Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Raka menatap lurus kedepan menghilangkan rasa kesal yang berkecamuk di hatinya. Di tatapnya tajam wanita yang berdiri di sampingnya itu, gara-gara kemunculan Jenifer yang tiba-tiba membuat keluarganya mengamuk. Bahkan Ayahnya mengancam akan mencabut semua fasilitasnya jika dia tidak menikahi Jenifer.


SIAL SIAL SIAL !!!


Kata itulah yang terus bercokol di hatinya, hasrat untuk memiliki Theolla seutuhnya lenyap sudah dalam satu kejadian yang tidak terduga. Memang selama ini Theolla tidak pernah menganggapnya ada, tapi dengan adanya pernikahan ini Raka pasti akan bisa memilikinya.


"Sampai kapan kau akan mengacuhkanku?"


Raka mendengus kesal melihat Jenifer yang tersenyum tanpa merasa bersalah.


"Kau lupa apa yang sudah kau lakukan tadi pagi? kau mengacaukan pernikahanku."


"Berhenti membahas pernikahan sialan itu Raka!!" hardik Jenifer kesal.


"Apa kau bilang?" Raka mencekal lengan Jenifer dengan keras.


"Lepas!! sakit tahu..!!" teriak Jenifer.


Raka mengacak rambutnya frustasi "kenapa sih kau datang di waktu yang tidak tepat?"


"Justru aku datang di waktu yang sangat tepat Raka, jika aku telat saja lima menit gimana nasib anak yang sedang aku kandung." Jenifer meraih tangan Raka dan di tempelkan di atas perutnya.


"Sekali saja kau lihat anak yang sedang aku kandung ini, dia darah daging kamu Raka apa kau tega membiarkan anak ini lahir tanpa seorang ayah? mana janjimu padaku Raka....apakah kau memang hanya berniat menjadikan ku wanita simpananmu?" tanya Jenifer dengan tatapan tajam.


"Maaf Jen...aku tidak bermaksud seperti itu, sebelum kita saling kenal aku memang sudah bertunangan dengan Theolla sampai akhirnya hubungan kita terjadi, tapi aku serius akan bertanggung jawab dengan anak ini."


"Lalu kenapa kau sepertinya menyesal tidak jadi menikah dengan Theolla?"


"Sudahlah tak perlu kita bahas lagi soal itu....maaf tadi aku membentak kamu Jen." Raka meraih bahu Jenifer dan langsung memeluknya.


"Aku akan menikahimu secepatnya."


Jenifer tatap mata Raka secara intens "Kamu tidak terpaksa kan?"


Raka tersenyum dan menggeleng "tentu saja tidak, hubungan kita mungkin awalnya hanya sekedar untuk senang-senang saja, tapi kehadiran bayi ini merubah segala pandanganku terhadapmu Jen...kita besarin anak ini sama-sama ya...aku ingin jadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak kita."


Jenifer terharu mendengar ucapan Raka "makasih Raka....aku mencintai kamu."

__ADS_1


"Aku juga Jen.." Raka meraih tengkuk Jenifer dan menyatukan bibir mereka dengan penuh gairah, Jenifer tidak melewatkan kesempatan ini dia langsung membalas ciuman Raka yang begitu berhasrat. Keduanya saling berbelit lidah, bertukar saliva dan saling melum*at satu sama lain. Dibawah langit malam, di antara bulan dan bintang Raka menyalurkan hasratnya yang selama ini terpendam.


Di saat semua orang terlelap kedua insan itu terlena dalam pusaran cinta yang begitu dalam. Sadar tidak cukup dengan hanya berciuman, Raka menggiring Jenifer menuju kamar pribadinya. Malam itu yang harusnya menjadi malam pengantin bagi Raka dan Theolla, kini berubah haluan. Suara desahan dan lenguhan Jenifer terdengar merdu di telinga Raka. Untung saja kamarnya memiliki kedap suara, sehingga Raka dan Jenifer kembali mengulang kenikmatan yang tiada tara.


*****


Matahari masih malu-malu keluar dari singgasananya, tapi tidak dengan suara kicauan burung yang menari kesana kemari, melompat dari satu dahan ke dahan lainnya. Menghirup udara pagi yang masih jauh dari polusi, mengharap kebaikan penghuni bumi ini agar senantiasa menjaga kelestarian muka bumi.


Sementara itu Theolla dan keluarga kecil Venus sudah tiba di Bandara Djuanda sekitar sepuluh menit yang lalu. Pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta masih sekitar setengah jam lagi. Mereka sengaja datang lebih awal agar tidak tertinggal pesawat.


"Mbak Manda, Mbak Theolla...!!" suara teriakan Kanaya membuat mereka menoleh serempak. Dari jauh Kanaya sudah melambaikan tangannya di ikuti Dimas dari belakang. Ya...jadi pesawat yang mereka tumpangi sama dan mereka akan melakukan perjalanan ini bersama-sama.


Kanaya memeluk Manda pertama kalinya, lalu mencubit pipi Ara gemas setelah itu dia memeluk Theolla lebih lama. Merasa bersalah karena kemunculan kakak sepupunya membuat pernikahan Theolla batal.


"Sekali lagi aku minta maaf mbak gara-gara aku bawa kak Jeni, pernikahan mbak jadi batal."


Theolla menggenggam erat tangan Kanaya "sudah aku katakan berulang kali ini bukan salah kamu Kanaya, justru aku bersyukur semuanya terungkap dengan jelas seperti apa kelakuan Raka selama di Jerman."


"Iya Nay...kamu tahu sendiri orang yang di cintai Theolla kan Jupiter, dia pasti bahagia banget tuh gak jadi nikah sama Raka." ucap Amanda melirik kearah Theolla. Sementara Theolla hanya tersenyum datar.


"Bener gitu mbak?"


"Oh....mau CLBK ya?"


"Cinta mereka dari dulu memang gak kelar-kelar tuh." tambah Dimas.


"Gue yakin nih setelah ini cinta mereka pasti akan kelar dan berakhir di pelaminan." tutur Venus dan membuat semua orang yang di situ tergelak.


"Ihhh kalian apasih berhenti godain gue..!!" Theolla memberenggut merasa kesal dengan teman-temannya.


"Ya sudah kita duduk di situ dulu yuk sebelum kita check-in..!!" ajak Amanda terlihat kursi kosong yang tidak jauh dari mereka berdiri. Ibu hamil yang satu ini merasa cepat pegal jika harus berdiri kelamaan.


"Jupiter lagi ngapain ya sekarang? gue penasaran sama dia?" ujar Dimas.


"Coba lo telepon tuh asistennya, palingan dia lagi mengurung diri di apartemen menangisi nasibnya, gue yakin dia gak masuk kantor hari ini." timpal Venus.


"Ya udah kasih tahu aja kita lagi mau on the way ke Jakarta, bareng sama Theolla juga karena dia gak jadi nikah." usul Amanda.

__ADS_1


"Jangaaaan..!!" Venus, Theolla dan Dimas menjawab kompak.


"Kalian ini...mau ngerjain anak orang ya."


"Anaknya Ayah Andre sama bunda Rianti yank." ralat Venus.


"Iya maksudku itu." kekeh Amanda.


"Emang mas Jupiter belum di kasih tahu ya soal ini?" tanya Kanaya.


"Ya belum sayang...biar jadi kejutan." jawab Dimas. Kanaya hanya ber-Oh ria mengerti akan situasinya kali ini.


"Terus kakak sepupu kamu sekarang dimana Nay?" tanya Amanda penasaran.


"Kak Jeni sementara tinggal di rumah keluarganya Raka, sampai pernikahan mereka di laksanakan."


"Wah...kayaknya mereka akan menikah cepat nih mengingat perut Jenifer sudah terlihat membuncit." ucap Venus.


"Ya semoga saja sih mas...aku kasian sama dia karir kak Jeni sebagai model tuh lagi bagus di Jerman tapi malah tersandung masalah, semoga aja Raka benar-benar mau bertanggung jawab."


"Ya semoga saja amiin."


"Berapa bulan memang Nay usia kehamilan sepupu kamu itu?" kali ini Theolla angkat bicara.


"Sudah masuk bulan keempat mbak."


"Wah beda dua bulan sama aku ya." ujar Amanda sambil mengelus-elus perutnya.


"Iya mbak." Selanjutnya mereka terus mengobrol sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawatnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak tekan like, jika ada poin lebih boleh vote dan berikan komentar yang positif ya genks makasih🙏😍


__ADS_2