Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Pagi yang panas


__ADS_3

Warning!! ada sedikit adegan ehem-ehem. Yang belum cukup umur harap menyingkir. Bobo syantik aja😁


πŸ†πŸ†πŸ†


Hari terus berlalu. Pernikahan Jupiter dan Theolla kini sudah genap satu minggu. Resepsi di Jakarta pun sudah di laksanakan tadi malam. Jupiter sendiri sudah memboyong Theolla pindah ke apartemennya.


Theolla menyibak sebagian gorden yang menutupi kaca kamarnya, matahari langsung menyeruak masuk menembus dinding transparan di apartemen Jupiter. Seseorang yang tengah tidur di atas ranjang sana terusik dan langsung menggeliat membuka matanya.


"Pagi sayang...!!" sapa Theolla. Dia tatap wajah Jupiter yang baru terbangun dari tidurnya.


"Kamu udah bangun yank?" Jupiter menarik tengkuk Theolla, memberinya kecupan selamat pagi.


"Heem...kita sarapan yuk, aku udah masakin buat kamu."


"Sarapannya nanti aja. Sekarang kita olahraga pagi dulu." Jupiter membelai rambut Theolla, menatapnya penuh hasrat.


"Maksud kamu jogging?"


"Iya...Jogging di kasur."


"Isshhh....mesum, bukannya semalem udah."


"Kurang sayang semalem hanya sekali, ayolah mumpung masih pagi."


"Ya udah tapi cuma sekali ya?"


"Gimana nanti aja." Jupiter menyeringai lebar dan langsung meraup bibir tipis Theolla. Mengecupnya, meluma*tnya berulang kali. Seolah tak ada bosannya bagi pengantin baru yang satu ini. Semua yang ada pada diri Theolla kini menjadi candu bagi Jupiter. Target Jupiter kali ini membuat Theolla hamil secepatnya.Tak ada kata pantang menyerah dalam kamus Jupiter.


Satu tangan Jupiter mengelus punggung Theolla dan satu lagi meremas bukit sintal yang selalu memabukan dirinya. Theolla melenguh mulai menikmati permainan panas Jupiter. Perlahan Jupiter membaringkan tubuh Theolla tanpa melepas pertautan bibir mereka. Tangannya mulai lihai membuka kancing piyama Theolla, sehingga dalam satu tarikan tubuh atas Theolla tidak ada penghalang sama sekali.


Sesaat Jupiter bangkit dari tubuh Theolla, dia buka kaos yang menutupi tubuhnya lalu di lemparnya asal. Jupiter mulai mendaki gunung bermain-main di atas sana dengan mulutnya. Sementara tangan yang satunya mulai menuruni bukit, menyingkirkan kain berlapis yang menghalanginya.


Setelah tubuh Theolla polos tanpa busana, Jupiter mulai memposisikan dirinya dia tarik tubuh Theolla agar duduk diatas tubuhnya.


"Aku ingin kamu yang pimpin sayang..." pinta Jupiter dengan kabut gairah yang besar.

__ADS_1


"Tapi..." Theolla nampak ragu dengan keinginan Jupiter.


"Gak ada penolakan sayang..." Jupiter langsung merem*as gunung kembar di hadapanya. Theolla mulai terpacu dan asyik bermain di atas tubuh Jupiter. Women on top menjadi gaya mereka pagi ini.


Pagi itu suasana yang dingin berubah menjadi panas, suara desahan dan lenguhan mulai terdengar di penjuru kamar. Baik Jupiter maupun Theolla mereka menikmati kegiatan panas mereka.


*****


Setelah tiga jam bergumul dengan peluh dan keringat, Jupiter dan Theolla menikmati sarapan yang sudah kesiangan. Setelah puas bermain di ranjang mereka melanjutkan permainannya di kamar mandi. Sehingga sarapan yang di buat Theolla pun berubah menjadi makan siang.


"Kamu serius gak ingin bulan madu yank?"


"Yah...tiap malam selama seminggu ini kita bulan madu terus di kamar, aku udah kelelahan kalau di suruh melakukan perjalanan jauh." ujar Theolla menanggapi ucapan Jupiter.


"Namanya juga pengantin baru yank." kekeh Jupiter.


"Kamu sih."


"Kita bulan madu yang deket aja jangan yang jauh-jauh ke Bali misalkan." usul Jupiter.


"Itu kan kerja Theolla sayang...kali ini kita bulan madu. Honeymoon. Biar kayak orang-orang gitu." Jupiter terus memaksa Theolla agar menuruti keinginannya.


"Ya setidaknya ini ajang liburan buat kita, mumpung masih cuti...ya...mau ya...terserah kamu deh mau kemana." bujuk Jupiter lagi. Theolla sebenarnya enggan, toh bulan madu gak bulan madu juga kegiatannya sama bergelut di atas ranjang.


"Gimana ya? aku pikir-pikir lagi."


"Jangan kelamaan!! nanti kamu keburu hamil."


"Ya gak papa hamil juga sekalian nanti babymoon."


"Ya udah aku kasih waktu kamu berpikir lima menit."


"Ceh maksa nih..makan dulu tuh habisin baru nanti kita omongin lagi."


"Iya sayang..."

__ADS_1


Jupiter dan Theolla pun melanjutkan kembali makan yang sempat tertunda. Setelah selesai mereka memilih bersantai di ruang keluarga, sambil menonton acara berita di televisi.


"Kamu gak papa kan yank sementara kita tinggal di apartemen dulu ? "


"Iya aku gak papa."


"Pokoknya aku ingin kamu yang mendesain rumah kita nanti, kalau aku beli langsung takutnya kamu gak cocok."


"Oke...serahin urusan rumah sama aku, kamu ingin model yang seperti apa?"


"Aku ya terserah kamu yank, di sini kan kamu arsiteknya. Soal pengerjaan nanti biar aku yang urus."


Theolla mengangguk dan setuju dengan keinginan Jupiter. Theolla memang punya impian untuk mendesain rumah sendiri dengan interior yang unik dan berbeda dari rumah yang lain. Dan semua itu akan terlaksana dalam waktu dekat ini.


"Soal bulan madu gimana? udah kamu pikirin belum mau kemana?" Jupiter kembali membahas topik yang tadi sempat tertunda.


"Aku sih ada dua pilihan. Kita pilih salah satu aja, ntah kamu suka apa nggak. Masih di dalam negeri sih gak perlu jauh-jauh keluar negeri."


"Apapun pilihan kamu aku akan suka sayang, toh di dalam negeri pun masih banyak tempat-tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi."


"Betul itu. Aku juga setuju suamiku."


"Jadi kamu pengen kemana?" tanya Jupiter lagi.


"Labuan bajo kalau nggak Raja ampat."


.


.


.


.


.

__ADS_1


Segini dulu genk kondisi lagi kurang fit karena cuaca yang berubah-ubah kadang panas kadang ujan😷 Like, Vote, Komentnya ojo lali yoπŸ™πŸ˜


__ADS_2