.
"Pelan-pelan saja nanti juga kamu akan terbiasa Rel, jika tidak mengerti kamu tanya asisten kamu nanti." tutur Theolla menjelaskan.
"Asisten kak?" kening Darel berkerut mendengar kata asisten di ucapkan Theolla.
"Iya nanti asisten kakak akan jadi asisten kamu juga, jadi kedepannya Bella yang akan ngajarin kamu. Kakak gak bisa lama-lama tinggal di Surabaya."
Darel bersorak dalam hati, ternyata Bella akan menjadi asistennya. Cewek yang beberapa bulan lalu pernah mengusik hatinya saat dia masih jadi karyawan magang.
"Hari ini Bella ada meeting jadi dia masih di luar dan belum sempat nemuin kita." ucap Theolla lagi.
Darel hanya mengangguk mendengar penjelasan Theolla.
"Kamu pelajari berkas-berkas ini, suatu saat kamu harus bisa memimpin sebuah pertemuan karena papah tidak selalu hadir dalam setiap rapat."
"Baik kak." Darel mulai fokus dengan berkas di hadapannya. Dia mulai membaca dan mempelajarinya.
"Bu....!!" Bella langsung masuk menghampiri Theolla. Kedua wanita itu saling berpelukan karena lama tak bertemu.
"Ibu apa kabar??"
"Baik Bella.."
"Kandungan ibu gimana??"
"Alhamdulillah sehat Bel."
"Ku dengar ibu akan berhenti bekerja bener gak bu? Ya ampuun aku tanpa ibu gimana jadinya aku pasti sedih banget kita akan jarang bertemu."
Theolla tersenyum mendengar kata-kata Bella "kamu tenang aja meskipun aku berhenti bekerja kita masih bisa komunikasi, ya aku ingin fokus sama kehamilanku sampai lahiran nanti."
"Jadi beneran ibu berhenti kerja?"
"Iya Bell...kamu tenang aja nanti adik aku yang akan gantiin posisiku disini."
__ADS_1
Darel yang hanya menyimak obrolan dua wanita itu hanya tersenyum. Sementara Bella tidak sadar jika ada Darel di ruangan Theolla, karena posisi Bella yang membelakanginya sementara Darel duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari mereka berdua ngobrol.
"Adik ibu?"
"Iya kebetulan hari ini dia ikut sama aku..itu anaknya?" Theolla menujuk dengan isyarat matanya.
"Dia ada disini bu?"
"Iya dia duduk di belakang kamu."
Sontak Bella langsung menoleh dan melihat pria muda yang tidak asing baginya. Darel melambai dan tersenyum kearah Bella.
Kaget. Tentu saja Bella kaget melihat Darel ada disitu "dia adik ibu? anak magang itu?"
Theolla mengangguk tersenyum "gak usah kaget gitu Bell, Darel sengaja saat magang menyembunyikan identitasnya dari karyawan lain."
"Mati gue. Aduh gimana ini? Dulu kan gue suka seenaknya sama tuh anak." Desah Bella dalam hati.
"Sini Rel...!!" Theolla melambai menyuruh Darel mendekat kearahnya dan Bella. Sementara Bella terus menunduk menyembunyikan wajahnya.
"Darel...jadi Bella ini nanti akan jadi asisten kamu, jika ada yang tidak mengerti kamu tanya sama Bella."
"Baik kak."
"Bella, Darel kalian sudah saling mengenal kan jadi tidak perlu perkenalan lagi."
Bella mengangguk perlahan dan mengangkat wajahnya memberanikan diri menatap Darel.
"Haii senior lama tak bertemu...!!" sapa Darel.
.
.
.
.
Like, Vote, Koment dan rate 5🙏😍
__ADS_1